Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Chapter 92 Pembalasan dimulai


__ADS_3

Kediaman Hong.


"Nona. Ada surat untuk anda. " Pelayan Hong sujin menyerahkan sebuah surat.


Sujin mengambil surat tersebut dan segera membacanya. Ia mengerutkan keningnya, namun beberapa detik kemudian bibirnya tersenyum. Tampaknya isi surat itu membuat sujin puas.


"Apakah kau tahu siapa yang memberikan surat ini? " (sujin)


"Tidak nona. Ketika aku akan masuk ke kediaman, seorang anak sudah berdiri di depan gerbang dan langsung memberikan surat ini padaku. Mengatakan bahwa surat untuk nona dan anda pasti akan menyukainya. Apakah ada yang mencurigakan nona? "


"Tidak. Cepat kau siapkan kereta. Kita akan segera pergi ke suatu tempat. "


Meski sujin tidak tahu siapa yang mengirim surat ini. Tapi asalkan ia benar-benar memiliki rahasia besar ziyan, maka ia akan sangat berterima kasih. Kelihatannya tidak hanya dirinya yang membenci gadis itu. Ternyata masih ada orang lain juga. Sujin tak sabar ingin segera mengetahui rahasia ziyan itu dan setelah itu ia bisa mempermalukannya, pasti akan sangat menyenangkan.


'Aku memiliki beberapa rahasia Mo ziyan. Jika kau tertarik, datanglah ke restoran Haotang. Lantai dua kamar pertama. '


Sujin segera meminta kusir memacu kereta kudanya dengan cepat. Tak butuh waktu lama kereta kuda sujin sudah tiba di sebuah restoran. Itu adalah restoran kemarin tempat ziyan sebelumnya mengikuti yuefeng.


"Nona. Kita sudah sampai. " Kusir memberitahunya bahwa mereka sudah tiba di tempat tujuan.


Sujin dan pelayannya segera turun dari kereta. Ketika ia masuk, seorang pelayan berjalan ke arahnya bermaksud untuk menyambutnya.


" Selamat datang nona... Apakah ada yang bisa kami bantu. "


"Minggir! Aku tidak ada urusan denganmu. " Sujin segera menyuruh pelayan tersebut untuk menyingkir.


Mendengar jawaban ketus sujin. Dengan ragu-ragu pelayan pria itu menyingkir dan memandang sujin yang sudah berjalan ke arah lantai dua.


"Ada apa? " Manajer restauran yang melihat anak buahnya tampak aneh bertanya.


"Itu tuan... " Pelayan itu menujuk sujin.


Dia!? gawat! dilantai itu ada...


Sang manajer segera menyusul sujin. Ia berjalan setengah berlari mengejar gadis itu. Sayangnya, saat dirinya tiba di lantai dua. Sujin sudah berdiri tepat di depan pintu ruangan.


Sujin hendak mengetuk pintu di depannya, namun ia mendengar suara aneh dari dalam. Suara wanita yang cukup akrab di telinganya. Tanpa pikir panjang sujin meminta pengawalnya untuk mendobrak pintu.


" Buka pintunya. "


Gawat! sang manajer mulai panik.


"Nona Hong tunggu! " Manajer tersebut ingin menghentikannya, namun pengawal gadis itu sudah mendobrak pintu dan seketika pintu terbuka lebar.


" Kalian... " Mata sujin terbelalak lebar ketika mengetahui bahwa orang yang berada di ruangan tersebut ternyata ayah dan mantan sahabatnya, yuefeng. Kondisi pakaian mereka yang tak karuan membuat orang berasumsi bahwa mereka baru saja melakukan kegiatan tak bermoral.


" HONG SUJIN! APA YANG KAU LAKUKAN! "


Hong dawei sangat marah atas perbuatan putrinya tersebut. Sementara yuefeng merasa sangat malu. Ia hanya bisa menangis dan menutupi bagian atas tubuhnya yang hampir tak berpakaian itu.


" Ayah... kalian... Apa yang kalian berdua lakukan? Kau berselingkuh dari ibu. Dan wanita jal**g itu tak lain adalah mantan sahabatku sendiri. " Terlalu besar amarahnya membuat suara sujin bergetar. Ia merasa sangat malu dengan tindakan memalukan ayahnya tersebut.


Sujin dengan cepat berjalan mendekati yuefeng. Dan dengan penuh emosi menjambak rambutnya.


