Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
siksaan untuk xun ai


__ADS_3

Ziyan mengejar kakaknya yifeng. Meski ia dari keluarga cabang. Tapi karena yifeng lebih tua setahun darinya ia tetap harus memanggilnya kakak.


"Yi ge, tunggu. " Ziyan mengejar yifeng yang sudah lebih dulu berjalan di depannya.


Yifeng yang mendengar panggilan dari ziyan langsung menghentikan langkahnya dan berbalik untuk melihat adiknya itu.


" Yaner meimei. Ada apa? "


Yifeng seperti ayahnya, Qingchen. Sikap dan tutur katanya lembut. Namun di sisi lain kadang terlihat tegas.


"Bisakah kita bicaranya sebentar. "


Yifeng tampak berpikir sejenak, lalu mengangguk sebagai tanda setuju.


"Selama di aula tadi. Kau tampak begitu tenang. Apa kau sudah tahu bahwa paman dan bibi akan berakhir seperti itu kak? "


Yifeng sudah menduga bahwa adiknya ini akan menanyakan hal ini. Sejak kepulangannya dari jianjing, yifeng merasa ada yang berubah dengan adiknya ini. Ia merasa yaner menjadi lebih tajam dari sebelumnya.


" ... Kadang aku ragu. Kau sebenarnya adikku yaner atau bukan. " Yifeng tersenyum. Lalu melanjutkan ucapannya. " Kau tahu kenapa aku lebih suka tinggal di asrama dari pada di rumah. Terkadang tempat yang bukan rumah akan lebih membuatmu nyaman dari pada rumah itu sendiri. Karena wanita itu sudah tidak ada di kediaman ini. Cepat atau lambat kau akan tahu segalanya. Hanya saja aku tidak bisa mengungkapkannya sekarang. Itu terlalu memalukan. Aku hanya ingin apapun yang terjadi dengan chufeng, bisakah kau tetap menyayanginya dan menganggapnya sebagai saudara? "


Ziyan merasa ada pasti ada rahasia besar dan itu berhubungan dengan chufeng. Tapi karena yifeng tak ingin mengatakannya. Ia juga tak akan memaksanya.


"Tentu. Sebagai saudara aku akan tetap menjaganya. "


Setelah mengucapkan terima kasih, yifeng kembali ke halaman timur.


"Ayo snowy. " Ziyan berbalik untuk segera ke halaman utara tempat ayahnya sudah menunggunya.

__ADS_1


" kemana? "


"Menyiksa orang. "


Snowy tersenyum lebar. Ia senang karena sebentar lagi ia bisa melihat betapa tangguhnya ziyan.


****************


Yincheng sudah menyiksa xun ai. Namun wanita ini tak kunjung membuka mulutnya. Kelihatannya ia tak peduli dengan nyawanya.


Xun ai sadar betul, baik tinggal di sini maupun pergi dari sini. Tak ada yang akan membiarkannya hidup. Hanya berbeda orang yang mengambil nyawanya. 'Tuannya' tak akan membiarkan hidup karena banyak rahasia yang ia miliki. Sementara mo yincheng juga tak akan membiarkannya hidup karena sudah membunuh putrinya. Jadi meski disiksa, Xun ai tak ingin mengkhianati tuannya. Ia anggap sebagai hutang nyawa yang harus ia kembalikan pada tuannya.


"Kau masih tak ingin bicara! " Yincheng sudah merasa putus asa. Pengawal yang menyiksanya bahkan sudah terlihat agak lemah tapi sama sekali tak ada hasil.


Xun ai hanya terdiam. Bahkan saat dirinya di siksa, ia tak mengeluarkan sedikit pun teriakan.


"Ayah. Kau hanya membuat pengawal itu membuang tenaganya dengan sia-sia. " Ziyan berjalan mendekat dan melihat sekujur tubuh Xun ai yang penuh dengan luka cambukan. Gadis ini benar-benar rela mati demi tuannya. "Hentikan cambukannya. "


Pengawal yang tadi mencambuk xun ai melihat yincheng sekilas dan ketika tuannya mengangguk, ia pun meninggalkan Xun ai.


"Lalu apa yang harus kita lakukan supaya membuka mulutnya? " yincheng sudah kehabisan ide. Jika ia terus menyiksanya hanya akan membuatnya mati sia-sia. Padahal ia butuh informasi siapa orang yang memberinya perintah.


