
Senyum A Fei dan Liu ru mengembang, saat melihat Xu xiang datang.
Kedatangannya bukan untuk ikut berbelanja, justru sebaliknya. Membayar belanjaan kedua adik iparnya.
Xu xiang tampak heran saat memasuki toko. Kedua alisnya mengerut melihat dua adik iparnya yang saat ini menjadi pusat perhatian bersama seorang wanita dan pelayannya.
" Ramai sekali? apakah ada sesuatu yang menarik? " Ia pura-pura tidak tahu. Namun intuisinya mengatakan bahwa kedua adik iparnya itu terlibat masalah. Ah mungkin lebih tepatnya menciptakan masalah.
Saat A Fei akan memanggil Xu xiang. Liu shishi sudah lebih dulu memanggil sang kakak ipar.
" Putri mahkota anda di sini? kebetulan sekali anda datang. Jadi kita bisa menghukum dua orang yang tidak malu ini dan membuktikan pada semua orang bahwa mereka adalah penipu. " Liu shishi berkata seolah mengenal dekat Xu xiang. Berharap semua orang yakin jika ia dan Xu xiang saling mengenal.
" Siapa kau? " Kalimat pertama yang keluar dari wanita dengan status putri mahkota itu sukses membuat Shishi muntah darah karena malu. Hingga wajah penuh senyum yang tadi diperlihatkannya seketika retak.
Bukankah ia tadi begitu bangga mengatakan bahwa keluarganya adalah kerabat ratu. Lalu kenapa Xu xiang yang di kenal sebagai putri mahkota tidak mengenalinya.
Reaksi tersebut sukses membuat orang-orang mulai berbisik membicarakannya. Shishi mulai melirik sekitar dan dengan canggung membalas.
" Putri mahkota mungkinkah anda lupa. Saya Liu shishi. Saat pernikahan anda dengan putra mahkota keluarga Liu kami datang. Kami juga sempat memberikan selamat pada anda dan putra mahkota. " Jelasnya tidak yakin apakah Xu xiang mengingatnya.
Dan benar saja, Xu xiang sama sekali tidak mengingatnya. Namun akan sangat kejam jika ia terlalu berkata jujur jadi ia hanya berkata oh dan mengangguk seolah mengerti.
Wajah shishi yang sebelumnya seperti bunga layu kembali segar kala melihat tanggapan Xu xiang. Berpikir bahwa sang putri mahkota benar-benar mengingatnya.
__ADS_1
A Fei dan Liu ru masih melihat bagaimana kerasnya usaha shishi agar di akui oleh kakak ipar mereka. Jadi ia tidak menghentikan wanita itu untuk terus berbicara.
" Putri, maaf jika saya merepotkan anda. Tapi ada dua orang yang mengaku sebagai putri dan juga calon menantu ratu. Saya sebagai salah satu kerabat ratu, amat sangat terganggu dengan hal ini. Saya takut mereka berdua akan membuat nama ratu tercoreng karena omong kosong mereka. "
"Jadi tolong buktikan pada semua orang bahwa kedua orang ini adalah penipu. Jadi tidak akan ada lagi orang yang akan dirugikan oleh mereka. "
Liu shishi terus berbicara, mengutarakan maksud tujuannya. Dagu dan dadanya terangkat menandakan betapa percaya dirinya dia saat ini.
' Sebentar lagi kau dan teman mu itu akan di permalukan, Liu ru. ' Batin Liu shishi puas.
Xu xiang menatap orang yang di tunjuk shishi. " Apa maksud mu dua wanita muda ini? " Xu xiang memastikan.
" Benar Putri. " Shishi menjawab dengan senyum yang ia buat semanis mungkin.
" Hahaha benar bukan. Mereka penipu. " Shishi tertawa puas. Namun segera berhenti begitu mendengar ucapan Xu xiang selanjutnya.
" Apa maksud mu dengan penipu? Mereka memang putri dan calon menantu ratu. Nona ini adalah Putri Sima Fei, dan yang ini adalah Liu ru calon istri pangeran Sima Feng. " Jelas Xu xiang menunjuk A Fei dan Liu ru bergantian. Dan hal itu berhasil membuat semua orang terkejut.
Bahkan shishi yang sebelumnya tertawa puas langsung berhenti dengan mulut menganga lebar. Dan perlahan ekspresinya berubah menjadi ekspresi tidak percaya.
" Ti-tidak mungkin. " Shishi menggeleng menolak untuk percaya. Namun mana mungkin seorang putri mahkota berbohong. Apa lagi mengenai identitas anggota kerajaan.
Semua orang mengenal Xu xiang. Berkat skandalnya bersama A Guang dan identitasnya sebagai ketua serikat dagang Siwang. Kini tak ada seorang pun di ibukota yang tak mengenalnya. Karena itu apa yang dikatakan olehnya saat ini tentu saja langsung menjadi jaminan dan dianggap benar.
__ADS_1
Semua orang kini mulai menatap jijik Liu shishi.
" Bagaimana bisa seseorang yang mengaku sebagai kerabat ratu tapi tak mengenali putri dan calon menantu ratu. "
" Kau benar. Bahkan jika dibandingkan dengan kedua nona ini. Ia tidak ada apa-apanya. Selain kerabat jauh. Memalukan sekali. "
" Setelah berbicara dengan mulut besarnya itu dan dipermalukan seperti ini, aku yakin ia akan mengurung dirinya selama berhari-hari karena malu. "
" Hahaha apa lagi setelah ia menggertak putri dan calon permaisuri putri. Berdoa saja agar ia tidak mendapatkan hukuman. "
Beberapa mulut pengunjung lain mulai gatal untuk memaki dan menghina shishi. Terutama para pengunjung yang sejak awal menonton drama mereka.
" Kenapa tidak mungkin. Bukankah sudah ku katakan sejak awal. Bahwa aku putri ratu dan dia adalah calon menantu ratu. Tapi kau sama sekali tidak percaya dan malah menuduh ku membual. " Sedih sekali A Fei saat berbicara.
Namun berbanding terbalik dengan suasana hatinya yang justru sangat puas saat mengatakan hal tersebut. Ia bisa melihat raut tidak percaya sekaligus ketakutan secara bersamaan. Jadi untuk mengimbanginya, ia memasang ekspresi menyedihkan berharap semua orang berpikir bahwa ia sedih karena ucapannya yang sebelumnya di anggap sebagai omong kosong.
Dan hal itu berhasil membuat shishi semakin dihina. Liu ru melihat bagaimana A Fei bertindak. Dan mulai mencatatnya di kepala. Ia mungkin akan menggunakan trik ini lain kali.
Shishi mungkin masih bisa menerima jika A Fei adalah putri. Namun kenyataan Liu ru yang diperkenalkan sebagai calon menantu ratu membuatnya seakan pukulan berat baru saja menghantam kepalanya.
' Bagaimana mungkin wanita murahan itu adalah calon permaisuri putri? apakah mereka tidak tahu bahwa ia memiliki anak haram? ' Batinnya.
Dan dengan cepat otak kecilnya segera menarik kesimpulan, bahwa mungkin saja Liu ru telah menipu seluruh anggota kerajaan dan menyembunyikan fakta tentang kehamilan dan juga anak haramnya.
__ADS_1
' Benar. Ia pasti menyembunyikannya. Lihat saja Liu ru aku akan membongkar seluruh kebohongan mu saat ini. ' Pikirnya.