
Gadis itu masih menatap lekat ziyan menunggu jawaban apa yang akan di berikan olehnya.
Ziyan tersenyum mengejek. " Kenapa aku harus menjawab pertanyaan mu. Aku bukan sedang mengajakmu bernegosiasi. Di sini kau tidak ada pilihan lain selain mengikuti apa yang aku katakan. "
Tangan gadis itu sekali lagi mengepal kuat di balik selimut. Ia menekan kuat giginya mendengar provokasi ziyan.
" Karena kau tidak ingin bicara sekarang, aku akan menunggu hingga besok. Aku akan memberimu waktu satu hari untuk berpikir. Dan satu lagi yang harus kau tahu. Aku bukanlah wanita yang penyabar. Jadi pikirkan baik-baik. " Ziyan pergi meninggalkan gadis itu sendiri.
" Kau mau kemana yaner? " lucy datang dengan semangkuk sup di tangannya.
" Aku masih ada urusan sebentar bibi. Tolong kau jaga dia. Dan pastikan jangan sampai dia kabur. Aku akan kembali lagi bersama sima rui. " Ziyan berbicara dengan ekspresi serius yang menunjukkan bahwa apa yang diucapkannya adalah hal penting.
" Tenang saja. Aku akan mengawasinya. " Ziyan mengangguk lalu pergi.
***********
Ziyan tak kembali ke kediaman mo. Ia datang ke istana rixi bermaksud menceritakan hal tadi pada sama rui.
" Selamat datang nona Mo? " Kepala pelayan menyambut ziyan.
" Dimana pangeran paman? " Tanya ziyan pada pria yang sudah berumur tersebut.
" Beliau pergi ke istana ibu suri nona. Apa anda mau menunggu beliau atau mau menitip pesan saja."
Ziyan diam sejenak berpikir pilihan mana yang menurutnya lebih baik. Tapi mengingat hal penting yang akan ia katakan, ia akhirnya memilih pilihan pertama. " Aku akan menunggunya paman. "
" Mari, saya antar nona ke dalam. " Ziyan mengikuti kepala pelayan yang sudah lebih dulu berjalan di depannya.
Ziyan bingung kenapa kepala pelayan justru mengantarnya ke sebuah kamar.
__ADS_1
" Paman, kenapa kau mengantar ku kesini? "
" Pangeran mengatakan jika nona datang, dari pada membiarkan anda menunggu di ruang tengah. Lebih baik membiarkan nona menunggu di kamar yang sudah di siapkan pangeran secara khusus. Setidaknya nona tidak akan lelah saat menunggu beliau. " Jelas kepala pelayan.
Ziyan tersentuh dengan perhatian yang sima rui berikan. Pria itu benar-benar tidak bisa membuatnya menolak apapun yang ia siapkan untuknya.
" Kalau begitu aku akan menunggunya di sini. Terima kasih paman sudah mengantar ku. " Kepala pelayan membungkuk dan kemudian membiarkan calon permaisuri istana rixi tersebut untuk beristirahat.
Yaoyao memperhatikan sekeliling dengan kagum. " Nona, pangeran benar-benar memanjakan mu. Ia bahkan membuat kamar yang sama persis dengan kamar di kediaman Mo. Tampaknya pangeran sangat memikirkan kenyamanan mu. " Yaoyao tak henti-hentinya berdecak kagum. Meski tata letak dan dekorasinya sama seperti kediaman Mo, tapi yaoyao bisa melihat kualitas barang yang di gunakan disini lebih bagus.
Ziyan hanya tersenyum melihat tingkah yaoyao. " Jika kau suka. Kau bisa meminta junyi melakukan hal sama untukmu. "
Yaoyao tersipu malu mendengar ucapan ziyan. " Kau selalu saja menggodaku nona. "
*******
" Pangeran, nona Mo menunggu anda di kamarnya. " Ucap kepala pelayan begitu menyambut sang tuan.
" Sekitar dua jam yang lalu pangeran. " Kaki renta kepala pelayan hampir kesulitan menyamakan langkah cepat sima rui.
Langkah sima rui tiba-tiba berhenti begitu mendengar jawaban kepala pelayannya. " Kenapa tidak ada yang memberitahuku. " Sima rui menatap nyalang kepala pelayannya yang menunduk karena takut.
