Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 276 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

Kepala sekolah dan yang lain sudah menunggu di ruangannya. A Hua dan juga A Guang tak lama masuk dan duduk bersama mereka.


Sementara di luar, sima shao berjalan dengan langkah lebar. Wajahnya terlihat garang seolah dirinya akan menelan orang hidup-hidup.


Ia sangat marah, saat tanpa sengaja membaca sebuah surat yang pelayan sampaikan pada istrinya. Kebetulan saat itu, Fu xin sedang mengunjungi ziyan. Karena itulah ia bisa membaca surat itu.


Dahinya mengerut saat membaca surat yang berasal dari akademi. Dan lebih mengejutkan bahwa ternyata selama ini A Hua menggunakan marga ibunya untuk mendaftar.


lelucon macam apa ini, itulah yang dipikirkannya saat itu.


Ia tidak tahu bahwa itu semua karena pengaturan menantu kesayangannya ziyan. Dalam hati, Sima shao hanya bisa menyalahkan cucu pertamanya tanpa tahu bahwa cucunya juga korban.


Kemarahan Sima shao semakin memuncak saat membaca isi pesan tersebut yang mengatakan bahwa A Hua melakukan tindak asusila pada gurunya.


" Putri ku melakukan tindakan memalukan itu? mustahil! apa mereka tidak berpikir bahwa bisa saja gurunya lah yang terpesona pada A Hua. " Maki Sima shao.


" Aku harus datang ke sana dan membungkam mulut mereka. Kurang ajar! beraninya mereka memfitnah putri ku, putri kesayangan ku. "


Segera ia keluar dan meminta pelayan untuk menyiapkan kereta kuda. Bahkan ia juga menambahkan agar kereta kuda yang di gunakan adalah kereta resmi istana. Jadi ia ingin orang luar tahu bahwa putrinya bukan seseorang yang bisa di gertak oleh siapa saja.


Begitu tiba di akademi, sesuai dugaan Sima shao kedatangannya menarik perhatian.


Beberapa orang yang mengenalinya memberikan hormat hingga akhirnya mereka semua tahu bahwa seorang kaisar agung yang datang.


Berjalan di lorong akademi, Sima shao semakin tidak sabar. Ia ingin sekali secepatnya bertemu A Hua dan melihat guru mana yang berani melecehkan putrinya.

__ADS_1


" Ke-kepala sekolah, i-itu ada tamu anda. " Ucap terbata salah satu penjaga sekolah yang mengantar Sima shao.


" Suruh dia masuk. " Kepala sekolah tersenyum dengan begitu cerah. Ia bersiap akan menyambut orang tua A Hua.


Namun seketika senyumnya runtuh begitu sosok pria tinggi besar masuk. Meski usianya sudah lewat setengah abad. Tapi kharisma dan auranya masih sama seperti saat ia menjadi kaisar.


Tak hanya kepala sekolah yang bereaksi demikian.


Wajah semua orang kini sudah berubah pias.


Tak terkecuali A Hua dan A Guang yang menelan kasar ludah mereka.


" Apakah itu kaisar agung? kenapa beliau ada disini? "


" Aku juga tidak tahu, bukankah kita menunggu orang tua dari kediaman Fu. Kenapa jadi beliau yang muncul? "


Kepala sekolah dan guru luo saling bergumam pelan. Mereka mencoba mengusir keterkejutan dengan meyakinkan satu sama lain bahwa ini bukanlah mimpi.


Sima shao langsung melangkah masuk begitu si pemilik ruang sudah memberikan ijin.


Wajah Sima shao yang terlihat garang bak harimau membuat semua orang menahan napas seolah tak ingin napas mereka menjadi gangguan.


Namun itu hanya berlangsung sesaat karena begitu Sima shao melihat putrinya. Wajah harimau nya berubah seperti seekor kucing jinak.


" Putri ku... Apa kau baik-baik saja? katakan pada ayah siapa yang menggertak mu. Aku pastikan dia mendapat balasan yang sangat menyakitkan. "

__ADS_1


Ucapan Sima shao berhasil membuat guru luo hampir kejang-kejang karena ketakutan. Bahkan kepala sekolah meski tidak ikut merundung A Hua, ia masih diliputi rasa takut akan ancaman Sima shao.


" Ayah berhenti bertindak berlebihan. Aku baik-baik saja. semua ini hanya kesalahpahaman saja. Lagi pula jika seandainya ini bukan suatu kesalahpahaman, guru Yan bersedia menikahi ku karena kerusakan reputasi. " Lirih A Hua.


Guru Yan yang mendengar namanya disebut langsung lemas. Seluruh energinya tiba-tiba menguap bersama keringat yang keluar dari seluruh tubuh.


' Apa yang ku lakukan? siapa aku? dimana aku? ' Batin guru Yan. Ia terlihat sangat syok.


Ingin rasanya ia menampar mulutnya yang mengatakan bahwa ia akan bertanggung jawab pada A Hua.


Bagaimana mungkin itu terjadi?


Ia adalah seorang putri agung sedangkan dirinya hanyalah seorang yatim piatu.


Sungguh ia merasa sangat tak pantas untuk A Hua. kepercayaan diri yang sebelumnya berkorban mendadak padam.


" Apa! siapa bedebah yang berani mengatakan itu. " Padangan semua orang mengarah pada guru Yan.


Tatapan mereka seolah mengatakan ' Ini penjahatnya.' Namun juga terselip tatapan prihatin atas nasib guru Yan.


Sima shao melihat guru Yan. Dalam hati ia bergumam. ' Hmm tidak buruk. Putri ku memiliki mata yang bagus. Tapi kau jangan senang dulu, karena tak akan semudah itu menikahi wanita di keluarga Sima. '


Sima shao menatap guru Yan tajam. " Apa itu kau yang berkata ingin bertanggung Jawab pada putri ku? " Tekannya penuh aura intimidasi.


Guru Yan yang seorang sarjana dengan bela diri sangat payah merasa gemetar. Namun sebagai laki-laki ia sudah bertekad dan pantang mundur.

__ADS_1


" Benar Yang mulai. Saya Yan zheng. "


__ADS_2