Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 213


__ADS_3

" Maksud mu? " Tanya lucy tak mengerti dengan maksud ponakannya tersebut.


" Sepertinya ada seseorang yang sengaja menargetkan Arthur demi menjatuhkan suami ku. Kedatangan Arthur yang hampir setiap hari ke kediaman ini tentu cukup menarik perhatian. Meski Arthur berhasil menyamarkan warna rambutnya, namun tidak dengan iris matanya. Warna biru matanya tetap menarik perhatian. Kasus Arthur yang menjeratnya sebagai pelaku penculikan hanya kamuflase. Dengan kasus itu sebagai pemicu. Tujuan sebenarnya orang itu adalah membuat sima rui seakan berkhianat dan bekerja sama dengan Kerajaan musuh. " Jelas ziyan.


" Tapi bukankah Arthur tertangkap saat dirinya terlihat sedang menusuk seseorang. " Tanya lucy masih tak paham.


Ziyan menggeleng. " Bibi salah. Sejak awal orang itu sudah memantau pergerakan Arthur. Saat Arthur kabur dari penginapan dan pergi ke arah hutan. Lebih tepatnya di arahkan ke arah hutan. Arthur tidak bisa melarikan diri ke arah kota karena sedang ada pemeriksaan oleh petugas penyidik. Saat itu ada laporan yang mengatakan bahwa pelaku pencurian ada di kota dengan ciri-ciri yang disebutkan sesuai fisik Arthur. Jadilah ia memilih jalan menuju hutan. "


" Namun sayangnya. Jalan itu justru menuju jebakan yang sudah disiapkan oleh seseorang. Dan akhirnya sesuai dengan apa yang terjadi kemarin. "


Lucy masih mencerna penjelasan ziyan. Selain ilmu pengobatan, otak lucy lambat jika harus memikirkan penjelasan yang seperti teka teki itu.


" Bagaimana kau tahu bahwa seseorang melapor pada hari itu? " Kembali lucy bertanya.


" Saat itu aku bertanya pada wang yi. Kenapa mereka memilih kabur ke hutan, alih-alih ke pusat kota. Dan ia pun memberi tahu bahwa ada banyak petugas patroli yang sedang memeriksa kota. Saat ku pastikan pada Sima Dan, Ia membenarkan hal itu. "


"Lalu aku memerintahkan heilong untuk mencari informasi di biro penyidik dan akhirnya terungkaplah satu fakta tersebut. "


Lucy memberikan ibu jarinya. " Kau memang luar biasa. "


Ziyan terkekeh. " Terima kasih atas pujiannya. "


Lucy mengambil sebuah jeruk lalu mengupasnya. Memasukkan satu ke mulutnya.


" Lalu apa sima rui mengetahui semua itu? "


Ziyan tersenyum. " Tentu saja. Jika aku saja menyadari hal itu. Apa lagi dengannya. Karena itulah ia menunjukan kartu As nya pada pertemuan istana hari ini. " kedua alis ziyan naik turun.


Lucy berdecak. " Ck ck ck. Kalian berdua memang pasangan terbaik. "


Kemudian obrolan mereka berlanjut dengan topik yang lebih santai. Hingga jam makan siang tiba. Ziyan mengajak lucy untuk pergi ke ruang makan.


Semua hidangan telah tertata rapi di atas meja. Lucy menatap bingung hidangan yang tersaji didepannya. Berbanding terbalik dengan ziyan yang justru terlihat puas.

__ADS_1


" Apakah kau yakin kita akan menyantap makan siang dengan ini? " Tanya lucy akhirnya.


" Apa ada yang salah bi? " Ziyan justru bertanya balik pada sang bibi.


Lucy meletakkan sumpitnya lalu memperhatikan ziyan yang sudah memasukkan potongan makanan ke mulutnya.


Ia menggeleng. " Tentu saja salah. Lihatlah semua makan ini adalah makanan penutup. Kau tidak berpikir akan memakan ini semua sebagai makan siang mu bukan? "


" Ini makan siang ku bi. Kenapa ini tidak bisa di sebut makan siang? bukankah ini juga makanan. " Terang ziyan. Ia terus memasukkan makanan manis itu ke dalam mulutnya. Sementara lucy hanya bisa menggeleng.


" Bibi, apa anda ingin aku siapkan makanan lain? " tawar yaoyao pada lucy. Sama halnya dengan xiaoqi, ia juga memanggil lucy dengan panggilan bibi.


