
Sesuai ucapannya, ziyan mengajak chufeng keluar dengan ditemani xiaoqi dan yaoyao. Mereka tiba di sebuah toko perhiasan yang cukup terkenal di kota shangjing. Ziyan melihat-lihat koleksi perhiasan yang ada di salah satu etalase. Matanya tertarik dengan salah satu hiasan emas berbentuk daun rambat. ' Cantik sekali. '
"Pelayan. Aku ingin hiasan ini. "
Seorang pelayan membantu ziyan mengambil hiasan itu, Ketika akan mulai mengemasnya.
"Itu milikku. Pelayan berikan padaku. "
Ziyan menoleh ke sumber suara yang baru saja mengklaim barang miliknya itu. Ah... Bukannya mereka berdua teman yuefeng yang terakhir kali berkunjung ke kediaman mo. Sepertinya nama mereka Hong sujin dan jiang sier.
" Ada apa kak? " Chufeng yang melihat keributan dari arah kakaknya berada, langsung menghampirinya.
"Tidak apa-apa. Jangan khawatir, kau cukup melihat saja. " Ziyan mencoba menenangkan chufeng lalu kembali melihat kedua gadis tadi. " Apakah kau sudah membayarnya? " Dengan santai dan tenang ziyan bertanya pada kedua gadis di depannya itu.
"Belum. Tapi aku yang melihatnya terlebih dulu. " Sujin tak mau kalah. Sebelumnya, ketika berada di kediaman mo ia sudah di permalukan. Jadi hari ini sujin bertekad akan mempermalukan ziyan bagaimanapun caranya.
Ziyan tahu gadis itu memiliki niat buruk padanya. Jadi ia tak ingin menanggapinya. Ziyan mengambil hiasan tersebut dari tangan pelayan, dan segera pergi ke arah kasir lalu membayarnya.
Kedua gadis itu sontak sangat marah. mereka merasa diabaikan sama seperti ketika berada di kediaman mo. Terutama sujin, niatnya untuk mempermalukan ziyan pupus sudah. "Kau tidak tahu malu. Apa kau takut aku akan mendapatkan barang tersebut karena bisa membayarnya lebih mahal darimu. " Suara sujin cukup keras, hingga membuat para pengunjung lain mulai memusatkan perhatiannya pada mereka. "Pelayan ! berapa harganya. Aku akan membayarnya dua kali lipat. " Sujin bertanya pada pelayan yang ada di konter kasir.
"Maaf nona, barang itu sudah dibayar oleh nona ini."
"Aku tidak peduli. Aku akan membayarnya dua, tidak, tapi tiga kali lipat. "
Pelayan itu tampak ragu, ia sudah menjualnya bagaimana bisa ia meminta barang itu kembali.
Sebuah ide menguntungkan baru saja muncul di otak ziyan. Ia menatap sujin dan tersenyum padanya. Lebih tepatnya sebuah senyum licik.
Sujin yang melihat senyum ziyan, berpikir bahwa ia sedang mengejeknya. Hal itu sontak membuatnya semakin kesal. "Pelayan. Ambil barang itu dan aku akan membayarmu lima kali lipat. "
Pelayan itu berada pada dilema yang semakin dalam. Ia mulai menyesali keputusannya yang menjual barang itu pada ziyan.
Ziyan tahu apa yang dipikirkan pelayan itu. Tapi ia tidak peduli.
__ADS_1
" Apa kau hanya mampu membayar sebanyak lima kali lipat? Jika hanya seperti itu. Maka berhentilah. Kau membuat pengunjung lain melihat tontonan gratis."
Ziyan melirik para pengunjung yang tersadar bahwa mereka baru saja menerima sebuah sindiran dari gadis itu. Namun tampaknya mereka tak peduli, mereka tak ingin melewatkan pertunjukan seru yang mungkin terjadi.
Sujin tertawa mendengar ucapan ziyan. " Apa kau pikir keluarga Hong tak mampu membayar lebih dari itu. Kami memiliki tambang emas. Jadi kenapa kami tidak mampu membayarnya. "
Jadi keluarga Hong memiliki tambang emas. Apakah maksud ayahnya itu keluarga Hong. Meski tingkat bangsawan mereka berada satu tingkat dibawah keluarga mo. Tapi kekayaan mereka setara dengan keluarga Gongjue (Duke). Pantas gadis ini begitu sombong.
"Ho.. Karena kau sangat kaya. Berapa harga yang mampu kau bayar. Dua puluh kali lipat? atau... " ziyan sedikit memberikan jeda pada ucapannya. "Seratus kali lipat? "
"Ten, tentu saja. " Meski sujin mampu membayar seharga itu, tapi itu jumlah yang sangat banyak baginya.