" Ayah. Kalau kau menyiksa seperti ini, kau hanya menyakiti kulitnya. Luka luar itu hanya sementara, mereka masih bisa di obati. " Ziyan mendekat ke Xun ai lalu membisikan sesuatu padanya. " Pasar gelap, lingguang." Ziyan tersenyum penuh arti.


Mata Xun ai membesar. Ia tak menyangka mereka sudah mengetahui asal racun tersebut.


Ziyan kembali berbicara seperti biasa. " Kau pikir kami masih membutuhkan informasi dari mulutmu. Aku sudah tahu dari mana kau mendapatkan racunnya. Hanya masalah waktu sampai aku mengetahui semuanya. Jadi sementara itu. Kau tunggu saja disini. "

__ADS_1


Ziyan berjalan menjauhi xun ai. Ia meminta pengawal untuk kembali mengunci sel tersebut.


"Ayah setelah ini, Jangan biarkan siapapun datang ke sel ini. padamkan semua obor di ruang bawah tanah ini. Cukup berikan ia makan dan minum dua hari sekali."


Mo yincheng sebenarnya ingin bertanya mengenai tindakan putrinya tersebut. Jika memberinya makan dan minum dua hari sekali, dirinya paham penyiksaan itu. Tapi untuk apa memadamkan semua obor?


Ziyan sepertinya mengetahui pertanyaan yang ada di benak ayahnya. " Menguncinya dalam tempat gelap tanpa sedikitpun cahaya dan suara. Akan membuat indranya melemah. Ini termasuk siksaan mental. Kadang bisa membuat si korban stress dan bahkan gila. "


Snowy mengangguk mendengar penjelasan ziyan. Ia ingat, metode ini sering digunakan oleh pangkalan militer Britania untuk mengintrograsi para mata-mata musuh. Cara yang sangat efektif dan tak perlu membuang tenaga untuk menyiksa.


Meski mo yincheng tak pernah mendengar tentang metode ini. Tapi ia tahu hal itu pasti efektif. Mungkin ini salah satu metode yang biasa digunakan di tempat asal putrinya.


"Lakukan sesuai arahan putriku. "


Setelah yincheng dan ziyan pergi. Para pengawal pun meninggal Xun ai yang masih terikat di papan siksaan. Karena ruang rahasia itu yang berada di bawah tanah. Jadi, ketika mereka memadamkan semua obor. Seketika tempat itu berubah gelap gulita. Tanpa cahaya dan tanpa suara. Membuat siapapun akan merasa sesak seakan berada di tempat sempit.


Setelah mengurung Xun ai, ayahnya mengajak ziyan untuk berbincang sebentar di gazebo tempat ketiganya biasa menikmati minum teh mereka.


"Ayah. Bagaimana dengan ibu? " Ziyan khawatir dengan ibunya. Sejak kembali dari aula, ia hanya berada di kamarnya.


"Ibumu masih sedikit shock. Mungkin ia sangat kecewa karena tak bisa membalas kematian yaner. Tapi membiarkan yuefeng hidup di luar tanpa sokongan dari kediaman mo juga sudah merupakan hukuman baginya. Ia yang terbiasa hidup dengan kemewahan. Mungkin akan sangat menderita harus hidup sederhana. "


Ziyan mengangguk. "Ayah benar. Aku ingin lihat apakah mereka yang disebut teman oleh yuefeng sebelumnya masih akan membantunya? "


Baik ziyan maupun yincheng tahu bahwa hidup ibu dan putrinya itu akan sangat menderita. Karena Mo yincheng sudah memberikan peringatan pada keluarga Han, Tidak masalah jika mereka ingin menerima kembali hanjian, tapi jika mereka sampai menerima yuefeng juga. Mereka akan kenerima konsekuensi bermusuhan dengan keluarga mo. Meskipun keluarga mo tak begitu banyak memiliki aset di shangjing karena lebih banyak ada di jianjing. Tapi kekuatan keluarga mo cukup jika hanya menekan keluarga han yang bangsawan nanjue.


Karena masalah di kediamannya sudah selesai. Ziyan berpikir akan segera berangkat ke lingguang dalam beberapa hari ini. Karena Xun ai sudah di tangkap. Otomatis informasinya mereka terputus. Mereka pasti menyadari bahwa sesuatu terjadi dengannya.

__ADS_1


__ADS_2