Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 393 Side story ( A Fei the princess of Jin)


__ADS_3

Hilangnya A Fei tentu menjadi sebuah bencana, terutama untuk Jingu. Amukan Kaisar dan putra mahkota Jin adalah konsekuensi yang akan segera ia dapatkan. Dan benar saja, setelah ia memberitahu hilangnya A Fei, tak lama A Feng datang dan segera menjadikan Jingu sebagai samsak tinju.


" Aku menjadikan dirimu sebagai pengawalnya untuk menjaganya. Tapi sayangnya pekerjaan begini mudah pun kau gagal. Berterimakasih lah aku tidak menghukum mu dan hanya memberimu sedikit pelajaran. Anggap ini sebagai bayaran atas kecerobohan mu. "


Andai Jingu bukan penolong istrinya, mungkin lebih dari pukulan yang akan pria itu terima.


Berkat informasi dari Xiao Er, Sima Feng akhirnya tahu bahwa pelaku penculikan itu adalah Li Chenlan. Karena obsesinya, mantan raja Wei itu bahkan sanggup melakukan apapun.


" Terima kasih Yang mulia atas kemurahan hatinya. "


" Lebih baik kita sekarang fokus dengan pencarian. Aku yakin bajingan Li Chenlan belum keluar dari wilayah kekaisaran Nan. "


" Bagaimana anda bisa begitu yakin Yang mulia. "


" Tentu saja. Karena aku sudah menyebarkan semua bawahan ku di pintu masuk perbatasan. Jika pun bajingan itu ingin keluar, Ia hanya bisa melalui jalur gunung dan itu membutuhkan waktu lebih lama. " Dengan asumsi ini, Sima Feng mampu memperhitungkan pergerakan Li Chenlan.


Karena itulah, Sima Feng sangat yakin jika saat ini Li Chenlan pasti berada di sekitar pegunungan.


Sudah satu minggu semenjak hari dimana A Fei menghilang. Sima Feng terus menambah prajurit dan mengerahkan puluhan prajurit tersebut untuk melakukan pencarian siang dan malam.


Tanpa sepengetahuan Sima Feng, Jingu pun mengerahkan para bawahannya untuk mencari A Fei. Membayangkan wanita itu berdua dengan mantan suaminya membuatnya terbakar cemburu, terlebih segala pikiran buruk silih berganti muncul di kepalanya seolah itu adalah kaset film yang memutar film dewasa.


Astaga, hanya memikirkannya saja sudah membuatnya panas.


" Tuan, kita sudah menemukan mereka. " Bisik seseorang pada Jingu dengan sikap seolah mereka tidak saling mengenal satu sama lain.


" Tetap awasi mereka. Jangan biarkan pihak Sima Feng mengetahuinya. "

__ADS_1


Di tempat lain, tepatnya di tengah hutan di sebuah kuil terbengkalai. Saat ini A Fei sedang memandang api unggun di depannya. Angin malam di dalam hutan begitu dingin hingga menusuk tulang. Terlebih ia tidak memakai pakaian tebal hanya sebuah selimut tipis yang di berikan Chenlan padanya.


" Makanlah. Aku yakin kau sudah sangat lapar. Aku bisa mendengar suara perut mu sejak tadi yang bergemuruh menuntut minta di isi. " Ucap Li Chenlan memberikan daging matang yang baru saja selesai di bakarnya.


A Fei menatap sang mantan suami dengan tatapan penuh kebencian namun aroma harum daging yang masuk ke hidungnya mengalihkan pandangannya tak lama setelah itu. Memancing produksi air liurnya yang seketika itu juga langsung meningkat. Ia menelan susah payah ludahnya yang hampir saja menetes.


Sebenarnya ia enggan untuk menerima apapun dari pria yang sudah menculiknya itu. Tapi cacing di perutnya sudah berdemo, jadi pada akhirnya rasa lapar mengalahkan segala penolakannya.


Ah, sungguh murah sekali dirinya. Disuap daging saja sudah kalah. Merasa bahwa egonya tak ada harga.


Degan cepat A Fei menyambar daging tersebut dan memakannya dengan rakus seolah sudah bertahun-tahun dirinya tidak makan. Tak ada sisi elegan dari seorang putri. Ia makan tanpa melepas matanya yang melihat Chenlan dengan tatapan waspada.


