Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 338 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

Pemuda itu ragu awalnya, tapi melihat pakaian Liu ru dan pelayan wanita disampingnya. Ia langsung bisa menebak bahwa wanita di depannya adalah seorang bangsawan.


Mungkinkah ia nona salah satu keluarga bangsawan? Kalau begitu, benarkah ia bisa menolong ku?


Wanita asing datang padanya dan tiba-tiba memberinya pertolongan. Apakah ini merupakan bantuan dari langit?


Dalam hati, ia terus bermonolog. Hingga tiba-tiba ia merasa sebuah dorongan untuk menerima bantuan wanita tak di kenalnya itu. Jadi, pemuda itu mengangguk sebagai persetujuan bahwa ia menerima bantuannya.


Liu ru sebenarnya tidak suka ikut campur dengan masalah orang lain.


Hanya saja kali ini, masalah melibatkan bidang pengobatan. Bidang yang menjadi salah satu kelebihannya. Ia sangat menyukai ilmu pengobatan. Bermula dari sang ibu yang sering sakit dan di abaikan di kediaman Liu. Itulah kenapa sejak kecil ia sudah mempelajarinya.


Bagaimana bisa seseorang yang tidak bertanggung jawab merusak citra pengobatan. Meski tidak salah pengobatan di gunakan untuk mencari untung namun jelas salah jika sampai menipu.


Liu ru maju dan melihat pada sang tabib yang menatapnya penuh permusuhan.


" Tabib Meng, Mari kita selesaikan masalah ini di kantor penyidik. Kita akan tahu apakah kau menipu atau tidak. " Tenang sekali cara bicara Liu ru. Berbeda sekali dengan saat ia berbicara dengan orang-orang tabib Meng. Kini ia terlihat seperti wanita bangsawan sungguhan.


Tabib Meng membalas dengan mencibir. " Percaya diri sekali kau bahwa petugas penyidik akan menerima laporan mu. Apa kau tak takut bahwa aku akan berbalik melaporkan kalian. "


" Kenapa aku harus takut? lagi pula dari mana kau bisa yakin bahwa mereka akan menolak laporan kami. Kau bahkan bukan petugas penyidik. Bukankah kau seorang tabib? atau jangan-jangan kau juga merangkap sebagai petugas penyidik? "


" Kau.. " Gemetar telunjuk tabib Meng yang menunjuk Liu ru. Bukan karena takut tapi karena menahan amarahnya yang hampir meledak Sedangkan yang ditunjuk hanya memasang wajah tenang dengan senyum tak bersalah.


Setelah sedikit meredakan amarahnya, tabib Meng kembali melanjutkan. " Baik. Aku akan mengikuti mau mu. Tapi jika aku tidak terbukti bersalah maka bersiaplah kalian untuk mendekam di penjara karena telah memfitnah klinik ku. "


Liu ru membuang napas kasar. Dan kembali berbicara. " Kenapa justru menjadi kami? kapan aku memfitnah mu dan kapan dia memfitnah mu? Aku justru sedang membantu mu agar nama baik mu tidak tercemar. Jika kau terbukti tidak bersalah, semua orang jadi semakin yakin bahwa kau adalah tabib yang baik. "


" Lihatlah sekitar mu. Karena kau menolak pergi ke biro penyidik. Mereka jadi ragu akan klinik mu. Bukankah itu justru merugikan mu. " Manis sekali ucapan Liu ru seolah apa yang dilakukannya demi sang tabib. Ia tidak akan bodoh membuat dirinya masuk penjara hanya karena membela orang lain.

__ADS_1


Tabib Meng melihat sekeliling dan melihat beberapa orang tampak berbisik dan melihatnya dengan tatapan rumit.


' Apa yang dikatakan gadis setan ini tampaknya masuk akal. Huh, aku hanya perlu membuat kejahatan ku tidak terbukti dan semuanya akan kembali sedia kala. Bahkan nama klinik ku akan semakin meningkat. ' Batinnya.


" Kalau begitu ayo kita selesaikan. " Tabib Meng melangkah pergi. Namun segera di hentikan oleh Liu ru. Tangan kanan wanita itu terangkat menghalangi sang tabib.


" Apa lagi? " Kesal tabib Meng.


Bukankah tadi ia memintanya pergi ke biro penyidik lantas kenapa sekarang ia justru menghentikan langkahnya.


