Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
hadiah terbaik Huang guifei


__ADS_3

Acara perjamuan segera di mulai. Semua tamupun segera mengisi tempat duduk masing-masing. Kedatangan Sima rui cukup menarik perhatian para bangsawan diruangan.


Beberapa gadis mulai berbisik melihat kedatangan Sima rui. Meski lebih banyak wanita yang menyukai putra mahkota karena lebih mudah di dekati dari pada Sima rui. Tapi tidak sedikit pula yang menyukai sima rui dan diam-diam mencuri pandang padanya. Ziyan merasa tak tega melihat hati para gadis ini yang akan segera patah ketika pertunangan mereka berdua di umumkan.


(𝙰𝚍𝚎𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚎𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚊𝚕𝚒𝚔 𝚔𝚎 𝚌𝚑𝚊𝚙𝚝𝚎𝚛 𝙰𝚠𝚊𝚕 )


Perjamuan dimulai dengan kedatangan kaisar dan ketiga istrinya. Setelah bersulang dengan kaisar sebagai tanda acara dimulai, para penari mulai memasuki aula dan menari bersama dengan iringan musik.


Sima Yan dan Sima rui duduk bersebelahan di meja masing-masing. Mata ziyan bertemu dengan dengan Sima rui. Ia mengangkat gelasnya sebagai ajakan untuk bersulang dan di sambut baik oleh Sima rui.


Sima Yan yang berada di samping meja Sima rui, melihat interaksi keduanya dengan tatapan menusuk. Perasaan tak sukanya semakin bertambah. Membuat aura di sekitarnya menjadi begitu dingin.


Menjelang pertengahan acara perjamuan. Yang mulia kaisar meminta semua bangsawan untuk tenang.


"Hari ini selain hari kebahagiaan Huang guifei. Aku juga akan mengumumkan satu berita bahagia lainnya." Kaisar kemudian memandang putranya Sima rui. " Pangeran pertama majulah. " Lalu menatap pada mo ziyan. " Dan nona besar mo, putri menteri mo yincheng, mo ziyan majulah."


Kehebohan para wanita di barisan kursi ziyan mulai terdengar. Mereka berbisik tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi. Bagi yang sudah mengetahui rumor, mereka hanya bisa menangis dalam hati. Sementara yang belum, mereka menunggu dengan was-was pengumuman yang sebenarnya tak ingin mereka terima.


Ziyan dan sima rui maju ke depan dan memberikan hormat kepada kaisar dan permaisuri. Kaisar lalu mengangguk pada Kasim liu sebagai tanda agar ia segera membacakan dekritnya.


"Dekrit kaisar : Mo ziyan memiliki karakter lembut dan elegan. Yang mulia sangat senang mendengarnya...... Putra pertama kaisar, Sima rui. Sudah mencapai usia menikah dan melihat keduanya sangat serasi satu sama lain.... Yang mulia memutuskan untuk menganugerahkan pertunangan pada keduanya. Sekian. "


" (Hamba / Ananda ) menerima dekrit kerajaan. Terima kasih kepada Yang mulia. " Sima rui dan ziyan mengucapkan secara bersamaan ungkapan Terima kasih mereka.


Setelah menerima dekrit kaisar, mereka berdua kini resmi bertunangan.


"Yaner, karena kau sudah bertunangan dengan rui er. Lebih baik kalau kalian duduk berdua. " Ucap kaisar pada ziyan sebelum keduanya kembali ke tempat duduk.


"Baik Yang mulia. "


Ziyan kembali duduk, namun tidak di kursinya. Ia duduk bersama Sima rui. Chufeng yang sebelumnya duduk bersamanya, kini duduk sendiri. Ia mengangkat gelasnya sebagai ucapan selamat pada kakaknya atas pertunangannya.

__ADS_1


Setelah pengumuman pertunangan sekarang acara pembacaan hadiah yang di berikan pada Huang guifei. Kasim liu membacakan hadiah Huang guifei satu persatu. Ziyan terkejut saat mendengar hadiah yang diterima Huang guifei, hampir semua barang-barangnya merupakan barang mahal yang harganya di atas hadiah miliknya. Pantas ayahnya bilang hadiahnya yang seharga 500 ribu tael emas itu biasa.


Sampai pada giliran hadiah ziyan. "Kediaman Mo, memberikan sepasang gelang giok naga. "


Beberapa orang ada yang mengangguk, namun ada pula yang mencibir. Ziyan mengerti dengan reaksi orang yang mencibir. Sebagai keluarga calon istri pangeran pertama. Mereka hanya memberikan sepasang gelang giok. Bukankah sebagai bangsawan houjue seharusnya merasa malu jika hanya memberikan gelang seperti itu.


Tuan dan nyonya mo tampak tenang. Bahkan ayahnya mo yincheng masih bisa menikmati araknya. Sepertinya ia tidak terlalu peduli dengan apa yang dipikirkan orang. Benar-benar sesuai dengan kepribadiannya.


