Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 300 side story ( A Guang story)


__ADS_3

" Jadi kau merawatnya setelah itu? " Tanyanya pada sang adik yang masih dengan ekspresi sulit percaya.


A Feng mengerutkan kening. " Tentu saja bukan. Aku meminta seorang tabib untuk memeriksanya. Dan beberapa kali dalam sehari untuk datang merawatnya. Lagi pula aku juga tidak mau melakukan kesalahan lagi? " Lirih A Feng saat mengatakan kalimat terakhir. Dan beruntung A Guang tak mendengar kata-kata itu.


Kemudian ia melanjutkan, " Apa kakak ingin bertemu dengannya? siapa tahu, wanita yang aku tolong adalah calon kakak ipar. " Seloroh A Feng.


Dan A Guang pun membalasnya dengan bercanda pula. " Hahaha kau benar. Ayo kita temui. Jika benar-benar itu calon istri ku. Aku akan memberikan apapun yang kau mau. "


A Guang membuat janji yang mungkin akan ia sesali suatu saat nanti. Tanpa ia sadar, dirinya telah memberikan gunting pada A Feng yang kelak bisa saja melubangi kantongnya.


" Aku akan mengingatnya. " A Feng tentu langsung mencatat janji kakaknya baik-baik di dalam kepala. Meski ia tidak yakin apakah ia benar-benar membutuhkannya.


Lalu ia menambahkan. "Kalau begitu mari kita lihat, apakah wanita itu benar-benar kakak ipar. "


Ling he bersama dua bersaudara itu akhirnya menuju penginapan dimana Xu xiang di rawat.


A Guang sendiri tidak terlalu berharap bahwa akan ada suatu kebetulan yang benar-benar terjadi. Jadi selama perjalanan ke sana, A Guang di serang oleh perasaan campur aduk. Ia ragu, namun hati kecilnya memaksanya untuk tetap pergi.


" Kak apa yang kau pikirkan? " Di atas kuda, Sejak tadi A Feng memperhatikan wajah kakaknya yang terlihat ragu.


Tersenyum tipis, A Guang berkata. " Aku hanya merasa begitu putus asa hingga berharap suatu kebetulan yang belum tentu benar. Bukankah aku terlihat sungguh menyedihkan. "

__ADS_1


A Feng diam, bukan karena tak ingin menjawab tapi karena tak bisa berkata-kata.


Seumur hidup dirinya tinggal bersama sang kakak, saat ini untuk pertama kalinya ia memang melihat kakaknya yang terlihat putus asa.


Setelah menunggang kuda cukup lama, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Ketiga bergegas menuju lantai dua dimana kamar Xu xiang berada.


Ling He mengetuk pintu dan seorang wanita yang bertugas merawat Xu xiang selama mereka pergi membukanya.


" Silakan masuk tuan. Nona sudah sadar. Tapi tubuhnya masih lemah. " Ucapnya sembari berjalan masuk ke dalam.


Tubuh A Guang seketika membeku. Tubuh yang sebelumnya tanpa jiwa mendadak penuh energi karena berhasil menemukan separo jiwanya yang hilang.


" Xu xiang. " lirih nya memanggil.


Bahkan Xu xiang yang sedang bersandar karena merasa masih lemah, sangat terkejut saat seseorang tiba-tiba menariknya dan langsung memeluknya. Ia hendak mendorongnya, namun urung saat mendengar panggilan yang begitu menyayat hati.


Suara yang begitu di rindukannya. Bahkan saat itu, ketika dirinya hampir di ambang kematian, suara itu tiba-tiba muncul di kepalanya hingga akhirnya menghilang saat ia tak sadarkan diri.


Mata Xu xiang memerah. Tangannya perlahan terulur menyambut pelukan A Guang. Ia menangis menumpahkan segala ketakutan yang sebelumnya ia rasakan. Bukan takut akan kematiannya, melainkan takut jika pada akhirnya ia tidak akan bisa bertemu dengannya lagi. Takut jika ia meninggalkan pria ini secara tiba-tiba tanpa adanya salam perpisahan.


A Guang, pria itu bahkan tanpa sadar ikut menangis karena kelegaan yang baru saja dirasakannya. Setelah hampir lima hari hidupnya hanya ada kegelapan. Mencari wanita yang saat ini berada di pelukannya seperti orang gila.

__ADS_1


Hanya menghirup aroma wanita ini, semua lelah yang A Guang rasakan mendadak menguap.


Sumpah demi apapun, ternyata sebesar ini rasa cintanya dengan wanita ini. Dan ia baru menyadarinya ketika untuk kedua kali dirinya hampir saja kehilangannya.


" Jangan pernah pergi lagi. Jangan pernah pergi lagi. Aku benar-benar akan mengikat kaki mu jika sekali lagi kau pergi lagi. " Ucap A Guang dengan suara parau namun penuh penekanan.


Ungkapan penuh posesif namun sarat akan ketakutan yang sangat besar akan kehilangan.


Xu xiang mengangguk ditengah isak tangisnya. Sulit untuk berkata-kata.


Ketiga pasang mata lain yang ada di sana hanya bisa mematung sembari menonton seolah keberadaan mereka adalah sebuah udara.


Bahkan A Feng masih berwajah datar meski ia pun terkejut karena benar-benar tak menyangka bahwa wanita yang tidak sengaja ditolongnya adalah calon kakak iparnya.


Lalu sekelebat ingatan muncul dan ia melirik Ling He.


" Meski kita tak tahu bahwa ia adalah calon kakak ipar. Tapi fakta bahwa kau pernah menggendongnya tetap tidak bisa dihilangkan. Aku takut jika kakak tahu kau pernah menyentuh wanitanya, maka kedua tangan mu harus siap-siap mengucapkan selamat tinggal dengan badan mu. " Bisik A Feng.


Tubuh Ling he yang tiba-tiba mendapat bisikan berisi ancaman mendadak lemas. Punggungnya dingin karena keringat yang terus keluar seolah cairan tubuhnya mendesak ingin melarikan diri.


Pengawal A Feng tersebut hanya bisa menatap nanar tuannya dan diam-diam mengutuk dalam hati. ' Bukankah kau yang menyuruh ku, lalu kenapa seolah-olah aku yang dengan sengaja menyentuh nona ini. Tuan... Tolong kurangi sedikit saja kelicikan mu. '

__ADS_1


__ADS_2