"DASAR KAU JAL**G. KEMARIN IBUMU, DAN SEKARANG KAU. " Sujin memaki yuefeng tanpa melepaskan tangannya yang menarik kuat rambutnya.


" Sujin! Hentikan! " Hong dawei berusaha melerai putrinya. Namun sayangnya sujin yang sangat marah itu tak ada sedikitpun keinginan untuk melepaskan yuefeng.


Pertengkaran itu memancing orang-orang dari kamar lain untuk keluar dan melihat. Mereka ingin tahu keributan macam apa yang sedang terjadi. Dan tak butuh waktu lama, beberapa orang sudah memenuhi pintu masuk ruangan itu. Orang-orang berdiri di depan pintu menonton perkelahian dua gadis tersebut.


Yuefeng hanya bisa merintih kesakitan, Ia menangis dan berusaha meminta tolong pada orang-orang. Namun tak ada satupun yang terlihat berniat membantunya.


"Wanita sepertinya memang pantas mendapatkan ganjaran. Siapa suruh ia menggoda suami orang. "


"Benar. Sungguh memalukan. padahal masih muda tapi sudah menjadi jal**g."


"Kabarnya dia dulunya adalah nona muda kediaman mo. Tapi karena suatu sebab, ia dikeluarkan dari kediaman itu. "


"Pantas dirinya di buang dari kediaman mo. Ia memiliki kelakuan yang sangat buruk. "


"Sampah tetaplah sampah. "


Orang-orang mulai berbicara buruk menghina yuefeng. Kebanyakan dari mereka membenarkan tindakan sujin.


"Maafkan aku. Tolong lepaskan aku. " Yuefeng menangis meminta ampun pada sujin. Sayangnya, gadis itu sama sekali tidak peduli dengan air mata yuefeng dan justru menyeretnya ke luar ruangan.


"Sujin! apa yang kau lakukan? lepaskan dia. " Hong dawei mencoba menghalangi jalan sujin.


Sujin hanya menatap ayahnya. Ia tahu ayahnya sedang marah. Tapi apa yang bisa ia lakukan. Tidak mungkin kan ia akan sampai hati membunuh putrinya sendiri demi seorang pelacur.


"Kau ingin mempermalukan Keluarga mu hah?! " (Hong dawei)


"Aku mempermalukan keluarga? Ayah... Apakah kau tidak salah bicara. " (sujin)

__ADS_1


" Sepertinya ayah terlalu memanjakan mu akhir-akhir ini. Membuatmu lupa bagaimana harus berbicara dengan ayahmu. " Sorot mata hong dawei sangat tajam. Sujin terkejut karena tak pernah melihat ayahnya seperti itu. Kali ini ayahnya benar-benar marah. Dan itu semua hanya demi pelacur rendahan ini.


Sujin melempar yuefeng ke lantai. Meski mereka masih berada di lantai dua. Tapi keributan itu sudah menarik perhatian orang-orang yang ada di bawah yang merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi.


Sementara itu,


Ziyan sedang bermain catur dengan Snowy. Mereka saling berhadapan memainkan bidak masing-masing.


" Skakmat! " Bidak hitam ziyan berhasil menembus benteng permainan Snowy dan membunuh sang raja.


Snowy masih terkejut mengetahui rajanya berhasil dikalahkan oleh sebuah bidak prajurit.


" Kau tidak menyangka bukan, bahwa sebuah bidak kecil ini mampu membawa permainan menuju kemenangan." (ziyan)


Ia menata kembali posisi bidak catur sesuai posisinya. Dan memulai lagi permainan yang baru.


"Terkadang rencana sederhana bisa menghasilkan hasil yang besar. Seperti sekarang... " Ziyan yang mengorbankan pionnya berhasil membunuh kuda Snowy.


Melihat kudanya sudah di makan. Snowy mulai menjalankan strateginya untuk menyerang balik ziyan.


" Lalu bagaimana dengan rencanamu? apakah menurutmu akan berhasil. " ( Snowy)


"Sebentar lagi kita akan mendapatkan kabar. "


Benar saja, tidak lama xiaoqi datang.


" Masuklah." Ziyan menyuruh xioaqi untuk masuk.


"Nona. Semuanya berjalan sesuai rencana." (xiaoqi)


"Bagus. Terima kasih xiaoqi sudah bekerja keras. Kau bisa kembali untuk beristirahat. "


Setelah xiaoqi pergi. Snowy kembali membuka mulutnya.


