Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 212


__ADS_3

" Sebenarnya tujuan saya datang ke negara ini ingin mengajukan kerja sama perdagangan. Yang mulia pasti tahu perihal bos zi. Serikat dagang miliknya memiliki transportasi jalur sungai yang sangat membantu pengiriman barang. Melalui jalur sungai, pengiriman menjadi lebih cepat. Selain itu beban biaya yang di keluarkan juga lebih kecil daripada melalui jalur darat. Karena itu, saya datang langsung ke negara ini untuk mengajukan kerja sama dengannya. "


Wang yi menarik napas lalu membuangnya. Kembali melanjutkan kalimatnya. " Sebenarnya saya datang ke negara ini bersama dengan pengawal pribadi saya. Hanya saja ditengah perjalanan terjadi sebuah kesalahpahaman yang membuatnya harus di tahan oleh biro penyidik. Karena itu, saya secara pribadi memohon pada Yang mulia untuk membantu saya membebaskannya. Kami datang ke sini murni untuk bekerja sama. Dengan kerja sama ini, saya yakin perdagangan antara shu dan Jin akan semakin ramai. Tidak hanya bidang perdagangan tapi juga hubungan diplomatik kedua kerajaan juga akan berkembang pesat. " Papar wang yi.


Sima shao menyimak penjelasan wang yi. Setelah itu ia bertanya untuk memastikan. " Apakah pengawal mu seorang pria asing dengan mata biru dan berambut emas? "


" Itu benar Yang mulia. "


Kini suasana aula yang tadinya tenang. Mendadak kembali ricuh. Pejabat kedua fraksi sibuk saling berdebat.


" Apakah benar-benar anda adalah putra mahkota kerajaan shu? Bukan pria suruhan pangeran rui agar kami membebaskan pria asing itu? " pejabat lain dari fraksi bangsawan kembali menyerang Sima rui.


Wang yi melihat bangsawan tersebut. Kemudian berbicara dengan nada sinis kepadanya. " Aku tidak tahu di kerajaan ini seorang pangeran begitu tidak di hormati. Bahkan seorang pejabat biasa bisa berbicara tidak sopan menuduh pangeran. Kau tahu jika itu pejabat shu, sudah di pastikan lidah mu hilang dari mulutmu itu. "


Mendengar ucapan pedas wang yi membuat pejabat tadi tidak lagi berbicara sekedar untuk menyanggah. Ia memasukkan bibirnya ke dalam menutup mulutnya rapat-rapat.


Sima shao kali ini menatap pejabat yang menghina putranya tadi. Tidak ada yang tahu, meski Sima shao hanya diam seolah tidak peduli. Ia sudah menandai pejabat itu dan segera ia akan melakukan pembalasan secara diam-diam.


" Jika kalian masih ragu. Silakan kalian hubungi kerajaan shu untuk membuktikan apa aku seorang penipu atau tidak. " Wang yi menyapu pandangannya pada semua pejabat di aula. Dan saat itu matanya menangkap sosok pejabat Ma.


Tubuh wang yi tersentak. Bayangan saat dirinya di lecehkan oleh tuan Ma berputar di kepalanya. Perasaan jijik tiba-tiba merayap di seluruh tubuh. Ia tak menyangka bahwa pria sakit mental itu adalah salah satu pejabat di Kekaisaran Jin.


" Yang mulia, bolehkah saya melaporkan sesuatu. " Tanya wang yi sesaat setelah melepas tatapannya yang mengunci pejabat Ma.


