Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 299 side story ( A Guang story)


__ADS_3

Sima Feng menemui A Guang di dermaga. Sang kakak yang selalu tenang itu sedang menumpahkan amarahnya pada beberapa orang dermaga.


" Kakak. " panggil A Feng.


A Guang menoleh lalu berkata. " Bagaimana hasil penyelidikannya? aku ingin kau urus mereka semua karena telah berbuat curang. "


Begitu tiba, ia langsung mendapat todongan hasil tugas dari kakaknya. Sima Feng tahu bahwa ini hanyalah bentuk lain dari pengalihan kemarahan sang kakak.


Jadi ia hanya mengangguk dan segera menyuruh Ling He mengurusnya.


" Mereka ikut terlibat dalam hilangnya Xu xiang. Mereka lah yang membiarkan para pembunuh itu naik ke dalam kapalnya. "


" Aku mengerti. " Dua kata dari A Feng sudah bisa menggambarkan tindakan apa yang akan ia berikan pada mereka.


Tak akan ada yang kembali dengan baik-baik setelah menyentuh orang-orang sima, dan calon kakak iparnya tentu saja termasuk seorang sima. Bagaimana pun ia akan menikah dengan kakaknya dan secara otomatis membuatnya menjadi bagian keluarga ini.


" Lalu bagaimana dengan pencariannya? "


Wajah marah Sima Guang seketika sendu. " Belum ada petunjuk sama sekali. Penjaga bayangan bahkan heilong sudah menyusuri sekitar sungai. Namun sayangnya tidak ada tanda-tanda keberadaan Xu xiang. "


Sima Feng bukanlah seseorang yang bisa menghibur. Jadi ia hanya bisa mendengarkan keluh kesah sang kakak dalam diam tanpa mengucapkan kata-kata manis.


Tiba-tiba seseorang datang, " Yang mulia, kami sudah menangkap mereka. " Bawahan A Guang melapor bahwa para pembunuh sudah berhasil di tangkap.


" Apa kau yakin mereka pembunuh yang menyerang Xu xiang? " Tanya Sima Guang memastikan.


Bawahan Sima Guang mengeluarkan sebuah tusuk konde. " Salah satu dari mereka menyimpan ini. "


Kedua mata A Guang terbelalak. Ia segera menyambar tusuk konde tersebut. Benda yang begitu ia kenal. Karena dirinya lah yang membuat dan memberikannya sendiri pada Xu xiang.


Memegang erat tusuk konde itu, Sima Guang mengeram menahan amarah. " Dimana mereka? "


" Mereka semua masih kami amankan di tempat kami menangkap mereka Yang mulia. " .

__ADS_1


" Bawa mereka ke penjara militer. " Bukan A Guang yang bicara, melainkan Sima Feng. Ia tahu bahwa kakaknya ingin menginterogasi mereka dan kemungkinan penyiksaan bisa terjadi.


Tanpa membuang waktu, Kakak beradik Sima itu segera menemui mereka.


Seorang pria di bawa secara paksa ke depan A Guang dan A Feng. Terlihat beberapa luka di tubuh dan wajahnya. Sudah pasti hadiah dari bawahan Sima Guang.


" Katakan siapa yang menyuruh mu menyerang Xu xiang? "


Pria yang merupakan pemimpin pembunuh itu tertawa terbahak. " Hahaha percuma kau bertanya. Meski kau membunuhku, aku tidak akan bicara. kau terlambat putra mahkota. Aku yakin saat ini mayat calon istri mu itu sudah hanyut entah kemana. "


Meski A Guang sudah tahu bahwa Xu xiang jatuh ke sungai. Namun mendengar langsung dari orang yang mencoba membunuh gadis itu. Amarah A Guang tak lagi bisa di bendung.


A Guang menarik pedang A Feng lalu menebas dada Ketua pembunuh itu.


" Arghhh! " Pria itu menjerit tertahan.


" Ini baru permulaan. " Sima Guang menyeka darah yang ada pada pedang ke pakaian pria itu, beberapa inci mendekati lehernya.


