
Gu Feifei masih tertegun, tak menyangka jika kedua orang itu memiliki identitas yang tidak biasa. Jika sudah begini bukankah sama saja dengan Gu Feifei mencari musuh yang justru membuatnya semakin jauh dengan Sima Feng.
' Tidak. Aku harus berusaha membuat keduanya berpihak pada ku. ' Batinnya penuh tekad.
Setelah mendapatkan ketenangannya, Gu Feifei kembali berbicara dengan senyum di bibirnya. " Putri. Maaf karena aku tidak mengenali mu. Andai aku tahu itu kau, aku tidak akan meninggikan suara ku. "
Sima Fei berdecak, " Itu berarti kau orang yang tidak tulus. Kau hanya akan berbicara baik setelah mengetahui status seseorang. Nona Gu kau sungguh luar biasa. "
" Ti-tidak putri. Aku tidak seperti itu. "
" Berhenti mengelak. Sandiwara mu bahkan lebih buruk dari para pelacur di ibukota. Ah juga, jangan lupakan status mu Nona Gu. Aku adalah tuan putri Kekaisaran Jin. Aku memiliki status lebih tinggi dari mu. Bukankah seharusnya kau berbicara formal pada ku? "
Tangan Feifei yang sedang memegang sapu tangan gemetar dan mengepal kuat menahan amarah. Ucapan Sima Fei benar-benar menghina dirinya. Apalagi ketika diingatkan kembali mengenai statusnya dan bagaimana dirinya di samakan dengan pelacur?
Sungguh, Gu Feifei ingin sekali menjambak dan mencakar Sima Fei saat ini juga.
" Maafkan saya putri. " Lirihnya. Lalu berkata kembali. " Seperti saya sedang tidak enak badan. Karena tidak ada lagi yang bisa di bicarakan. Saya permisi dulu putri, wangfei dan pangeran. "
Setelah itu Gu Feifei segera pergi. Sungguh jika dirinya berada lebih lama lagi dengan mereka dan mendengar kata-kata kasar sima Fei. Sudah dipastikan ia akan kehilangan kewarasannya.
" Kakak ipar, kau benar-benar terlalu berbesar hati. Bagaimana mungkin kau tahan dengan sikapnya yang seperti teratai putih itu. "
Liu ru terkekeh. " Aku juga tidak ingin meski begitu aku harus melakukannya. Aku masih menghargai pengorbanan komandan Gu. Bagaimana pun juga Gu Feifei kehilangan satu-satunya keluarganya karena menolong suami ku. Jika tidak ada dia, saat ini aku lah yang sudah menjadi janda. "
" Tapi itu tetap tidak benar membiarkan dia tetap tinggal di sini. Secepatnya aku harus mengusir wanita itu. "
Liu ru ingin mengatakan sesuatu, namun sudah lebih dulu di sela oleh Xiao Yi.
" Bibi. Jika kau mengusirnya tanpa alasan yang jelas. Orang-orang akan mengkritik mu sebagai manusia yang tidak tahu balas budi. Setidaknya jika kau ingin mengusirnya, sapatkan alasan masuk akal yang membuatnya pantas untuk di usir. Jangan sampai tindakan gegabah mu itu justru membuat nama keluarga Sima jelek. "
Liu ru dan Sima Fei saling berpandangan. Heran dengan cara bicara Xiao Yi yang begitu dewasa dan penuh perhitungan. Tak terlihat jika itu adalah ucapan yang berasal dari bocah berusia empat tahun.
Sadar jika kedua wanita di depannya memandang penuh curiga. Xiao Yi segera berkata lagi, " Aku tidak sengaja mendengar kakek kaisar saat berbicara dengan nainai. " Ia tersenyum lebar hingga deretan gigi putihnya terlihat jelas.
" Lain kali jangan pernah menguping pembicaraan orang dewasa Xiao Yi. Kau masih kecil dan itu tidak cocok dengan usia mu. " Liu ru menasehati putranya.
__ADS_1
Sayangnya wanita itu tidak tahu, jika putranya sangat jenius. Sima rui yang menyadari kejeniusan cucunya tersebut langsung memberikan pelajaran mengenai politik dan administrasi negara.
Xiao Yi bahkan sudah bisa membantu menyelesaikan beberapa masalah negara, yang tentu saja semua itu Sima rui berikan secara diam-diam.
Sima Rui tak ingin kejeniusan cucunya diketahui orang lain yang justru akan memancing polemik internal dan memberikan peluang pada mereka yang menginginkan perpecahan di dalam keluarganya.
" Baiklah bu. Aku hanya akan belajar membaca dan menulis serta mendengarkan beberapa cerita dongeng. "
" Bagus. Kau sungguh anak yang baik Xiao Yi. "
Andai ibunya tahu bahwa ia sudah bisa menyelesaikan urusan negara, mungkin ia akan menggigit lidahnya sendiri karena terkejut.
