Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Pangeran Rui


__ADS_3

Huft.....


Kasim Liu yang mendengar Kaisar menghela napas untuk ketiga kalinya sejak kepergian pangeran Rui, memberanikan diri membuka suaranya bertanya. "Yang Mulia, apakah ada hal yang mengganggu pikiran anda?"


"Aku hanya memikirkan Rui er. Apakah kau tak merasa bahwa sifatnya itu terlalu dingin. Meski memiliki wajah yang tampan sepertiku. Tapi sifat kami benar-benar bertolak belakang. " Ekspresi raja menunjukan keseriusan.


Wajah kasim Liu tetap tenang. 'Sifat Narsisme Kaisar memang tidak ada duanya.' Ingin rasanya kasim Liu mengutarakan isi hatinya.


" Mungkin pangeran Rui akan berubah setelah bertunangan nanti, Yang mulia. "


"huft... semoga saja. Aku merasa tak enak dengan Yincheng jika putrinya di perlakukan dengan buruk oleh Rui er. "


" Saya rasa, putri tuan Yincheng adalah gadis yang cerdas seperti ayahnya. Jadi dia pasti bisa menangani sikap pangeran Rui. "


" Aku harap begitu." Tiba-tiba Kaisar teringat akan putranya yang lain. " Seandainya saja ia memiliki sedikit sifat Yaner* (Sima Yan). Pasti akan lebih baik. "


Mendengar apa yang di ucapkan Kaisar, kasim Liu hanya bisa menghela napas dalam hati. Tuannya ini apakah sudah lupa, baru 3 hari yang lalu dia mengeluh tentang sifat pangeran Yan yang terkenal playboy. Sekarang ia malahan ingin putranya yang lain sifatnya seperti itu.


******************


π™ΊπšŽπšπš’πšŠπš–πšŠπš— πšπš’πš‘πš’.


Hattchihh...


Rui merasa hidungnya dari tadi terasa gatal. Ia menggosok pelan lalu menekan hidungnya. Ajudannya yang dari tadi memperhatikan tuannya mulai membuka suaranya.


"Apakah anda sakit Yang mulia? " Terlihat sedikit kekhawatiran di wajah pengawalnya Tang Junyi.


"Tidak. Mungkin ada seseorang yang sedang mengeluh tentang diriku. " Rui menjawab dengan wajah datarnya dan lanjut memeriksa laporan yang dibawa bawahannya. "Jadi masih belum ada pergerakan dari mereka? "


" Benar. Meski begitu, kami masih tetap mengawasinya. "


Rui mengangguk dan lumayan puas dengan hasil kerja bawahannya itu. Tiba-tiba ia teringat dengan Ulang tahun ibunya, Selir Fu Xin.


"Dua bulan lagi ulang tahun Mufei*. Apakah barang yang aku minta kau cari masih belum ketemu? "


"Maaf Yang Mulia. Kami masih mencarinya." Junyi menunduk, menyesal karena pekerjaannya yang belum memberikan hasil untuk tuannya.

__ADS_1


"Sudahlah, masih ada waktu juga. Kau bisa keluar. "


Junyi membungkukan badannya sedikit, lalu pergi dari hadapan Junyi.


Rui menyandarkan punggungnya di kursi, ia menutup matanya. Banyak hal yang sedang ia pikirkan. Salah satunya, mengenai pertunangan. Ia teringat dengan pertanyaan ayahnya, ' gadis yang dicintai'. Cih... dalam keluarga kerajaan yang berputar di sekitar tahta dan kekuasaan apakah cinta itu penting. Bukankah dia bisa menikahi siapa saja asalkan itu memberikan keuntungan. Bukankah orang tuanya juga begitu. Meski ayahnya hanya mencintai ibunya, dan menikahi Permaisuri untuk menyelamatkan kerajaan dan ibunya. Namun tetap saja Rui merasa bahwa cinta di keluarga kerajaan itu tidak di perlukan.


Hubungan antara ketiga selir sangat baik. Berbeda dengan para selir dari raja sebelumnya atau kerajaan lain yang saling menjatuhkan. Selir ayahnya saling berhubungan baik. Kaisar sebenarnya hanya mencintai selir Xin, namun ia harus menikahi Permaisuri Meifeng yang kala itu merupakan putri kerajaan Wei demi menyelamatkan kerajaannya dari pemberontakan. Meski sebelumnya saat kaisar di jodohkan dengan putri meifeng, ia dengan tegas menolaknya.


Putri Meifeng setuju Kaisar menikahi wanita yang dicintainya Fu Xin. Namun dengan syarat bahwa putra yang ia lahirkan harus menjadi pewaris tahta. Fu Xin sendiri juga tak keberatan jika ia hanya menjadi Huang Guifei, satu tingkat di bawah Permaisuri. Karena ia tahu, Kerajaan mereka tidak akan selamat jika bukan karena bantuan kerajaan Wei.


********************


Sudah tiga hari berlalu, sejak Gaia diminta tuan Mo untuk mempelajari kebiasan Ziyan. Hampir semuanya bisa dengan mudah di pelajarinya. Hanya satu hal yang sulit, yaitu menulis. Gaia yang terbiasa menulis dengan pena harus belajar menulis dengan menggunakan kuas.