" Sepertinya kau sudah menduga hasilnya dari awal. " (Snowy)


Ziyan tersenyum licik. Sepertinya rencananya mengadu domba sujin dan yuefeng berhasil.


Mula-mula ziyan meminta seorang anak jalanan mengirim surat pada sujin. Semua informasi yang berhubungan dengannya pasti akan membuatnya tertarik. Apa lagi gadis itu begitu ingin mempermalukannya. Tentu saja ia tidak akan curiga sama sekali. Entah itu karena kebodohannya atau kebencian terhadap dirinya yang membuat akal sehatnya tak bisa berpikir dengan baik.


Setelah mengetahui sujin dalam perjalanan, Xiaoqi segera melumpuhkan pengawal Hong dawei yang berjaga di depan pintu. Dan membuatnya tak sadarkan diri dengan bius yang sudah di persiapkan nya.


Sesuai dugaan ziyan, Sujin datang dan pertunjukan pun di mulai. Berdasarkan temperamennya, melihat ayahnya yang berselingkuh dengan mantan sahabatnya sendiri pasti akan menyulut amarahnya. Tinggal masalah waktu sampai nyonya Hong mengambil tindakan. Tidak mungkin Hong dawei berani menghentikan istrinya. Meski ia merupakan orang terkaya di ibukota. Tapi keluarga Xu, yang merupakan keluarga istrinya adalah bangsawan Gongjue. Status bangsawan nya tepat di bawah keluarga kerajaan. Tanpa keluarga Xu, keluarga Hong bukanlah apa-apa.


Dan sekarang giliran yuefeng.


'Yuefeng... kau membuat rumor tentang ku. Maka aku berikan kau hal yang sama. Aku ingin kau merasakan obatmu sendiri. Aku ingin kau tahu bagaimana rasanya dipermalukan dan hidup seperti tikus kotor yang selalu bersembunyi. '


Dengan cara ini, tanpa ziyan berusaha keras. Ia sudah menyingkirkan salah satu musuhnya.


"Kau akan melepaskan yuefeng begitu saja. Ingat dia pernah mencoba membunuhmu menggunakan para bandit itu. " (Snowy)


Ziyan tersenyum, ia masih menjalankan bidaknya untuk terus bergerak maju.


"Seperti bidak catur ini. Meski ia yang terkecil dan hanya bisa berjalan maju selangkah demi selangkah. Namun ia satu-satunya bidak yang tidak pernah mundur. Jadi... tidak usah terburu-buru. Kita cukup duduk dan menonton apa yang akan terjadi nanti. "


Karena setelah ini hidup yuefeng pasti akan lebih menderita. Ziyan tidak perlu menggunakan tangannya sendiri untuk menyiksanya. Baik nyonya Hong ataupun sujin akan secara tidak langsung memberikan tangan mereka untuk membantu ziyan.


******************


Malam tiba, dan festival awal musim panas pun di mulai. Parade dan pelepasan lampion membuat langit malam kota shangjing begitu terang.


"Ini nona lampionmu. Permohonan apa yang ingin kau tulis? " Yaoyao memberikan lampion yang baru saja dibelinya.


Ziyan menerima lampion tersebut dan berpikir sejenak permohonan apa yang ingin dia tulis.


Setelah mengetahui apa yang ia inginkan, ia mengambil kuas dan bersiap menuliskannya. Tapi tiba-tiba tangannya berhenti. Saat ini pikiran dan hatinya sedang bergejolak. Apa yang di inginkan oleh akal sehatnya bertolak belakang dengan isi hatinya.


Melihat nona nya yang tampak ragu-ragu. Yaoyao akhirnya berbicara.


"Nona? Apa kau masih tidak tahu permohonan yang ingin kau buat? Kalau begitu tulis saja apa yang kau inginkan saat ini. "


'Apa yang aku inginkan saat ini? ' Benar, yang terpenting adalah saat ini. Kalau begitu yang aku inginkan saat ini adalah...


Ziyan menggerakkan tangannya dan mulai menulis. Begitu selesai, ia meminta yaoyao untuk menyalakan api dan melepaskan lampionnya ke langit.


Setelah membaca keinginan ziyan, snowy menatap gadis itu. Pandangannya penuh dengan pertanyaan. Namun demikian, baginya yang terpenting adalah kebahagian gadis itu. Jadi meskipun pada akhirnya ia harus tinggal di dunia ini untuk selamanya. Asalkan hal itu membuatnya bahagia, itu sudah cukup.


