
Ketua Gui bersama para bawahannya berhasil mengepung ziyan. Gadis itu sama sekali tidak menduga akan langsung di kepung begitu keluar dari penjara tersebut. Kelihatannya mereka sudah mengetahui apa yang terjadi dengan yuefeng, karena itulah mereka begitu siap. Atau sejak awal mereka sudah menduganya, bahwa ia akan melarikan diri.
" Bibi, yaoyao kalian berdua pergilah ke belakang. Aku akan melawan mereka. "
" Tapi... " (Yaoyao)
" Jangan khawatir. Ayo kita mundur. " (Lusy)
Lusy tahu keponakannya itu pasti tidak akan melakukan tindakan bodoh. Dia tidak akan melawan jika tak yakin bisa mengalahkan mereka. Lagi pula sejak kecil kakaknya sudah melatih putrinya itu dengan berbagai keterampilan bela diri.
" Ketua Gui sungguh sangat murah hati. Menyambut kami dengan begitu meriah. " (Ziyan)
" Nona mo sudah datang ke tempatku, kenapa begitu cepat ingin pergi. Bahkan kau sampai membawa seseorang yang tidak seharusnya kau bawa pergi. " Ucapan ketua Gui mengacu pada lusy. Meski ia tidak tahu bagaimana gadis kecil ini bisa menemukan lusy, tapi ia tidak peduli dan tidak akan membiarkannya lolos begitu saja.
" Benarkah? Aku hanya menemukan teman baru dan ingin mengajaknya untuk menghirup udara segar. Apa kau tidak tahu, udara di dalam penjara mu benar-benar sangat buruk. " Ziyan seakan menantang ketua Gui dengan senyumannya. Tampaknya gadis itu tidak peduli dengan ancaman pria itu.
" Menyerahlah. Dan aku pastikan kalian tidak akan terluka. " (Ketua Gui)
" Ho.. kenapa tidak kita buktikan saja kalau begitu. "
" Dasar gadis tidak tahu diri. Kalian! serang dia. Tapi jangan sampai terbunuh. Aku ingin menjadikannya sebagai percobaanku. "
Ketua Gui memerintahkan para bawahannya untuk menyerang ziyan. Seorang pria maju mengangkat pedangnya. Dan dengan mudah berhasil dihindari oleh ziyan. Lalu ia mencengkram tangan pria tersebut, dan menariknya. Melumpuhkan pergelangan tangan, kemudian merebut pedang di tangannya. Tendangan Ziyan membuat pengawal tersebut terpental.
Sangat mengejutkan, melihat salah satu kawan mereka dikalahkan dengan begitu mudahnya. Siapa yang akan menyangka gadis bangsawan yang terkenal lemah ternyata bisa dengan mudah menjatuhkan teman mereka. Penghinaan tersebut memicu kemarahan yang lain. Mereka secara bersamaan menyerang Ziyan.
Ziyan mundur selangkah sebelum akhirnya dengan sangat cepat menebas mereka. Dalam pertarungan, hal terpenting selain kekuatan adalah kecepatan. Apalagi jika itu ilmu pedang. Kecepatan dan keakuratan sangat di perlukan.
Tujuh orang dengan cepat berhasil ditumbangkan ziyan. Ketua Gui mengangkat pedangnya, ia tak menyangka harus turun tangan secara langsung. Tanpa membuang waktu, Ketua Gui segera maju untuk menyerang ziyan. Ia bersiap untuk menangkis serangan Ketua Gui. Dengan mengerahkan seluruh tenaganya, ziyan menahan serang pedang di atas kepalanya. Tenaga Ketua Gui yang lebih besar cukup membuat ziyan mengalami kesulitan. Pria itu cukup lihai memainkan pedangnya. Ia bahkan sanggup menghindari serangan cepat ziyan. Pantas ia menjadi Ketua pasar gelap.
Ziyan bermaksud menggunakan serangan kali ini sebagai serangan terakhirnya. Tapi Ketua Gui dengan mudah berhasil menghindar dan berbalik menyerang yaoyao dan lusy. Gerakan tak terduga Ketua Gui membuat ziyan cukup terkejut. Pria licik ini memang tidak akan bertarung secara jujur.
__ADS_1
" Buang pedangmu atau leher mereka yang akan ku tebas! " Pedang Ketua Gui berada tepat di depan leher yaoyao dan lusy. Mereka tidak sempat bertindak, saat pria itu tiba-tiba menyerang.
Di hadapkan dengan tekanan, ziyan masih bersikap tenang. Wajahnya sama sekali tak menunjukan kepanikan. Ia diam dan menatap tajam Ketua Gui. Ziyan tidak ada pilihan lain selain membuang pedangnya.
" Hahahaha bagus. Tapi sayangnya aku tidak peduli dengan mereka. "
Ketua Gui bersiap mengayunkan pedangnya. Ziyan dengan cepat mengambil pistol di pahanya menembakkan tepat di bahu kanan ketua Gui. Membuat pria itu melemparkan tangannya.
"AAaaaaaa ! ! ! ! " Teriak ketua Gui yang tekejut dengan rasa sakit yang baru saja diterimanya.
