Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 198


__ADS_3

Pertemuan istana yang sempat tertunda karena ketidakhadiran sima rui akhirnya selesai. Meski para pejabat istana yang kebanyakan adalah orang tua, namun mereka segan untuk menegur sima rui yang datang terlambat. Segala umpatan dan makian untuk pangeran pertama jin itu terpaksa harus mereka telan kembali. Mereka sadar betul bagaimana kekuasaan sima rui, dan yang terpenting adalah sifat tak kenal ampun pria tersebut yang membuat orang yang ingin berniat jahat padanya harus berpikir dua kali sebelum melakukan aksinya.


Sima shao mengajak putranya untuk berbicara di ruang baca kaisar. Dengan patuh Sima rui mengikuti sang ayah.


" Ada apa ayah memanggilku? Apakah masih ada yang ingin ayah bahas? " Ucap sima rui begitu tiba di ruang baca sang ayah.


Sima shao menatap putranya kesal. " Apa yang membuatmu datang terlambat hari ini. " Tanya sima shao langsung.


" Ada hal penting yang harus ku lakukan. "


" Hal penting apa yang menurutmu lebih penting dari membahas masalah negara. "


" Tentu saja menemani istriku. Aku harus menjaga istriku dari serangan hama yang mungkin akan menganggu hubungan kami berdua. " Jawab sima rui dengan wajah serius.


Sima shao mengambil penggiling tintanya berniat melemparnya pada sang putra. Beruntung kasim liu sigap mencegah hal itu.


" Tolong jangan marah Yang mulia. " Bujuk kasim liu.


Sima shao memungut kembali kesabarannya yang setipis kertas itu, lalu menatap lekat Sima rui.


" Berhenti bertindak sembarang. Apa kau tahu sekarang sedang masa kritis dimana penunjukan mu sebagai putra mahkota. Mereka bisa saja menolak pengangkatan mu. " Ungkap Sima shao.


Bukannya khawatir, Sima rui justru terlihat tenang. " Ayah tahu aku tidak akan bertindak sembarangan. Anakmu tahu apa yang dilakukannya. Lagi pula meski mereka menolak, tak ada penerus tahta mu selain aku ayah. "


Sima shao mencibir. " Kau terlalu percaya diri anak muda. Jangan lupa, Dan er juga memiliki hak sebagai pewaris ku. "


" Aku tahu, dan tentunya jika ia mau. Aku justru dengan senang hati memberikannya. Tapi ayah tahu sendiri ia tak ingin duduk di singgasana itu."

__ADS_1


Sima shao kehabisan kata-kata. Ia tak pernah bisa menang jika berdebat dengan putra nya itu.


" Sudahlah. Kau bisa kembali. Temani istri mu jangan sampai hama pengganggu menculiknya. "


Sima rui tersenyum tipis mendengar ucapan ayahnya lalu pergi meninggalkan istana.


********


Malam hari, sejak kedatangan arthur. Entah kenapa Sima rui tak bisa tidur nyenyak. Hatinya selalu gelisah. Untuk menenangkan pikirannya, Sima rui memutuskan keluar guna menghirup udara malam.


Tanpa membangunkan ziyan, sima rui beranjak dari tempat tidur. Langkah kakinya membawa pria itu ke sebuah gazebo dengan kolam ikan yang tak jauh dari kamarnya.


Samar-samar, Sima rui melihat snowy di sana. Kucing itu sedang memandang bulan dengan wajah kesepian.


" Kau disini juga? " Tanya Sima rui.


Snowy kembali menoleh ke arah lain kemudian mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Sima rui.


Kedua makhluk berjenis kelamin jantan itu hanya diam tanpa ada satupun yang berniat memulai percakapan. Setelah cukup lama keduanya larut dalam keheningan. Snowy akhirnya membuka mulutnya terlebih dulu.


" Apa kau mencintai gaia? " Tanya Snowy tiba-tiba tanpa menoleh ke arah Sima rui. Pandangannya masih lurus menatap pantulan bulan yang ada di tengah kolam.


Sima rui tak langsung menjawab. Baginya ungkapan cinta tak cukup mewakili keseluruhan perasaannya pada ziyan.


