Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
aku, pemilik baru chuntian


__ADS_3

"Dia benar. Akulah pemilik baru chuntian. "


Mendengar suara wanita yang tiba-tiba datang ↔ belakang, membuat ke lima pria tiantang itu seketika menoleh ke arah sumber suara.


Seorang wanita bercadar dan pengawal bertopeng berdiri di tengah pintu masuk. Cahaya matahari dari luar membuatnya terlihat seperti lampu sorot yang menjadi latar belakang keduanya, membuat kedatangan mereka nampak begitu kuat.


Ziyan tak menyangka paviliunnya yang bahkan belum buka ini akan begitu ramai. Saat dirinya semakin dekat dengan pintu masuk, ia semakin jelas mendengar perdebatan antara wenra dan lizhong. Sampai ziyan akhirnya mendengar wenran memberitahu mereka perihal pemilik baru chuntian.


Semua orang terkejut dengan kehadiran wanita itu. Tentu saja terkecuali wenra, ia langsung menyambut bos wanitanya tersebut dan memperkenalkannya pada semua orang.


"Aku perkenalkan, dia adalah pemilik chuntian yang baru."


Semua orang masih dengan pikirannya masing-masing. Mereka tak menyangka bahwa pemilik baru chuntian akan menjadi seorang wanita muda. Ada yang ragu, namun ada pula yang percaya. Yelu tahu bahwa wenran tak mungkin berbohong mengenai masalah ini, jadi ia memutuskan untuk percaya, dan beralih bertanya pada wanita tersebut.


"Maaf atas kedatangan kami yang tidak sopan dan tiba-tiba ini. Kalau boleh tahu.. nama anda? "


Kesopanan dan etika yelu yang sangat baik sesuai dengan identitasnya sebagai bangsawan bojue (Count). Ketika ziyan mulai memperhatikan wajah yelu, ia merasakan perasaan tak asing padanya. Sepertinya ia pernah melihatnya di suatu tempat. Lalu ia mulai menyapu semua wajah ke empat pria lainnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat wajah sima yan. 'Bukankah ini pria brengsek yang sembarangan menciumku itu.'


Mengingat kembali kenangan buruknya itu membuat mata ziyan memancarkan kemarahannya. Seperti kobaran api yang membara, begitu pula dengan emosinya yang kini mendidihkan darahnya. Merasakan sakit pada telapak tangannya yang mengepal kuat, membuat dirinya tersadar bahwa saat ini bukan waktunya untuk mengingat hal buruk itu. Sepertinya dengan masalah ini ia bisa menyalurkan sedikit kekesalannya. Mungkin ia bisa mendapatkan beberapa keuntungan dari mereka.


Sima yan menyadari tatapan dingin ziyan. Entah kenapa ia merasa tatapan membunuh wanita itu seperti pernah dilihatnya. Tapi dimana?


Ziyan menarik napasnya, sebelum akhirnya menjawab pertanyaan yelu. " Kalian bisa memanggilku 'bos Zi' (资). Dan aku adalah pemilik paviliun chuntian saat ini. Jadi jika ada sesuatu yang ingin kalian diskusikan, silakan kalian bisa berbicara denganku. "


Yelu sedikit terkejut melihat cara bos chuntian itu berbicara. Begitu terus terang, memperlihatkan sisi dominan yang menegaskan bahwa dirinya adalah bos sebenarnya. "Baiklah jika begitu, saya akan langsung saja. " Yelu langsung menceritakan kembali apa yang sebelumnya menjadi pembahasan mereka dan wenran.


Setelah mendengarkan semua cerita yelu. Ziyan akhirnya mengerti, kenapa rencananya sedikit meleset.Ternyata karena campur tangan lizhong. Pria buncit ini ternyata mencoba menjadikan paviliunnya kambing hitam meski sebenarnya memang ia yang melakukannya. Tapi jika ia memperhatikan ekspresi xiaolu yang terlihat ketakutan. Sepertinya rencananya tidak sepenuhnya gagal. Xiaolu ini pasti masih berpikir bahwa shugua yang melakukannya. Kemungkinan besar pria bernama lizhong itu yang memaksa xiaolu untuk memberikan kesaksian itu. Karena itu, ziyan akan mengembalikan lumpur yang ia lempar ini.

__ADS_1


"Kalau begitu ceritanya, bisakah aku memiliki beberapa kata dengan xiaolu, tuan yelu. "


"Tentu saja bos zi." yelu menginjinkan bos wanita itu untuk berbicara dengan bawahan yang menjadi korban itu.


Mendengar namanya di sebut, xiaolu merasakan ketakutan mulai menjalar seluruh tubuhnya. Membuat kakinya sulit untuk menopang tubuhnya. Tangannya entah kenapa tak berhenti gemetar. Meski ia coba menutupinya, namun keanehan itu berhasil di tangkap oleh ziyan.


