
Di sebuah tempat.
" Dasar tidak berguna. Melakukan tugas mudah saja gagal. " Seorang pria muda marah karena sang bawahan baru saja melaporkan kegagalan tugasnya.
" Maaf tuan. Saya tidak menyangka mereka akan melibatkan petugas saat itu. Apalagi mereka memiliki bukti. Semuanya sungguh di luar dugaan saya. " Adunya pada pria yang di ketahui adalah tuannya. Pria itu adalah rekan tuan Hu yang sebelumnya membela tuan Hu dan diam-diam melarikan diri saat petugas tiba.
" Bodoh. Itu karena kau meremehkan mereka. Sekarang selesaikan semuanya. Aku tidak ingin ada noda yang tersisa." Pekik sang tuan.
" Baik tuan. " Pria itu menghilang setelah menerima tugas sang tuan.
Dan keesokan harinya. Saat penjaga pagi melakukan patroli, mayat tuan Hu di temukan di sudut sel dengan sayatan di tenggorokannya.
Petugas Feng yang mengetahui berita itu tentu saja marah. Mempertanyakan keamanan sel penjaranya yang begitu mudah dimasuki oleh penyusup.
*********
Sima rui dan ziyan tengah sarapan. Tiba-tiba seseorang datang, lalu memberikan sesuatu pada junyi. Segera junyi memberikan benda kecil itu yang ternyata sebuah gulungan memo.
" Seperti dugaan mu istriku. Hu ditemukan tewas dengan leher tersayat di sel pagi ini. " Kata Sima rui tenang.
Saat mendengar berita tersebut entah kenapa Ziyan sama sekali tidak merasa tertarik tentang bagaimana atau kondisi Hu saat meninggal. Ia justru memikirkan petugas Feng. Ia penasaran dengan reaksinya saat mengetahui ikan hasil tangkapannya ditemukan tak bernyawa. Apalagi dilakukan tepat di bawah hidungnya.
" Aku sudah menduganya. Dari pada itu bagaimana reaksi petugas Feng? Aku penasaran dengan responnya saat mendengar kabar itu. " Ziyan terkekeh.
Sima rui meletakkan sumpitnya dan menatap ziyan dengan tatapan penuh kecemburuan.
Menyadari Sima rui yang tiba-tiba diam dan menatapnya dengan ekspresi asam. Ziyan kembali terkekeh.
" Ayolah, cemburu mu terlalu besar. Aku hanya penasaran dengan reaksinya. Mengingat sifat petugas Feng yang terlalu jujur. Kita tahu dia bagaimana. " Ucap ziyan mencoba membujuk suaminya yang cemburu.
__ADS_1
" Aku tak suka kau bertanya soal pria lain apa lagi memikirkannya. Kau hanya boleh memikirkan aku. Itu saja. " Ingin rasanya ziyan menangis mendengar kecemburuan Sima rui. Ziyan hanya menggeleng mendengar ucapan posesif sang suami. Semakin lama sifat posesifnya semakin tak terkendali.
" Tiba-tiba aku merasa kasihan dengan putra kita jika lahir nanti. Dicemburui oleh ayahnya sendiri. "
Mendengar kata putra membuat cemburunya berkurang. Ada perasaan hangat saat sang istri membahas soal anak.
Sima rui tersenyum. Senyum yang hanya ia tunjukan pada ziyan. " Aku akan membuat putra kita menjadi pria tangguh. Jadi bisa ku pastikan tak ada waktu baginya untuk bermanja dengan ibunya. Lain hal dengan putri kita. Aku akan memanjakannya dan melindunginya hingga bahkan seekor serangga pun tak akan mampu menyakitinya. "
Ziyan menganga tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Apakah suaminya seorang yang bias gender, pikirnya. Bagaimana bisa ia memperlakukan anak mereka begitu berbeda. Dan anehnya, ia justru menyukai anak perempuan, alih-alih anak laki-laki. Karena pada umumnya, para pria di dunia ini sangat menginginkan anak laki-laki untuk meneruskan nama keluarga. Dan tampaknya Sima rui sama sekali tak peduli tentang permasalahan itu.
Sayangnya bukan itu penyebabnya. Sima rui hanya menggunakan alasan tersebut untuk menyembunyikan rasa cemburunya. Karena baginya ziyan hanya miliknya dan hanya dirinya yang boleh mendapatkan semua perhatiannya.
*********
Seminggu berlalu dengan cepat.
Hari ini ziyan memeriksa laporan penjualan di ruang bacanya yang tepat ada di sebelah ruang kerja Sima rui. Pria itu membuat pengaturan tersebut agar dirinya bisa dengan mudah menemui ziyan meski keduanya tengah sibuk. Dan sekali lagi, alasan dari tindakan sima rui adalah karena ziyan.
Kedua alis ziyan mengerut saat membaca angka penjualan salah satu anak usahanya. " Apakah angka ini benar? tidak ada kesalahan? " tanya ziyan memastikan.
Bingjie melihat bagian yang di tunjuk ziyan. Setelahnya ia tahu apa yang menjadi masalah bosnya itu.
" Apa yang tertulis sudah benar bos. Restauran kita memang mengalami masalah selama seminggu ini. Kasus Hu waktu itu ternyata mengakibatkan penurunan omset. Meski masalah itu sudah terselesaikan. Namun semua orang terlanjur memiliki pemikiran bahwa makanan restauran kita tidak bersih bahkan ada yang menganggapnya beracun. Karena itu sudah hampir seminggu ini restauran kita sepi pelanggan. " Jelas bingjie.
