
Seperti biasanya, setelah yaoyao selesai melayani nonanya. Ia akan kembali ke kamarnya. Dan Ziyan yang berdua dengan snowy siap membuka rapat kecil mereka.
"Bagaimana? apakah kau melihat hal yang menarik?" Ziyan menghampiri snowy yang ada di meja, lalu memindahkannya ke gendongannya.
"Sesuai perkataanmu. Saat ia tiba di kamarnya, sifatnya langsung berubah 180 derajat. Hampir semua barang dikamarnya ia lempar. " Snowy mengingat apa yang dirinya lihat di kamar yuefeng.
Ziyan memintanya untuk berjalan-jalan dan melihat situasi. Terutama situasi di halaman Yuefeng. Ia selalu merasa ada sesuatu dengan gadis itu.
"Sepertinya ia salah satu orang yang tak menyukai kesembuhan Yaner. " Ziyan mengerutkan keningnya. " Masih ada Chufeng. Saat makan malam, entah kenapa aku merasa tatapan tajam darinya. "
"Apa menurutmu, dua bersaudara itu ada hubungannya dengan racun Yaner? "
Ziyan mengusap kepala snowy, dan tersenyum. "Aku tidak tahu. Tapi itu mungkin saja. Menurutmu jika Yaner meninggal, di keluarga Mo ini siapa yang akan menjadi kandidat selanjutnya untuk memenuhi pertunangan dengan pangeran pertama. "
"Tentu saja Yuefeng. Meski ia dari keluarga cabang. Ia masih tetap cucu dari kakek Mo. Dan dalam wasiat mendiang Kaisar, tidak tertulis wajib dari keluarga inti. Hanya cucu perempuan keluarga Mo dengan cucu mendiang Kaisar. " Snowy yang mulai menganalisis hasil pemikirannya.
Setelah insiden penculikan itu, Malam hari sebelum keberangkatan. Tuan Mo memberitahu semua tentang pertunangan putrinya dengan sang Pangeran. Ternyata tak hanya karena masalah politik, ada perkara wasiat yang ditinggalkan mendiang Kaisar juga. Ayah tuan Mo, yang juga kakek Yaner pernah menyelamatkan mendiang Kaisar. Karenanya demi membalas budi, Mendiang Kaisar berjanji akan menikahkan putranya dengan putri kakek Mo. Namun karena kakek Mo hanya memiliki dua putra. Maka janji itu jatuh pada cucu mereka.
Kaisar mulai mengumumkan wasiat mendiang Kaisar saat usia Yaner 13 tahun. Tepat setelah pengumuman itu, selang beberapa minggu ia jatuh sakit. Dan Kaisar pun menunda pemberian dekrit pertunangan hingga Yaner sembuh.
" Kau memang kucing pintar. " Ia mengusap kepala Snowy, lalu melanjutkan ucapannya. " Tapi jika hanya Yuefeng atau chufeng, hal itu tidak akan berhasil. Kemungkinan mereka hanya pion yang digunakan seseorang. Maksudku bagaimana seorang gadis yang selalu berada di kediaman bisa mendapatkan racun langka seperti racun Pelahap jiwa. Bahkan ayah sendiri tidak bisa mengetahui jalur pembelian racun tersebut. Karena itu, siapapun dalangnya, akan ku buat mereka merasakan sendiri obat mereka."
Snowy yang melihat senyum Ziyan entah kenapa justru membuat bulunya bergidik. Ia merasakan kengerian menjalar pada punggungnya. Senyum Ziyan kali ini adalah senyum saat dirinya benar-benar akan menghabisi semua musuhnya. Kini snowy merasa khawatir, entah pada siapapun yang akan segera mendapatkan pembalasannya.
*****************
"Nona kita sudah sampai. " Xiaoqi memberitahu nonanya bahwa mereka telah tiba di tempat tujuan.
Yaoyao yang turun terlebih dahulu, seperti biasa membantu Ziyan turun. Hari ini Ziyan tidak mengajak snowy. Ia memiliki tugas lain untuk dikerjakan oleh kucing gendutnya yang ada di kediaman.
__ADS_1
Ziyan melihat bangunan dua lantai yang ada di hadapannya. Sebuah restoran namun tidak ada pengunjung satupun di dalamnya. Situasinya berbanding terbalik dengan restoran di seberangnya yang ramai, penuh dengan pengunjung. 'Tiantang shiwu' (makanan surga) namanya cukup bagus.
" Apakah restoran itu buka setelah restoran ini. "
" Benar. Awalnya restoran ini sangat ramai. Namun tak lama setelah restoran tiantang dibuka, muncul beberapa masalah di restoran ini."
