Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 329 side story ( A Feng story)


__ADS_3

" Ada banyak rahasia yang tidak kau ketahui. Karena itu bicaralah dengan paman bibi mu setelah acara ini selesai. "


Meski penasaran, Liu ru tetap menunggu hingga jamuan mereka selesai dan akan mengorek rahasia apa yang di sembunyikan oleh paman dan bibinya.


Sementara itu.


Keluarga Liu yang baru saja tiba di kediaman mereka tak lagi mampu menyembunyikan kemarahan mereka.


" Anak kurang ajar! beraninya dia mempermalukan ku! " Meski sudah jatuh seperti ini pun, Liu mingchen masih saja menyalahkan semuanya pada Liu ru. Sama sekali tidak berkaca bahwa semua yang terjadi adalah buah dari kejahatannya. " Benar-benar anak pembawa sial! "


" Apa yang harus kita lakukan? setelah hari ini pasti orang-orang akan tahu. Kita semua sudah kehilangan muka. Sudah berakhir. Masa depan kediaman Liu sudah sudah berakhir. " Tangis nyonya tua Liu pecah sembari memegangi dadanya yang terasa sesak.


Meski tuan Liu mampu membuang putrinya sendiri. Tapi percayalah, dia adalah seorang putra yang berbakti pada ibunya. Jadi begitu melihat kondisi nyonya tua Liu, hatinya seketika sakit dan segera pergi untuk menghibur wanita tua itu.


" Ibu tolong jangan menangis. Aku berjanji akan menyelesaikan kekacauan ini. " Bujuknya pada sang ibu.


" Bagaimana kau akan menyelesaikannya? " Alih-alih terhibur, nyonya tua Liu justru menekan putranya. Sama seperti sifat putranya. Ia pun dalam hati menyalahkan putranya. Andai putra ini tidak mempercayai pendeta palsu itu dan membuang Liu ru. Mungkin keluarga mereka tidak akan dalam situasi seperti saat ini.


Bukankah lucu? nyonya tua Liu saat itu adalah pihak yang begitu mendorong putranya untuk secepatnya membuang Liu ru. Tapi saat ini ia seolah lupa dan melempar semua kotoran pada putranya.


" Aku akan memikirkan caranya. Yang terpenting ibu istirahat terlebih dulu. Aku takut kesehatan ibu akan memburuk. " Setelah itu tuan Liu meminta pelayan ibunya untuk membantunya kembali ke kamarnya.


Liu mingchen mengira bahwa masalahnya akan berhenti sampai di sini. Namun sayangnya ia salah. Masalah selanjutnya sebentar lagi akan mengetuk pintu rumah mereka.


********


Setelah perjamuan selesai.


Sima Feng memberikan ruang untuk Liu ru berbicara dengan paman dan bibinya. Sementara dirinya menunggu di luar.


" Bagaimana kabar mu ru er? " Tanya sang paman saat ketiganya sudah duduk berhadapan dengan secangkir teh dan beberapa kudapan menemani mereka.


" Baik paman. Aku dan Xiao Yi hidup dengan baik disini. " Sengaja Liu ru ikut menyebut nama putranya agar sang bibi tahu bahwa anak yang dulu pernah ia anggap sebagai aib itu adalah keturunan Keluarga Kekaisaran.

__ADS_1


Masih segar di ingatannya, saat sang bibi dengan teganya mengusir dirinya yang sedang hamil muda. Andai saat itu pamannya tidak diam-diam membantunya. Mungkin ia dan putranya sudah mati sejak lama.


Tuan Wen sebenarnya merasa tak enak. Tapi ia harus menjelaskan hal yang sebenarnya agar sang keponakan tidak lagi memandang buruk istrinya.


" Kalau begitu baguslah. " Tuan Wen mengangguk sebagai tanggapan.


Canggung sekali suasana diantara ketiganya. Namun segera Liu ru membuka suaranya kembali.


" Paman, adakah yang ingin kau sampaikan atau jelaskan padaku? " Tanya Liu ru tiba-tiba.


" Kau mungkin masih sakit hati dengan sikap bibi mu yang mengusir mu saat itu. " Tuan Wen memberikan jeda sejenak sembari melirik istrinya. "Tapi itu tidaklah seperti apa yang kau pikirkan. Bahwa bibi mu melakukannya dengan sengaja. "


" Saat itu sepupu mu mendapatkan masalah di akademi. Ia di jebak dan terancam penjara. Setelah itu istri ayah mu datang dan menawarkan bantuan akan membatu sepupu mu agar terbebas dari tuduhan namun dengan syarat, kami harus mengusir mu dari kediaman kami. "


" Kami berada dalam dilema saat itu. Kami ingin menyelamatkan putra kami, sepupu mu. Tapi di sisi lain, kami pun tak ingin mengusir mu. Karena itu, bibi mu membuat rencana. Kami terpaksa membuat pertunjukan di depan orang suruhan selir itu. "


" Kami terpaksa mengusir mu. Namun setelah itu paman diam-diam akan merawat mu. Dengan begitu baik kau ataupun sepupu mu. Semuanya akan aman. "


Liu ru masih menyimak cerita tuan Wen.


