
Ziyan mendekati salah satu sel. Anak-anak yang ada di dalamnya terlihat ketakutan dengan kedatangan ziyan. Melihat reaksi mereka. Ziyan memutuskan untuk mengajak mereka berbicara.
"Aku bukan mereka. Kenapa kalian ada disini? "
Tahu bahwa ziyan bukan salah satu dari orang-orang yang membawa mereka. Sedikit kelegaan terlihat diwajah mereka.
Seorang anak laki-laki menghampiri ziyan. Dilihat dari keberanian dan ketenangannya, sifatnya tampak lebih dewasa dari yang lain.
"Kau bukan kawanan mereka? "
Ziyan mengangguk.
Anak itu tampak diam sejenak sebelum mulutnya mulai terbuka untuk menceritakannya.
"Mereka menculik kami dan mengurung kami disini. Mereka... mereka.. " Anak itu tampak sedih namun dilain sisi juga penuh dengan amarah.
Ziyan mencoba untuk menenangkannya. Ia menepuk pelan bahu anak itu dari luar sel. Lalu berkata dengan lembut.
"Katakan pelan-pelan. Aku berjanji, akan melepaskan kalian. "
Anak itu tampak tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Tapi ia juga ingin sekali hal itu terjadi. Mungkin ini satu-satunya harapannya agar bisa pergi dari sini.
"Apakah kakak akan menolong kami? "
"Aku janji. Jadi tolong katakan. Apa yang terjadi. "
Anak itu mulai menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Mereka hanya menculik anak-anak yang tak memiliki orang tua. Untuk tujuannya apa, mereka tidak tahu. Hanya saja mereka selalu mengatakan, bila mereka ingin bekerja dan mendapatkan hidup yang baik. Para anak-anak harus mengikuti mereka. Mereka akan melatih dan menjadikan kami seorang prajurit handal. Anak-anak yang setuju sudah ikut dengan mereka dan tak pernah kembali lagi.
Ziyan mulai mengerti tujuan dari penculikan mereka. Mereka akan menjadikan anak-anak ini sebagai tentara di kamp militer yang xun ai katakan. Sepertinya memang pasar gelap ada hubungannya dengan kamp militer rahasia itu.
__ADS_1
Ternyata cerita anak itu belum selesai. Dua bulan ini tindakan orang-orang itu berubah. Mereka dengan paksa membawa anak-anak satu demi satu. Tidak seperti sebelumnya yang membawa kami sesuai kemauan sendiri. Dan terkadang setelah seorang anak di bawa. Ia akan mendengar sebuah teriakan atau rintihan kesakitan. Jika pun ada anak yang kembali lagi. Itu juga tak lama sampai anak tersebut secara tiba-tiba meninggal.
Anak laki-laki itu mulai gemetar ketakutan. Seakan ia kembali mengingat kenangan buruk. Ziyan tak ingin memaksanya untuk terus menceritakannya. Ia sudah tahu gambaran besar apa yang sedang terjadi. Jika kesimpulannya benar. Dua bulan terlahir adalah saat mereka mengetahui tentang kesembuhannya. Apa lagi kemarin ketika ia mendengar ketua Gui mengatakan ingin menangkapnya sebagai bahan percobaan. Kemungkinan anak-anak yang dibawa paksa itu sudah dijadikan sebagai bahan percobaan mereka.
Menjadikan anak-anak sebagai bahan percobaan benar-benar kejam. Ziyan merasa mereka bukan lagi manusia, melainkan binatang buas yang harus segera ia musnakan. Ziyan bertekad bagaimanapun caranya. Dirinya harus membebaskan anak-anak ini. Karena jumlah anak-anak yang cukup banyak hampir 15 orang. Mereka tak bisa membawa semua sekaligus. Tapi jika membawanya sedikit demi sedikit. Selain memakan banyak waktu, pasti anak-anak yang di bawa terakhir juga akan merasa was-was karena kemungkinan pelarian mereka akan diketahui setelah banyak anak-anak yang menghilang.
Setelah mempertimbangkan segala resikonya. Ziyan memutuskan untuk membawa anak-anak sekaligus. Mereka akan melewati jalan yang tadi ia lewati.
Karena keterbatasan waktu. Ziyan mulai bergerak. Ia meminta xiaoqi untuk mengawasi situasi sementara ia membuka gemboknya. Ziyan melepaskan dua penjepit rambut miliknya dan segera menggunakannya untuk membuka gembok sel tersebut. Ada tiga sel, berarti ada tiga gembok yang harus ia buka. Ziyan harus bergerak cepat. Ia juga meminta para anak-anak untuk tetap tenang. Jangan sampai kebahagiaan sementara mereka menghancurkan kebahagiaan sebenarnya.
Sudah dua gembok yang terbuka. Saat ziyan akan membuka gembok yang ketiga. Snowy memberikan kode padanya bahwa ada yang datang.