" Tunggu sebentar. " kemudian Liu ru berjalan mendekat ke arah sang pemuda. " Apa kau membawa ampas rebusan sisa obatnya? "


Dan pemuda itu mengangguk. Mengambil sesuatu dari balik bajunya. " Ada di kantong ini. Ini obat terakhir yang di minum ibuku. "


Liu ru membuka bungkusan itu dan melihat isinya. " Baiklah. Kita memerlukan ini. Lalu satu hal lagi yang kita butuhkan. "


Memandang tabib Meng, Liu ru kembali berkata. " Tabib Meng, apakah kau tidak keberatan jika membawa buku hasil diagnosa pasien di hari pemuda ini datang. "


Liu ru memutar bola matanya. "Tentu saja untuk membuktikan pada semua orang bahwa ia benar-benar pasien mu. Bukankah jika ternyata ia tidak pernah berobat pada mu, kau sendiri yang akan di rugikan. "


Lagi-lagi tabib Meng percaya bahwa itu semua demi kebaikannya. Jadi tanpa pikir panjang, ia meminta salah satu pegawainya untuk membawa buku tersebut.


Setelah memeriksa dan melihat buku catatan itu, Liu ru dan yang lain segera pergi ke kantor biro penyidik.


Orang-orang yang sejak tadi menonton pun tanpa sadar mengikuti. Tak ingin kehilangan pertunjukan menarik.


Dan iring-iringan orang-orang itu semakin lama semakin ramai.


" Apa ini? kenapa begitu banyak orang datang? " Salah satu petugas heran saat melihat segerombolan orang datang ke kantor mereka. Berpikir bahwa sedang ada kejahatan besar, karena itu mereka semua datang hendak melapor.

__ADS_1


" Petugas penyidik, pemuda ini ingin melaporkan kasus penipuan atas klinik tabib Meng. " Adu Liu ru pada petugas yang berada di depan.


Setelah menjelaskan masalahnya, Liu ru mulai menyerahkan buku diagnosa dan ampas rebusan obat.


"... Begitulah tuan. Jadi silakan anda periksa dan berikan keadilan untuk keduanya. " ucap Liu ru diakhir bicaranya.


Petugas penyidik berdehem sejenak lalu melihat ke arah Liu ru dan pemuda itu.


" Nona, sepertinya masalah ini sudah sering terjadi. Dan aku rasa hal ini tidak perlu di periksa. Seperti yang tabib Meng katakan bahwa ini semua karena dia telat membawa ibunya berobat. Karena itu.. " Liu ru buru-buru menyela.


" Petugas penyidik. Aku pikir kau tidak bisa memberikan kesimpulan bahkan sebelum melakukan penyelidikan. Jika hal ini sampai di ketahui oleh Pangeran Feng. Aku yakin dia akan segera melaporkan hal ini ke istana. "


Mendengar nama salah satu pangeran disebut. Petugas itu tidak menjawab namun ada tatapan mengejek di matanya. Liu ru yakin sekali, pria itu berpikir bahwa ia sedang bermulut besar.


" Nona. Aku tahu kau ingin membantu pemuda itu. Tapi tidak dengan menjual nama pangeran Feng. Tahukah kau, jika beliau sampai tahu. Aku yakin ia akan sangat marah nanti. "


"Bagaimana dia bisa marah padaku? " Tanyanya pura-pura tidak tahu.


" Tentu saja. Menurut mu siapa kau? Kau bersikap seolah-olah kalian berdua saling mengenal."


Memandang sembari mencibir " Ck,ck aku sarankan Nona. Kau jangan bermimpi memiliki hubungan dengan pangeran Feng. Ia tidak mungkin menjalin hubungan romantis dengan wanita acak. "


" Lancang! " Xiao Su yang tak tahan mendengar petugas itu menghina majikannya sontak berteriak.


Petugas itu terkesiap, wajahnya menampakkan rasa tak suka pada Xiao Su. " Beraninya kau berteriak di pengadilan ini. Kau harus di hukum. "


" Petugas! " Panggilnya. " Hukum dia dengan pukulan 10 kali. "


Liu ru segera maju dan berdiri di depan Xiao Su. Matanya tajam menyapu semua petugas di sana. Dengan penuh penekanan dia berkata. " Satu langkah lagi kalian maju. Maka akan ku pastikan kalian akan mendapatkan hukuman 10 kali lipat. "

__ADS_1


Petugas itu mendengus. " Memangnya kau siapa sampai mampu memberikan hukuman pada bawahan ku? "


Liu ru menyeringai. " Aku.. aku putri permaisuri kedua. Istri sah pangeran Feng, Liu ru. " lantang sekali Liu ru mengenalkan dirinya.


__ADS_2