Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 185 pernikahan


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat. Pernikahan mendadak Sima yan dan Rong feiyue pun tiba. Rakyat Jin bersuka cita atas pernikahan tersebut. Meski terkesan terburu-buru dan mengejutkan namun mereka menyambut baik dan berharap kebahagian bagi kedua mempelai.


Iring-iringan pengantin melewati jalanan kota hendak menjemput mempelai wanita. Sima yan dengan pakaian khas yang berwarna merah tampak gagah menunggang kudanya, melempar senyum pada setiap orang yang ada di jalan.


Bagi yang tak tahu, wajah cerah Sima yan bak langit saat itu yang berwarna biru cerah mungkin adalah cerminan kebahagiaan yang sedang di rasakan nya. Sayangnya itu semua hanya fasat untuk menipu semua orang. Karena pada kenyataannya, hatinya kini mendung bak awan cumulonimbus yang berwarna hitam, mendung dan dingin.


' Ah menyebalkan sekali. Jika bukan karena ancaman ayah raja, aku tak akan berperan seperti badut yang terlihat bahagia. ' Kesal Sima yan dalam hati.


Masih jelas di ingatan Sima yan apa yang ayahnya ucapkan hari itu. Untuk melindungi kehormatan mantan Jenderal rong, sang ayah sampai tega mengancam dirinya.


Flashback on.


" Dimana pelayan itu? hari ini tepat hari ketiga dari hari perjanjian. " Tanya Sima shao. Tatapan fokus pada Sima yan yang berdiri di depannya.


" Ayah raja menang. " Jawabnya singkat.


" Aku akan menerima titah itu dan menikahinya sesuai kesepakatan. " Lanjutnya.


" Kau tak hanya akan menikahi nya. Tapi jadikan ia istri dan permaisuri mu. Jika kau hanya menikahinya tanpa melakukan peran mu sebagai suami. Maka itu semua percuma. " Jelas Sima shao menunjuk putranya.


" Ingat! selama pernikahan besok. Jadilah pengantin yang bahagia. Berikan wajah untuk kediaman Rong. Jika sampai kau langgar. Maka jangan harap akan ada pernikahan lain untuk selanjutnya. Aku akan dengan kejam membuat mu menjadi kasim. " Ancam Sima shao.


Seketika bulu halus di tubuh Sima yan berdiri ngeri. Ia tahu bahwa ayahnya tak hanya sekedar mengancam. Ia akan benar-benar melakukan apa yang diucapkannya terlihat jelas dari ekspresi serius di wajahnya.


Flashback off.

__ADS_1


Tanpa sadar Sima yan mengapit kedua kakinya hingga menempel pada tubuh kuda. Mengingat ancaman ayahnya membuat bagian inti tubuhnya merasa ngilu secara tiba-tiba. Ia tak bisa bayangkan akan bagaimana hari-harinya bila benar-benar terpenggal.


Saat ia larut dalam ingatan mengerikan itu. Tanpa sadar rombongan tiba di kediaman Rong. Bunyi petasan menyambut ke datangan rombongan tersebut. Dengan gagahnya Sima yan turun dari kudanya, merapikan bajunya sebentar lalu masuk ke dalam.


Di dalam kamar, feiyue tampak muram, sama sekali tak ada raut kebahagiaan.


" Nona rombongan pangeran sudah datang. " Ungkap xiao lu.


Feiyue masih tak merespon. Ia hanya menatap wajahnya yang terpantul di cermin. Wajah cantik dengan polesan make up itu terlihat sendu.


" Nona... " Panggil Xiao lu.


" Aku tahu. Kau bantu aku bersiap-siap. " Lirihnya. Feiyue bahkan tak memiliki semangat untuk sekedar berbicara.


Saat acara penghormatan inilah proses paling menyedihkan bagi pengantin wanita. Dimana mereka akan meninggalkan keluarga dan menjadi seorang istri, bukan seorang anak lagi.


Kakek rong bahkan tak sanggup menyembunyikan kesedihannya. Hari ini cucu satu-satunya akan pergi.


" Waktu begitu cepat berlalu. Seolah baru kemarin aku menggendong mu namun sekarang lihatlah, kau akan menikah dan menjadi seorang istri bukan lagi cucuku. " Papar kakek rong. Suara pria tua itu sedikit bergetar. Matanya berkaca-kaca. Tubuh tuanya yang selalu tampak bugar, kini terlihat tua dan renta.


Untuk pertama kalinya feiyue memandang kakeknya bukan sebagai mantan jenderal tapi sebagai pria tua yang menyedihkan.


Isak tangis feiyue di balik penutup kepalanya. " Kakek jaga dirimu. Kau harus makan teratur, juga jangan tidur terlalu malam. Itu tidak baik untuk kesehatan mu. " Pesan feiyue pada kakek rong.


" Aku juga akan makan dengan baik dan tidur tepat waktu. Jadi kakek jangan khawatirkan aku. " Sambungnya.

__ADS_1


Suasana yang sebelumnya penuh suka cita berubah haru. Bahkan sima yan yang tak menyukai pernikahannya pun turut terbawa suasana. Melihat begitu dekat interaksi kakek dan cucu itu. Membuat hatinya merasakan suatu perasaan asing.


' Ada apa denganku? kenapa perasaan ku terasa aneh. ' Batinnya.


Sama seperti pernikahan sima rui. Sima yan juga memutuskan untuk menggendong feiyue menuju tandu. Jika sang kakak melakukannya karena cemburu bila ziyan di sentuh pria lain. Berbeda dengan sima yan kali ini. Ia terpaksa melakukannya karena ancaman sima shao.


" Matahari pasti terbit dari barat. " Sindir feiyue. Ia berbicara lirih di telinga sima yan yang tengah menggendong nya.


" Baguslah kalau kau sadar bahwa aku melakukannya karena terpaksa. " Terang sima yan.


" Kalau begitu lebih baik kau berhati-hati. Aku takut tubuh loyo mu itu tak mampu menahan berat badanku dan akhirnya justru menjatuhkan ku. "


Sima yan geram mendengar ejekan feiyue. Secara tidak langsung bukankah wanita itu meragukan stamina fisiknya.


Ia berdecak. " Kau akan menarik kembali kata-katamu itu jika tahu seberapa kuatnya aku. "


" Ck.. omong kosong. "


Sima Yan yang terlanjur kesal dengan sengaja membenturkan kepala feiyue ke tandu. Dan beruntung nya tak ada yang menyadari tindakannya itu.


" Aw! apa kau sengaja. " geram feiyue menatap nyalang sima yan yang percuma saja karena tatapannya tertutup kain merah di kepalanya.


" Tidak. Hanya saja kaki ku loyo jadi tak sanggup menahan beban berat badan mu. " Ucap sima yan. Bersamaan itu juga ia tersenyum puas karena berhasil membalas ejekan gadis itu tadi.


Sementara itu mulut feiyue menganga lebar mendengar kata-kata sima yan. Ia tak menyangka pria itu akan menggunakan ejekan nya sebagai balasan.

__ADS_1


__ADS_2