
Kedatangan A Guang di sambut hangat oleh seluruh keluarganya, kecuali Sima Feng yang saat ini berada di perbatasan.
Xu xiang yang awalnya takut jika akan mendapat tatapan penolakan dari keluarga A Guang, akhirnya bisa bernapas lega saat keluarga A Guang justru menerimanya dengan tangan terbuka. Selain Ayah A Guang yang berwajah dingin, menurutnya ibu dan adiknya sangat hangat.
" Ayah mu sangat menakutkan. " Bisik Xu xiang saat mereka berjalan menuju ruang makan.
A Guang tertawa kecil. Ia lupa mengatakan bagaimana ayahnya. Jadi ia menjelaskan sebelum calon istrinya ini salah paham.
" Ayah ku akan menjadi jinak saat berdua dengan ibu ku. Jadi jangan terlalu dipikirkan. Karena seperti itulah sikapnya. Intinya selama ia tidak berbicara itu berarti ia setuju. " Balas A Guang juga dengan berbisik.
" Lalu dimana adik laki-laki mu? kenapa hanya ada A Fei? " Tinggal lama di Kekaisaran shu membuatnya tidak mengetahui tentang Sima Feng yang berada di perbatasan.
" Dia tinggal di perbatasan. Jika kau penasaran seperti apa dia. Maka kau lihat saja ayah ku. Baik wajah dan sifatnya tidak jauh berbeda dengan ayah. "
Xu xiang mengangguk paham.
Suasana makan siang penuh kehangatan membuat xu xiang tidak lagi merasa canggung.
Disini ia melihat ratu, wanita dengan status tinggi itu tidak ada bedanya dengan istri di luar sana. Ia melayani suaminya sama seperti para istri lainnya.
A Fei yang di kenal sebagai putri kesayangan kaisar ternyata tidak seperti apa yang di rumorkan sebagai putri manja yang memiliki sifat menyebalkan.
Xu xiang justru melihat ia sebagai wanita mandiri dengan sifat hangat dan mudah berbaur. Itulah kenapa Xu xiang sudah bisa berteman baik dengannya meski ini adalah kali pertama mereka bertemu.
Rumor ternyata sangat menakutkan. Penuh dengan kebohongan.
Sedangkan Kaisar, Xu xiang tidak bisa menjabarkan. Karena semua sesuai dengan ucapan A Guang.
" Jadi kalian kapan menikah? "
Xu xiang tersedak saat wanita yang akan menjadi ibu mertuanya itu bertanya.
Ia tak menyangka akan secepat ini pertanyaan itu keluar.
A Guang terkekeh melihat respon Xu xiang. " Ibu jangan membuatnya terkejut. Jika mungkin, kau bisa mengaturnya secepatnya bu. "
Dan jawaban A Guang sukses membuat kedua mata Xu xiang melotot.
Apakah pria ini tidak tahu malu? Bahkan ia belum melamarnya secara resmi tapi sudah meminta pernikahan dilakukan secepatnya.
Seolah bisa membaca pikiran Xu xiang, A Guang dengan tenang berkata. " Aku akan mengirim seseorang untuk melamar mu secepatnya. Tapi sebelumnya mari kita selesaikan dulu semua urusan yang tertunda. "
Xu xiang tersenyum dan mengangguk pasti. Laki-laki ini terlalu banyak kejutan.
**********
Di tempat lain.
Seorang pria sedang minum arak. Setengah mabuk ia mengutuk wanita yang diketahui adalah adiknya.
" Semua ini gara-gara ****** itu. Jika sampai ia kembali aku akan menjualnya ke rumah bordir. Xu xiang kau ****** tidak tahu diri. "
Na li mengumpat mengutuk adiknya. Ia menyalahkan semua kemalangan yang terjadi padanya karena Xu xiang. Andai gadis itu tidak pergi maka ia tidak perlu masuk penjara. Ibunya juga tidak akan meninggal karena di hajar oleh orang-orang karena ketahuan mencuri.
__ADS_1
Nyonya Guli meninggal dua minggu yang lalu. Dan kini ia hidup sendirian dan tak tentu arah.
Selama ini ia mendapatkan uang dari mencuri atau menipu.
