Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Operasi malam


__ADS_3

Ziyan tidak berhasil mendapatkan informasi lain darinya. Setelah menceritakan mengenai nona mo alias dirinya. Wanita di sebelahnya menghentikannya dari berbicara lebih banyak.


"Tuan. Jangan berbicara seperti itu. Kau akan menakuti nona itu. "


Wanita itu merangkul sang tuan dari samping lalu berbicara dengan suara manjanya.


Ziyan melihat ekspresi janggal dari Ketua Gui. Bukannya tergoda, ia justru terlihat ketakutan. Jika bukan karena ziyan yang terus memperhatikan Ketua Gui. Perubahan singkat ekspresinya itu tak akan berhasil di tangkapnya.


Setelah mendapatkan racunnya. Mata ketiganya kembali di tutup, dan segera mengirim keluar mereka.


Selama perjalanan ke kediaman He, Ziyan hanya diam. Kedua pria di sampingnya juga tak ada satupun yang berani membuka mulutnya. Mereka tahu, gadis ini pasti sedang memikirkan ucapan ketua Gui. Sayangnya tebakan mereka salah. Ziyan diam karena ia sedang merencanakan sesuatu di kepalanya.


Sima yan selama ini memang diam-diam sudah menyelidiki ziyan. Dia juga tahu penyebab sakitnya tiga tahun belakangan ini karena racun. Tapi ia tak menyangka bahwa itu akan ada hubungannya dengan pasar gelap. Kalau begitu, orang yang menginginkan kematiannya pasti bukan orang biasa. Mereka yang mampu berhubungan dengan pasar gelap, setidaknya harus seorang bangsawan. Lalu apa alasannya? kenapa mereka ingin membunuhnya. Apakah ada hubungannya dengan pertunangan dia dan kakak? Sima yan melirik kakaknya. Apakah kakaknya juga tahu mengenai racun yaner ini. Tapi jika melihat reaksinya, sepertinya ia sudah tahu. Wajar jika ia mengetahuinya. Komunikasi mereka sangat baik, mungkin saja yaner atau menteri mo sudah menceritakannya. Tiba-tiba Sima yan merasa buruk.


Ziyan mendadak menghentikan langkahnya. Kedua pria yang sejak tadi berjalan di sampingnya ikut berhenti dan berbalik untuk melihat gadis tersebut.


"Apakah kalian akan menyerang tempat itu? "


Sima rui dan Sima yan tak ada yang membuka mulutnya. Keduanya hanya melihat ziyan dan tidak mengatakan apa-apa.


Sima rui paham, Ziyan ingin menyerang tempat itu. Tapi ia juga tak ingin menyakiti para wanita dan anak-anak disana. Menyerang diam-diam adalah salah satu cara terbaik untuk saat ini.


Setelah jeda singkat acara mengheningkan cipta tersebut. Sima rui membuka suaranya.


" Kami akan menyusup kesana. Jika memang sampai terjadi perlawanan, kami tidak akan menyakiti para wanita dan anak-anak. Kau tenang saja. Jadi kau bisa menunggu di kediaman He besok malam. "


" Besok malam? Apakah kau tahu jalan kesana kak? Bukankah mata kita tertutup tadi. "

__ADS_1


Sima yan tak tahu bahwa kakaknya diam-diam sudah membuat rute perjalanan di otaknya. Dengan cara mengamati arah dan banyaknya langkah ke tempat itu. Ia juga merasakan tumbuhan sekitar dan suara hewan di sekitarnya. Dengan begitu ia bisa membuat rute perjalanan dan menuangkannya pada gambar sebagai peta.


Ziyan kagum dengan kemampuan Sima rui. Kemampuan menerka rute dengan mata tertutup hampir sama dengan kemampuan tentara elit di Britania. Mereka dilatih untuk menajamkan keempat indra lain disaat mata mereka tak bisa digunakan. Ziyan kembali ditarik ke alam nyata setelah kekaguman singkatnya itu. Ia tersadar akan kalimat terakhir Sima rui. 'Kau bisa menunggu di kediaman He.'


"Kenapa aku tak boleh ikut kesana? "


Ziyan tahu kedua pria ini meremehkan kemampuan fisiknya. Mereka tidak tahu mengenai kemampuan bela dirinya dan hal itu cukup bagus. Akan merepotkan jika sampai mereka tahu. Karena yaner yang sebenarnya tidak memiliki kemampuan beladiri.


"Tempat itu sangat berbahaya. " (Sima rui)


"Itu benar. " ( Sima yan)


Untuk masalah satu ini, Sima yan setuju dengan kakaknya. Tempat itu terlalu berbahaya. Mereka tak akan bisa menjamin keselamatannya. Terlalu banyak musuh disana.


Ziyan tak ingin banyak berdebat. Jadi ia langsung menyetujui keputusan mereka. Tapi sayangnya sikapnya yang langsung setuju itu justru membuat perasaan Sima rui was-was. Ia takut gadis itu merencanakan sesuatu di kepala kecilnya itu.


