
Ziyan masih dengan tenang melihat dari kejauhan. Kemarin ia sudah memberitahu wenran apa saja yang harus ia lakukan. Karena petugas sudah datang, maka tinggal menunggu kedatangan Bingjie.
" Apa kau yang memanggil kami? " Tanya kepala petugas yang baru saja datang. Sorot matanya yang tegas menatap Wenran. Ia mengeluarkan tablet identitasnya, karakter Feng terukir di atasnya. " Aku kepala penyidik, Feng. "
" Benar petugas Feng. Aku ingin anda memeriksa tuduhan mereka terhadap restauran kami benar terjadi atau tidak. " Jelas wenran.
" Mereka pembunuh pak petugas. Putraku tewas karena makanan mereka. " Pekik pak tua Hu sembari menunjuk wenran. " Mereka bahkan sama sekali tidak ingin bertanggung jawab. "
" Benar. Apa yang dikatakannya itu benar pak petugas. " Dan di dukung dengan pembelaan kelompok pak Hu.
" Tenang! " Teriak kepala petugas ketika suasana mulai kembali ricuh. Setelah tenang, kemudian petugas itu melanjutkan, " Saya akan memeriksa kasus ini. Karena itu mohon kerja samanya dan harap tenang, tidak ada keributan. Kalian mengerti? " Dan mau tidak mau para massa itu akhirnya menurut. Hanya satu orang yang tampak keberatan. Ia adalah rekan pak tua Hu yang sejak dari awal terus membelanya.
' Sial. Dasar si tua Hu bodoh. Jika petugas sampai turun tangan maka secepatnya kebohongan mereka akan segera terungkap. Aku harus segera pergi dari sini begitu mereka lengah. ' Batin pria itu menyapu pandangannya ke semua orang di dekatnya.
Setelah massa berhasil ditenangkan. Petugas meminta pihak-pihak yang terkait dengan masalah itu untuk masuk ke dalam restauran. Segera petugas itu melakukan interogasi satu persatu.
Ziyan yang sejak tadi mengamati dari jauh memutuskan untuk masuk melalui pintu belakang. Ia akan mengamati dari lantai dua.
" Lalu dimana mayat anak mu? " Tanya petugas itu pada tuan Hu.
" Hah? kenapa anda menanyakan mayat anakku pak petugas. Bukankah kau seharusnya memeriksa mereka. " Jawab tuan Hu sembari menunjuk wenran dan manajer Gu.
Petugas tidak mengindahkan pertanyaan tuan Hu. " Menurutmu apa yang sedang ku lakukan sekarang? bermain-main? aku sedang memeriksa kasus kalian, jadi jawab saja apa yang aku tanyakan. "
Tuan Hu berdecak. Kemudian menjawab, " Tentu saja mayat anakku sudah ku kubur. Setelah putra malang ku meninggal dengan sangat tidak adil. Apa ia harus menderita karena tubuhnya tidak segera di kubur. Apa lagi istriku masih sedih karena berduka atas kematian putra Kami. " Pria itu yang selalu tampak garang, berubah sendu saat menceritakan kembali kondisi keluarganya.
" ... Jadi pak petugas. Tolong berikan keadilan untuk keluargaku. " Lanjut tuan Hu dengan ekspresi memohon.
Ziyan yang mengamati hanya bisa menggeleng. Ia memberikan ibu jarinya untuk sandiwara yang baru saja ia lihat. Sungguh bakat terpendam untuk tuan Hu karena berhasil memerankan perannya sebagai seorang ayah dan suami yang sayang keluarga. Jika bukan karena laporan bingjie, ia mungkin saja akan tertipu.
__ADS_1
' Pria itu pantas mendapatkan piala Oscar. Tak heran prosesinya sebagai penipu bisa bertahan lama. ' Batin ziyan memuji tuan Hu.
Petugas Feng memandang tuan Hu masih dengan sorot mata tajam dan tegas. Ia bahkan tak ingin repot-repot merasa iba atau kasihan terhadap nasib keluarganya.
" Apa yang kalian pesan di restauran ini pada hari itu? " Tanya petugas Feng selanjutnya.
Tuan Hu tampak berpikir. Setelah beberapa saat ia kembali bicara. " Aku memesan sup kepala ikan. "
" Jadi tiga hari yang lalu kau memesan sup kepala ikan dan setelah itu anak dan istri mu mengalami keracunan, begitu maksudmu? " Kepala petugas Feng mengungkap kesimpulannya.