"Benarkah? kenapa kau terlihat ragu. Apa mungkin itu hanya bualanmu saja. "
"Tentu saja tidak. "
"Bagaimana aku tahu kau tidak membual. "
"Aku akan membelinya seharga seratus kali lipat." Jawab sujin dengan sombong, lalu beralih bertanya pada pelayan kasir. "Pelayan berapa harga hiasan itu. "
Sekedar info 1 tael perak \= 1000 koin, 1 tael emas \= 10 tael perak. Jadi, jika harganya 3 tael, maka seratus kali lipatnya adalah 300 tael perak, itu setara dengan 30 tael emas atau 300.000 koin.
Sujin memerintahkan pelayan untuk mengambil 30 tael emas ke kediamannya. Sier mencoba menghentikan tindakan sujin. Namun karena sikap sombong gadis itu, membuat tindakannya sia-sia.
Ziyan kembali ke meja kasir. Meminta sebuah kertas dan tinta. Ia mengeluarkan fountain pennya. Lalu menulis beberapa kalimat di kertas tersebut. Pelayan itu cukup penasaran dengan alat tulis yang di gunakan ziyan, jadi ia terus menatapnya. Ziyan sadar dengan tatapan pelayan itu. Ia pun menatap balik pelayan itu seolah mengatakan, 'jangan campuri urusanku. ' dan berhasil membuat pelayan tersebut menunduk.
Tak menunggu lama, pelayan sujin datang dengan sebuah kantong cukup besar.
"Ini 30 tael emas. " Sujin meletakan emas tersebut di meja kasir. "Pelayan cepat berikan barangnya. "
Pelayan tersebut bingung, bagaimana ia harus mengambil barangnya dari ziyan. Saat dirinya hendak membuka mulutnya untuk dengan sopan meminta barang itu kembali. Ziyan membuka kantong tersebut dan mulai mengeluarkan isinya.
"Apa yang kau lakukan. " Sujin marah melihat apa yang dilakukan ziyan. Beraninya ia menyentuh uangnya.
__ADS_1
"Tentu saja menghitungnya. " Ziyan menjawab sambil tetap menghitung uang sujin. Setelah memastikan jumlahnya, dengan cepat ziyan memasukan kembali uang tersebut ke dalam kantong. Lalu mengeluarkan kotak yang berisi hiasan kepala yang tadi dibelinya.
"Ini barangnya. " Ziyan menyodorkan kotak tersebut pada sujin.
Sujin masih tak bereaksi. Ia merasa sepertinya ada yang salah dalam hal ini. Tapi ia sendiri tidak tahu apa itu. Sujin kemudian mengambil kotak tersebut dan membukanya.
" Apakah barangnya sesuai. "
Sujin mengangguk, ia tak mengeluarkan satu katapun. Kemudian ziyan mengeluarkan kertas yang tadi di tulisnya.
"Ini sebagai tanda terima. Tanda tangan dan stempel tanganmu disini. " Ziyan menunjuk tempat dimana sujin harus meletakkan tanda tangannya.
Sungguh otak sujin masih kosong. Ia masih belum menangkap apa yang salah dalam transaksinya ini. Barang sudah ia dapatkan. Lalu apa yang salah?
Setelah sujin menandatangani kertasnya, ziyan segera mengambil kertas itu kembali, melipatnya dan menyimpannya di balik kantong lengannya.
"Barang ini sudah sah menjadi milikmu. Kau ternyata lebih hebat dariku, jadi aku mengaku kalah." Setelah mengatakannya, ziyan segera menarik chufeng pergi. Ia tak mau ada keributan lain setelah gadis itu sadar akan kebodohan yang baru saja di lakukannya.
Setelah ziyan pergi, pertunjukan seru itu pun berakhir.
"Lihat sier. Aku berhasil merebut barang ini dari gadis bodoh itu. Ia bahkan mengakui bahwa dirinya tak sehebat diriku. " Sujin memamerkan barang yang menurutnya berhasil ia rebut dari ziyan.
Sier menggelengkan kepalanya, menyadari betapa bodohnya temannya tersebut. " Apa kau masih belum sadar. Dia baru saja mempermainkanmu. Dia hanya membeli barang tersebut seharga 3 tael perak. Tapi mampu menjual padamu seharga 30 tael emas. " Sier melirik sujin, sepertinya temannya itu sudah sedikit memahami maksudnya. " Kau baru saja di tipu. "
Sujin yang tersadar bahwa dirinya sudah di tipu oleh ziyan menjadi sangat marah. Ia membanting hiasan rambut seharga 30 tael emas itu ke lantai dan mulai mengutuk ziyan.
Para pengunjung yang melihatnya ingin menertawakan kebodohan sujin tapi mengetahui bahwa gadis itu sedang sangat marah. Mereka mengurungkan niatnya. Karena wanita yang sedang sangat sangat sangat marah akan benar-benar menakutkan.
Sementara pelayan kasir itu hanya bisa menggigit jarinya karena gagal mendapatkan banyak uang.
***********************
pojok author.
__ADS_1
info penukaran uang itu hanya perkiraan saja. Bukan nilai sesungguhnya.