Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 362 Side story


__ADS_3

Sima Feng akhirnya tiba di penginapan dimana Sima Fei dan Sima Yi tinggal untuk sementara. Tanpa membuang waktu, ia bergegas menuju kamar mereka.


Dan sinilah akhirnya, Sima Feng duduk berhadapan dengan adik dan putra semata wayangnya.


" Kalian berdua kembalilah ke ibukota. Aku yang akan meneruskan pencarian istri ku. " Pinta Sima Feng pada keduanya yang lebih terdengar seperti perintah.


Xiao Yi menolak. " Dia ibuku. Jadi aku akan tetap di sini. "


" Aku juga. Bagaimanapun juga aku akan tetap di sini sampai kakak ipar di temukan. " Sambung Sima Fei menambahkan.


Mendapat penolakan keduanya, apalagi jika mengingat sifat keras kepala A Fei. Sima Feng yakin tak mudah untuk membujuk mereka kali ini.


" Apakah kalian sadar dengan yang kalian lakukan? " Tanya Sima Feng, ia akan mencoba berbicara terlebih dulu untuk selanjutnya membujuk mereka lagi.


" Tentu saja. Kami tidak seperti mu, yang mengabaikan istri demi seorang gundik. " Sima Fei benar-benar menyindir Sima Feng.


" Aku tidak mengabaikan istri ku. " Protes Sima Feng, tak terima dengan tuduhan Sima Fei meski itulah yang sebenarnya.


Sima Fei tersenyum sinis. " Tidak mengabaikan tapi kau menghindarinya dan justru memberikan perhatian mu pada wanita ular itu. "


Hah... mungkin memang sebaiknya ia mengatakan semuanya.


" Baiklah. Aku memang mengabaikannya saat itu dan aku sungguh menyesalinya. Terlebih setelah aku mengetahui fakta yang sebenarnya bahwa bukan istri ku yang meracuni Gu Feifei. Aku semakin merasa bersalah dan ketika ingin meminta pengampunannya, semuanya sudah terlambat. "


" Tapi tahukah kau bagaimana perasaan ku saat ini? "


Sima Feng menunjuk dadanya. " Sesak dan juga sakit. Di sini sakit sekali. Seolah ribuan jarum menusuk tepat di jantung ku. Begitu pun dengan penyesalan yang begitu banyak dan berkumpul hingga menjadi sebuah beban besar yang justru membuatku tak bisa bernapas. "


Sima Fei bisa melihat bagaimana dalamnya penyesalan sang kakak. Pria dingin yang sama sekali tak memejamkan matanya saat memenggal kepala musuhnya itu saat ini sedang menunduk dengan pundak bergetar.


Seumur hidupnya, baru kali ini sima Fei terlihat menyedihkan. Sekuat tenaga menahan tangis. Bukan tangis karena sedih atau bahagia. Tapi tangis karena rasa bersalah dan penyesalannya.


Kemana saudaranya yang ketus, dingin, dan tegas itu? tampaknya ia sudah mencintai istrinya meskipun dirinya sendiri belum menyadarinya.


Payah, dia dan A Guang sama-sama bodoh ketika memahami perasaan sendiri. Memalukan.


A Guang yang sedang membaca berkas kerajaan bersin beberapa kali.


" Anda sakit Yang mulia? " Tanya kasimnya pada A Guang.


A Guang menggosok beberapa kali hidungnya. " Tidak. Aku pikir diam-diam seseorang sedang memaki ku. "

__ADS_1


Kasim A Guang tak bisa berkata-kata.


Sementara itu, Sima Fei yang melihat kondisi A Feng menjadi iba. ia pun sebenarnya lelah jika harus marah terus menerus padanya.


Sima Fei membuang napas lalu berkata. " Maaf. Aku tidak bermaksud memojokkan mu. Aku hanya kecewa dengan sikap mu selama ini pada kakak ipar. "


" Tidak masalah. Aku memang pantas mendapatkannya. Kau benar, aku memang bodoh. " Sima Feng benar-benar mengakui kebodohannya.


" Ayah, apa kau mencintai ibu? " Sima Yi yang sejak tadi hanya menyimak akhirnya membuka mulutnya untuk bertanya.


Sima Feng melihat sorot mata putranya, dan tahu jika Xiao Yi bersungguh-sungguh.


" Aku tak ingin kehilangan dirinya. Sehari saja aku tidak melihatnya, perasaan ku menjadi gelisah. Jika sudah tak terbendung, maka aku akan pergi dan melihatnya secara diam-diam. Aku benci ketika melihat ada pria lain yang memperhatikannya. Karena itu, aku meminta kepala pelayan Hu untuk membakar semua undangan jamuan yang datang ke kediaman tanpa sepengetahuannya. "


"Jadi apakah semua yang ku rasakan itu termasuk cinta? "


Sima Fei dan Xiao Yi kehilangan kata-kata.


' Itu bukan cinta tapi obsesi. ' Baik Sima Fei dan Xiao Yi sama-sama mengutarakan pikirannya meski hanya dalam hati.


Keduanya mengangguk serempak.


Sima Feng mengambil napas dalam sebelum berbicara, lalu mulai bercerita.


" Kakak Gu Feifei, komandan Gu adalah mata-mata kerajaan Wei. Kau tahu bukan pasukan kita hampir mengalami kekalahan dan itu semua karena Gu Xinzu. "


Sima Fei mengerutkan keningnya tanda tak mengerti. " Tunggu! jika ia mata-mata kerajaan Wei, lalu kenapa ia mengorbankan dirinya demi melindungi mu? "


Jangan bercanda. Aku tidak menerima alasan tak mendasar itu.