Tuan Hu menganggu dengan cepat. " Itu benar. "
" Dari mana kau yakin keracunan mu berasal dari makanan mereka. "
Tuan Hu merasa petugas Feng sedang mencurigainya. Perasaannya berubah kesal, sehingga tanpa sadar ia tak bisa menahan emosinya. " Apa kau meragukan ku. Kau pikir aku berbohong demi menjebak mereka, Hah! " Pekik tuan Hu.
Petugas Feng beralih ke wenran. " Apa kalian memiliki menu sup kepala ikan? "
Wenran mengangguk dan menjawab, " Iya. Itu merupakan salah satu menu unggulan disini. Untuk menu ini pun kami memberikan harga yang lumayan tinggi. Karena itu tak banyak orang yang memesan menu tersebut. Jadi sangat mudah bagi kami memeriksa apakah tuan Hu benar-benar memesan menu tersebut. Kita bisa lihat di daftar penjualan minggu ini. "
Tuan Hu mendengus, ia tak percaya restauran tersebut bisa membuktikan bahwa ia benar-benar membeli makanan di sini atau tidak. Mengingat betapa ramainya restauran ini setiap hari.
Namun kelihatannya tuan Hu belum mengerti arti dari sistem manajemen. Meski tindakan pencatatan setiap pesanan sangat merepotkan tapi hal ini cukup penting untuk melihat jumlah penjualan setiap periode.
' Ah andai di dunia ini ada komputer, pasti semuanya akan sangat mudah. ' Begitulah pemikiran ziyan saat pertama kali menerapkan sistem tersebut. Tapi siapa yang menduga, hal merepotkan itu akan berguna saat ini.
" Kalian mencatat semua pesanan pelanggan? " Tanya kepala petugas ragu. Wenran bisa melihat ekspresi ketidakpercayaan petugas Feng.
Ia pun mengangguk. Lalu meminta manajer Gu membawa laporan tersebut.
__ADS_1
" Lihatlah pak petugas. " Wenran menyerahkan sebuah buku pada petugas Feng.
Alis petugas Feng mengerut melihat buku catatan yang baru saja diberikan manajer Gu. " Kalian benar-benar melakukan hal merepotkan seperti ini. " Ucapnya setelah melihat isi buku tersebut.
" Hal yang menurut anda merepotkan, tapi sangat berguna petugas Feng. " Ujar wenran dengan senyum simpul di wajahnya. Petugas Feng mengangguk, setuju dengan ucapan wenran.
Tiba-tiba sebuah gelak tawa terdengar. Baik wenran dan petugas Feng melihat ke arah tuan Hu yang tertawa sumbang.
" Apakah anda percaya dengan catatan itu petugas Feng. Mereka hanya menulis asal catatan tersebut. Aku yakin mereka menyiapkannya kemarin agar bisa di jadikan bukti. " Cibir tuan Hu.
Petugas Feng hendak membuka suaranya, namun tidak lebih cepat dari wenran. " Petugas Feng bisa memeriksanya sendiri. Bukankah di dalam catatan itu ada nama pemesannya. Ia bisa menanyakannya satu persatu. " Ucap wenran tenang.
" Apa kau pikir, kami hanya memiliki bukti ini? tentu saja tidak. Bukti lain yang kami miliki adalah... " jeda wenran, karena tepat saat itu ia melihat bingjie datang. Ia lalu memberikan sesuatu pada wenran.
" ... ini. " Wenran mengangkat gulungan kertas yang di berikan bingjie.
Baik petugas Feng dan tuan Hu penasaran, benda apa itu?
Wenran menatap kedua orang di depannya. Ia tahu rasa penasaran mereka.
" Petugas Feng, silakan anda baca. Ini adalah laporan autopsi putra tuan Hu. " Ucap wenran memberikan gulungan kertas di tangannya. " Alasan kenapa tuan Hu buru-buru mengubur putranya adalah karena tak ingin penyebab kematiannya terungkap. "
Tubuh tuan Hu bergetar saat mengetahui benda apa itu dan juga apa yang baru saja saja di ucapkan wenran.
Petugas Feng segera memerintahkan anak buahnya untuk menangkap tuan Hu. " Ikut kami. Kau akan di periksa lebih lanjut. "
" Tidak petugas Feng. Kau tidak bisa menangkap ku. Mereka lah hang bersalah. Kau jangan percaya dengan bukti palsu pria itu. " Ronta tuan Hu.
" Kau bisa bicara di kantor. " Dan dengan cepat tuan Hu diseret.
__ADS_1