" Boleh. Berikan aku nasi. Untuk lauk terserah koki kalian saja. Yang terpenting jangan berikan aku makanan manis. "


Ziyan yang mendengar ucapan lucy hanya tersenyum. Ia tahu bibinya sedang menyindir dirinya.


" Sejak kapan kau maniak dengan makanan manis? ingat! terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis tidak baik bagi tubuh. Selain buruk untuk gigi, menimbun banyak gula bisa menyebabkan diabetes. " Papar lucy di sela menyantap makan siangnya yang sudah di bawa oleh yaoyao.


" Muntah? " ziyan mengangguk.


" Sejak kapan kau mengalaminya? "


Ziyan tampak berpikir. " Jika tidak salah setelah pulang dari penyekapan itu. Bahkan yang lebih lucunya. Saat itu tiba-tiba aku menginginkan macaroon. Aku sudah meminta sima rui untuk mencarinya, namun tak ada satu pun yang menjual di ibukota. "


Jika mengingat dirinya yang selalu bertanya tentang macaroon saat jam makan tiba. Ingin rasanya ziyan tertawa, mengingat wajah putus asa suaminya.


" Kau sungguh aneh. Makanan itu mana mungkin ada di ibukota. Selain membuatnya sendiri, kau tak akan bisa memakannya sampai kapan pun. " tukas lucy.


Ziyan memukul keningnya seolah tersadar akan kebodohannya. " Kau benar bi. Aku lupa. Karena terlalu banyak tidur, membuat otakku tidak fokus. "


" Banyak tidur? Apa kau mudah lelah akhir-akhir ini? " Selidik lucy. Ziyan mengangguk.


" Kapan terakhir kau datang bulan? " Tanya lucy lagi.

__ADS_1


Sumpit di tangan ziyan terjatuh. Wajah gadis itu membeku. Ia bahkan tak mendengar apapun saat bibinya terus memanggil namanya.


" Ziyan, ziyan, hei.. " panggil lucy namun tak ada respon, ia menepuk pundak keponakannya tersebut dan baru lah ziyan kembali tersadar.


" Ah bibi memanggilku. " Tanya ziyan linglung.


Lucy menghembuskan napasnya kasar. Ia sadar keponakannya itu sedang terkejut. Kemudian meraih tangan ziyan, merasakan denyut nadi wanita itu.


Ziyan menatap lucy dengan sorot mata seolah bertanya 'bagaimana? '. Lucy mengangguk. Namun kemudian ia berbicara.


" Lebih baik kita panggil tabib wanita agar lebih yakin. " Usul lucy. Ia memilih memanggil tabib wanita alih-alih pria. Karena tahu betul sifat sima rui yang akan mengamuk jika istrinya disentuh pria lain.


" Baiklah. "


Dan setelah itu, seorang pelayan di utus untuk memanggil tabib wanita.


" Bagaimana? " lucy bertanya saat tabib tengah memeriksa nadi ziyan.


Tabib tersenyum cerah. " Selamat wangfei. Anda tengah hamil. Kebahagiaan untuk kediaman pangeran. "


Ziyan tak tahu harus bereaksi seperti apa. Berita bahagia itu begitu mendadak. Meski sebelumnya sang bibi sudah memeriksanya. Namun ia masih saja terkejut dengan berita tersebut.


Tabib yang melihat reaksi ziyan bingung. Wanita yang menjadi satu-satunya penghuni harem sima rui itu tidak menunjukan reaksi apapun. Wajahnya datar membuatnya tidak bisa membaca perasaan wanita itu, apakah bahagia atau justru sebaliknya.


Setelah memberikan resep tonik untuk menguatkan janin. Tabib itu lekas meninggalkan kediaman itu.


" Hei, kenapa kau menangis? " Tanya lucy saat melihat ziyan yang menangis haru.


Bahagia sudah jelas. Karena sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ibu. Kebahagiaan yang begitu besar yang membuatnya menangis secara tidak sadar.


" Aku bahagia bi. Aku akan segera menjadi seorang ibu. " Ujar ziyan di tengah isak tangis bahagianya.


" Anak bodoh. " Tanpa sadar lucy juga ikut menangis bersama ziyan yang kini sudah berada di pelukan sang bibi.

__ADS_1


__ADS_2