Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 412 Side story ( A Fei the princess of Jin)


__ADS_3

Kabar penangkapan A Fei sampai di telinga Ziyan dan juga Sima Rui. Keduanya juga tidak menyangka jika A Fei akan masuk ke dalam jebakan seseorang. Meski begitu, keduanya masih terlihat tenang seolah itu bukanlah masalah besar.


Hanya ketika di awal, Ziyan terkejut saat mendengar berita kematian orang kepercayaannya itu. Puluhan tahun berkerja bersama, Wenran selalu melakukan tugasnya dengan sangat baik. Karena itu, ia berjanji akan segera menemukan pembunuhnya dan menghukumnya.


" Suamiku, apakah menurut mu pembunuh Wenran tahu keberadaan A Fei dan sengaja memandu putri kita ke sana? "


" Aku tidak yakin. Meskipun andai A Fei tidak datang, mungkin akan ada orang lain yang akan berada di posisi A Fei saat ini. Putri kita hanya sial karena berada di tempat dan waktu yang salah. "


Ziyan juga setuju. Bukannya marah, ia justru terkekeh memikirkan kelakuan putrinya. " Tapi bukankah sangat lucu. Jika orang-orang tahu tuan putri Kekaisaran Jin bermain judi dan di tangkap karena tuduhan pembunuhan maka akan menjadi berita yang menggemparkan. "


" Tidak akan. Aku sudah meminta Dan Er untuk menempatkan A Fei di sel khusus. Jadi sedikit orang yang akan mengetahuinya. Lalu mengenai kematian Wenran, aku rasa tujuan mereka sudah jelas. Jadi apa yang akan kau lakukan istri ku? "


"Apa lagi, tentu saja saatnya membuka semua dan biarkan orang tahu. Satu tindakan ini, tak hanya berhasil menyelesaikan masalah putri kita, tapi juga menyingkirkan penipu itu. "


" Katakan jika membutuhkan bantuan. " Seperti biasa, Sima Rui hanya mengawasi. Bukan karena tak ingin membantu sang istri. Tapi ia tahu bahwa Ziyan akan lebih senang jika menyelesaikan semuanya sendiri.


Istrinya terlalu hebat, dan itu membuatnya terlihat sempurna di mata Sima Rui.


" Yang mulia, Putra mahkota meminta ijin bertemu. " Kasim datang memberi tahu kedatangan A Feng pada Sima Rui.


Ziyan dan Sima Rui tentunya bisa menebak tujuan kedatangan putra mereka.


Setelah memberikan ijin, Sima Feng datang dengan raut wajah khawatir.


" Ayah, suatu hal buruk terjadi dengan A Fei. " Kata Sima Feng setelah memberikan hormat pada kedua orang tuanya.

__ADS_1


" Tidak perlu panik. Duduklah. Ibu dan ayah mu juga sedang membicarakannya. "


Sejenak Sima Feng tertegun ketika mendengar ucapan sang ibu. karena terlalu panik, ia lupa jika ayahnya memiliki mata dan telinga di mana-mana, sudah pasti ayahnya sudah mengetahui masalah A Fei.


" Lalu apa yang akan kita lakukan bu? " Tanya Sima Feng setelah ia duduk.


" Kalau begitu, bantu ibu mu menyiapkan sesuatu dan pastikan semua orang untuk datang. Semakin banyak semakin bagus. "


Kemudian Ziyan mulai menjelaskan rencana yang sudah ia rencanakan itu pada A Feng.


" Aku pikir itu juga rencana bagus bu. Tidak butuh banyak usaha dan semua bisa terselesaikan. "


Bukan Ziyan yang menjawab, melainkan Sima Rui. " Tentu saja. Itu adalah rencana yang di pikirkan istriku, sudah pasti bagus. Sekarang lebih baik kau pergi, lakukan apa yang ibu mu minta. " Usirnya.


A Feng memutar bola matanya. Sungguh ayahnya terlalu pelit dan selalu memonopoli ibunya hanya untuk dirinya.