"Xiaoqi, ada yang datang. Bersiaplah. " Ziyan memperingatkan xiaoqi dengan suara sangat rendah.
Xiaoqi mengangguk, lalu ia mengeluarkan pedangnya bersiap untuk menyerang. Xiaoqi memunggungi dinding menunggu orang itu datang mendekat. langkah kakinya semakin jelas. Setelah orang itu berbelok, xiaoqi segera membungkam mulutnya lalu menggorok lehernya. Sebelum penjaga itu bersuara, pedang xiaoqi sudah lebih dulu bergerak. Pelan-pelan xiaoqi meletakan mayat itu. Lalu kembali berdiri penuh siaga. Anak-anak semuanya membeku melihat gerakan xiaoqi yang sangat dekat itu.
Mereka berjalan melewati lorong yang tadi di laluinya. Anak-anak begitu tertib mengikuti arahan ziyan, dengan tenang berjalan mengikuti xiaoqi. Tiba-tiba Snowy merasakan banyak langkah berjalan mendekat.
" Mereka datang. "
Mendengar peringatan pelan Snowy. Ziyan segera memerintahkan anak-anak untuk berjalan lebih cepat. Xiaoqi meminta ziyan untuk berada di depan, agar dirinya bisa menghalau orang-orang yang mengejar mereka. Namun ziyan tidak setuju. Ia ingin xiaoqi menjaga anak-anak keluar dengan selamat.
"Percayalah. Aku bisa mengatasinya. Kau jaga mereka dan bawa mereka keluar dengan selamat."
Xiaoqi tidak meragukan kemampuan nonanya itu. Hanya saja, memikirkannya melawan sendiri para sekelompok pria membuatnya khawatir.
Xiaoqi yang masih bergulat dengan pikirannya. Tiba-tiba tersentak mendengar perintah ziyan.
"Cepat pergi ! "
__ADS_1
Xiaoqi yang kembali tersadar. Segera menuruti perintah ziyan dan membimbing anak-anak untuk keluar.
Melihat anak-anak yang sudah tenggelam dalam kegelapan lorong. Ziyan berbalik, bersiap menghadang orang-orang itu. Karena ia sendirian, ini memudahkannya untuk bergerak.
"Snowy. Sepertinya malam ini aku harus bekerja keras. "
" Berhati-hatilah."
Snowy dan ziyan mulai bersiap. Langkah kaki terdengar semakin jelas.
"Perkiraan ada enam orang. " (Snowy)
Mendengar jumlah orang yang datang. Ziyan terlihat lebih rileks. Ia berpikir akan ada lebih dari sepuluh. Jika hanya enam. Itu tak akan begitu melelahkan.
Ke enam pria itu terus menyusuri lorong mencari anak-anak yang menghilang tersebut. Kepanikan terlihat jelas diwajah mereka. Jika sampai diketahui oleh ketua Gui. Mereka yang akan menjadi pengganti anak-anak itu menjadi bahan uji racun-racunnya.
Ketika mereka berbelok, yang mereka lihat hanya seorang yang berpakaian hitam dengan seekor kucing putih. Tanpa memperdulikan identitasnya mereka langsung menyerbu ziyan.
Ziyan dengan mudah menumbangkan satu, dua, tiga, hingga lima orang. Saat orang ke enam sudah berlari untuk meminta bantuan. Ziyan dengan cepat mengambil pistolnya dan segera menembaknya. Pistol yang sudah di pasang silencer itu menembakan pelurunya dan dengan cepat menembus dada pria itu. Seketika tubuhnya jatuh ke lantai.
"Kau memasang silencer? "
"Hm.. Jika tidak. Bukankah akan menarik perhatian. Karena itu aku memasangnya sejak awal agar merendam suara tembakannya. "
Setelah mengalahkan mereka. Ziyan bergegas berlari untuk menyusul xiaoqi. Ketika langkahnya bersiap menaiki anak tangga pertama. Ziyan mendengar suara pedang beradu. Ia yakin saat ini xiaoqi sedang menghadapi mereka. Khawatir xiaoqi tak sanggup bertahan. Ia segera menaiki anak tangga. Ternyata benar dugaan ziyan, xiaoqi sudah terkepung. Anak-anak yang ketakutan berkumpul di sudut. Tapi tunggu. Kenapa ada tiga pria yang berpakaian hitam. Siapa dua orang yang lain.
Ziyan masih mengintip dari ruang bawah tanah. Ia mengamati dua orang lain yang yang bertarung bersama xiaoqi. Ziyan melihat pedang yang digunakan oleh salah satu orang itu. Gantungan dengan simpul unik. Itu adalah pedang milik Sima rui. Jadi kedua orang itu sima rui dan junyi.
Kali ini ziyan semakin panik. Tunangannya ada disini. Jika ia melihat snowy maka semuanya akan terbongkar.
__ADS_1