Beberapa hari berlalu.
Sima Fei benar-benar menyiksa Gu Feifei secara batin. Ucapan A Fei yang selalu menusuk perasaan itu membuat Gu Feifei hampir kehilangan akal sehat.
Seperti saat ini.
Gu Feifei sengaja membuatkan sup untuk menemani Xiao Yi belajar. Segera ia mengetuk pintu dan meminta ijin masuk.
Xiao Yi mengangguk dan tanpa tersenyum melihat Gu Feifei sekilas lalu kembali menunduk untuk melanjutkan aktivitas bacanya.
" Letakkan saja di situ. " Kata Xiao Yi kemudian tanpa melihat pada Gu Feifei.
Gu Feifei tersenyum kaku setelah melihat bagaimana Xiao Yi memperlakukannya, begitu acuh tak acuh, mirip sekali dengan Sima Feng.
Setelah meletakkan mangkuk supnya. Gu Feifei masih tak beranjak. Hal itu membuat Xiao Yi heran dan mengangkat kepalanya untuk melihat padanya.
" Apa ada lagi? " Tanya Xiao Yi dengan datar.
" Kau belum meminum supnya. Apa kau tak ingin mencobanya selagi masih hangat? "
Xiao Yi melirik sekilas pada sup itu lalu kembali melihat Gu Feifei.
" Aku akan meminumnya nanti. Apa kau keberatan? "
__ADS_1
" Tidak. Aku tidak masalah dengan itu. Aku hanya ingin tahu apa kau menyukai supnya. Akan sangat menyenangkan jika kau menyukainya jadi di masa depan aku bisa selalu membuatkan mu, Xiao Yi. "
Xiao Yi menghirup napas dalam sebelum bicara. " Nona Gu, di masa depan tolong jangan membuat sup lagi untuk ku. Ada banyak pelayan di sini. Aku tidak ingin merepotkan mu. Jika orang luar tahu, aku takut mereka akan berpikir buruk bahwa kami memperlakukan mu seperti pelayan. "
" Mana mungkin seperti itu. Siapa yang akan berkata buruk tentang mu? "
" Kau salah. Bukan aku yang akan mereka bicarakan, tapi ibu ku. Mereka pasti akan berpikir bahwa ibu ku bersikap tidak baik pada mu karena cemburu. "
Gu Feifei tertegun. ' Bagaimana bocah ini bisa begitu cermat membaca rencana ku yang bahkan belum sempat aku lakukan. ' Batinnya.
Beberapa hari ini Ia sengaja memasak untuk Liu ru dan Sima Fei. Tapi keduanya menolak dan enggan memakan masakannya. Karena itu ia beralih pada Xiao Yi, berpikir bahwa anak itu pasti akan dengan mudah bisa ia manfaatkan. Tapi siapa yang menduga bahwa ia bisa menebak rencananya.
Akan sangat mencurigakan jika ia terus memaksanya. Jadi Gu Geifei memilih mundur kali ini.
" Baiklah. Maaf, aku tidak akan mengulanginya. Aku tidak berpikir jauh. "
Gu Feifei hendak mengambil mangkuk sup tersebut. Namun tiba-tiba sup itu tumpah dan mengenai baju Xiao Yi. Ia segera mengeluarkan sapu tangan dan hendak mengelap baju Xiao Yi.
Namun tangan itu tiba-tiba membeku ketika suara bernada tinggi terdengar.
" Singkirkan tangan mu darinya. " Teriak Sima Fei.
Sima Fei yang melihat tindakan Gu Feifei segera berteriak, mengejutkan keduanya yang seketika menoleh padanya.
" Jangan menyentuhnya. Singkirkan tangan mu dari Xiao Yi. Apa kau tidak tahu bahwa ia memiliki alergi. "
" Alergi? aku tidak tahu. " Raut wajah Gu Feifei berubah.
' Memangnya alergi apa yang di miliki Xiao Yi? ' Pikirnya.
Tak hanya Gu Feifei yang kebingungan tapi juga Xiao Yi. Anak itu hanya bisa berkata dalam hati. ' Aku alergi? omong kosong apa yang bibi coba katakan? '
" Tentu saja kau tidak tahu. Kau kan bukan keluarga Sima. " Pedas sekali kalimat Sima Fei. Seketika, untuk yang kesekian kalinya, kata-kata Sima Fei berhasil menusuk jantung Gu Feifei.
" Aku akan hati-hati lain kali. Kalau boleh tahu, alergi apa Xiao Yi? " Tanya Gu Feifei.
__ADS_1
Sima Fei memandang Gu Feifei lalu mendengus tak suka. " Xiao Yi alergi ulat bulu. Jadi kau jangan menyentuhnya atau kau akan membuatnya gatal. "