Ziyan menggeleng tak mengerti dengan jalan pikiran masyarakat disini. " Bukankah petugas penyidik juga sudah memberikan hasil investigasinya bahwa semua itu hanya tipuan pak tua Hu itu. "
" Tampaknya masyarakat masih berpikir bahwa petugas penyidik itu menerima suap. "
Rahang ziyan hampir jatuh saat mendengar jawaban bingjie. " Apakah otak mereka sama sekali tak digunakan untuk berpikir. " Geram ziyan.
__ADS_1
" Anda mungkin tidak tahu bos. Selama ini banyak kasus ketidakadilan yang diterima rakyat kecil. Terutama di mata hukum. Jika berurusan dengan orang atas, sudah pasti mereka akan menjadi pihak yang dirugikan. Para orang kaya itu selalu menggunakan uangnya untuk membeli hukum dengan menyuap para petugas. Meski tidak semua petugas buruk, namun rasa percaya masyarakat sudah terlanjur hilang. "
" Karena itu meskipun kita berhasil membuktikan bahwa kita tidak bersalah, namun di mata para rakyat apa yang kita lakukan hanya sebuah panggung pertunjukan. "
Semua kata yang bingjie ucapkan seakan berubah menjadi bola besar yang jatuh tepat di depan mata ziyan, yang akhirnya membuka mata wanita itu perihal bagaimana buruknya sistem hukum di negara ini.
Setelah ziyan mengetahui kenyataan buruk tersebut. Ia harus melihat situasi di restaurannya terlebih dahulu kemudian memikirkan solusi, tindakan apa yang akan ia ambil.
" Baiklah. Aku akan memeriksa situasinya terlebih dulu. Lakukan saja semuanya seperti biasa. "
Setelah itu ia meminta bingjie kembali.
Ziyan memijat pangkal hidungnya. Bukan karena sakit kepala, hanya ingin merilekskan pikirannya. Merasa cukup lelah, ziyan memutuskan kembali ke kamarnya.
Pemandangan pertama yang matanya lihat adalah Snowy yang tengah memakan ikan keringnya dengan lahap. Ziyan melihat Snowy yang hidup seolah tanpa merasakan beban sama sekali.
" Lihatlah tubuhmu itu. Aku yakin sebentar lagi kau tak akan bisa jalan karena obesitas. " ketus ziyan.
" Hentikan perhatian palsu mu itu. Kau hanya tak ingin aku menghabiskan uangmu lebih banyak untuk membeli makanan. " Snowy mendengus kesal.
Ziyan terbahak mendengar keluhan Snowy. " Bagaimana kau bisa tahu. "
" Ck.. Kau sangat menyebalkan. Semakin hari sifat mu semakin mirip dengan suamimu. Sumber uangmu begitu banyak, tapi kau begitu pelit. "
Ziyan mengusap sudut matanya yang berair karena tawanya tadi. " Aku bukan pelit tapi hemat. Kita tak tahu kan sampai kapan semua sumber uangku itu akan bertahan. Hari ini saja aku baru menerima laporan bahwa restauran ku sepi pelanggan karena fitnah si tua Hu waktu itu. Hampir tidak ada pelanggan selama seminggu ini. Jika terus seperti ini. Bisa ku pastikan restauran ku akan gulung tikar kurang dari tiga bulan. " Jelas ziyan. Meski ia menceritakan kemalangan nya, namun wajahnya terlihat biasa saja. Karena itu Snowy sudah menduga bahwa pemiliknya tersebut pasti sudah memiliki cara mengatasi masalahnya itu.
" Kenapa kau terdengar seperti orang yang akan kekurangan uang. Meski semua usahamu gulung tikar, kau masih bisa hidup nyaman dengan statusmu sebagai istri pangeran. Bagaimanapun suamimu adalah pangeran sekaligus jenderal besar negeri ini. Apalagi Sima yan yang sebentar lagi pergi ke negara wei. Sudah di pastikan Sima rui lah yang akan menggantikannya sebagai putra mahkota, dan kau akan secara otomatis akan menjadi putri mahkota. Dari segi mana pun kau tidak akan miskin hingga kelapangan. "
Ziyan menghela napas, Ia mengusap kepala Snowy. Hal yang pasti akan ia lakukan ketika menumpahkan isi hatinya.
__ADS_1
" Apa yang kau katakan memang benar. Tapi kau tahu sendiri aku terbiasa melakukan segalanya sendiri. Aku hanya tak ingin terlalu bergantung dengan Sima rui. Meskipun ia adalah suamiku. Aku ingin menjadi wanita tangguh yang mampu melindungi diri ku sendiri. Apalagi jika semuanya sesuai dengan rencana dan ia menjadi kaisar. Bisa saja suatu hari demi kepentingan politik ia akan menikahi wanita lain. Dan kau tahu apa yang paling ku benci. Jika hal itu terjadi maka aku akan lebih memilih untuk pergi. Dan kemandirian ku ini akan menyelamatkan ku dari keterpurukan. "
Snowy bisa melihat sinar mata ziyan yang meredup saat berbicara. Wanita itu meski di luar tampak menaruh kepercayaan penuh pada Sima rui. Tapi ia tahu bahwa ziyan tak benar-benar berpegang pada janji pria itu. Manusia adalah makhluk yang bisa kapan pun ingkar. Jadi ia lebih memilih menjalani dan tidak terlalu berharap. Alih-alih terus mengingat janji sima rui, ziyan lebih memilih untuk melihat tindakan pria yang kini berstatus suaminya itu.