Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Chpater 110


__ADS_3

Perdebatan antara sima dan dengan hong dawei tampaknya akan berlangsung panjang.


" Karena menteri hong begitu ingin barang bukti. Maka aku tidak akan sungkan lagi. "


Sima dan mengambil sebuah buku yang ada di balik bajunya kemudian memberikannya pada kaisar.


"Yang mulia, silakan anda lihat. " (Sima dan)


Kasim liu menerima dan membuka buku yang berisi bermacam-macam transaksi tersebut. Itu merupakan buku transaksi keuangan. Setelah mengecek isinya, ia memberikannya pada kaisar.


Hong dawei sepertinya masih tidak mengerti dengan situasi yang terjadi. Ia yakin bahwa dirinya sudah menghilangkan semua barang bukti. Orang-orangnya yang ada di samping ketua gui sudah memastikannya. Jadi buku yang dibawa sima dan. Apakah bisa membuktikan keterlibatannya?


Perubahan ekspresi kaisar membuat semua pejabat di aula terdiam. Mereka tahu bahwa saat ini kaisar tidak senang karena isi buku tersebut.


" Menteri hong! " Suara dingin dan berat kaisar membuat hong dawei sedikit tertegun.


Bahkan para menteri juga diam, dan penasaran sebenarnya buku apa yang sebenarnya kaisar baca itu. Hingga membuat sang kaisar marah.


" Ya Yang mulia. " (Hong dawei)


" Beraninya kau melakukan semua ini! Apakah sikap toleran ku membuatmu bertindak sesuka hati hah? ! " Sima shao membanting buku itu ke lantai dan membuat para menteri berlutut.


" Yang mulia tolong jangan marah. " Semua menteri mengucapkan hal yang sama.


Kaisar bukan tipe orang yang mudah meninggikan suaranya. Dan kali ini bisa di pastikan bahwa ia sedang marah besar. Tatapan tajam, suara penuh penekanan, serta ekspresi gelap wajahnya, membuat semua orang hanya bisa diam dan menatap lantai.

__ADS_1


" Yang mulia maaf atas kebodohan menteri mu ini. Tapi saya tidak tahu apa yang Yang mulia maksud. " (Hong dawei)


Sima shao melirik kasim liu.


Mengerti maksud tuannya, kasim liu memungut kembali buku tersebut lalu memberikannya pada Hong dawei. Alangkah terkejutnya hong dawei ketika membaca isinya. Semua transaksinya dengan pasar gelap tercatat secara detail. Bagaimana bisa? dia yakin ia sudah menghancurkan semua bukti.


Hong dawei mulai merasakan keringat dingin di punggungnya. Ia membuka satu persatu lembar buku tersebut. Wajahnya yang tadi tampak tenang berubah panik penuh tanda tanya.


" Aku juga sudah mengecek tulisan dan tanda tangan pada pembukuan tersebut. Dan bisa di pastikan bahwa itu adalah milikmu. " (Sima dan)


" Tidak.. tidak... ini fitnah. Yang mulia pasti ada yang ingin menjebak ku. Ini fitnah Yang mulia. "


" Fitnah? Bagaimana dengan surat-surat itu. Kami juga menemukan beberapa surat di markas ketua gui. Dan ada stempel milikmu disurat itu? Apakah menurutmu stempel itu juga palsu? "


Pikiran Hong dawei berubah kosong. Ia tak bisa mendengar apapun yang di ucapkan Sima dan. Keyakinan yang tadi ia miliki, sedikit demi sedikit runtuh. Ia masih tidak mengerti bagaimana bisa ada bukti-bukti ini?


" Karena menteri hong diketahui terlibat dengan beberapa kejahatan. Bawa dia ke bawah untuk selanjutnya di lakukan interogasi. "


Setelah kaisar memberikan perintahnya, tanpa menunggu lama Sima dan segera menangkap Hong dawei dan menyeretnya keluar. Tentu saja bukan Hong dawei jika ia bisa di bawa dengan tenang. Dia masih memberontak dan dengan suara keras memohon pada Kaisar untuk di lakukan penyelidikan ulang. Meski begitu Kaisar hanya diam dan tidak memberikan tanggapan apapun pada Hong dawei dan segera lari meninggalkan kursinya.


