Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 319 side story ( A Feng story)


__ADS_3

Liu ru membaca surat di tangannya dengan ekspresi geli. Ingin sekali ia tertawa. Menertawakan isi surat keluarga lamanya itu.


Bagaimana tidak? Liu ru akhirnya tahu, mereka, orang-orang di keluarga Liu sangat tidak tahu malu. Mungkin lebih tepatnya, tidak memiliki rasa malu. Bahkan dulu mereka dengan sombongnya mengakui memiliki hubungan kerabat dengan ratu. Padahal mereka hanya terhubung oleh keluarga Hou karena pernikahan salah satu bibi mereka.


Liu ru malah sangat yakin, jika keluarga Liu berdiri di depan ratu. Bahkan wanita pemilik posisi tertinggi di Kerajaan Jin itu tak akan mengenali mereka.


Mungkin mereka masih beranggapan bahwa dirinya masih Liu ru yang sama. Mudah ditindas dan penurut. Tapi sayangnya mereka salah besar. Penderitaan membuatnya berubah.


Dan sejak itu ia memilih untuk bertindak egois.


" Menjijikan. Sungguh mereka tidak tahu malu. Meminta maaf, merindukan ku mereka bilang. Apakah mereka salah makan? " Maki Liu ru hingga xiao su yang ada di samping berdeham mengingatkannya untuk tidak sembarangan berbicara.


Liu ru mulai berpikir.


Karena mereka ingin dirinya kembali, maka ia akan kembali. Bukan untuk menyambung kekerabatan dengan mereka melainkan membuat keributan. Ia akan membalas mereka satu persatu. Terutama saudara tirinya yang tega membuatnya terusir demi mencuri pertunangannya dengan keluarga Lu.


Ah mungkin seharusnya Liu ru berterimakasih pada saudara tercintanya itu. Karena berkat dirinya, sebentar lagi dirinya akan bergabung dengan keluarga Sima dan menjadi permaisuri putri.


' Bukankah pangeran mengatakan aku boleh menggunakan dirinya. kalau begitu sekarang waktunya. ' Monolog Liu ru dalam hati.


Pertama-tama aku harus menemuinya. Tapi jika datang dan langsung meminta bantuannya. Bukankah itu terlalu tidak sopan. Baiklah aku akan membawakannya makanan, pikirnya.


" Ehem.. Apa pangeran Feng ada di ruangannya? " Liu ru bertanya pada Xiao su.


" Ada. Apa anda akan ke sana nona? "


Liu ru mengangguk. " Tapi sebelumnya bantu aku membuat beberapa kudapan. "


Setelah pertempuran Liu ru di dapur yang sekaligus berhasil membuat kacau tempat itu. Sebuah kudapan akhirnya berhasil ia buat.

__ADS_1


Menatap ragu kudapan di tangannya yang terlihat berantakan. Ia bertanya pada Xiao su.


" Apa menurut mu pangeran akan memakannya? "


Xiao su ingin jujur namun melihat raut wajah Liu ru ia hanya bisa memberikan jawaban netral. " Aku rasa kerja keras nona akan tersampaikan. "


Secara tidak langsung, Xiao su setuju bahwa penampilan kudapan Liu ru sangat mengerikan dan kemungkinan besar pangeran Feng akan menolak mencobanya.


Beruntung majikannya tersebut tak meminta dirinya untuk mencoba. Jika tidak mungkin ia harus memutar otak mencari alasan untuk menolak.


Setelah memantapkan diri, Liu ru membawa hasil karyanya ke ruangan Sima Feng.


Liu ru mengetuk pintu dan meminta ijin untuk masuk.


" Pangeran, aku bawakan beberapa kudapan. Aku harap kau menyukainya. " Ucap Liu ru saat masuk setelah Sima Feng mengijinkannya.


Wanita itu meletakkan hasil karyanya di atas meja. Lalu mempersilahkan pria di depannya itu untuk mencobanya.


" Apa kau mencoba meracuni ku? "


Liu ru yang sebelumnya tersenyum seketika cemberut.