Ziyan tersenyum, Ia menatap xiaolu dengan penuh rasa intimidasi. Seolah mengatakan, beraninya kau menjebak chuntian. " Xiaolu, boleh aku mengajukan beberapa pertanyaan untukmu? "


Dengan ragu-ragu xiaolu mengangguk.


"Bisakah kau jelaskan bagaimana mereka menyakitimu? Apakah kau mengenali mereka yang menangkap dan menyiksamu? dan yang terakhir. " Ziyan tersenyum penuh arti. " Apa yang membuatmu yakin bahwa chuntian yang melakukannya? "


Mendengar semua pertanyaan ziyan. Membuat xiaolu merasa keringat mulai membasahi pelipisnya. Ia melirik lizhong, namun dirinya hanya mendapatkan tatapan tajam penuh peringatan. Hal itu membuat xiaolu tersadar, dirinya hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri.


"Aku tidak tahu siapa yang menangkapku. Mereka, mereka langsung menutup kepalaku dengan kain hitam sehingga aku tidak melihat wajahnya. Setelah itu mereka menyiksa tanganku dengan sejenis serangga... menyebabkan tanganku penuh sengatan dan terasa panas. Dan .. "


Terlihat kebingungan di raut wajah xiaolu. Apakah ia mengucapkan sesuatu yang salah?


"Barusan kau bilang, kau tidak tahu siapa yang menangkapmu. Kau juga tidak tahu dengan apa mereka menyiksamu, tapi kau berani sekali langsung membuat kepastian kami yang menyiksamu. Apakah kau bodoh? Siapa dirimu? dan untuk apa kami menangkapmu? "


Mendengar serangan balik bos baru chuntian tersebut membuat kaki xiaolu semakin lemas. Ia tidak tahu harus menjawab apa.


Yelu yang melihat reaksi xiaolu, merasa sesuatu yang tidak beres, sepertinya ada yang salah disini.


Lizhong merasa sudah tidak ada jalan bagi xiaolu, Jadi mau tak mau, ia hanya bisa melempar semua kesalahan pada xiaolu.


"Beraninya kau menipuku." Lizhong memberikan pukulannya pada xiaolu, membuatnya terjatuh.

__ADS_1


Semua orang tercengang dengan tindakan tiba-tiba lizhong, hanya jiangwu yang terlihat bersemangat melihat duel singkat tersebut.


Saat tubuhnya sangat dekat dengan xiaolu, lizhong membisikan sesuatu yang membuat mata xiaolu melebar. Setelah mengucapkan kata yang ia ingin sampaikan, lizhong kembali berdiri. Matanya masih mengawasi xiaolu.


"Aku.Aku yang salah. Sebenarnya bukan mereka yang menyiksaku. Aku, aku hanya ingin menggunakan alasan ini untuk memeras mereka. Aku ingin mendapatkan uang. "


Ziyan menatap xiaolu lalu sekilas melirik lizhong yang tersenyum tipis. Sepertinya ia sudah melakukan sesuatu dengan xiaolu.


Setelah mendengar kajelasan situasi yang sebenarnya. Yelu meminta maaf pada ziyan dan wenran atas Kecerobohannya. Li Zhong meski terpaksa, juga memberikan permintaan maafnya. Sementara xiaolu sudah dipastikan nasibnya di tiantang akan berakhir.


"Tuan yelu, karena kesalahpahaman ini, membuat paviliun chuntian mengalami kerugian. Bagaimana kalian akan memberikan kompensasi pada kami? " Seorang ziyan tak akan melepaskan kesempatan yang ada demi mendapatkan keuntungan.


"Kerugian apa maksudmu. Kami hanya salah mengira... " lizhong segera menunjukan keberatannya. Namun langsung dipotong oleh yelu.


"Bos zi benar. Kami sudah bertindak salah. Jadi apa yang bos zi inginkan. Selama masih dalam jangkauan kemampuanku, aku pasti akan memenuhinya. "


Melihat sikap yelu yang dari awal sangat sopan dan pengertian, sepertinya tidak mungkin dirinya ada sangkut pautnya dengan hancurnya chuntian. Apa mungkin dirinya tidak tahu apa yang dilakukan bawahannya lizhong? sepertinya ia harus memberikan sedikit dorongan agar yelu tahu apa yang sudah bawahannya ini lakukan.


Ziyan tersenyum lalu berjalan mendekati yelu, ia membisikan sesuatu. Yelu tertegun mendengar apa yang dibisikan bos chuntian itu. Dan hal itu membangkitkan rasa penasaran sima yan dan jiangwu yang melihat reaksi yelu tersebut.


Lizhong tidak tahu, bahwa masalah besar sedang menunggunya.


*******************


pojok author:


Karakter zi pada ziyan dan zi yang di pakai ziyan sebagai nama bos chuntian berbeda.

__ADS_1


ziyan (字眼) , sementara zi (资).


__ADS_2