
' Gaia, bertahanlah! ' Snowy sangat cemas.
Ia terus berlari berharap agar segera menemukan gadis itu. Suara tembakan yang terdengar hingga tiga kali itu membuatnya begitu khawatir. sekarang Gaia pasti sedang berhadapan dengan para penjahat. ' Gaia tunggu aku! '
Sima rui masih berlari mengikuti Snowy, suara keras yang tadi terdengar pasti ada hubungannya dengan ziyan. ' Sial! ' jika sampai terjadi sesuatu dengannya... Sima rui mencoba membuang pikiran negatifnya. Bukan saatnya untuk menyesal. Ia harus secepatnya menolong ziyan.
Sebenarnya, setelah penyergapan desa pasar gelap waktu itu, sima rui memerintahkan para pengawal bayangannya untuk mencari keberadaan ketua Gui dan asistennya. Kaburnya mereka berdua tentu saja tidak membuat sima rui berhenti dan menganggap masalah itu selesai. Hingga ketika dia menemukan tempat persembunyian mereka pun, sima rui masih terus memantaunya, menunggu hingga mereka bergerak. Tidak disangka yang ditunggu akhirnya tiba. Dari pantauan tersebut, Sima rui mengetahuinya hubungan mereka dengan menteri pendapatan, Hong dawei. Meski sudah mengetahui keterlibatan Hong dawei, lantas tidak serta merta membuat Sima rui mudah untuk menyeretnya ke tiang gantungan. Diperlukan bukti untuk menjatuhkan Hong dawei.
Langkah snowy semakin lambat dan akhirnya berhenti. Semua orang ikut berhenti, tanda tanya terlihat jelas di wajah mereka. Namun akhirnya mereka mengerti bahwa ada orang datang dari tikungan depan. Sima rui dan yang lainnya bersiap mengeluarkan pedang mereka. Bersiap menyerang jikalau itu musuh.
Merasakan langkah kaki yang semakin dekat. Dan ketika mereka bersiap untuk menyerang. Semua orang terkesiap ketika melihat orang di depannya.
Tiga wanita berjalan sambil menyeret tubuh seorang pria yang terikat.
Hening.....
Sima rui tak menyangka akan bertemu gadis yang sejak tadi menjadi sumber kekhawatirannya dengan situasi seperti ini.
" Snowy. Kalian juga... " Ziyan senang melihat bantuan yang akhirnya datang. Baru saja ia akan mengucapkan kata-katanya, Sima rui sudah memeluknya. Terlihat sekali bagaimana khawatirnya dia. Selain senang, ziyan juga malu karena semua orang jadi memperhatikan mereka.
"Pangeran... mereka sedang melihat kita. "
Sadar bahwa mereka sedang menjadi objek tontonan. Sima rui melepaskan pelukannya.
" Nona. Maaf saya datang terlambat. " Xiaoqi merasa menyesal karena ia tidak segera datang.
"Tidak. Kau sudah melakukannya dengan benar. Terima kasih Xiaoqi. Kalian juga, terima kasih sudah datang. "
" Ayo kita keluar. Para prajurit sudah mengepung tempat ini. Dan semua penjahat sudah di lumpuhkan. " (Sima rui)
"Baiklah. " ( Ziyan)
"Junyi, bawa ini. " Sima rui menyerahkan tali yang sejak tadi di pegang oleh ziyan. Tali yang mengikat ketua Gui dan membuatnya seperti gelondongan batang kayu.
*******************
__ADS_1
Sima rui mengantar ziyan kembali. Gadis itu turun dari kereta kuda, namun ia terkejut saat melihat bahwa ia berada di istana Rixi bukan di kediaman Mo.
" Kenapa kita ke sini bukan ke kediaman mo? " (Ziyan)
" Kau tidak bisa kembali dengan penampilan seperti ini. " ( Sima rui)
Ziyan melihat pakaiannya. Meski tak ada kerusakan, namun tampak kotor. Benar juga ucapan Sima rui. Jika ia sekarang kembali dengan keadaannya yang seperti ini. Pasti akan kacau kediaman itu. Belum lagi ia tidak menjamin akan ada rumor buruk yang lain lagi.
Kepala pelayan menyambut kedatangan mereka. Sama rui segera memerintahkannya untuk membantu ziyan, yaoyao dan lusy membersihkan diri.