Liu ru mendengarkan dengan seksama cerita pamannya. Ia terkejut. Tak menyangka bahwa ternyata pengusirannya tak lepas dari campur tangan ibu tirinya itu.


" Lalu kenapa kalian tidak membawa ku kembali setelah itu? " Tanya Liu ru.


" Awalnya kami ingin melakukannya. Namun bibi mu mengatakan untuk tetap membiarkannya seperti itu. Karena wanita itu pasti akan kembali mengusik mu jika tahu bahwa kau masih tetap tinggal di kediaman kami. "


" Maafkan kami Liu ru. Kami tidak memiliki pilihan lain selain melakukan itu. Kami benar-benar jahat pada mu. "


Kedua paruh baya itu hanya bisa menunduk penuh penyesalan. Menyesal karena terlalu lemah hingga tak mampu melindungi keponakan mereka. Satu-satunya putri mendiang adiknya.


Sebagai manusia biasa, tentu sulit bagi Liu ru untuk langsung memaafkan bibinya begitu saja.


Tapi mengingat kebaikan pamannya. Rasa marahnya perlahan sedikit berkurang. Lalu ia kembali bertanya.

__ADS_1


" Apakah bantuan paman saat itu bibi juga mengetahuinya? " Entahlah kenapa Liu ru ingin sekali menanyakan hal itu.


Tuan Wen menjawab tanpa ragu. " Tentu saja. Bahkan bibi mu lah yang menyiapkan bidan saat kau melahirkan. Ia sudah menghitung hari kau akan melahirkan dan jauh-jauh hari menyiapkannya. "


Air mata Liu ru tak terbendung lagi. Ia ingat betul hari dimana Xiao Yi lahir. Ia sendirian, dan saat Ia baru saja merasa mulas, seorang bidan tiba-tiba datang dan menolongnya melahirkan.


Ia beralasan bahwa dirinya sedang lewat dan secara tidak sengaja mendengar suara kesakitan Liu ru.


Saat itu, Liu ru hanya bisa berpikir bahwa mungkin saja langit yang sudah mengirim bidan itu untuk menolongnya. Ia sama sekali tidak merasa curiga sedikitpun.


Namun siapa yang akan mengira bahwa bibinya lah yang sudah menyiapkan bidan itu untuk dirinya.


Dengan mata berkaca-kaca. Liu ru menatap sang bibi. " Bi maafkan aku. Aku tidak tahu dan sudah membenci mu. "


Nyonya Wen memeluk keponakannya tersebut. Dan ikut terisak bersama. " Tidak. Bibi pantas mendapatkan. Bibi gagal melindungi mu. Andai bibi dan paman mu cukup mampu. Maka kau tidak akan menderita. "


Akhirnya kesalahpahaman keduanya berakhir. Hubungan Liu ru dan paman bibinya kembali membaik.


Kedamaian Liu ru tampaknya tidak berlaku di keluarga Liu.


Dua hari setelah perjamuan, rombongan keluarga Lu datang ke kediaman Liu. Kedatangan mereka dengan membawa serta puluhan kotak kayu.


" Tuan muda Lu? ini... " Tuan Liu kehilangan kata-kata ketika melihat puluhan kotak di depannya. Ia sangat tahu benda apa itu. Jadi mengabaikan pikiran buruknya, ia mencoba bertanya. Berharap dugaannya salah.


" Tuan Liu apa kabar. Aku kemari atas perintah ayah ku mengembalikan mahar pertunangan. Jadi setelah ini, pertunangan ku dan Liu Mei secara otomatis berakhir. "


Ucapan tuan muda Lu seperti petir di siang hari. Sangat mengejutkannya.


" Tuan muda Lu bisakah kita berbicara terlebih dahulu. Aku rasa ada beberapa kesalahpahaman yang harus di luruskan. Aku pikir tidak seharusnya masalah sepele membuat pertunangan ini harus berakhir. " Bujuk tuan Liu.


Pertunangan ini tak boleh berakhir. Atau di masa depan keluarga mereka tak akan mungkin lagi untuk bangkit. Mereka masih membutuhkan keluarga Lu untuk berpijak setelah hal memalukan di perjamuan kemarin.


" Maaf tuan Liu. Aku hanya menjalankan tugas dari ayahku. Selebihnya jika anda ingin berbicara, silakan datang ke kediaman Lu. Permisi. " Setelah berkata, Lu sheng langsung pergi meninggalkan tuan Liu.

__ADS_1


" Ini semua gara-gara anak pembawa sial itu. " Sekali lagi, Tuan Liu menyalahkan kesialannya pada Liu ru.


__ADS_2