Firasat Sima rui memang tajam. Karena diam-diam ziyan memang sudah merencakan sesuatu dikepalanya.


Sima rui dan Sima yan bersiap melaksanakan rencananya. Junyi dan feng xiao mendampingi para tuan mereka. Xiaoqi tetap mengawal ziyan. Karena ziyan tidak ikut dalam rencana ini. Ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan segera beristirahat.


Sima rui sekali lagi memastikan ziyan berada di kamarnya. Ia meminta xiaoqi untuk menjaganya. Tentu saja tanpa di mintapun xiaoqi akan menjaga ziyan. Bagaimana pun dia adalah majikannya.


Setelah melihat lampu kamar ziyan yang sudah padam. Sima rui memberikan perintah untuk segera bergerak. Dengan cepat ke empat pria tersebut menghilang dalam kegelapan malam.


"Apakah mereka sudah pergi? "


Xiaoqi yang mendengar pertanyaan ziyan memberikan responnya dengan suara rendah.

__ADS_1


"Sudah nona."


"Baik tunggu sebentar. "


Ziyan segera membuka salah satu kotak yang ia bawa. Sebuah pakaian hitam yang ia siapkan untuk situasi khusus seperti ini. Setelah berganti pakaian. Ziyan segera menyelinap keluar bersama xiaoqi. Snowy bergerak di depan. Beruntung saat itu laohu tidak menutup mata snowy. Jadi dia bisa menjadi penunjuk jalan ke tempat markas ketua Gui.


Ziyan dan xiaoqi yang berpakaian serba hitam dengan penutup wajah, mulai menyelinap ke markas ketua Gui. Fokus ziyan saat ini adalah mencari petunjuk sumber dana kamp militer yang dikatakan xun ai. Mereka tak akan mencarinya di pondok ketua Gui. Karena kemungkinan kecil mereka akan menyimpannya di sana. Ziyan mencoba berpikir, namun karena mendengar langkah orang datang. mereka segera bersembunyi. Ziyan merasa jumlah orang yang berjaga malam ini lebih banyak dibanding kemarin saat ia datang.


Untuk menghindari para penjaga, mereka bersembunyi di sebuah pondok kosong. Ziyan memperhatikan pondok tersebut. Seperti pondok terbengkalai, Hanya ada meja kursi dan tempat lilin. Ziyan masih menunggu hingga para penjaga di luar pergi.


Snowy tiba-tiba mengetuk kaki ziyan. "Ada apa? " Ziyan berkata lirih.


Melihat snowy yang memintanya untuk mendekat. Ziyan tahu ada yang ingin di sampaikannya. Ia melirik xiaoqi. Tapi pria itu masih fokus memperhatikan orang-orang yang ada di luar pondok.


Ziyan mengikuti snowy. Lalu kucing itu menunjuk lantai dengan kakinya.


"Ada udara disini. Aku juga samar-samar mendengar teriakan dari arah sini. " Bisik snowy pada ziyan.


Bagus juga ia membawa kucing ini. Setidaknya ketajaman pendengaran dan penciumannya bisa di andalkan di saat seperti ini. Lalu ziyan mulai mencari tombol rahasia di ruang tersebut. Karena hanya tiga benda di ruangan itu. Memudahkan ziyan untuk mencarinya. Ia menggerakan kursi dan meja. Karena kedua benda itu bisa di pindahkan. Berarti hanya tinggal satu benda. Ziyan menggerakan tempat lilin itu. Namun seakan menempel pada lantai. Benda itu sama sekali tak bisa bergerak.


Ziyan tersenyum puas. kemudian ia mulia menggerakan satu persatu tangkai tempat lilin tersebut. Dan benar saja. saat semua tangkai lilin itu berhasil di putarnya. lantai yang tadi dikatakan snowy mulai bergerak.


Xiaoqi terkejut melihat lantai yang bergerak tersebut. Sebuah ruang rahasia. Ia tak menyangka nonanya bisa menemukannya.


"Ayo xiaoqi. "


Mereka segera menuruni anak tangga di ruang rahasia itu. Setelah berjalan cukup lama dalam kegelapan. Ziyan melihat ada cahaya di ujung lorong tersebut. Ternyata masih ada lorong lain. Karena lorong ini di beri cahaya. Itu berarti ada sesuatu di sini.

__ADS_1


Ziyan mulai meningkatkan kewaspadaannya. Snowy yang berjalan di depan tiba-tiba menghentikan langkahnya. Telinganya bergerak karena mendengar sesuatu. Ziyan tak bisa leluasa berbicara dengan Snowy karena keberadaan xiaoqi. Jadi ziyan hanya bisa menebak dari reaksi Snowy. Ia meminta ziyan untuk mengikutinya.


Ziyan begitu terkejut, karena langkah snowy ternyata membawa mereka ke sebuah sel. Ada banyak sel disini. Dan semuanya berisi anak-anak.


__ADS_2