
Sima shao berada di sel dimana ibu suri di tahan. Setelah berhasil menyingkirkan semua kaki tangan ibu suri. Kini saatnya berbincang sejenak dengan wanita itu.
" Sepertinya kau menikmati tempat baru mu ini. " Ujar Sima shao saat melihat ibu suri yang masih tampak tenang. Kemudian melihat sekeliling ruangan tersebut.
Ibu suri melihat kedatangan Sima shao dan terkejut ketika melihat seseorang yang seharusnya terbaring tak sadarkan diri. Kini justru berdiri tegap di depannya.
" K-kau... " Ucap ibu suri terbata.
Sima shao mengangkat satu sudut bibirnya, seolah mengejek reaksi ibu suri.
" Ya ini aku. Apakah kau terkejut? Melihat orang yang kau racuni seharusnya terbaring di ranjang antara hidup dan mati tapi justru berdiri tepat di depan matamu. "
Pupil mata wanita itu melebar kala mendengar ucapan Sima shao. " Kau... "
" Kau pasti tak menyangka aku akan mengetahuinya bukan? aku bahkan tahu bahwa kaulah dalang dibalik semua kekacauan yang terjadi di Kerajaan Jin. " Sima shao menatap tajam ibu suri. Wajahnya semakin gelap kala mengingat kejadian hampir 20 tahun silam.
" 20 puluh tahun yang lalu, kau sengaja menciptakan pertikaian antara putra mahkota dan pangeran pertama, hingga membuat pangeran pertama melakukan pemberontakan. Kau juga membocorkan strategi militer di perbatasan yang menyebabkan Kerajaan Jin hampir mengalami kekalahan. Jika bukan karena pangeran pertama, sudah di pastikan Kerajaan ini hanya akan tersisa nama sekarang. " Ia menggeleng tak habis pikir bahwa seorang wanita sanggup melakukan semua kejahatan yang ia sebutkan tadi.
" Sebenarnya apa yang sudah Kerajaan Jin lakukan padamu. Sampai kau ingin sekali menghancurkan kami? " Tanya Sima shao.
__ADS_1
Ibu suri hanya bisa terkekeh saat Sima shao bertanya padanya. " Sejak kapan kau tahu semuanya. " Ia bahkan tak ingin menjawab pertanyaan Sima shao.
" Itu bukan urusan mu. " Ucap Sima shao dengan tenang. " Lebih baik kau sekarang berdoa karena sudah pasti kau tidak akan bisa menghindari hukuman mati. " Sima shao tersenyum puas.
" Sejak kapan aku takut pada kematian? apa menurut mu kau bisa menghukum ku? " Ucap ibu suri percaya diri.
" Tampaknya kau masih belum mengerti situasi mu sendiri. Bukan kau yang menentukan nasibmu tapi akulah. Dan sudah ku putuskan untuk melakukan eksekusi mati untukmu besok lusa. " Tekan Sima shao dengan wajah menunjukan bahwa dialah pemenangnya.
" Sayangnya kau tidak akan bisa melakukannya. " Ujar ibu suri yakin. Karena ia yakin pasukan bar-bar yang ia selipkan di Kerajaan Jin pasti akan membebaskannya. Selain itu ia juga masih memiliki tentara bayaran yang ada di kuil heping.
Melihat arogansi di wajah ibu suri. Ingin sekali menarik dan merubah raut wajahnya.
Bagai menerima beban yang begitu berat. Wajah ibu suri tiba-tiba berubah pucat. Dengan langkah gontai ia meraih besi sel. Lalu mencengkeramnya kuat. Matanya merah karena emosi.
" Nikmatilah hari-hari terakhirmu di sini. Ku jamin lusa akan menjadi hal yang tidak akan pernah kau lupakan. " Sima shao pergi meninggalkan ibu suri dengan tawa yang menggema di setiap sudut sel.
*********
Beberapa jam sebelumnya di Kediaman Mo.
__ADS_1
Ziyan sudah mendengar situasi di istana. Hari itu setelah dirinya berpisah dengan Sima rui. Ia diam-diam kembali ke kediaman Mo. Meski secara rahasia. Kedatangan ziyan masih saja di ketahui oleh tuan mo.
Dan kini, tuan mo dan ziyan saling berhadapan. Keduanya memiliki banyak pertanyaan di benak masing-masing.
" Katakanlah. Apa kau memiliki hal yang ingin di sampaikan padaku? " Tanya tuan mo.
" Ayah.. sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa kau berubah mendukung ibu suri? "
Geleng tuan mo. " Aku sama sekali tak mendukungnya. Itu semua karena perintah Yang mulia Kaisar. Ia ingin aku menjalankan rencana yang sudah bertahun-tahun ia rencanakan. " Lalu ia pun mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dari awal hingga akhir.
" Jadi ini semua adalah rencana Kaisar? Bahkan kabar sakitnya beliau juga bagian dari rencana? Kaisar sengaja menyebarkan kabar palsu tersebut untuk melengahkan perhatian ibu suri. "
" Itu benar. Kaisar ingin secara total melakukan pembersihan istana. Jadi ia menunggu hingga ibu suri bertindak lalu membuatnya seolah dirinya telah berhasil menjatuhkan Yang mulia kaisar. "
Ziyan mengangguk paham. Kini semua pazzel di kepala mulai menyatu.
" Untuk itu kau tunggu saja di kediaman Mo. Karena aku yakin mereka akan melakukan serangan terakhir malam ini. "
Ziyan mengerutkan alisnya masih tak mengerti arti dari serangan terakhir. " Maksud ayah? Mereka akan melakukan penyerangan dan menangkap ibu suri berserta antek-anteknya begitu? "
__ADS_1