
Entah keberanian dari mana, hingga keinginannya mencium Sima rui, pria yang kini resmi menjadi suaminya. Meski awalnya ciuman itu hanya dua bibir yang menempel. Namun siapa yang menyangka bahwa ciuman sederhana tersebut ternyata mampu menekan sisi liar Sima rui. Pria itu membalas ciuman istrinya dengan rakus. Membuat ziyan akhirnya menyerah dan melepas tautan mereka.
" Tolong berhenti sebentar. Aku membutuhkan oksigen. " Ucap ziyan dengan napas tersengal-tersengal.
Namun sebelum ziyan merealisasikan keinginannya tersebut. Giliran Sima rui yang menekan tengkuk ziyan lalu mencium bibirnya lagi dengan dominan namun tetap lembut. Membuat ziyan benar-benar terbuai dengan permainan bibir Sima rui.
Saat keduanya sibuk saling mengecap bibir pasangan mereka. Terdengar ketukan dari luar.
" Pangeran, Sudah waktunya anda keluar dan bersulang dengan para tamu. " Panggil junyi.
" Tunggu aku. " Ucap Sima rui begitu melepaskan tautan bibir mereka. Ziyan yang masih malu hanya mengangguk sebagai jawaban.
Kini ziyan sendirian di kamarnya. Ia masih tak percaya bahwa sekarang dirinya berstatus sebagai seorang istri bukan single lagi. Dan malam ini adalah malam pertama mereka.
__ADS_1
Jantung ziyan seketika berdebar kencang begitu mengingat kata malam pertama. Tangannya mencoba mengipas dirinya yang tiba-tiba merasa panas.
" Ada apa ini dengan jantungku. Kenapa terus berdebar? dan juga kenapa tiba-tiba kamar ini terasa panas. " Ziyan melihat sekeliling dan melihat sebuah teko. Ia mengira teko tersebut berisi air. Jadi ia mengisi cangkir dan langsung menenggaknya. Merasa tenggorokan semakin panas dan haus. Ia kembali meminumnya lagi. Dan tanpa terasa ia sudah menghabiskan satu teko penuh arak.
Sementara di tempat lain.
" Selamat atas pernikahan anda pangeran. "
" Selamat pangeran pertama. "
Tampak Sima yan dan juga kedua temannya, yelu dan Jiang wu. Berbeda dengan kedua temannya yang terlihat menikmati pesta, Sima yan justru mengalami patah hati.
" Minumlah. Dengan minum setidaknya bisa membuatmu melupakan rasa sakit itu meski hanya untuk sejenak. " Yelu menyodorkan secangkir arak pada Sima yan.
__ADS_1
Sima yan menerima cangkir yelu lalu menenggaknya sekaligus.
Jiang wu kembali menuangkan cangkir Sima yan. " Ayo minum lagi. Biarkan dirimu mabuk. " Dan sekali lagi Sima yan menenggak habis arak pemberian Jiang wu.
" Malang sekali nasibmu kawan. Cinta pertama mu menikah dengan kakakmu. Sedangkan mantan tunangan mu akhirnya bersama adikmu. " Gumam Jiang wu saat melihat temannya yang terpuruk.
Kedatangan shuwang bersama Dan er pada pesta pernikahan Sima rui seolah menegaskan bahwa hubungan mereka sudah jauh berkembang, tidak hanya sebatas teman. Kebersamaan mereka selama sebulan nyatanya berhasil menumbuhkan benih-benih perasaan dalam hati keduanya.
" Selamat atas pernikahanmu kak. " Ucap Dan er sembari mengangkat cangkirnya. Sima rui mengangkat cangkirnya sebagai balasan atas ucapan selamat Dan er.
Sima rui tak ingin membuat ziyan menunggu lama. Jadi ia berpura-pura mabuk, dengan di papah oleh pelayan pria, Sima rui berpamitan dengan para tamu dan kembali ke kamarnya.
Setibanya di kamar, Sima rui bergegas masuk. Ia sudah tak sabar ingin segera menjadikan ziyan miliknya seutuhnya.
__ADS_1
Sima rui tertegun saat melihat apa yang ada di atas ranjangnya. Ziyan berbaring menyamping dengan pakaian tipis yang samar-samar memperlihatkan kulit putih susunya. Bahkan Sima rui menelan salivanya karena pemandangan yang mengundang hasratnya tersebut.
Ziyan tersenyum lalu bangkit dan berjalan menghampiri suaminya. Ia melingkarkan tangannya pada leher Sima rui lalu mengecup ngecup bibirnya.