" Jika dugaan ku benar, ia melakukan itu untuk membuat kematian palsu dirinya. Kemungkinan besar, ia sudah mengetahui bahwa aku mencurigainya. Dan dengan kematian palsu, tak hanya membuatnya terhindar dari hukuman negara, tapi juga bisa mengirim adiknya ke sisi ku. "


" Jadi maksud kakak, Gu Feifei adalah mata-mata kerajaan Wei? "


Sima Feng mengangguk.


Meski kerajaan Wei sudah kalah dan sepenuhnya di ambil alih oleh Kekaisaran Jin. Tapi mantan raja Wei, Li Chenlan belum ditemukan. Itu berarti pemberontakan masih akan berlanjut. Mereka masih akan berjuang untuk mendapatkan kembali kerajaan mereka.


" Lalu masalah keracunan Gu Feifei? kenapa kau menuduh kakak ipar? Kalau kau tahu bahwa wanita itu adalah mata-mata? "


" Awalnya aku sudah curiga bahwa ia meracuni dirinya sendiri. Namun saat aku mencari bukti untuk menjatuhkannya. Semua bukti justru mengarah pada Liu Ru dan bodohnya aku ikut percaya dan meragukannya. " Itulah kebodohan paling buruk yang pernah Sima Feng lakukan.

__ADS_1


" Karena itu kau menghukum kakak ipar dengan tak memperbolehkannya keluar? "


Sima Feng menggeleng. " Aku melarangnya bukan karena hal ini. Aku menjadikan masalah ini hanya sebagai alasan saja, yang sebenarnya adalah aku tak suka istri ku berinteraksi dengan tabib Bai. Aku tak ingin mereka bertemu. "


Sima Fei dan Xiao Yi tercengang. Mulut mereka menganga lebar.


' Cemburunya Sima Feng benar-benar sudah berada di taraf tak tertolong lagi. Pria ini bahkan melarang istrinya keluar hanya karena interaksinya dengan tabib Bai? ' Batin Sima Fei tak habis pikir dengan kegilaan Saudaranya.


Sima Fei tahu siapa tabib Bai. Tabib pemerintah yang secara sukarela membantu di klinik umum kakak iparnya. Interaksi mereka tidak terlalu sering tapi kedua berhubungan baik.


Dan kakaknya yang bodoh cemburu buta hanya karena ini. Sungguh sia-sia darah Sima yang mengalir di tubuhnya. Bodoh.


Apakah menurutnya kakak iparnya buta? tak mungkin ia akan memilih itik sementara ada angsa di depannya.


Sima Fei tak menyangka bahwa ada begitu banyak hal yang tak diketahuinya. Kembali ia teringat akan kebiasaan buruk Sima Feng yang selalu memikul bebannya sendiri tanpa mau berbagi dengan orang lain. Andai ia mau menceritakan masalahnya ini pada Liu Ru, mungkin tidak akan ada kesalahpahaman seperti kemarin.


" Lalu apa yang akan kau lakukan untuk menemukan kakak ipar? apakah kau sudah memiliki rencana? "


A Feng mengangguk dengan sorot mata yang sudah berubah tajam. " Aku sangat yakin bahwa serangan ini ada hubungannya dengan Gu Xinzu. Kakak Gu Feifei itu pasti ada di balik serangan kemarin. Kali ini ia berniat membunuh Liu Ru agar adiknya bisa menjadi permaisuri putri menggantikan Liu Ru. Gu Xinzu percaya bahwa aku sudah menyukai adiknya. "


" Dan untuk pencarian istriku, aku akan menggunakan anjing untuk mencarinya. Jangan lupa, apa yang pernah ibu katakan, bahwa anjing memiliki penciuman lebih kuat dari hewan manapun. "


" Kau akan menggunakan anjing milik Heilong? "


Sima Fei teringat akan anjing yang di latih ibunya di Heilong. Mereka benar-benar pencari jejak handal.


" Benar. Aku sudah meminta seseorang untuk membawanya kemari. Kemungkinan itu akan tiba siang nanti? "


" Secepat itu? Sejak kapan kau melakukan seluruh persiapan ini? "


" Begitu aku mendengar istri ku menghilang, tanpa menundanya aku langsung meminta Heilong untuk mengirim anjing mereka. "


Sima Fei manggut-manggut mengerti lalu detik berikutnya ekspresinya berubah total menjadi tertegun saat menyadari akan sesuatu.


" Kakak, jika kau meminta bantuan Heilong, bukankah itu berarti ibu tahu dan tak menutup kemungkinan ayah juga tahu. Matilah kau kak. Ibu pasti juga tahu bagaimana perlakuan manis mu pada gundik itu sementara istri mu sendiri justru kau abaikan. "


" Tanpa aku meminta bantuan Heilong. Apa menurut mu ayah dan ibu tak akan tahu? tentu saja mereka tahu. "


Sima Feng tak akan mengatakan bahwa sebenarnya ayah mereka, Sima Rui memiliki jaringan informasi hampir di seluruh Kekaisaran Jin. Jaringan itu adalah mata-mata yang di tanam sang ayah di hampir seluruh keluarga bangsawan Kekaisaran juga setiap sudut kota.


Tidak seperti Heilong yang merangkum seluruh informasi dan menjualnya. Mata-mata ayahnya hanya akan melapor jika itu menimbulkan masalah bagi Kekaisaran atau keluarganya. Selebihnya ia tidak peduli.

__ADS_1


__ADS_2