
A Fei dan Chenlan kembali melanjutkan perjalanan. Sejak mendengar pembicaraan itu, semalaman penuh A Fei sama sekali tidak bisa tidur. Takut jika pria itu akan melaksanakan rencananya lebih cepat dengan diam-diam memaksanya minum ketika dirinya tertidur. Dan yang terparah adalah rasa was-was yang tak terkendali ketika A Fei harus memakan apapun pemberian sang mantan suami.
' Aish... aku sangat lelah untuk terus bersikap waspada. Aku merasa umurku terus berkurang setiap detiknya. ' Batin A Fei.
" Ada apa? " Li Chenlan bertanya ketika melihat mantan istrinya itu kembali melamun. Sejak pagi, ia terus memperhatikan A Fei yang lebih banyak termenung alih-alih memarahinya atau mengutuknya seperti biasa dan itu membuatnya curiga.
' Apa yang sedang dipikirkannya? mungkinkan ia sedang berusaha memikirkan cara untuk kabur? ' Mantan raja wei itu mencoba menebak isi pikiran A Fei, mengingat jalan pikiran sang mantan istri yang lain dari pada wanita pada umumnya.
" Tidak, aku hanya merasa sedikit lelah. Mungkin karena hampir seminggu ini berada di luar membuat kesehatan ku sedikit memburuk. "
" Kau sakit? " Li Chenlan khawatir begitu mendengar keluhan wanita yang dicintainya itu.
A Fei mengangguk. " Sepertinya begitu. Jadi, bisakah kita berhenti dan beristirahat sejenak. Aku mohon..." Suara A Fei terdengar mendayu dengan ekspresi manja.
Li Chenlan yang melihat sikap A Fei tersebut sontak melotot dan dengan ragu-ragu menjawab, " Tentu..tentu saja. "
" Terima kasih. Kau memang yang terbaik. " A Fei memberikan pujian dengan senyum manis di bibirnya. Namun dimata Li Chenlan, senyum itu justru tampak menakutkan seolah itu adalah kedamaian sebelum badai.
__ADS_1
' Apakah ini masih A Fei-nya? Aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak benar yang sedang direncanakannya. ' Batin Li Chenlan.
Jika harus memilih, ia lebih menyukai A Fei yang memaki dirinya daripada A Fei yang tersenyum dan berbicara lembut.
" Ada apa? kenapa diam saja. " Tanya A Fei saat melihat Li Chenlan hanya diam terpaku menatapnya.
Gadis itu juga menambahkan. " Aku tahu aku cantik. Tapi bisakah kau tidak menatapku seperti itu. Aku takut kau akan semakin menyukai ku dan tak bisa lepas dari ku. Saat ini saja kau sudah menculik ku, entah apa yang akan kau lakukan jika semakin mencintai ku. Mungkin kau akan mengawetkan mayat ku jika aku mati nanti. "
Chenlan kehilangan kata-kata ketika mendengar ungkapan narsis sang mantan istri namun di sisi lain juga terdengar angker. Jika itu wanita lain, mereka pasti akan tersipu malu dengan tatapan Chenlan. Namun wanitanya ini justru sebaliknya, ia akan menunjukkan sikap percaya diri yang mampu membuat semua orang bungkam dalam sekejap.
Mereka akhirnya berhenti sejenak untuk beristirahat.
" Terima kasih. " A Fei segera meminumnya. Ia tidak ragu karena sudah melihat pria itu minum sebelumnya.
A Fei memberikan kembali kantong minum tersebut. Diam-diam A Fei tersenyum penuh arti. Tanpa disadari oleh Li Chenlan, A Fei sudah menambahkan obat tidur di dalam minum itu. Efeknya tidak akan langsung terasa karena ia memberinya dalam dosis kecil. Jadi ia hanya perlu menunggu sampai keduanya merasa lelah dan mengantuk.
Ditempat lain.
__ADS_1
Dengan alasan mencari A Fei, diam-diam Jingu pergi ke hutan pegunungan dimana A Fei dan Li Chenlan lewati. Berdua bersama dengan seseorang yang merupakan pengawal pribadinya, pengawal yang selama ini menjaganya secara diam-diam.
Jingu bergegas menuju ke sebuah kuil terbengkalai dimana A Fei sebelumnya bermalam. Sayang, setibanya ia di sana, A Fei sudah tidak ada.
" Kita terlambat. Sepertinya mereka sudah pergi jauh. Pangeran, jika dilihat dari arah pelarian ini. Maka bisa disimpulkan tujuan mereka adalah Kerajaan Xi. Apa tidak sebaiknya kita menempatkan orang kita di sana? "
" Lakukan. Tapi jangan menarik terlalu banyak perhatian. Aku tidak ingin pihak Sima Feng mengetahui keberadaan mereka juga. Sementara ini, kita akan mencari di sekitar sini. Aku yakin mereka belum terlalu jauh. " Perintah Jingu pada sang bawahan.
Sayangnya, Jingu tidak tahu bahwa Sima Feng sudah lebih dulu mengetahui keberadaan A Fei. Ia juga mampu membaca arah pergerakan Chenlan dan sedang menuju ke sana.
Dengan demikian, tanpa sepengetahuan siapapun Dua kelompok itu secara bersamaan sedang bergerak ke arah yang sama.
" Pangeran, mereka sudah di temukan. Namun situasi sedang tidak baik saat ini. " Lapor salah satu bawahan Jingu yang lain.
" Apa maksud mu dengan situasi tidak baik. Cepat jelaskan. "
Sang bawahan pun menjelaskan secara singkat. Tanpa membuang waktu, Jingu segera menuju ke sana. Jantung Jingu seolah berhenti berdetak ketika matanya menangkap sosok yang ia yakini itu adalah A Fei berdiri di pinggir jurang dengan Chenlan yang terlihat sedang membujuk wanita itu.
__ADS_1
' Apa yang sebenarnya terjadi? '