" Kau ada di sini? " Seseorang datang berbicara pada Na li.
Dengan pandangan kabur Na li melihat wajah pria yang memanggilnya. Senyumnya mengembang saat mengetahui siapa yang berbicara padanya.
" Tuan Han? kau di sini? "
Orang itu Han dong. Setelah lulus dari akademi. Ia bekerja di biro penyidik sebagai salah satu komandan tingkat rendah.
Ia bertemu dengan Na li saat ia di jebloskan ke penjara oleh A Guang. Awalnya ia tidak tahu jika Na li adalah kakak Xu xiang yang ia gantikan tempatnya saat di Akademi.
Namun saat Han dong mengurus kasus nyonya Guli, ia mengetahui fakta tersebut.
Dendam yang belum terselesaikan pun muncul kembali ke permukaan. Saat mengetahui kenyataan bahwa A Guang adalah putra mahkota membuatnya menelan utuh-utuh dendam tersebut. Ia tidak ingin bersinggungan dengan anggota kerajaan atau ia akan akan menghancurkan masa depannya jika nekat melakukannya.
Dan sekarang adalah waktu yang tepat. Kabar kepulangan A Guang sampai di telinga Han dong. Yang mengejutkan adalah ia kembali bersama dengan seorang wanita yang belum ia ketahui identitasnya. Namun terdengar kabar bahwa itu adalah calon putri mahkota.
Ia akan menghancurkan reputasinya. Meski ia tak yakin bisa menghancurkan pernikahannya, setidaknya ia bisa mempermalukannya.
" Sudah saatnya kau menjalankan tugas mu. " Ucap Han dong pada Na li.
Selama beberapa hari ini Na li mendapatkan uang dari Han dong. Jadi ia dengan sukarela akan membantunya.
" Apa yang harus ku lakukan? "
" Sebarkan berita bahwa Putra mahkota tinggal bersama wanita saat berada di asrama akademi. Pastikan kau membuat berita seolah ia juga telah berzina dengan wanita tersebut. "
" Apa kau gila? Jika aku menyebarkan fitnah terhadap anggota kerajaan. Maka sama saja mengirim nyawa ku bertemu dengan raja neraka. Tidak. Aku menolaknya. " Na li memang tidak pintar seperti Xu xiang. Namun ia juga tidak terlalu bodoh untuk melakukan tindakan yang akan membuatnya kehilangan nyawa.
" Kenapa kau menolaknya? ingat kau masih berhutang banyak uang pada ku. Dan sebagai jaminan atas pinjaman mu adalah kedua tangan mu. "
Na li di lema. Jika ia tidak melakukan apa yang Han dong perintahkan. Maka ia akan kehilangan kedua tangannya. Tapi jika ia tidak melakukannya ia akan kehilangan nyawanya.
Kehilangan tangan sama saja menjadi tidak berguna dan ia lebih baik mati dari pada menjadi tidak berguna. Jadi pada akhirnya semua jalan yang ia pilih akan berakhir dengan kematiannya.
Otak kecil Na li tidak mampu berpikir bahwa sesungguhnya ia sudah masuk dalam jebakan Han dong. Ia sengaja memberikan pinjaman uang yang tak akan mampu di bayar oleh Na li dengan menawarkan jaminan kedua tangannya atau melakukan satu perintah untuknya.
" Baiklah. Aku akan melakukannya. Tapi memfitnah anggota kerajaan akan mendapatkan hukuman berat. Dan kaisar pasti akan mengusut masalah ini sampai ke akar-akarnya. "
Han dong menyeringai. " Yang aku katakan bukanlah fitnah. Wanita yang tinggal bersama putra mahkota adalah adik mu. Jadi ini fakta bukan fitnah. Jika kaisar mengusut masalah ini kau bisa tutup mulut Karena ia tidak akan menghukum mati, karena kau menyebarkan sebuah kebenaran. Biarkan rakyat tahu bahwa putra mahkota adalah pria tak bermoral. "
Na li tampak berpikir. Ia menimbang apakah ia harus mengambil tawaran tersebut.
Melihat itu, Han dong diam-diam mencibir, Dengan otak bodohnya untuk apa masih berpikir jika pada akhirnya ia akan tetap menjalankannya.