Yaoyao yang sedang membantu menggiling tinta hanya bisa sedikit tertawa melihat majikan barunya itu sedikit frustasi. Karena tak tahan ia pun membuka suaranya. "Nona.Jika kau lelah. Istirahat dulu saja. "


Gaia menggelengakan kepalanya. "Tidak. hanya tersisa 4 hari lagi sebelum kita kembalj ke ibu kota. Aku tidak bisa membuang waktuku dengan sia-sia."


Matanya masih fokus menatap kertas putih yang sudah ternoda tinta itu, sementara tangan kanannya membuat garis demi garis menjadi sebuah karakter. Dipandanginya hasil tulisannya itu. Dia mengerutkan keningnya, " Ternyata memang sangat sulit. Apa aku buat pena saja supaya lebih mudah.


"Nona. Apa itu pena? " Yaoyao penasaran dengan benda yang baru di dengarnya itu.


"Hm.... " Yaoyao memiringkan kepalanya. " Apakah benda ini bisa untuk menulis nona? aku sepertinya belum pernah melihatnya. Lalu dibagian mana kita menggoreskan tintanya."


Gaia mulai menjelaskan mengenai benda pada gambarnya itu, 'Fountain pen'. Pena klasik yang digunakannya saat di Britania.


Penjelasannya singkat, Namun mampu membuat yaoyao merasa tertarik dan mulai mengerti cara kerja Pena tersebut.


"Jadi tintanya ada di dalam Pena. " Yaoyao masih memperhatikan gambar Pena tersebut. "Hm... Nona bagaimana kau tahu barang seperti ini?" tanya yaoyao penasaran.


Gaia tersenyum dan mengangkat sedikit alisnya. "Anggap saja nonamu ini pintar. " Mendengar jawabannya, yaoyao hanya bisa tercengang, sementara Snowy memutar bola matanya.


Setelah itu Gaia membuat cetak biru untuk Pena tersebut. Ia memanggil Xiaoqi, menjelaskan secara singkat mengenai cetak biru yang ada di tangannya, lalu memintanya untuk pergi ke tempat pandai besi.


"Apakah kau sudah mengerti Xiaoqi?"


" Sudah nona. Aku akan membawanya ke pandai besi kenalanku. "

__ADS_1


Setelah menerima tugasnya, Xiaoqi segera bergegas meluncur ke tempat pandai besi yang ia kenal. Sambil menunggu Xiaoqi menyelesaikan tugasnya. Gaia memutuskan untuk mengistirahatkan otaknya sejenak. Ia membawa Snowy bersantai di bawah pohon besar depan kamar dan merebahkan badannya di sebuah kursi panjang. Sementara Yaoyao sedang berada di dapur mempersiapkan apa yang di minta oleh nonanya itu.


"Hm.. benar-benar nyaman sekali. " Gaia meregangkan tubuhnya yang terasa kaku karena terlalu lama duduk.


" Kau sudah tak pernah berolahraga, itulah kenapa badanmu menjadi kaku." Meski berbicara, Mata snowy masih tertutup menikmati hangat matahari yang membuatnya nyaman.


" Kau benar. Sepertinya aku harus memulai lagi rutinitas yoga ku mulai sekarang."


Tak lama setelah perbincangan santai Gaia dan snowy, Yaoyao membawa semua pesanan yang di minta oleh Gaia.


"Nona, untuk apa susu dan gula ini? bukankah sudah ada teh, kenapa kau juga ingin minum susu?" Tanya yaoyao sembari meletakkan barang-barang tersebut di meja.


Gaia hanya tersenyum. Ia menuangkan teh hitam ke gelasnya, lalu gula dan susu sesuai takaran yang biasa ia minum.


"Cobalah." Gaia memberikan gelas yang tadi dibuatnya pada yaoyao.


Yaoyao melihat Gaia dengan ekspresi ragu lalu memandang gelas di depannya. 'Teh dan susu. apakah ini enak? '


"Aku tahu kau berpikir apakah ini enak. Kau tidak akan tahu jika tidak mencobanya. "


********************


sekilas info :


Mufei: panggilan anak kepada ibu selir.


muhou : panggilan anak kepada ibu permaisuri


Kaisar ⬇⬇⬇⬇ kelihatan masih muda, tapi sebenarnya umurnya udah kepala empat. Sifatnya yang santai dan tidak terlalu banyak pikiran membuatnya awet muda. Biasanya kan keluarga kerajaan banyak pertikaiannya. Kali ini author emang pengen bikin yang beda. Sekali-kali keluarga kerajaan yang akur dan tentram boleh donk...



Sima Rui ⬇⬇⬇⬇⬇



ini fountain pen yang di maksud Gaia, kalau punya dia bahannya dari besi ya.

__ADS_1



jadi di dalam nya ada tabung kecil buat tempat tinta. Cara pengisian tintanya dengan mencelupkan bagian Nib kedalam tinta dan memutar tabung kecil bagian dalam sehingga tinta akan naik ke atas.


__ADS_2