Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 161 Malam pengantin 2


__ADS_3

Ziyan menarik napas panjang saat suaminya terus menekan masuk ke dalam inti tubuhnya. Sima rui langsung menyambar bibir ziyan berharap dapat mengalihkan rasa sakit yang dirasakan sang istri. Sementara dirinya terus menerobos masuk mencoba membobol pertahanan sang istri.


" Aahhh! " Ziyan memekik merasakan sakit saat Sima rui berhasil memasuki lembah bawahnya. Berbeda dengan ziyan yang kesakitan, Sima rui justru begitu bahagia karena akhirnya berhasil menjadikan ziyan miliknya. Bahkan cakaran ziyan pada punggung Sima rui sama sekali tak mengganggu dirinya.


" Apa kau baik-baik saja? " tanya Sima rui khawatir saat melihat wajah sang istri yang masih tampak kesakitan.


Ziyan menyentuh wajah tegang Sima rui. Perlahan mendekatkan wajahnya lalu mengecup lembut bibirnya.


Sima rui menutup matanya dan membalas ciuman lembut ziyan.


" Aku mencintaimu, sangat mencintaimu istriku, Gaia. " Ungkap Sima rui. Ia sengaja menyebut nama aslinya, gaia. Agar sang istri tahu bahwa wanita yang dicintainya adalah dirinya, bukan wanita lain.


Tak ada kata yang bisa mengungkapkan bagaimana perasaannya saat ini. Sebesar apa rasa cinta pria itu pada sang istri. Apa yang ia ungkapkan, bahkan masih kurang untuk mengungkapkan betapa besarnya rasa cinta Sima rui. Ia sendiri juga tak tahu, kenapa dirinya bisa begitu mencintai ziyan?


" Aku juga mencintaimu suamiku. "


Setelah saling mengungkapkan perasaan masing-masing. Malam dingin pun berubah panas. Hingga, pergumulan panas mereka pun akhirnya berakhir saat menjelang fajar. Kedua insan yang kelelahan itu tidur dengan saling berpelukan. Bahkan Sima rui memeluk posesif istrinya seakan tak membiarkannya bangun.

__ADS_1


***********


Tiga hari kemudian,


" Ayo kita pergi. " Sima rui mengulurkan tangannya dan di sambut oleh ziyan.


Sudah tiga hari keduanya sama sekali tidak keluar dari kamar. Sima rui benar-benar tak membiarkannya bangun dari ranjang. Mereka hanya akan turun untuk makan dan mandi. Selebihnya waktu mereka dihabiskan di atas ranjang.


" Apakah masih sakit? " Tanya Sima rui saat keduanya berada didalam kereta kuda.


Ziyan memejamkan mata menekan rasa malunya. Bagaimana tidak malu, jika yang ditanyakan suaminya itu kondisi daerah sensitifnya.


" Tidak. Berkat kerja keras suamiku selama tiga hari sehingga membuatnya jadi terbiasa. " Jawab ziyan asal.


Sima rui yang mendengar jawaban sang istri terbahak. Ia tak menyangka sang istri akan kembali membahas bagaimana pergumulan mereka selama tiga hari kemarin.


Sementara ziyan yang mendengar tawa Sima rui hanya bisa menggeleng. Mengingat besarnya stamina sang suami yang selama tiga hari kemarin sama sekali tak melepaskannya.

__ADS_1


Kereta kuda mereka akhirnya tiba di istana. Hari ini, hari pertama kunjungan mereka sebagai suami istri. Mereka harus memberikan penghormatan pada kaisar dan juga permaisuri.


" Ayah ibu silakan di minum tehnya. " Sima rui memberikan cangkir teh pada kaisar dan juga permaisuri. Begitu pun dengan ziyan. Ia juga melakukan hal yang sama.


Setelah acara penyajian teh. Berlanjut dengan pemberian hadiah.


" Ini adalah hadiah untuk Putri pertama. " Ucap permaisuri.


" Terima kasih Yang mulia. " Jawab ziyan antusias. Matanya berbinar kala melihat peralatan penghias rambut yang berlapis emas.


Setelah selesai dan akan kembali ke kediaman mereka. Keduanya bertemu dengan Dan er dan juga shuwang. Ziyan belum mendengar kabar terbaru perihal hubungan mereka. Karena malam itu ia berada di kamar.


" Kalian ke mari juga? Apa kabar? " Ucap ziyan pada keduanya.


" kabar kami baik. Kau bagaimana? oh iya selamat atas pernikahan kalian. Semoga secepatnya aku bisa menggendong keponakan kecil yang lucu. " Jawab shuwang.


Ziyan tampaknya masih belum mengerti situasi. Ia bahkan tidak sadar saat shuwang mengatakan keponakan kecil.

__ADS_1


__ADS_2