" Lalu apa tanggapan kekaisaran Xi? "


" Mereka memilih bersikap netral. Tetap melakukan kerja sama seperti dulu tanpa menambah kerja sama lain. Hal ini untuk menjaga hubungan dengan Jin dan Shu. " Tambah lagi penjelasan Sima Feng.


" Bagus, kalau begitu tekan terus Kekaisaran Nan. Aku ingin menghancurkan mereka terlebih dulu dari dalam dan barulah setelah itu kita menyerang Kekaisaran Nan. "


Keputusan perang adalah langkah yang akhirnya di ambil Sima Rui, tentu itu sebagai bayaran atas kematian A Guang. Jangan berpikir bahwa Sima Rui hanya diam ketika mengetahui dalang pembunuhan putra. Ia sudah mempersiapkan strategi dimana tak hanya menghancurkan Kekaisaran Nan tapi juga kaisar mereka.


Kenapa tidak menyerang sekarang?

__ADS_1


Jika posisi Sima Feng bukan sebagai putra mahkota dan masih sebagai jenderal besar. Sima Rui akan sangat percaya diri untuk mengirimnya ke medan perang. Setidaknya kemenangan Jin sudah bisa di pastikan. Dan Sima Rui tak akan memilih jalan memutar dan merepotkan dengan melemahkan Kekaisaran Nan tak hanya dari segi Ekonomi tapi juga pertahanan militer.


Setelah Jin dan shu mencekal Kekaisaran Nan, tak ada pasokan besi untuk negara mereka. Membuat pertahanan kekaisaran Nan semakin melemah. Itulah tujuan Sima Rui.


Dengan begini peperangan tidak akan berlangsung lama dan jumlah korban akan sedikit.


Sementara di tempat lain.


A Fei dan Xiao Er masih terkurung di penjara. Namun, alih-alih tersiksa, mereka justru tampak bahagia seolah sedang berlibur dan menikmati pelayanan di hotel prodeo tersebut.


Di depan keduanya kini terhidang berbagai macam hidangan lezat yang sengaja di siapkan untuk mereka.


" Putri, Sejujurnya ini pengalaman pertama saya di penjara. Andai saya tahu kehidupan di penjara begitu menyenangkan seperti ini. Saya lebih memilih masuk penjara dari pada hidup di luar sana. " Ucap Xiao Er tanpa beban sembari menikmati paha ayam dan semangkuk nasi hangat di tangannya.


" Kalau begitu akan ku minta paman Dan untuk menahan mu lebih lama. Tapi mungkin kau tidak akan berada di sini. Aku yakin kau akan mendapat pengalaman tak terlupakan di sel baru. "


" Kenapa harus pindah? itu tidak akan lagi menjadi nyaman seperti tempat ini. "


" Kau tanya kenapa? tentu saja karena aku sudah tidak ada di penjara lagi. Apa menurut mu mereka akan begitu baik hati jika tidak ada campur tangan paman Dan? jangankan makan sepotong paha ayam ini, yang ada kita di siksa hingga mati. " Ucap A Fei seraya menunjukkan paha yang saat ini menggantung pada sumpit di tangannya.


Xiao Er menghela napas, " anda benar putri... " Detik berikutnya Xiao Er mendongak dengan mata berbinar menatap A Fei.


" Jika pangeran Dan sudah tahu, bukankah Yang mulia kaisar dan ratu juga tahu, putri? Itu berarti tidak lama lagi kita juga akan bebas. " Pekik Xiao Er antusias.


" Akhirnya kau sadar juga. Itulah kenapa sejak tadi aku menyuruhmu untuk tenang. Kau malah memaksa ku untuk mengaku bahwa kau lah yang membunuh paman Wenran. Apa kau berharap mati untuk menggantikan ku? " A Fei berdecak heran, tak paham dengan jalan pikiran Xiao Er.

__ADS_1


Xiao Er menunduk malu. Sebagai pelayan kepercayaan A Fei, tentu sudah menjadi tugasnya untuk melindunginya. Meski mereka tak melakukan kejahatan, tapi jika situasi terdesak maka pilihan terburuk adalah mengorbankan dirinya. Ia akan mengaku agar A Fei di bebaskan.


__ADS_2