" Katakan. "


" Terima kasih Yang mulia. Sebenarnya selama perjalanan saya di kerajaan Jin. Pernah satu kali saya mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan. Saya dan Pengawal pribadi saya mengalami kejadian dimana kami menjadi salah satu korban penculikan. "


" APA! Ceritakan lebih detail "


Wang yi mengangguk lalu kembali menceritakan pengalaman yang di alaminya. " Saat itu kami sedang menumpang pada sebuah rumah di pinggir hutan. Namun siapa yang akan menduga bahwa kami akan di bius dan di sekap kemudian. Dan lebih parahnya lagi. Kami di jual oleh salah satu pejabat di Kekaisaran ini Yang mulia. Meski kami berdua berhasil melarikan diri saat itu juga. Tapi tidak dengan para korban yang lain. "


Wajah Sima shao semakin jelek. Sudah di pastikan bahwa pejabatnya ikut andil dalam kejahatan itu. Setelah melakukan pembersihan dari antek-antek ibu suri, ternyata usahanya tidaklah cukup. Masih saja ada pejabatnya yang berkhianat pada kerajaan.


" Katakan siapa pejabat itu! " Seru Sima shao penuh penekanan. Telapak tangannya mengepal sangat kuat.


Wang yi berbalik dan menoleh pada pejabat Ma. Semua mata mengikuti arah pandang wang yi. Rasa panik pejabat Ma tidak lagi bisa di sembunyikan. Di bawah puluhan pasang mata yang menatapnya ia merasa seolah sedang ditelanj*ngi. Bagai berada di mulut harimau yang siap menerkamnya. Begitulah yang di rasakan oleh pejabat Ma.


" Sudah lama tidak melihat mu tuan Ma. Sungguh pertemuan yang tidak terduga. " Seringai licik wang yi menatap wajah pias tuan Ma.


" A-apa maksud anda Pangeran. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya. " Elak tuan Ma. Meski nasibnya seperti berdiri di lapisan es tipis. Ia tak akan menyerah begitu saja. Berpikir bahwa wang yi tak memiliki bukti yang bisa memberatkannya.


" Sepertinya ingatan tuan Ma begitu buruk. Apakah perlu aku membantu mu mengingatnya. "


" Maaf tapi sepertinya anda salah mengingat pangeran. Bukankah begitu banyak orang yang mirip di dunia ini. Saya takut anda salah mengira dan menganggap ku sebagai pelaku yang berbuat jahat pada anda. "


" Itu benar pangeran. Meski anda adalah putra mahkota kerajaan shu tapi tidak serta merta membuat anda bebas menuduh pejabat kerajaan Jin. " Bela salah satu rekan tuan Ma.

__ADS_1


" Itu benar. Bahkan jika anda mengalami tindak kejahatan tersebut, tidak seharusnya anda mengatakannya di forum resmi seperti ini. Anda seharusnya melaporkannya ke biro penyidik. "


" Sikap anda ini sudah termasuk fitnah. Saya harap saya bisa mendapat keadilan disini. " Tuan Ma bertindak sebagai korban.


Menerima serangan balik yang sama sekali tak terduga. Membuat wang yi sedikit panik. Ia sama sekali tidak berharap akan mendapatkan reaksi yang berbeda dengan apa yang di pikirannya.


Wang yi kehilangan kata-kata. Kalimat yang sudah di siapkan sebelumnya mendadak hilang dari kepalanya. ' Apa yang harus ku lakukan. Rubah licik itu ternyata lebih licin dari yang ku kira. ' Pikir wang yi.


Sima rui melihat wang yi yang putus asa. Ia memuji kebodohan pria itu karena melangkah tanpa berpikir terlebih dulu. Bahkan setelah ini tak ada langkah mundur baginya. Jadi satu-satunya jalan adalah terus melangkah maju.


" Apakah kau memiliki bukti pangeran. Kita tidak bisa menghukum seseorang hanya berdasarkan ucapan semata. " Sela Sima rui. Terkesan dirinya membela tuan Ma. Namun bagi orang cerdas, itu adalah sebuah petunjuk.


" Bukti? " Ulangnya dan Sima rui mengangguk.


Seolah baru saja mendapatkan hidayah. Wang yi teringat akan sesuatu.


" Yang mulia, saya memiliki buktinya. Mohon kirim seseorang ke kediaman pangeran rui untuk mengambil barang pribadi saya. " Pinta wang yi pada Sima shao.


Sima shao mengangguk setuju kemudian meminta salah satu kasim untuk ke kediaman Sima rui.


