
Liu Ru tak menyangka bahwa mereka akan menemukan racun itu di kamarnya. Dengan kejadian ini, orang bodoh pun sudah bisa menduga bahwa ia adalah sang pelaku.
" Itu bukan milikku. Seseorang pasti sengaja meletakkannya di kamar ku. " Sangkal Liu Ru cepat mengutarakan pembelaannya. Ia tak menyangka bahwa seseorang tengah menjebaknya.
" Apa kau memiliki bukti bahwa itu semua bukan milik mu, Wangfei? "
' Apa maksud mu? ' Batin Liu Ru kecewa.
Pertanyaan Sima Feng tersebut membuat kekecewaan Liu Ru pada pria yang berstatus sebagai suaminya itu semakin besar.
Apa maksudnya? Apakah ia juga berpikir bahwa akulah yang meracuni Gu Feifei.
Tidakkah Sima Feng sadar bahwa pertanyaannya itu sama halnya dengan ia mencurigai Liu Ru. Apakah Sima Feng juga berpikir bahwa Liu Ru adalah wanita kejam yang akan meracuni wanita lain hanya karena rasa cemburu.
Meski ia sangat tak menyukai Gu Feifei, tapi itu hanya sebatas rasa tak suka. Bukan berarti aku ingin membunuhnya.
Liu Ru tak bisa berkata-kata, hanya bisa menunjukkan segala kekecewaan di matanya.
Sima Feng bisa melihat tatapan terluka dari sang istri. Sungguh, Sima Feng tak ingin mencurigainya, ia sangat percaya bahwa istrinya itu tidak mungkin melakukannya. Tapi karena kejadian ini sudah menyebar, mau tidak mau ia harus terlihat seolah bertindak dan menyelesaikannya secara adil.
__ADS_1
" Bukti seperti apa yang ingin Yang mulia pangeran inginkan? " Sinis Liu Ru.
Sima Feng hanya diam, ia pun tak tahu harus berkata apa. Kemudian Liu Ru kembali melanjutkan. "Jika aku benar-benar pelaku yang meracuni Gu Feifei, mungkinkah aku akan menyimpan sisa racunnya di tempat ku sendiri? "
" Yang mulia, aku bukan orang bodoh yang akan melakukan hal itu. "
Sima Feng senang, pernyataan Liu Ru berhasil membungkam semua orang di sana. Mereka juga berpikir hal yang sama. Jadi setelah itu, Sima Feng memerintahkan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Setidaknya, Sima Feng harus memberikan waktu agar ia bisa membuktikan bahwa istrinya tidak bersalah.
Tak hanya itu, Sima Feng juga melarang Liu Ru untuk tidak meninggalkan kediaman dengan alasan apapun.
" Yang mulia, setelah mendapatkan informasi dimana racun itu di beli. Kami segera pergi ke sana dan memeriksa sebuah toko obat kecil di salah satu sudut kota. Berdasarkan keterangan pemilik toko, seorang wanita dengan tudung kepala memang pernah membelinya. Ia mengenakan gelang giok hijau di tangannya. Gelang yang sama yang di pakai oleh Wangfei. " Lapor pengawal Sima Feng.
" Apa kau sudah memastikan bahwa keterangannya itu benar? "
" Sudah Yang mulia. Beberapa orang saksi juga mendukung keterangan pemilik toko tersebut. Saya sudah bertanya pada penjaga stand di samping, apakah ada seseorang dengan keterangan seperti yang pemilik toko obat itu katakan pernah datang dan mereka membenarkan. "
Sima Feng mengerutkan keningnya. Ia merasa ada sesuatu yang salah di sini. Jika orang itu ingin membeli racun hingga membuatnya harus memakai penutup kepala, lantas kenapa ia memperlihatkan dengan sengaja gelang gioknya?
__ADS_1
Apakah ia tanpa sengaja melakukannya karena lupa? Tidak mungkin. Apakah ia sengaja melakukannya agar pihak lain melihatnya? Itu jauh lebih mungkin.
" Bagaimana dengan suaranya? Apakah pemilik toko itu masih mengingatnya? Cari tahu, jika iya. Undang dia kemari. Aku sendiri yang akan menginterogasinya. "
Setelah memberikan perintahnya, bawahan Sima Feng segera pergi untuk melaksanakan tugasnya.
Sementara di tempat yang sama namun di kamar yang berbeda. Gu Feifei sedang berbicara dengan pelayan pribadinya.
" Semuanya sesuai pengaturan anda nona. Bawahan Yang mulia sudah mendatangi toko obat itu. Pemilik toko pun memberikan informasi sesuai dengan yang anda inginkan nona. Jadi setelah ini, semua kecurigaan pasti sepenuhnya akan mengarah pada Wangfei. "
" Bagus. Ini bayaran mu. " Gu Feifei meletakkan satu kantong besar perak.
Pelayan itu melihat kantong tersebut dengan mata penuh keserakahan. Jadi segera setelah Gu Feifei meletakkannya, dengan cepat ia menyambar dan mulai membukanya.
Terlihat sekali wajahnya yang tampak puas saat melihat isi di dalamnya. " Terima kasih nona. Anda bisa mengandalkan saya jika ingin melakukan pekerjaan lain lagi. "
Dengan senyum ramah, Gu Feifei menjawab. " Tentu saja. "
Meski wajahnya terlihat penuh senyum tapi tidak dengan isi hatinya. ' Pelayan bodoh. Aku tidak akan membiarkan mu melakukannya untuk selanjutnya. Ia tidak bodoh untuk memelihara seorang pengkhianat. ' Batinnya.
__ADS_1
' Lihat saja, aku akan menghabisi mu setelah aku menguasai kediaman ini. '