"Apa kau bilang kasim liu? gelang giok naga? " intrupsi tiba-tiba Huang guifei membuat seisi ruangan sunyi. Mereka ingin tahu ada apa dengan selir kesayangan kaisar itu.


"Benar Huang guifei. " Jawab kasir liu dengan tenang.


"Aku ingin melihatnya. Cepat bawakan kemari. "


Kasim liu segera memerintahkan pelayan untuk membawa hadiah tersebut. Seorang pelayan membawa sebuah kotak lalu memberikannya pada pelayan pribadi Huang guifei. Pelayan Huang guifei mengambil kotak tersebut lalu memberikannya pada Nyonyanya.


Segera Huang guifei langsung membukanya dan terkejut dengan isi kotak tersebut. Tangan gemetar Huang guifei menyentuh gelang itu, matanya berkaca-kaca seakan air mata siap menyusup keluar dari kedua mata indahnya. Huang guifei tak menyangka, dirinya bisa melihat kembali barang warisan keluarganya.


Kaisar bahkan ikut terkejut saat tiba-tiba melihat istrinya yang selalu tenang dan tampak dingin itu menangis. Jika saja saat ini ia sedang tak berada di perjamuan, mungkin ia akan langsung memeluk istrinya itu.


"Xiner, ada apa? "


"Tidak apa-apa Yang mulia. Aku hanya bahagia karena bisa melihat barang peninggalan keluargaku lagi. "


Orang-orang tercengang saat mendengar ucapan Huang guifei. Hanya Sima rui yang tersenyum dan ziyan menangkap senyuman itu.


"Nona ziyan, dari mana kau dapatkan benda ini? "


Pertanyaan Huang guifei yang begitu tiba-tiba mengejutkan ziyan yang saat itu sedang memperhatikan senyum Sima rui.


"Jawab Huang guifei. Saya mendapatkannya di gedung paimai. "

__ADS_1


"Benarkah? Aku benar-benar berterima kasih padamu. Kau sudah membawa kembali gelang ini padaku. "


"Saya tidak pantas menerima ucapan terima kasih Huang guifei. Ini sudah sepantasnya saya lakukan. "


Huang guifei memperhatikan calon menantunya tersebut, lalu memperhatikan putranya. Mereka berdua terlihat cocok. Sepertinya ia mendapatkan menantu yang baik.


"Huang guifei, kau mendapatkan menantu yang baik. Itu merupakan berkah untukmu. " Permaisuri puas dengan sikap rendah diri ziyan.


"Benar ucapan permaisuri. Aku senang mendapatkan menantu seperti nona ziyan. "


"Jadi kapan kita akan mendiskusikan tentang pernikahan mereka? " Tanya guifei pada permaisuri dan Huang guifei.


"Kita bisa membicarakannya di istana permaisuri besok siang. Bagaimana? "


Diskusi ketiga istri Kaisar itu menjadi tontonan para tamu undangan. Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa rumah tangga Kaisar shao sangat harmonis. Berbeda dengan para istri kaisar sebelumnya yang cenderung saling berkompetisi, bahkan saling membunuh untuk mendapatkan perhatian kaisar. Para istri kaisar shao tidak perlu melakukan itu semua. Karena Kaisar sendiri adalah tipe pria yang menjunjung tinggi keadilan. Baik itu sebagai seorang suami maupun seorang Kaisar. Meski hatinya untuk Huang guifei. Tapi ia tetap menghormati kedua istrinya.


"Apakah sekarang kau merasa puas dengan hadiahmu? "


"Hah? " Pertanyaan Sima rui membuat ziyan tersadar. " Kau tahu? " Ziyan tersenyum kecut.


"Tentu saja. Ekspresimu berubah-ubah. Kau terlihat ragu dan tidak percaya diri saat kasim liu membacakan hadiah mahal Huang guifei. Hadiah bagus bukan dilihat dari seberapa mahal itu. Tapi arti hadiah itu sendiri. Lagi pula bukankah kau sendiri mendapatkannya dengan harga 500 ribu tael emas. Dari harga 380 kau langsung memberikan harga 500. "


"Dari mana kau tahu... "


"Kau bahkan menyemburkan tehmu saat pemandu lelang menyebutkan harga sesungguhnya. "


"Ah..." Ziyan tersadar bagaimana ia bisa tahu. Lantai tiga hanya untuk keluarga kerajaan dan bangsawan gongjue. " Jangan-jangan kau orang di lantai tiga itu." Ziyan tak menyangka. Orang yang berebut barang dengannya di pelelangan adalah Sima rui. Ziyan berencana melayangkan pukulan pelan pada Sima rui. Tapi dengan mudah dihindarinya.


Sima rui tertawa melihat tingkah ziyan yang menutup rasa malunya dengan mencoba memukulnya.


Kaisar melihat Sima rui tertawa. Dengan ragu ia memanggil kasim liu. " Katakan. Apakah itu benar putraku? "

__ADS_1


"............ " Kasim liu tak tahu harus menjawab apa.


__ADS_2