" Gaia adalah hidup ku. Mungkin kau akan berpikir itu berlebihan atau menganggap ucapan ku adalah suatu kebohongan. Tapi itulah kenyataannya. Aku tidak akan mengatakan bahwa aku akan mati bila tanpanya. Tapi satu hal yang pasti, hidupku akan kosong tanpanya. Ibarat raga yang kehilangan jiwa. Itulah hidupku kelak jika gaia pergi. "


Snowy yang mengalihkan pandangannya, melihat sorot mata Sima rui yang penuh keseriusan. Selama tinggal di mansion Sima rui, ini kali pertama keduanya berbincang. Meski pada awalnya Snowy tak menyukai sikap dingin pria itu yang terlihat arogan. Tapi lama mengenalnya membuat Snowy tersadar keseriusan pria itu pada Gaia. Membuatnya semakin yakin untuk membiarkannya bersanding dengan Gaianya.

__ADS_1


" Aku percaya. " Ucap Snowy singkat.


Lalu kembali melanjutkan. " Tolong jangan biarkan Gaia kembali ke dunianya. Aku tahu arthur akan menggunakan cara apapun agar Gaia kembali ke dunianya. Karena itulah aku meminta bantuan mu agar membatasi Gaia berhubungan dengannya. "


Sima rui cukup terkejut dengan ucapan snowy, mengingat ia dan Gaia adalah teman arthur. Lantas kenapa ia justru bersikap sebaliknya.


" Baiklah. "


" Kau setuju begitu saja. Apa kau tak bertanya padaku alasan kenapa aku bersikap demikian. " Tanya snowy heran karena sima rui yang tak menanyakan alasan dari sikapnya.


" Untuk apa? Apakah alasan karena aku tak ingin kehilangan dia cukup untuk mu? "


Snowy tak bisa berkata-kata. Ia lupa jika pria yang menjadi lawan bicara ini bisa berbuat apa saja tanpa membutuhkan sebuah alasan.


" Tapi... " Jeda Sima rui. Ia menoleh kemudian kembali berkata. " Jika ia membahayakan nyawa Gaia, Bisakah aku membunuhnya? " Sorot mata Sima rui penuh ancaman.


" Aku tak yakin pria itu akan melukai Gaia. Ia terlalu mencintai Gaia. Sedari kecil ia bisa melakukan apapun untuknya. Hingga aku sendiri bingung, apakah ia benar-benar mencintainya atau itu sekedar obsesinya yang ingin memiliki Gaia. "


" Apa yang membuat mu berpikir bahwa yang arthur lakukan bukan cinta melainkan obsesi? " Tanya Sima rui mulai tidak sabar. Karena dari hal ini ia sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa tak akan mudah untuk menyingkirkan pria bermata biru itu.


Snowy menerawang jauh ke depan mengingat kembali kenangan Gaia sewaktu kecil dan alasan kenapa orang tuanya memberinya Snowy.


" Gadis itu. Sejak kecil selalu sendiri. Tak ada satu pun anak yang mau bermain dengannya. Hingga suatu hari, dengan alasan sebagai kelinci percobaan. Rosy mengubahku yang hanya seekor kucing biasa menjadi kucing istimewa, karena bisa berbicara dan juga berpikir layaknya manusia. Dan sejak itu Rosy memintaku untuk menemani dan berteman dengan Gaia. "


" Gaia kecil hanya berpikir bahwa anak-anak itu tak ingin bermain dengannya karena ia aneh. Tapi yang tak ia tahu, bahwa semua itu terjadi karena campur tangan arthur. " Sambungnya.


" Apa kau bergurau? jika kejadian itu saat Gaia kecil bukankah tak ada bedanya dengan pria itu yang masih seorang anak kecil. Bagaimana dia bisa berbuat licik seperti itu. " Sima rui tampak tak percaya.

__ADS_1


" Apa menurut mu seekor singa dewasa, saat ia kecil adalah seekor kelinci. Singa kecil tetaplah seekor singa. Sama halnya dengan manusia. Jika watak dasarnya seorang yang kalkulatif, maka ketika besar pun ia akan bersikap seperti itu. Sangat sulit mengubah sifat dasar manusia. Jadi ini peringatan untuk mu. Hati-hati lah padanya. Meski ia tidak akan melukai Gaia. Tapi tidak menutup kemungkinan ia tak akan melukai mu. "


__ADS_2