Sedangkan di ujung sana. Tuan Ma yang sebelumnya menemukan kepercayaan dirinya, kembali dilanda kepanikan. Seolah nasibnya di buat naik turun mengikuti irama jantungnya yang berdetak tak beraturan.


Setelah menunggu beberapa saat. Akhirnya kasim suruhan Sima shao datang. Ditangannya membawa bungkusan kain yang cukup besar.


" Serahkan pada pangeran Yi. " Titah Sima shao pada kasim.


Wang yi mengambil sebuah batu giok putih. Dengan karakter Ma terukir dengan jelas. Ia berniat menyerahkannya pada Sima shao. Kasim liu mengambilnya lalu memberikannya pada rajanya.


Sima shao memperhatikan giok tersebut. Di dunia ini, fungsi giok tidak hanya sebagai hiasan melainkan sebagai identitas diri. Oleh karena itu giok dengan karakter huruf tidak bisa di jual secara bebas.


" Pejabat Ma bisa kau jelaskan ini. " Tekan Sima shao menunjukkan batu giok yang ada di tangannya.


Kepala pejabat Ma serasa dipukul oleh benda berat saat melihat giok miliknya yang hilang. Ia tak menyangka bahwa benda itu akan berada di tangan wang yi.


' Bagaimana bisa benda itu ada di tangannya? ' Batin tuan Ma.


Kemudian ingatannya kembali pada kejadian saat dirinya pingsan kala itu. Setelah tersadar, ia kehilangan uang dan benda berharga lainnya.


' Apakah pada saat itu? ' Pikirnya.


" Kenapa kau diam pejabat ma?! " Seru Sima shao membuat tuan Ma kembali tersadar.


" Ma-maaf Yang mulia. " Cicit tuan Ma.


" Aku tidak butuh permintaan maaf mu. Yang ku butuhkan adalah penjelasan dari mu. "


Kini giliran tuan Ma yang merasa tersudut. Kepalanya benar-benar kosong. Tidak ada satupun alasan yang melekat di kepalanya.

__ADS_1


" Saya tidak tahu Yang mulia kenapa benda itu ada di tangan pangeran Yi. Hanya saja beberapa hari yang lalu benda itu hilang. Mungkin terjatuh di suatu tempat dan secara tidak sengaja di temukan oleh beliau. " Akhirnya tuan Ma hanya bisa menggunakan alasan klise untuk menghindari tuduhan.


Sima rui yang mendengar alasan tuan Ma hanya bisa menggeleng. Apakah ia tidak tahu bahwa dirinya baru saja menggali kuburnya sendiri.


" Dimana dan kapan kau kehilangan benda ini, bukankah ini termasuk benda penting. Jika seseorang kehilangan tidak mungkin tidak menyadarinya. " Kali ini wang yi membuka suara, menyanggah alasan tuan Ma.


" Saya.. "


Tuan Ma tidak bisa berkata-kata. Ia dibuat bungkam oleh wang yi. Jika ia berbohong mengenai waktu dan tempatnya. Sudah jelas Yang mulia kaisar akan menurunkan perintah untuk memeriksa tempat tersebut. Namun jika ia jujur maka sudah di pastikan semua kejahatannya akan terbongkar. Sungguh pilihan sulit.


" Karena tampaknya tuan Ma kesulitan untuk mengatakannya. Maka biar aku yang memberitahu Yang mulia. " Wang yi berbalik dan menghadap Sima shao. Kemudian kembali melanjutkan Kata-katanya.


" Yang mulia. Saat itu, ketika saya berhasil melarikan diri. Saya sengaja mengambil beberapa barang milik tuan Ma. Dan salah satu barang yang saya ambil adalah batu giok ini. Dimana tempatnya pun saya masih ingat. Silakan Yang mulia memeriksa tempat itu. Maka akan di temukan bukti-bukti keterlibatan tuan Ma dengan lelang ilegal. "


Tuan Ma lekas maju ke depan lalu bersujud.