Penyelidikan dengan cepat berlanjut. Berita penangkapan Hong dawei dan Kedatangan petugas penyidik yang tiba-tiba menjadi sebuah tamparan keras bagi kediaman Hong. Biro penyidik mulai memeriksa kediaman Hong. Dan tak butuh waktu lama, beberapa bukti berhasil di temukan. Bukti yang mengungkap semua kejahatan Hong dawei.


Berdasarkan bukti tersebut, akhirnya Hong dawei diputuskan bersalah. Kaisar memberikan hukuman mati untuk Hong dawei dan ketua Gui. Hukum mati itu berdasarkan pertimbangan atas kasus penculikan dan menjadikan anak sebagai bahan uji coba. Meski hal itu di lakukan oleh ketua gui, tapi Hong dawei ikut andil dalam kejahatan tersebut. Jadi sudah sewajarnya ia memberikan hukuman yang sama.


Sebelum malam eksekusi, Sima rui mendatangi sel tahanan Hong dawei.

__ADS_1


" Apa yang membuat pangeran yang terhormat datang ke tempat kotor seperti ini. " Hong dawei tersenyum penuh sinis.


Sima rui memandang Hong dawei dengan tatapan menghina. " Kau sudah jatuh seperti ini tapi masih saja melindungi tuan mu. Apakah kau masih berharap 'dia' akan menolong mu. "


Hong dawei terbahak mendengar ucapan Sima rui. " Percuma saja kau mencoba memprovokasi ku pangeran. Karena meskipun aku mati. Masih ada orang lain yang akan melanjutkan tugasku. Dan juga, tuanku bukanlah seseorang yang bisa kau lawan. Jadi percuma saja kau melakukan semua ini. "


Sima rui tersenyum, seringai liciknya membuat Hong dawei merasakan suatu kengerian. " Aku tidak butuh pengakuan mu untuk mengetahui siapa tuan mu. Kedatangan ku kemari hanya untuk memastikan, jika benar kau bekerja untuk orang lain. Aku bisa memastikan siapa orang di belakang mu setelah kau mati. Jadi nikmati detik-detik kematian mu tuan Hong. "


Sima rui segera meninggalkan penjara tersebut. Dan saat ia baru melangkah keluar. Ia melihat sekelebat bayangan hitam, ia melirik junyi dan memberikan kode agar mengejarnya.


Sima rui memerintahkan penjaga bayangannya untuk memantau sel tahanan. Ia yakin bayangan tadi hanya sebagai umpan.


" Kalian berjaga disini. Siapapun yang masuk dan keluar, laporkan padaku. " Begitu mendengar perintah Sima rui keempat penjaga bayangan tersebut langsung menghilang.


********


Lucy yang sudah tinggal di kediaman Mo merasa sangat bosan karena kesehariannya hanya makan dan tidur.


" kau tahu snowy. Jika aku tinggal lebih lama lagi disini. Bisa ku pastikan badanku akan berubah menjadi bola bulu seperti mu. " ucap lucy.


Snowy berdecak, " Jangan samakan denganku. Aku bukan gemuk, tapi bulu ku yang lebat. lagi pula kenapa kau tidak meminta Gaia menyiapkan rumah untuk mu saja, agar kau bisa memiliki lab mu lagi. Setidaknya kecerdasan mu bisa berguna disini. "


Seakan tercerahkan oleh ucapan snowy, lucy berdiri dan segera keluar dari kamar. Ia akan meminta apa yang snowy sarankan.


Ziyan mempersilakan masuk saat mendengar ketukan di pintu. Ia mengangkat kepalanya dan melihat lucy berdiri dengan senyum lebar dan tatapan berbinar seperti anak kecil yang menginginkan permen.

__ADS_1


" Apa ada yang ingin bibi bicarakan? " Tanya ziyan terus terang karena tidak tahan dengan ekspresi bibinya itu.


Lucy berjalan mendekati meja, " Keponakan ku, apa kau bisa berikan aku rumah. "


__ADS_2