
Sima Feng segera bereaksi begitu melihat Gu Feifei siuman.
" Feifei, kau sudah siuman? "
" Yang mulia, apa yang terjadi dengan ku? " Tanya Gu Feifei dengan suara lemah.
" Kau baru saja keracunan. Beruntung tabib sudah memberikan penawar padamu. Jadi kau tidak dalam bahaya saat ini. " Jelas Sima Feng.
" Maaf, karena sudah merepotkan Yang mulia. "
" Jangan bicarakan apapun, sekarang istirahatlah. Aku akan menemani mu. "
Bibir Gu Feifei tersenyum tipis mendengarnya. Tubuhnya yang masih terasa lemas memaksanya untuk kembali menutup mata. Setelah memastikan Feifei tertidur, Sima Feng keluar memanggil pelayan wanita itu.
" Katakan. Bagaimana awal mula Feifei bisa keracunan seperti ini? " Aura mendominasi Sima Feng membuat pelayan Feifei gentar.
Pelayan Feifei terlihat ragu, dan hal itu justru membuat Sima Feng semakin curiga.
" Cepat katakan! " Sentak Sima Feng.
Pelayan itu segera berlutut dan sujud di depan Sima Feng. " Maaf Yang mulia, maafkan pelayan ini. Saya sungguh tidak tahu jika makanan itu mengandung racun. Awalnya Nona meminta saya membuatkan kudapan sebelum makan malam. Namun tiba-tiba pelayan Wangfei datang dan memberi beberapa kue kecil. Karena tak ingin mengecewakan wangfei dengan menolak pemberiannya. saya pun menerimanya dan memberikannya pada Nona. Tapi siapa yang menduga bahwa kue-kue itu beracun. Maafkan saya Yang mulia. "
Sima Feng sama sekali tak menduga bahwa pelayan itu akan menarik istrinya dalam masalah ini.
" Maksud mu kue ini berasal dari wangfei? " Tanya Sima Feng kemudian.
Dengan gagap, pelayan itu menjawab. " Be-benar Yang mulai. "
" Apa kau serius dengan ucapan mu dan berani mempertanggungjawabkannya? " Tekan Sima Feng penuh intimidasi.
Bagi Sima Feng keluarga adalah garis bawahnya. Jika ada pihak yang mencoba untuk memfitnah mereka. Maka Sima Feng akan menindak tegas siapa pun itu.
__ADS_1
" Sa-saya tidak berbohong Yang mulia. " Jawab Pelayan itu menunduk.
" Ling He, bawa makanan ini dan periksalah. " Perintahnya pada sang pengawal.
" Baik Yang mulia. " Ling He gegas membawa sisa makanan tersebut dan meminta tabib yang memeriksa Gu Feifei untuk memeriksa.
Kejadian keracunan Gu Feifei segera diketahui semua orang di manor. Hal itu menyebabkan beberapa rumor pun menyebar.
" Kabarnya racun itu ada di makanan yang diberikan oleh Wangfei. "
" Jadi Wangfei melakukannya karena cemburu pada nona Gu? "
" Mungkin saja. Bukankah akhir-akhir ini Yang mulia lebih perhatian pada nona Gu. Ia mungkin tak ingin ada wanita lain mengisi harem Yang mulia. "
Meski tidak sedikit yang tak percaya akan rumor tersebut mengingat bagaimana perangai Liu Ru selama ini. Tapi tetap saja, mereka yang percaya mulai bersimpati pada Gu Feifei dan mulai memandang Liu Ru sebagai wanita kejam.
Sima Fei bergegas menuju kamar Gu Feifei begitu mendengar kabar tersebut. Setelah sebelumnya menghukum para pelayan yang diam-diam menyebarkan rumor buruk mengenai kakak iparnya.
Brak!