" Tidak Yang mulia, dia berbohong. Saya tidak bersalah Yang mulia. Saya difitnah. Saya tidak sakit. Mana mungkin saya melecehkan dirinya sementara saya memiliki istri dan seorang putri Yang mulia. Bahkan semua orang tahu bahwa saya adalah seorang suami setia. Tidak mungkin saya melakukan perbuatan tidak bermoral seperti itu. " Sanggah tuan Ma sembari bersujud dan membenturkan pelan kepalanya ke lantai beberapa kali.


" Pria setia? Kau setia karena kau tidak menyukai wanita. Layaknya pria normal yang di minta menikahi pria. Pasti akan timbul perasaan jijik. Begitu pula dengan mu. Kau lebih menyukai pria yang mana itu bertentangan dengan norma di sini. Karena itu kau menikahi istri mu agar kebusukan mu itu tidak terbongkar. " Cemooh wang yi. Ia bahkan menatap jijik tuan Ma yang sedang bersujud tepat di sampingnya.


" TUTUP MULUT MU! " Teriak tuan Ma. Kali ini kesabarannya sudah lenyap tak tersisa. Lagi pula semuanya sudah selesai. Tidak ada gunanya terus berpura-pura.


" Akhirnya kau memperlihatkan wajah asli mu. " Cibir wang yi.


Tuan Ma meradang. Ia bangkit dan hendak menyerang Wang yi. Namun sima rui sudah lebih dulu memerintahkan pengawal untuk menangkap tuan Ma. Jadilah serangan tuan Ma bisa di gagalkan.


" Lepaskan. Brengsek. Lepaskan aku! " Tuan ma terus meronta namun tenaganya tidak lebih kuat dari dua pengawal yang menahannya, membuat usahanya berakhir sia-sia.


" Bawa dan kurung dia. " Titah sima shao.


Situasi yang menyudutkan para pejabat fraksi bangsawan. Mereka tak menyangka bahwa salah satu rekan mereka akan melakukan tindakan amoral yang begitu memalukan. Tidak ada lagi rasa simpati untuk tuan Ma. Rasa itu melebur dan berubah menjadi rasa jijik. Tak ada satupun dari mereka yang kini berani membuka mulutnya.


Karena bagi mereka, penyimpangan seksual adalah hal tabu yang sangat memalukan. Bahkan perbuatan tersebut dikutuk oleh para leluhur mereka. Menurutnya lebih baik menjadi pembunuh dari pada melakukan tindakan yang seperti hewan tersebut.


Huru hara aula pengadilan akhirnya selesai. Wang yi mendapatkan keadilan dan juga kerja samanya. Arthur juga akan di bebaskan saat itu juga.


***********


Di waktu yang sama namun di tempat berbeda.


Lucy datang ke kediaman sima rui. Ia memutuskan menjenguk ponakannya, Gaia, setelah mendengar kabar bahwa putri kakaknya tersebut baru saja di culik.


" Bisakah kau tidak melakukan hal berbahaya. Aku tahu kau bermaksud menyelidiki kasus itu demi menolong Arthur. Namun tidak dengan membahayakan diri sendiri. Untuk apa kau mempunyai heilong dan bersuami kan pangeran sekaligus jenderal besar jika kau masih melakukannya sendiri. Sungguh menyia-nyiakan sumber daya yang ada. " Sembur lucy menciptakan semburan kecil air liur.


Ziyan mengusap wajahnya yang sedikit basah. " Bibi, kau terlalu berlebihan. Kata siapa aku menyia-nyiakan sumber daya bi. Aku justru memanfaatkan semua yang aku miliki. Aku mendapatkan informasi penting dari heilong, dan perlindungan dari sima rui. Aku tidak mungkin melakukan tindakan berbahaya itu jika tidak mencari tahu terlebih dulu. Alasan aku melakukan semua itu karena apa yang terjadi dengan Arthur ada hubungannya dengan suami ku. " Jelas ziyan.


Kedua alis lucy mengerut. " Maksud mu? "

__ADS_1


__ADS_2