Lampion yang terbang mulai bergerak menjauh, semakin jauh masuk ke dalam ke kegelapan malam. Ziyan kembali teringat dengan permohonannya, awalnya ia ingin menulis permohonannya agar bisa kembali ke dunianya. Namun tiba-tiba hatinya seakan menolak dan bayangan sima rui muncul di kepalanya. Semua kenangan saat bersamanya satu persatu muncul.


Ketika ia sedang dalam keraguan, ucapan yaoyao membuatnya tersadar. Bahwa saat ini ada sesuatu yang lebih penting dari keinginan kembali ke dunianya. Sesuatu yang ada di hatinya, sebuah perasaan yang memiliki arti.


'aku berharap dia kembali dengan selamat. Mo ziyan. '

__ADS_1


Itulah yang akhirnya ziyan tulis pada lampionnya. Ia hanya berharap Sima rui bisa segera kembali. Hatinya yang sebelumnya bergejolak perlahan-lahan mulai menghangat.


****************


Keesokan harinya,


Rombongan Sima rui tiba di ibukota. Parade para prajurit yang berjalan dengan gagah manarik perhatian semua rakyat.


"Lihat itu para prajurit pangeran pertama. "


" Benar. Kelihatanya... kali ini mereka juga berhasil mengalahkan suku bar-bar. "


"Tentu saja. Selama pangeran pertama yang memimpin. Itu sudah bisa di pastikan. "


Pujian dan kekaguman para rakyat terhadap Sima rui semakin besar. Mereka semua larut dalam suasana suka cita tersebut.


Tapi sayangnya dalam barisan para prajurit berkuda tak nampak sama sekali sosok yang dibicarakan itu. Hanya terlihat junyi yang berjalan memimpin di depan menggantikannya.


" Junyi, apakah kau tahu penyebab rui ge kembali lebih awal? "


Salah satu rekan junyi yang berada di sampingnya tiba-tiba bertanya. Dia adalah Rong feiyue. Gadis ini adalah cucu dari jendral rong. Salah satu jenderal terbaik sekaligus guru sima rui. Meski sekarang dia sudah pensiun, namun dirinya masih sangat dihormati oleh sima rui. Bahkan raja sendiri juga masih menghormatinya.


Junyi tahu bahwa diam-diam feiyue menyukai tuannya. Tapi sayang sekali hati tuannya sudah diisi oleh nona mo. Satu lagi hati yang akan segera patah karena tuannya.


"Dia memiliki sesuatu yang harus di lakukan. " (junyi)


" Benarkah? Apa itu? " (feiyue)


"Aku tidak tahu. "


"Kau bohong. Kau pasti tahu. Cepat katakan padaku. "


Menyadari rasa penasaran gadis ini yang tak ada habisnya, junyi mulai sedikit merasa kesal.


" Feiyue. Aku hanya pengawal pribadi pangeran. Mana mungkin aku tahu semua yang dilakukannya. Lagipula, kenapa kau begitu menempel dengan pangeran. Ingat. dia itu sudah memiliki tu-na-ngan. "


Junyi berbicara dengan nada penekanan pada kata 'tunangan'. Ia berharap gadis di sampingnya ini sadar akan maksud junyi bahwa sia-sia saja mengharapkan tuannya.


" Kenapa kau kesal. Aku hanya bertanya. Dan lagi... meski rui ge sudah bertunangan, tak ada yang bisa memastikan bahwa mereka akan menikah. Aku tumbuh bersama rui ge, hanya aku yang paling memahaminya. Dia cuman gadis yang hanya bisa bersolek, tidak pantas dengan rui ge. Wanita hebat sepertiku lah yang cocok dengannya. "


Inilah yang membuat junyi tidak menyukai gadis ini. Ia selalu menganggap tuannya adalah miliknya dan menganggap hanya dirinya yang pantas bersanding dengan tuannya. Meski secara kemampuan, junyi mengakui kehebatan gadis ini. Tapi itu tidak cukup untuk membuat junyi menyukainya.


" Kalau begitu kau coba katakan apa yang baru saja kau ucapkan ini langsung pada pangeran. Aku penasaran apakah ia juga akan berpikir sama denganmu. " Junyi menyeringai mengejek, ia kemudian menunggang kudanya sedikit lebih cepat meninggalkan feiyue.


"Kau... " Feiyue menggertakkan giginya kesal menatap punggung junyi.