Sima Feng membuang napas lelah. Ia terlalu putus asa memberitahu adiknya agar tak memanggil Feifei dengan sebutan wanita ular. " Berhenti memanggilnya dengan sebutan wanita ular, A Fei. Dan ya benar apa yang kau dengar, seseorang telah menaruh racun di dalam makanannya. "
Sima Fei berdecak. " Wanita itu pantas diracuni. Siapapun yang melakukannya, pantas mendapat dukungan dari ku. "
" A Fei! " Sentak Sima Feng, menatap penuh selidik pada sang adik. " Apa kau yang meracuninya? " Tuduh Sima Feng. Siapa pun yang mendengar ucapan A Fei tadi pasti akan berpikir hal yang sama.
A Fei memutar bola matanya. Wajahnya menunjukan ekspresi meremehkan. " Kau menuduh ku? Jika itu aku, bukan racun mudah seperti ini yang ku berikan padanya. Tapi racun mematikan yang bahkan tabib hebat di ibukota pun tak akan bisa menawarkannya. "
Sima Feng tahu apa yang dikatakan adiknya itu benar. Jadi ia berhenti mengejarnya lagi. Lagipula, untuk apa adiknya itu meracuni Gu Feifei?
Meski ia begitu membenci Feifei, tapi alasan itu tidak cukup kuat untuk membuatnya meracuninya.
__ADS_1
" Yang mulia, tabib berhasil menemukan racun dalam kudapan itu, dan itu sama dengan yang ada di dalam tubuh Nona Gu. " Ling He segera melaporkan setelah tabib selesai memeriksanya.
Tangan Sima Feng terkepal. Ia masih tidak percaya jika istrinya melakukan hal tersebut. " Periksa semua kediaman. Aku yakin pelakunya masih menyimpan racun tersebut. Jangan Lewatkan sedikit pun meski itu hanya sebuah lubang semut. "
Dalam hati ia sangat yakin jika bukan istrinya yang melakukannya. Jadi, ia harus menemukan pelaku sebenarnya bagaimanapun juga.
" Kudapan? jadi kalian sudah menemukan sumber racunnya. Lalu siapa pelakunya? " Tanya A Fei penasaran.
" Putri, pelayan Nona Gu mengatakan bahwa wangfei yang memberikan kudapan ini. Jadi kami sedang menyelidikinya. "
Mata Sima Fei mendelik pada Ling he kemudian menatap tak percaya pada sang kakak.
" Beraninya kau memfitnah saudara ipar ku. Ia tidak mungkin melakukan hal itu. Pasti ada orang yang sengaja melakukannya untuk memfitnahnya. Dan kau, Sima Feng. Kau bukan kakak ku jika sampai percaya dengan tuduhan itu. Aku tidak sudi memiliki seorang kakak bodoh. "
A Fei bahkan sampai memanggil A Feng dengan nama lengkap, menunjukkan jika ia sangat marah.
" Saya tidak berani putri. Karena kami tahu ini semua fitnah yang ditujukan untuk wangfei, karena itulah kami akan memeriksa seluruh kediaman. "
Sima Fei menatap tajam saudaranya. " Kakak, jangan sampai kau membuat keputusan salah atau kau akan menyesalinya. "
" Aku tahu. Berhenti mengancam ku. jika kau sama sekali tidak bisa membantu, lebih baik pergilah. "
" Tidak. Aku akan tetap di sini. Melihat bagaimana kau menangani masalah ini. " A Fei menggunakan dua jari menunjuk matanya lalu beralih menunjuk mata A feng sebagai tanda bahwa ia mengawasinya.
Sima Feng menggeleng putus asa. ' Ayahnya benar-benar mengirim putrinya untuk membuat onar. '
Setelah berjam-jam, salah satu pengawal melapor bahwa ia menemukan racun tersebut.
" Dimana kau menemukannya? " Bukan suara Sima Feng melainkan Sima Fei.
Kepala pengawal tampak ragu, ia melihat ke arah Sima Feng dengan tatapan rumit.
__ADS_1
" Katakan saja. " Ucapnya mengusir keraguan bawahannya tersebut.
" Lapor Yang mulia. Salah satu pengawal menemukan racun itu ada di kamar Wangfei. "