" Maaf pangeran. Kami pikir kepergian anda ke istana ibu suri adalah hal penting. Jadi kami takut mengganggu pangeran. "
Melihat kepala pelayannya yang masih menunduk karena merasa bersalah. Sima rui memutuskan untuk menyudahi kekecewaannya.
" Sudahlah. Lain kali kau laporkan padaku apapun itu urusan yang berkaitan dengan ziyan. Bahkan ketika aku bertemu dengan ayahanda. Bagiku tidak ada masalah yang lebih penting selain ziyan. " Ucap Sima rui penuh penekanan.
" Baik Pangeran. Saya mengerti. " Jawab kepala pelayan patuh. Sedari kecil merawat Sima rui. Ia tahu betul perangai dan sifat Sima rui. Ia tahu dan sadar betul bahwa hati keras Sima rui sudah jatuh pada wanita yang menjadi tunangannya tersebut. Namun ia tak menyangka bahwa Sima rui akan benar-benar jatuh sejatuh-jatuhnya pada pesona Nona Mo.
__ADS_1
Kepala pelayan menggeleng, ' Ternyata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya itu benar. ' Batin kepala pelayan. Mengingat kaisar mereka juga melakukan hal sama saat menikahi huang guifei.
Langkah Sima rui yang cepat berhenti di depan kamar ziyan. Mendengar suara ketukan, yaoyao segera membuka pintu dan melihat pria yang sejak tadi di tunggu nona nya. Tak ingin mengganggu tuannya. Yaoyao pergi begitu mempersilakan Sima rui masuk.
" Maaf, membuatmu menunggu lama. "
" Tak apa. Aku cukup menikmati kamar yang kau siapkan ini pangeran. Apa ini juga kamar pengantin kita nanti. " Ucap ziyan sembari mengedipkan satu matanya.
Sima rui berjalan mendekati ziyan dan secara spontan gadis itu mundur ke belakang hingga terduduk di ranjang. Ziyan memalingkan wajahnya ketika wajah Sima rui sangat dekat dengannya. Ia berbisik di samping telinga ziyan, " apa kau sedang menggodaku nona? "
Ziyan merasakan geli di telinganya karena hembusan napas Sima rui, membuat tubuhnya merasakan suatu getaran aneh.
" Hentikan. " Ziyan mendorong dada Sima rui. " Ada hal serius yang ingin ku bicarakan. " Ziyan tak ingin terbawa suasana karena tindakan Sima rui. Pria di hadapannya ini mudah sekali membuatnya terlena.
Sima rui mundur perlahan dengan bibir masih tetap tersenyum melihat wajah ziyan yang memerah.
" Kali ini aku akan melepaskan mu. Tapi tidak untuk lain kali. " Sima rui berbicara lirih menggoda iman ziyan.
' Oh Tuhan, jika aku masih hidup di zaman modern. Sudah aku terkam pria ini sejak lama. ' batin ziyan. Ia akui bahkan di dunianya tak ada pria yang bisa mengalahkan pesona Sima rui.
Ziyan menggunakan tangannya sebagai kipas. Wajahnya terasa panas karena ulah Sima rui.
" Jadi hal penting apa yang menurutmu lebih penting dari hal tadi. " Ziyan bisa melihat Sima rui yang sedikit cemberut karena kesenangannya terganggu.
Ia terkekeh, " Ayolah. kita serius kali ini. " lalu menatap pria itu. " Wanita yang ditemukan bibi sudah sadar. Ia sempat berpura-pura amnesia sebelumnya. Namun aku berhasil membongkar kebohongan. Sayangnya dia belum mau mengatakan alasan kenapa ia berpura-pura amnesia dan juga menceritakan apapun yang sebenarnya terjadi. "
Sima rui menyimak dengan serius informasi yang baru saja ziyan katakan. Lalu teringat pada putri shuwang yang ada di istana.
" Aku juga memiliki hal aneh hari ini. Saat mengunjungi ibu suri, aku melihat shuwang berada di sana. Hubungan mereka tampak sangat dekat. "
__ADS_1
Ziyan tak mengerti apanya yang aneh dengan itu. Bukankah shuwang dan Sima yan sudah lama di jodohkan. Jadi bukankah hal itu wajar.
Sebelum ziyan mengutarakan pertanyaan. Sima rui sudah kembali berbicara seolah ia tahu apa yang di pikirkan gadis itu.