
Feng xiao segera mengoreksi ucapannya. " Maksud saya, Nona rong menyukai pangeran pertama tapi kenapa justru menjebak anda Yang mulia. Bukankah itu aneh. Karena itu lebih baik kita bertanya langsung pada nona Rong. Apa sebenarnya motifnya. " Saran Feng xiao.
Berpikir apa yang di sarankan Feng xiao sangat masuk akal. Maka Sima yan mengangguk tanda setuju. Namun sedetik kemudian ia menggelengkan kepalanya.
" Tidak. Aku rasa dia tidak akan dengan bodohnya mengatakannya. Jika ia melakukan itu maka sama saja dengan mengakui kejahatannya. Apa kau tahu apa hukuman karena menjebak seorang pangeran. Sudah pasti dia akan tetap menyangkalnya. Dari pada menerima hukuman, pasti ia akan lebih memilih menikah denganku dan menjadi permaisuri. Meski ia terlihat menolak, tapi bisa aku jamin ia sebenarnya senang. "
" Sekarang yang terpenting kita menemukan pelayan itu lalu menyeretnya kehadapan Ayah raja. Aku harus membersihkan namaku. " Ujar Sima yan panjang lebar.
' Gara-gara wanita itu, namaku jadi tercoreng. Padahal selama ini tanpa menggunakan metode kotor itu pun banyak wanita yang akan melemparkan tubuhnya padaku. Dan yang terparah adalah ayah raja bahkan masih berpikir akulah yang menjebak wanita itu. ' Monolog Sima yan dalam hati.
Feng xiao hanya bisa menatap kasihan ketika mendengarkan keluhan tuannya tersebut.
Sedang di kediaman lain. Tepatnya di kediaman Rong.
Meski sudah lewat dua hari, akan tetapi amarah kakek rong tampaknya masih belum reda. Kekecewaan yang pria tua itu rasakan sangat besar. Sungguh jika itu bukan cucu kesayangannya, sudah sejak awal ia mencincang tubuhnya karena membuat malu kediaman rong.
Feiyue berjalan dengan langkah lebar ke kamarnya. Sekali lagi ia mendapatkan cercaan dari sang kakek yang membuat emosinya kembali tersulut.
Xiao lu mengikuti di belakang feiyue. Memilih diam tanpa membuka suara sekedar untuk membujuknya.
Begitu xiao lu masuk ke kamar feiyue, sebuah tamparan mendarat di pipi pelayan itu.
Plak!
" Jika bukan karena kecerobohan mu. Semua ini tidak akan terjadi. " Pekik feiyue. Napasnya memburu meluapkan amarah.
" Maaf nona. Saya yakin bahwa saya sudah menyuruh pelayan itu membawa pangeran rui bukan putra mahkota. Saya juga tidak tahu kenapa justru putra mahkota yang akhirnya berada di sana. " Jelas xiao lu. Tangannya memegang pipinya yang merah. Matanya tampak berkaca menahan tangis.
" Saya juga sudah mencari pelayan itu untuk membuktikan bahwa saya tidak bersalah. Sayangnya wanita itu sudah hilang dari istana ketika aku mencarinya. " Lanjut Xiao lu.
__ADS_1
" Apa kau bodoh. Jika kau mencarinya dan orang melihatmu bersamanya, pasti mereka akan tahu jika aku lah yang menjebak Sima yan. " Feiyue merutuki kebodohan Xiao lu. Lalu ia kembali bicara setelah mengambil napas untuk meredakan emosinya.
Dengan nada lebih tenang. " Besok aku akan ke kediaman Kakak rui. Aku akan berbicara dengannya. Aku tahu Yang mulia Kaisar akan mendengarkan kakak rui. Ini jalan terakhir yang bisa aku lakukan. "
" Tapi nona. Bukankah tuan besar melarang anda keluar. Tolong jangan lakukan itu atau nona akan semakin membuat tuan besar marah. " Bujuk Xiao lu. Ia tahu bahwa percuma majikannya itu meminta bantuan dengan Sima rui. Pria yang menjadi cinta nona nya tersebut tidak akan merespon ataupun membantunya. Jangankan membantu. Ia ragu, besok pria itu akan mau menemui nona nya. Namun apa yang bisa ia lakukan, toh sebagai pelayan ucapannya tidak akan di dengar. Ia hanya bisa menghela napas kasar.
Keesokan harinya,
Feiyue benar-benar merealisasikan ucapannya. Mengetahui bahwa sang kakek sedang pergi ke istana. Ia bersama Xiao lu pergi ke kediaman Sima rui.