Lalu melanjutkan, " Kau adalah pembunuh dari sebuah suku kecil di sebelah barat Kekaisaran shu. Karena kau tidak ingin bicara, maka aku akan memotong saja lidah mu. Berikut dengan seluruh keluarga dan juga klan mu. " Kali ini A Guang menunjukkan sisi kejam dirinya. Jangan berpikir ia yang jarang marah tidak bisa bersikap kejam.


Satu fakta yang tak semua orang tahu, kekejaman Sima Guang tak kalah dengan ayahnya Sima rui.


Ketua pembunuh yang mendengar perintah A Guang terlihat ketakutan. Bukan karena memikirkan nasibnya melainkan seluruh keluarga dan klannya.


Bagaimana pria ini bisa tahu?


terlintas nasib para orang-orang klannya.


" Kau sungguh pria kejam! jangan libatkan keluarga dan klan ku. " Pekik ketua pembunuh.


A Guang tersenyum sinis. " Aku pikir kau tidak tahu apa artinya kejam? Apa yang ku lakukan hanyalah membalas apa yang kau berikan. "


" Aku hanya membunuh wanita mu bukan seluruh keluarga mu. " Pria itu masih tidak terima.

__ADS_1


" Anggap saja nyawa keluarga mu sebagai penebus nyawanya. " Jawab A Guang acuh tak acuh.


" Sima Guang kau akan membayarnya! " Jerit pria itu.


Seolah tak peduli dengan kemarahan pria itu, A Guang menyuruh dua bawahannya untuk menyeretnya kembali dan memotong lidahnya.


Ketika ketua pembunuh itu diseret, datang bawahan A Guang yang lain.


" Yang mulia. Dia sudah mengaku. Mereka di perintahkan oleh zhuocheng dari Haidao. Awalnya mereka berniat hanya ingin menculik Nona Xu xiang. Tapi ternyata mereka mendapatkan perlawanan dan berakhir seperti saat ini. "


" Kalau begitu lakukan apa yang sudah dijanjikan. " Bawahan A Guang mengangguk dan segera undur diri.


" Kau membiarkan salah satu dari mereka berkhianat kak? " A Feng tahu apa yang baru saja terjadi. Tampaknya sang kakak sudah menginterogasi rekan pembunuh tadi secara terpisah.


" Terkadang ada bagusnya juga seseorang memiliki sikap serakah. Namun kembali aku tidak akan memaafkan siapapun jika sampai terjadi sesuatu dengan Xu xiang. " Mata gelap A Guang seolah menggambarkan bagaimana kegelapan hatinya saat ini. Hati yang diselimuti oleh amarah dan juga kebencian.


Dua hari berlalu. Sudah hampir lima hari A Guang hampir tidak memejamkan matanya. Pikirannya terus memikirkan nasib Xu xiang.


Namun siang ini tampaknya akan menjadi hari cerah untuk A Guang.


" Yang mulia, wanita itu sudah bangun. " Kata Ling He pada Sima Feng tanpa peduli saat itu ada Sima Guang di sana.


A Guang merasa tergelitik untuk tidak penasaran. Bagaimana ia tidak penasaran, jika adiknya yang seorang petapa ini ternyata menyimpan seorang wanita.


" Wanita? apa kau diam-diam memiliki seorang selir A Feng? " Celetuk A Guang tanpa peduli dengan wajah adiknya yang sudah di tekuk.


A Feng memberikan tatapan tajam pada Ling he, menyalahkan pria itu karena membuatnya menjadi olokan sang kakak.


" Omong kosong. Jangankan memiliki selir, Aku bahkan tak memiliki waktu untuk pulang. Dia wanita yang tanpa sengaja aku selamatkan beberapa hari yang lalu. "


" Benarkah? " A Guang masih tak percaya.


Ling he menerima isyarat dari A Feng agar ia menjelaskan. " Itu benar Yang mulia. Wanita itu kami temukan di pinggir sungai dalam keadaan terluka parah. Jadi kami membawanya dan merawatnya. "

__ADS_1


Entah perasaan apa yang A Guang rasakan. Hanya saja hatinya menuntut dirinya agar menemui wanita yang di tolong adiknya tersebut.


__ADS_2