"Siapa pemilik restoran Tiantang? "
" Menurut kabar, pemiliknya seorang bangsawan Bojue (伯爵). "
Bangsawan Bojue? Ziyan ingat, sebelumnya yaoyao pernah mengatakan bahwa bangsawan di negara Jin memiliki beberapa tingkatkan. Dari yang tertinggi, Keluarga kerajaan, lalu Gongjue (公爵), Houjue (侯爵), Bojue (伯爵), Zijue (子爵), dan yang terakhir Nanjue (男爵). Mungkin jika di Britania seperti keluarga kerajaan, lalu Duke, Marquis, Count, Viscount, dan yang terakhir Baron. Untuk Keluarga Mo sendiri berada pada tingkatan Houjue atau marquis.
Setelah mendengar informasi Xiaoqi, Ziyan memutuskan untuk masuk terlebih dahulu ke restoran dengan nama 'Chuntian' ini. Ia melangkah masuk, lalu duduk di sebuah kursi.
Ziyan yang melihat yaoyao dan xiaoqi masih berdiri, menatap keduanya memerintahkan mereka untuk ikut duduk. Tak lama seorang pelayan datang menghampirinya. Nampak wajah bahagianya, ia tersenyum dan menatap pada pengunjung yang sudah lama tak di layaninya.
"Bawakan aku makanan yang spesial dari restoran ini. "
Setelah mendengar pesanan Ziyan, dengan cepat pelayan itu pergi ke dapur mempersiapkan pesanannya.
Bau harum makanan tercium diruangan tersebut. Tak lama pelayan tersebut membawa pesanan ziyan dan menempatkannya di atas meja.
Ziyan memperhatikan pelayan tersebut. "Apakah kau yang membuat ini semua. "
Pertanyaan Ziyan mengejutkannya. Bagaimana dirinya tahu dia yang membuat makanannya. "Iya nona, Saya yang membuatnya. "
Ziyan hanya mengangguk, kemudian mulai mencicipi satu per satu hidangan yang ada di depannya. Setelah selesai menyantap semua makanannya, Ziyan kembali memanggil sangat pelayan.
" Xiao er* bisakah aku bertemu dengan pemilik restoran ini. "
__ADS_1
Pelayan itu tidak langsung menjawab, ia terdiam lalu ekspresinya berubah sedih. " Maaf nona, Laoda* sedang tidak ada di tempat. Mungkin sekarang dia sedang bekerja di Shugua. "
Ziyan tak mengerti, seorang pemilik restauran untuk apa bekerja di kasino.
" Kenapa boss mu kerja di kasino? bukannya mengawasi restaurannya. " Sepertinya pertanyaan Xiaoqi sudah mewakili rasa penasaran Ziyan. Xiaoqi yang bertanya dengan nada kesal. Cukup membuat pelayan kecil itu cukup tertekan. Ia dan nonanya sudah jauh-jauh kesini namun tak bisa menemukan orang yang dicari. 'Sial'.
" Seperti yang anda lihat nona. Tidak ada pengunjung sama sekali. Baru anda pengunjung hari ini. Bahkan hari biasanya sama sekali tidak ada pengunjung. Hanya karena kebaikan laoda, aku masih bisa bekerja disini. Bagiku asal ada tempat tinggal dan makanan itu sudah cukup. "
Sepertinya kondisinya cukup memperhatikan. Lebih baik coba di bicarakan dulu.
Ziyan meminta pelayan tersebut untuk segera memanggil sang pemilik. Sebelum pergi, ia memberikan pembayaran atas makanan yang baru di nikmatinya.
Sekitar 1 jam akhirnya sang pemilik tiba di restauran chuntian. Sang pemilik ternyata seorang pria muda. Usianya mungkin masih sekitar 25 tahun.
Begitu bertemu Ziyan, Sang pemilik restauran langsung memberikan hormatnya dan bertanya ada keperluan apa dengan dirinya.
" Namaku Mo Ziyan. Aku akan langung saja. Kedatanganku berkaitan dengan restauran ini. Aku ingin membelinya. "
Hening.
Tidak ada respon dari sang pemilik maupun pelayan kecilnya. Keduanya sungguh sangat terkejut. Apakah ini sejenis penipuan baru. jika benar, itu sangat tidak lucu. Saat memikirkan kemungkinan itu, wajah sang pemilik berubah sedikit merah. Bukan karena malu tapi karena marah. Saat dirinya akan membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, Ziyan sudah terlebih dulu melanjutkan Kata-katanya.
"Kau mungkin berpikir aku mencoba menipumu. Tapi sayangnya aku tidak ada waktu untuk bermain-main menipu orang lain. Jika kau tidak percaya denganku. Kau bisa percaya dengan keluarga Mo."
Saat mendengar nama keluarga Mo, Sebuah sentilan di otaknya membuatnya tersadar. "Apakah keluarga Mo bangsawan Houjue. "
Meski Ziyan tidak menyukai penyebutan status keluarganya itu, namun seperti itulah kenyataannya. "Benar." Ia pun mengeluarkan token keluarga miliknya.
Token putri pertama keluarga Mo.
__ADS_1