" Siapa? " Penjaga pintu yang melihat feiyue dan Xiao lu bertanya.
" Aku ingin bertemu dengan kakak rui. Katakan Rong feiyue dari kediaman Rong ingin bertemu." Kata feiyue langsung mengatakan tujuannya.
" Mohon tunggu sebentar. " Selesai bicara, pelayan pria itu menutup kembali pintu lalu bergegas menuju ke ruang tengah. Melaporkannya pada junyi yang berdiri tegak di depan pintu dengan tangan melipat di dadanya.
Junyi mengangguk mengerti setelah pelayan itu berbicara. " Kau tunggu sebentar. " Ucap junyi pada pelayan itu.
" Yang mulia, ada nona Rong di depan ingin bertemu. "
Ziyan mengalihkan pandangannya pada junyi sementara Sima rui masih fokus pada papan weiqi.
" Katakan aku sedang sibuk. " Jawab Sima rui singkat tanpa melihat junyi.
Melihat sikap acuh suaminya. Ziyan memutuskan untuk bicara.
" Jangan seperti itu. Mungkin saja nona Rong memiliki sesuatu untuk di katakan. Selesaikan dulu urusan kalian. " Bujuk ziyan.
Mendengar ucapan ziyan, Sima rui beralih menatap wanita tersebut. Nampak sebuah rasa tak suka pada sorot mata penuh cinta sima rui tersebut. " Aku tak memiliki urusan dengannya istriku. Tolong jangan bicara seolah-olah aku memiliki hubungan rahasia dengan wanita lain. "
__ADS_1
Ziyan tertawa kecil mendengar keluhan sang suami. Ia sama sekali tak berpikir demikian, namun justru sang suami yang membuatnya seolah ziyan mencurigainya.
" Maaf, jika ucapan ku menyinggung mu Yang mulia. Aku hanya mencoba memberikan saran mengingat nona Rong sebentar lagi menjadi bagian keluarga kita. Bukankah tak baik jika kita mengabaikannya. "
" Bukan keluarga kita, tapi keluarga Sima yan. " Ralat Sima rui.
Ziyan kembali terkekeh mendengar jawaban Sima rui. " Baiklah. Kau benar. Bagian keluarga Sima yan, bukan Sima rui. Jadi apa kau akan menemuinya Yang mulia. " Tanya ziyan lagi.
Sima rui menghela napasnya. " Baiklah. Tapi kau harus menemani ku menemuinya. "
Ziyan langsung berdiri dan mengulurkan tangannya pada Sima rui.
" Ayo. " Dan ukuran tangan tersebut langsung di sambut oleh Sima rui.
Junyi yang melihat interaksi manis kedua majikannya tersebut hanya bisa menggigit jarinya karena iri.
Setelah mendapatkan jawaban dari Sima rui. Pelayan pria itu segera ke pintu gerbang untuk membuka pintu.
Seorang pelayan memandu feiyue ke ruang tunggu utama.
Feiyue sangat senang, ia bahkan tak bisa menyembunyikan senyum yang terus mengembang di bibirnya. ' Ternyata kakak rui masih peduli denganku. ' Batin feiyue. Ia sangat yakin bahwa kakak rui-nya akan membantunya untuk membatalkan pernikahannya dengan Sima yan.
Senyum yang sejak tadi mengembang di bibirnya mendadak layu ketika tiba di ruang tunggu. Harapannya ia akan berbicara berdua dengan Sima rui. Tapi sayangnya, sekarang ada sosok lain yang tidak disukainya sedang duduk manis sembari menyesap secangkir teh. ' Kenapa wanita penggoda itu ada di sini? ' Tanya feiyue dalam hati pada dirinya sendiri.
" Duduklah. " Sima rui mempersilahkan feiyue duduk.
Feiyue tersentak dari keterkejutannya dan dengan linglung duduk di kursi tak jauh dari tempatnya berdiri.
" Ada urusan apa kau kesini? " Tanya Sima rui tanpa basa basi.
__ADS_1
Ziyan dan Xiao lu bisa mendengar nada sinis dalam pertanyaan Sima rui. Namun sayangnya, feiyue yang terlanjur tuli karena tertutup dengan cintanya pada laki-laki itu justru menganggapnya sebagai bentuk perhatian yang diberikan oleh Sima rui.
Cinta tak hanya membuat buta, tapi juga membuat tuli. Bahkan membuat seseorang menjadi bodoh.