******************


Hari kedua festival tiba, semua pemuda dan pemudi yang belum menikah datang meramaikan festival. Jalanan ibukota menjadi semakin ramai dibandingkan dengan siang tadi. Jika malam sebelumnya berupa perayaan lampion dan pelepasan permohonan. Untuk malam ini seperti ajang pencarian jodoh yang akan di akhiri dengan pesta kembang api.


Ziyan sebenarnya tak ingin datang, namun yaoyao memohon padanya untuk menemaninya. Ia tampak begitu antusias, terlihat jelas bahwa ia sudah sejak lama menantikan acaranya ini.


"Kau terlihat sangat senang. Apakah kau ingin menjalin hubungan dengan seseorang disini. " (Ziyan)


"Ah bukan begitu. " Pipi yaoyao bersemu merah. Kelihatannya pertanyaan ziyan berhasil menggodanya.


Mereka berdua tenggelam dalam kemeriahan acara. Setelah untuk sementara waktu ia berhasil menyingkirkan salah satu akar masalahnya. Akhirnya ziyan bisa sedikit bersantai, merilekskan pikirannya. Karena penyebab masalahnya akhir-akhir ini tidak jauh dari yuefeng dan sujin.


Yaoyao membawa ziyan ke sebuah taman. Di dekatnya ada kuil kecil yang memiliki jalan setapak ke arah bukit. Mereka berjalan menyusuri jalan tersebut dengan pohon-pohon berjejer rapi di sepanjang jalan. Ketika tiba di atas, ziyan melihat pemandangan kota yang sangat indah. Pemandangan malam ibu kota dari atas sini sangat memukau matanya. Ketika ziyan sedang fokus melihat pemandangan tersebut. Tiba-tiba seseorang melingkarkan tangannya di pinggang ziyan dan memeluknya dari belakang. Ziyan sangat terkejut dan secara refleks berbalik untuk melayangkan tinjunya.


Betapa terkejutnya ziyan, Matanya terbuka lebar melihat sosok didepannya. Perlahan cahaya bulan membuat wajahnya semakin terlihat jelas.


" Pangeran.... Kau... kembali.... " Ziyan masih belum percaya dengan apa yang sedang di lihatnya, namun di sisi lain ia juga merasa sangat bahagia. Ia menyentuh wajah Sima rui memastikan bahwa ini bukanlah sebuah bayangan.


Sima rui tersenyum penuh kehangatan. " Aku pulang. " Ia mengecup telapak tangan ziyan yang menyentuh wajahnya.


Hati ziyan bergetar saat mendengar suara pria itu. Suara pria yang sudah lama dirindukannya. Suara pria yang sudah lama tidak didengarnya.


Sebuah perasaan geli mulai menjalar dari bekas kecupan pada telapak tangannya ke jantungnya yang berdegup semakin kencang. Tanpa sadar ia memeluk sima rui. Ia memeluknya kuat seakan memastikan bahwa ini semua bukanlah mimpi.


Sima rui tidak menyangka akan reaksi gadis ini. Kerinduannya akan gadis ini semakin besar kala wanita yang di cintainya tersebut memberinya sebuah pelukan hangat. Sima rui melingkarkan tangannya di tubuh ziyan, ia memeluk balik gadis itu. Di ciumnya tengkuk ziyan, mencoba menghirup aroma tubuh yang sangat di rindukannya itu. Mereka saling berpelukan melepaskan kerinduannya.


Yaoyao yang melihat dari kejauhan tersenyum bahagia.


"Kenapa kau terlihat akan menangis? bukankah seharusnya kau ikut bahagia? "


Junyi berdiri di samping yaoyao memperhatikan mata gadis tersebut yang hampir menjatuhkan air matanya.


"Ini disebut rasa haru karena bahagia. Apa kau tak tahu apa yang sudah dilalui nona ku selama pangeran pergi. Meski ia terlihat baik-baik saja. Tapi aku tahu dia cukup menderita karena rumor tersebut. "


Junyi tanpa sadar merangkul pundak dan mendorong wajah yaoyao ke dadanya. Sebuah senyum kecil muncul di bibir junyi.


"Kau bisa terharu di dadaku. Aku akan meminjamkannya untukmu. "

__ADS_1


Dalam hati, junyi berharap tuannya akan lama bersama ziyan. Jadi ia bisa lebih lama juga bersama dengan yaoyao.


__ADS_2