Untuk menghilangkan keraguan Na li, Han dong kembali menawarkan sejumlah uang jika ia sudah menyelesaikan tugasnya.
Dan benar saja, Na li menyetujui tanpa berpikir lagi.
*********
__ADS_1
Keesokan harinya.
Rumor A Guang sudah menyebar. Dengan sangat cepat rumor itu menyebar hingga ke desa pinggir kota.
Alasan kenapa rumor ini cepat menyebar?
Itu karena ini merupakan skandal pertama yang melibatkan putra mahkota yang dikenal berbudi luhur. Tidak heran jika rumor tersebut begitu cepat menyebar.
" Jadi apa kau sudah menemukan asal rumor tersebut? " Tanya Sima rui pada Sima Dan.
Adiknya itu masih menjabat di biro penyidik dan telah memiliki jabatan tertinggi di biro tersebut.
" Rumor di ketahui berasal dari sebuah rumah teh. Seorang pendongeng mengaku bahwa ia mendapatkan naskahnya dari orang tak di kenal. Jadi kita masih belum tahu siapa orang yang berada di balik masalah ini. " Papar Sima Dan. Ia sendiri sampai turun tangan mengingat hal ini sudah menyinggung keponakannya.
" Selidiki orang-orang yang pernah berada di akademi. Terutama orang-orang yang pernah berhubungan dengan A Guang. Lalu perintahkan seseorang untuk terus mengawasi pendongeng itu. "
Setelah mendengar arahan Sima rui, Sima Dan segera mengirim beberapa bawahannya untuk menjalankan tugas.
Tak hanya Sima rui yang mendengar rumor tersebut. Ziyan juga sama. Bahkan ia juga tahu siapa wanita yang dimaksud dalam rumor tersebut.
" Kalian akan pergi keluar? " Tanya ziyan pada sang putra yang terlihat hendak pergi bersama Xu xiang.
" Iya bu. Aku akan mengantar Xu xiang bertemu keluarganya. "
Ziyan sudah menduga. Karena itu ia segera datang untuk menghentikan kepergian putranya.
" Hari ini biarkan Xu xiang pergi sendiri. Berikan dia waktu untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya. Jangan menjadi pengganggu sementara setelah kalian menikah semua waktunya adalah milik mu. "
" Baiklah bu. Tampaknya kau benar. Sepertinya aku terlalu menempel padanya. Kau tidak keberatan kan? " A Guang bertanya pada Xu xiang.
Gadis itu tersenyum. " Aku juga setuju dengan Yang mulia ratu. Aku pikir aku harus berbicara sendiri dulu sebelum kau menemui mereka. "
Setelah berbicara, A Guang segera mengantar kepergian Xu xiang.
Ia kembali ke dalam istananya dan melihat ibunya sedang duduk menyesap cangkir tehnya.
" Bu, apakah ada yang kau sembunyikan? " Tanya A Guang langsung begitu ia duduk.
Ziyan tersenyum tipis. Tidak heran jika ia begitu peka. Ia adalah putra Sima rui.
" Apa kau sudah mendengar rumor terbaru? "
A Guang mengerutkan kening dan tidak berbicara. Ziyan yakin bahwa putranya itu belum tahu. Ia tidak heran, karena A Guang memang tidak pernah peduli dengan rumor.
Jadi ziyan melanjutkan. " Rumor kau tinggal dengan seorang wanita saat di asrama akademi sudah menyebar. Hanya menunggu waktu sampai mereka tahu identitas wanita itu adalah Xu xiang, tapi mereka belum tahu bahwa calon istri mu itu dia. "
" Karena itu ibu tadi melarang ku mengantar Xu xiang? " Sela A Guang.
Dan Ziyan mengangguk membenarkan.
" Untuk sementara, ibu akan mengatur Xu xiang tinggal di luar. Dan sebelum masalah ini selesai, lebih baik kalian saling menjaga jarak? "
Tak ada jawaban dari A Guang. Laki-laki itu masih setia menutup mulutnya.
__ADS_1
Tapi dari ucapan sang ibu, ia tahu bahwa masalah ini akan memberi pengaruh pada hubungannya dengan Xu xiang.