" Bibi, ikutlah dengan mereka untuk membersihkan diri. "
Lusy mengangguk. Ia masih tidak mengerti dengan situasi yang terjadi. Bagaimana bisa keponakannya berhubungan dengan pangeran kerajaan, dan juga kenapa ia di panggil ziyan.
Setelah yaoyao dan lusy pergi. Tersisa Sima rui dan ziyan.
" Bibi? kau menemukan wanita itu di tempat ketua Gui? " (Sima rui)
Ziyan mengangguk.
"Aku yakin. " Sorot mata ziyan penuh keyakinan.
" Baiklah. Kau bersihkan diri dulu, Baru setelah itu kita akan berbicara lagi. "
Ziyan mengikuti arahan dayang dan segera mengikuti mereka.
Sima rui berjalan seorang diri menuju ruang bacanya. Saat ia tiba di sudut lorong.
" Aying. "
Pria yang bernama aying muncul di depan Sima rui. Aying adalah pemimpin penjaga bayangan milik Sima rui.
" Bagaimana situasinya? "
" Semuanya sudah di tangkap. Ketua Gui dan juga asistennya dikurung di tempat terpisah. Semua barang bukti juga berhasil di dapat. Lalu saat kami memeriksa sel. Kami menemukan Yuefeng dengan keadaan yang memprihatinkan. Dokter mengatakan ia mengalami pendarahan karena keguguran dan juga kekerasan seksual. "
__ADS_1
" Baiklah. Bereskan sisanya. Satu hal lagi. Cari tahu mengenai wanita yang tadi di bawa pulang yaner. Aku ingin semua detail mengenai wanita itu. "
Setelah menerima perintah. Aying menghilang dengan cepat.
Membersihkan diri dan berganti pakaian ternyata cukup memakan waktu. Tanpa terasa sudah hampir waktunya makan malam.
" Ada dimana pangeran? " Ziyan bertanya pada pelayan yang sedang menata rambutnya.
" Beliau ada di ruang baca nona. Pangeran berkata jika anda sudah selesai, dan ingin menemuinya. Anda bisa pergi ke sana. "
Tadinya ziyan ingin ke sana, namun segera diurungkannya keinginan tersebut. Setelah melakukan penyergapan tadi, pasti dia memiliki banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikannya. Mungkin lebih baik jika ia mulai berbicara pada bibinya.
" Bawa aku menemui bibi, wanita yang tadi bersama denganku. "
"Baik nona. "
Ziyan segera mengikuti pelayan dan menuju ke kamar lusy.
" Bibi. Bolehkan aku masuk. "
" Masuk lah. "
Ziyan masuk dan meminta semua pelayan untuk menunggu di luar. Melihat sudah tidak ada orang lain lagi. Ziyan mulai berjalan mendekat dan menarik lusy ke tempat tidur.
" Bibi duduklah. Aku tahu banyak hal yang ingin bibi tanyakan padaku. "
Memang banyak yang ingin lusy tanyakan. Tapi dia sendiri tidak tahu harus mulai bertanya dari mana.
" Aku akan menceritakannya secara singkat. Jadi bibi dengarkan baik-baik. "
Ziyan mulai bercerita. Dimulai dengan situasi peperangan di Britania, yang membuatnya harus terlempar di dunia ini. Hingga ia bisa bertunangan dengan Sima rui.
Mendengar cerita keponakannya, membuat lusy sedikit terkejut. Ia tak menyangka kakaknya tega melempar putrinya ke dunia ini. Jika bukan karena ia bertemu dengan keluarganya sekarang, mungkin hidupnya akan menderita. Tapi keluarga itu juga tidak sepenuhnya aman. Jika bukan karena kematian pemilik asli ziyan itu. Maka keponakannya Gaia juga tidak akan tinggal di sana menggunakan identitasnya dan menerima semua kemalangan tersebut.
" Karena itu bibi. Sekarang kau tinggallah denganku di kediaman mo. Aku akan bicara dengan ayah nanti. "
__ADS_1
Lusy nampak berpikir sejenak, namun ia akhirnya mengangguk setuju setelah memikirkan beberapa pertimbangan. Setidaknya ia bisa melihat dan menilai sendiri bagaimana keluarga itu terhadap keponakannya. Apalagi, mo yincheng mengetahui asal usul ziyan yang sebenarnya. Dan kemungkinan ia juga pasti bisa menebak asal usul lusy juga. Namun dari semua pertimbangan tersebut, yang terpenting adalah lusy tak perlu khawatir tentang makan ataupun tempat bernaung lagi.