Sima Feng yang selalu berterus terang langsung bertanya tanpa ia sadari bahwa pertanyaannya itu membuat Liu ru yang sebelumnya berada di awan seolah jatuh hingga ke dasar jurang.


" Apakah seburuk itu penampilannya sampai kau langsung berpikir seperti itu. Aku membuatnya sendiri dan ku pikir rasanya lumayan. Aku sudah mencobanya. Jadi jangan hanya melihat dari penampilannya. Cobalah meski hanya sedikit. "


Sima Feng sedikit terkejut. " Kau membuatnya sendiri? " Dan Liu ru mengangguk.


Setelah mencoba sedikit dan merasakan masakan Liu ru. Sima Feng mengerutkan kening dan lanjut menyuap untuk kali kedua dan seterusnya hingga tanpa ia sadari, piring tersebut kini sudah bersih tak sisa.

__ADS_1


Liu ru tersenyum sombong. " Sudah ku bilang bukan. Meski tampilannya mengerikan, tapi rasanya enak bukan. "


Tanpa berkata Sima Feng mengangguk setuju.


Masakan Liu ru memang sesuai dengan lidahnya. Dan jujur, ia ingin memakannya lagi namun terlalu gengsi jika meminta lagi setelah sebelumnya berpikiran buruk saat melihat tampilannya.


Jadi ia akan memikirkan cara lain bagaimana memintanya.


" Ada apa? ini kali pertama kau datang kesini. " Tanya Sima Feng.


" Apa penawaran mu mengenai menggunakan mu masih berlaku? aku membutuhkan bantuan mu. "


Alis Sima Feng terangkat. Ia tahu pasti ada hubungannya dengan keluarga Liu. Apalagi ia tadi meminta Ling he menyerahkan surat yang di kirim keluarga itu.


" Tentu. Katakan saja. Apa yang bisa aku bantu. "


Lalu Liu ru menceritakan mengenai surat tersebut.


" Karena itu aku membutuhkan mu untuk membuat keributan di keluarga Liu. " Ringkas Liu ru menjelaskan maksud kedatangannya.


" Itu mudah. Tapi saran ku jangan lakukan apapun sebelum kita menikah. Mengenai surat, abaikan saja dulu surat mereka. Aku yakin setelah menunggu lama dan tak kunjung mendapat balasan. Mereka pasti akan kembali mengirim surat padamu. Biarkan mereka merasakan krisis ketidakpastian. Aku yakin semakin lama mereka menunggu, akan semakin tidak sabar mereka. Setelah itu mudah bagi mu mengendalikan mereka. Seolah mereka lah yang membutuhkan mu alih-alih kau yang ingin kembali pada mereka. "


Liu ru tak bisa berkata-kata. Rencana Sima Feng sangat bagus dan yang terpenting ia menyukainya. Jadi ia tak tahan untuk tidak memberikan ibu jarinya.


Jadi setelah itu, Liu ru mengikuti saran Sima Feng dan mengabaikan surat keluarga Liu.


Satu minggu berlalu, dan kediaman Liu masih terus menunggu balasan dari Liu ru.


Semakin bertambahnya usia seseorang, maka kesabaran mereka pun ikut menua. Seperti saat ini, Nyonya tua Liu yang sudah tak sabar menerima kabar, segera mendesak anak sulungnya, yang tak lain ayah Liu ru dan sekaligus kepala keluarga Liu untuk mengirim surat lagi.

__ADS_1


Nyonya tua meyakini, bahwa surat mereka sebelumnya mungkin tak terkirim sampai ke Liu ru. Kalau bukan, kenapa wanita itu tidak membalasnya.


Ia menyingkirkan pemikiran bahwa Liu ru mungkin sudah membuang mereka. Ia masih percaya bahwa cucu perempuan yang sudah ia singkirkan itu masihlah Liu ru yang sama. Liu ru yang bodoh, mudah ditindas dan yang terpenting selalu mematuhinya. Jadi ia memilih bertahan dengan pikiran positifnya, yaitu Liu ru tidak menerima surat mereka.


__ADS_2