Yaoyao dan lusy dengan cepat berlari menjauh.
" Kalian tidak apa-apa? "
" Iya.. " (Yaoyao)
" Kami baik-baik saja. " (Lusy)
" Apa yang.. kau.. gunakan. "
Tanpa memperdulikan pertanyaan ketua Gui, ziyan menembak peluru pada masing-masing paha pria itu.
" Aaaaaaaaaaa! ! ! " Darah merembes keluar, Kain celananya yang berwarna abu-abu berubah menjadi merah.
Karena kehadiran pistol sama sekali belum ada di negara ini. Tentu saja ketua Gui tidak mengerti senjata yang di gunakan ziyan itu. Di matanya itu hanya sebuah besi yang bisa berbunyi seperti petasan.
Ziyan berjalan, membuat jarak dirinya dan Ketua Gui sangat dekat. " Hanya sebuah mainan. " Ia tersenyum dan menaburkan bubuk yang ada di tangannya. Seketika tubuh Ketua Gui terjatuh dan pingsan.
" Kenapa kau membuatnya pingsan, lalu sejak kapan kau membawa obat bius? " Maksud pertanyaan lusy adalah jika ia membawa obat bius, kenapa tidak digunakan. Ia tidak perlu bertarung jika menggunakannya sejak awal.
" Ular hanya mengeluarkan bisanya saat di perlukan dan di waktu yang tepat. " Sebenarnya alasan ia tidak mengeluarkan obat tersebut dari awal karena ini bius terakhir yang ia bawa. Selain itu mereka masih dalam posisi siaga. Mereka pasti akan menutup hidup mereka untuk tidak menghirupnya.
__ADS_1
Ziyan melihat sebuah tali. Kemudian ia mengikat kaki Ketua Gui dan memegang ujung tali lain yang masih cukup panjang.
" Ayo kita jalan. "
Ziyan menarik Ketua Gui seperti gelondongan batang pohon dalam latihan mliter.
*********************
Sementara di tempat lain.
" Xiaoqi apa kau yakin kucing ini tahu dimana mereka? Maksudku bagaimana bisa seekor kucing memiliki penciuman seperti anjing. Atau mungkinkah ia bisa merasakan napas nona mo? " (Junyi)
" Ikuti saja. " (Xiaoqi)
Junyi bersama xiaoqi dan sima rui sudah berada di dalam markas ketua Gui. Para prajurit sudah mengepung semua sudut. Bahkan jika seekor burung ingin kabur pun akan sangat sulit, melihat begitu ketatnya kepungan mereka.
Saat ini mereka bertiga bersama beberapa pengawal sedang mengikuti snowy. Kucing itu sengaja ziyan tinggalkan bersama xiaoqi agar bisa memandu mereka saat mencarinya. karena itulah junyi ragu, bagaimana bisa seekor kucing bisa tahu dimana mereka berada. Apakah ia seekor anjing yang bermutasi menjadi kucing?
Xiaoqi hanya mengikuti apa yang di intruksikan ziyan. Sebelumnya gadis itu menyergap gubuk tempat yaoyao di sekap. Ia sebelumnya sudah menyusun rencana bersama xiaoqi. Ia tahu bahwa target mereka yang sebenarnya adalah dirinya. Penculikan yaoyao hanya sebuah pancingan. Karena itu, ziyan memutuskan untuk menggigit umpannya, sementara xiaoqi menghubungi sima rui untuk meminta bantuan. Bagaimanapun Ketua Gui adalah salah satu penjahat yang sedang di cari oleh Kerajaan. Oleh karena itu, sudah pasti pengerahan prajurit secara besar-besaran cukup mungkin di lakukan.
" Kalau sampai tiga jam aku tidak keluar. Kau bisa melakukan penyergapan. Ingatlah. Bawa snowy bersamamu. Ia bisa membantumu menemukan di mana aku berada. "
itulah ucapan terakhir yang ziyan katakan sebelum pergi. Setelah mengirim pesannya pada sima rui. Bersama para prajurit yang sudah di siapkan sima rui, mereka berangkat ke tempat markas Ketua Gui.
Setelah menunggu hampir tiga jam, dan tidak ada sinyal dari ziyan. Maka Sima rui memberikan perintahnya untuk menyergap tempat tersebut. Pertarungan kecil tidak terhindarkan. Jumlah prajurit yang lebih besar membuat mereka dengan mudah menaklukan para penjahat tersebut.
" Junyi diamlah. " Ucapan singkat Sima rui ternyata berhasil membungkam mulut Junyi. Membuat perjalanan mereka sedikit lebih tenang.
Snowy yang sejak tadi tak tahan dengan ocehan Junyi merasa bersyukur atas tindakan Sima rui. Kini ia bisa menggunakan pendengarannya jauh lebih baik.
Tiba-tiba terdengar suara yang cukup besar. Membuat semuanya terkejut. Snowy tahu betul itu suara apa? Suara tembakan. Ziyan pasti ada di sekitar sini. Disaat semua orang masih bertanya-tanya suara apa itu, Snowy sudah berlari. Xiaoqi yang melihat Snowy berlari, segera mengejarnya disusul oleh yang lain di belakangnya.
__ADS_1