" Aku tidak akan meminta makananmu. Jadi makanlah dengan tenang. Juga, jangan makan terlalu cepat, pelan-pelan saja. Masih banyak daging disini. "


Li Chenlan terkekeh, tampaknya ia telah salah paham. Pria itu pikir tatapan A Fei karena wanita itu takut bahwa dirinya akan merebut makanan miliknya.


" Tak apa, aku akan menunggu mu. Aku yakin kau akan kembali mencintai ku seperti dulu. "


A Fei berdecak. " Kau terlalu banyak bermimpi. "


" Semua bermula dari mimpi. Kita tak akan pernah tahu bahwa mimpi itu akan menjadi nyata dikemudian hari. "


" Terserah kau. Tapi aku bisa jamin itu tidak akan pernah terjadi. Jadi lebih baik jangan buang-buang waktu mu dengan ku. "


Li Chenlan tahu sekeras apa wanitanya. Jadi ia memutuskan berhenti dan tidak memperpanjang perdebatan mereka. Tak ada pembicaraan lagi diantara mereka. Keduanya kompak berubah bisu membuat keheningan malam semakin senyap. Hanya terdengar suara api, serangga dan sesekali raungan serigala. Salah satu hal yang membuat A Fei berpikir ulang untuk melarikan diri. Ia tak ingin keluar dari cengkeraman Li Chenlan, namun justru masuk ke dalam mulut serigala.


Setelah menghabiskan lima potong daging, akhirnya perut kenyang memaksa mata A Fei untuk terpejam.

__ADS_1


Li Chenlan memandangi wajah damai A Fei. Ada senyum lembut dan kehangatan dari mata pria itu.


" Andai kau tetap tenang seperti saat ini ketika berbicara denganku, mungkin aku akan menjadi pria paling bahagia sekarang. " Gumamnya tersenyum getir.


Jika teringat akan kebodohannya dulu, rasa penyesalan langsung memukul jantungnya. Rasa sakit akan penyesalan jauh lebih menyakitkan dari tebasan sebuah pedang.


Tengah malam, kandung kemih A Fei mendesak ingin di keluarkan. Jadi dengan kesadaran yang masih setengah, ia berjalan gontai keluar.


Namun langkahnya seketika terhenti saat tanpa sengaja mendengar percakapan Li Chenlan dengan sang bawahan.


" Semuanya sudah sesuai dengan rencana tuan. Setelah keluar dari wilayah Nan kita akan tiba di Kerajaan Xi. Saya juga sudah mendapatkan barang yang anda minta tuan. Setelah meminumnya, semua ingatan putri akan hilang dan anda akan bisa kembali bersama dengannya. "


Li Chenlan tersenyum puas. Ia memang akan menghapus ingatan A Fei lalu memberi ingatan baru. Jadi selamanya, A Fei akan menjadi miliknya.


" Terima kasih. Kau melakukan semuanya dengan baik. "


"Tidak tuan, ini sudah tugasku. Semenjak anda menyelamatkan ku dulu, hidup ini sudah menjadi milik anda, tuan. "


Percakapan itu terus terngiang di kepala A Fei, seolah itu adalah suara yang bergema dan berulang-ulang terdengar di telinganya. A Fei tidak bodoh untuk bisa menebak barang yang di maksud oleh anak buah Li Chenlan tersebut. itu adalah racun yang dulu dikembangkan oleh gurunya Lucy. Jika dulu hanya bisa menghapus ingatan selama sehari, kini bisa menghapus total ingatan seseorang.


Bagaimana mereka bisa mendapatkan benda itu?


' Tidak, bukan saatnya memikirkan itu. Lebih baik saat ini pergi dari sini, atau pria gila itu akan membuat ku tampak seperti manusia bodoh yang tidak tahu apa-apa. ' Gumam A Fei dalam hati.


Berbekal tekad yang kuat, A Fei secara perlahan melangkah keluar. Namun langsung berhenti, ketika menyadari bahwa langit masih gelap dan berkeliaran di hutan pada malam jauh lebih berbahaya.


Jadi setelah berpikir keras, akhirnya A Fei memutuskan untuk kabur besok siang.

__ADS_1


__ADS_2