
Setelah berbicara, Sima rui mengajak ziyan ke ruang bacanya. Ia memberikan beberapa lembar kertas yang berisi laporan perihal masalah Arthur saat ini. Bagaimana Sima rui memiliki laporan tersebut? Tentu saja itu semua berkat bawahan Sima rui yang selalu mengawasi Arthur. Sejak awal Sima rui memang menempatkan beberapa bawahannya untuk mengawasinya. Semenjak obrolannya dengan snowy, mode siaga Sima rui membuatnya bergerak cepat. Ia harus mengenal betul musuh sebelum melawannya. Dan berkat itu, ia memiliki laporan yang ada di tangannya saat ini.
" Bagaimana kau memiliki laporan ini? Aku yakin bahkan heilong harus bekerja keras untuk mendapatkan ini semua. " Puji ziyan dengan ekspresi takjub.
' Jika ia membuka usaha penjualan informasi, aku yakin cepat atau lambat heilong akan tersingkirkan. Hufh... Beruntung ia tak melalukan itu atau aku akan kehilangan salah satu sumber mata pencaharian ku. " Batin ziyan.
Sima rui tersenyum, " tak penting bagaimana aku mendapatkannya, yang terpenting dengan laporan ini kau jadi tahu bukan siapa yang menyebar rumor palsu hingga membuat Arthur menjadi tersangka. "
Ziyan mengangguk sembari membaca tiap kata di lembar laporan itu. " Aku benar-benar tak tahu bahwa ada lelang ilegal seperti ini. "
" Besok, aku akan menemui Arthur. Ia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa ia bisa terlibat dengan lelang ilegal ini. "
" Tapi sebelum kau pergi. Kau harus membayar suami mu dulu istriku. Kau tahu bukan tidak mudah untuk mendapatkan semua informasi ini. " Sima rui menyeringai.
Ziyan lupa bahwa suaminya selain pencemburu berat, ia juga kalkulatif. Ia tak akan melewatkan sedikit saja kesempatan untuk memerasnya.
" Bisakah kita lakukan besok? Aku lelah. " Ziyan memasang wajah memelas.
" Istriku kau tak perlu khawatir. Kau hanya perlu diam dan menikmatinya, biarkan aku yang bergerak. " Ucap Sima rui dengan tak tahu malu.
Ziyan tercengang hingga mulutnya menganga lebar. Ia bingung antara harus bangga atau menangis dengan sikap tak tahu malu suaminya itu.
Dan tanpa menunggu ziyan untuk kembali mengeluarkan kalimat protesnya. Sima rui sudah lebih dulu mengangkat tubuh ziyan gaya pengantin dan berjalan menuju kamar mereka. Ziyan menyembunyikan wajahnya yang merah karena malu di dada Sima rui. Sepanjang lorong beberapa pelayan yang tak sengaja melihat keduanya menunduk malu. Sembari membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya membuat mereka salah tingkah sendiri.
**********
__ADS_1
Wang yi memacu kudanya dengan cepat. Melewati jalanan ibu kota yang padat. Segala umpatan dan kutukan terlontar kala wang yi yang hampir menabrak orang karena kudanya yang berlari begitu cepat. Kuda yang entah milik siapa ia tunggangi menuju satu kediaman yang sejak tadi ada di pikirannya.
Wang yi tiba di kediaman Sima rui. Lekas ia turun dari kuda dan mengetuk pintu dengan keras.
" Berhenti membuat kegaduhan. Siapa yang sedang kau cari. " Pekik pelayan yang membukakan pintu.
" Gaia, Apa gaia ada di dalam. " Tanya wang yi panik.
" Kau salah alamat. Tidak ada yang namanya gaia disini. Apa kau tak melihat ini kediaman pangeran rui. " Tunjuk pelayan itu ke atas di mana papan nama kediaman berada.
Wang yi menepuk jidatnya. Karena terlalu panik membuatnya lupa bahwa tak ada lagi gaia, yang ada kini ziyan.
" Maaf. Maksudku apakah wangfei ada di tempat. Ada hal yang harus aku sampaikan. " Buru-buru wang yi mengoreksi kalimatnya.
" Ada. Mohon tunggu sebentar. Saya harus bertanya terlebih dulu. "
" Pengawal xiaoqi di luar ada yang mencari wangfei. "
" Siapa? " Tanya xiaoqi.
" Itu.... " Pelayan menggaruk kepalanya karena lupa menanyakan identitas orang tersebut.
" Aku akan melihatnya. " Putus xiaoqi.
Begitu xiaoqi membuka pintu gerbang, ia melihat wang yi yang berdiri sembari menggigit kuku ibu jari tangannya.
__ADS_1
" Kau? Ada perlu apa? " Tanya xiaoqi dengan pandangan datar.
Xiaoqi memperhatikan wang yi yang terlihat panik. Ia tahu bahwa telah terjadi sesuatu.
" Wangfei. Tolong ijinkan aku bertemu dengannya. Ada masalah besar. " Ucap wang yi memohon.
" Katakan saja padaku. Akan ku sampaikan pesan mu nanti pada wangfei. " Ia mengikuti instruksi Sima rui yang melarang orang tak berkepentingan masuk ke kediamannya. Jadi ia harus tahu tujuan wang yi datang.
" Baiklah. Tolong Arthur. Dia di tangkap oleh pasukan penyidik. "
Xiaoqi langsung membuka pintu dan menyuruhnya masuk.
" Masuklah. "
Ziyan yang mendapat pesan dari xiaoqi bahwa wang yi datang, segera pergi untuk menemuinya.
" Wang yi! " Panggil ziyan. " Kenapa kau kemari? aku baru saja akan ke sana untuk bertemu kalian. " Sambungnya.
Tanpa mengucap salam, wang yi langsung mengatakan tujuan kedatangannya. " Wangfei, petugas penyidik telah menangkap Arthur. "
" APA! " pekik ziyan terkejut.
" Bagaimana bisa ia bisa tertangkap? " Tanya ziyan dengan panik.
" Aku tidak tahu, semuanya terjadi begitu tiba-tiba. Mereka mendobrak masuk dan langsung membawa arthur. Beruntung aku berhasil kabur. Karena itulah aku bisa datang kesini untuk meminta bantuan mu. Tolong selamatkan Arthur, wangfei. "
__ADS_1
" Aku akan berusaha menolongnya. Sekarang kau tunggu disini. Ingat jangan pergi ke mana-mana. "
" Baik. " Wang yi patuh seperti anak kecil.