Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 429 Side story ( A Fei the princess of Jin)


__ADS_3

Kekalahan pasukan Jin membuat semangat pasukan Nan kembali menyala. Memanfaatkan kemalangan pasukan Jin, pasukan Nan terus melakukan serangan hingga pasukan Jin akhirnya terdesak.


Situasi kini berbalik.


Ditengah kondisi penuh tekanan, akhirnya A Fei berhasil menemukan solusi atas penyakit yang di alami oleh pasukannya.


Gegas ia berlari untuk menemui Sima Feng.


" Menurut catatan guru, kita bisa memberikan larutan oralit terlebih dulu untuk mengganti cairan yang hilang. Diare sendiri akan hilang selang beberapa saat. Namun jika kita masih belum menemukan penyebabnya dan diare semakin parah. Kita terpaksa memberikan antibiotik pada mereka. " Jelas A Fei sesuai dengan informasi yang ia baca.


Ia juga melanjutnya, " Karena itu kak. Kita harus secepatnya menemukan sumber bakteri ini agar penyakit ini tidak semakin parah. Untuk langkah awal, mulai sekarang gunakan air yang sudah di rebus mendidih untuk minum. Suhu tinggi bisa membunuh bakteri. "


Karena pencemaran belum terjadi saat ini, orang-orang terbiasa minum langsung dari sumbernya, termasuk air sungai. Mereka beranggapan bahwa air tersebut jernih dan layak untuk di minum. Mereka belum mengetahui fakta mengenai bakteri ataupun virus mengingat alat-alat seperti mikroskop bahkan belum ditemukan.


Butuh sekitar satu minggu lebih untuk A Fei membuat antibiotik berdasarkan buku panduan yang di tinggalkan Lucy. Sembari menunggu, pasukan Jin mendapat perawatan seperti biasa dan itu cukup mengurangi gejalanya. Terlebih setelah gaya hidup bersih yang A Fei terapkan.


Mereka yang tidak terlalu parah bisa kembali pulih, sementara mereka yang memiliki gejala akut masih harus menerima perawatan.


" Gawat Yang mulia! pasukan Nan kembali menyerang dan kali ini dengan jumlah pasukan lebih banyak. Mereka sudah mengepung perkemahan kita. " Seru salah satu komandan pasukan yang baru saja datang melapor. Wajahnya berkeringat dengan warna pucat karena panik.


Dilihat dari ekspresinya, baik A Fei dan A Feng tahu bahwa mereka dalam situasi buruk.


Dan benar saja. Pasukan Nan sudah mengepung perkemahan mereka. Tidak ada waktu untuk mengatur pasukan.


" A Fei, pergilah. Selamatkan diri mu. Aku akan menahan mereka. "


Meski Sima Feng mendesaknya untuk kabur, A Fei bersikeras tidak ingin melakukannya. Dia bukan seorang pengecut yang dengan egois kabur sementara saudaranya mempertaruhkan nyawanya. Apa lagi banyak pasukan mereka yang sedang sakit.


Tidak! ia tidak akan pergi.


" Tidak. Aku akan tetap di sini membantu mu dan padukan Jin. " Tegas A Fei.


" Jangan bodoh. Kau bisa terbunuh. "

__ADS_1


" Tapi.. "


Sebelum menyelesaikan ucapannya, Sima Feng menarik tangan A Fei dan Mendorongnya ke sisi komandan Yan.


" Jaga dan lindungi dia. Ingat jangan kembali apapun situasinya. " Perintahnya pada Komandan Yan.


" Baik. Yang mulia. "


" Tidak. Sima Feng aku tidak akan pergi! " Sentak A Fei kesal karena penolakannya sama sekali tidak di dengar.


Sima Feng membuang napas, memupuk kesabaran dirinya. Adiknya ini terlalu keras kepala.


" A Fei, dengarkan aku. Aku sudah berjanji pada ayah dan ibu akan melindungi mu. Kali ini tolong patuhlah, akan sulit melindungi mu saat ini. Jadi lari dan selamatkan diri mu. "


Sima Feng mencoba menekan emosinya dan berusaha berbicara lembut. Ia tahu semakin dirinya keras, maka A Fei akan bersikap semakin keras pula.


Sima Feng menenangkan adiknya tersebut dan memeluknya. Pelan, ia berbisik. " Aku akan kembali dengan selamat, jangan khawatir. "


" Berjanjilah. " Dan Sima Feng mengangguk sebagai respon.


Pasukan Nan sudah menyerang hingga ke wilayah perkemahan pasukan Jin. Pertempuran tak terelakkan lagi. Satu persatu prajurit mulai tumbang. Suara pedang beradu saling bersautan. Korban yang jatuh tidak hanya dari pasukan Jin, tapi juga pasukan Nan. Tanah yang semula cokelat kini berwarna gelap dengan darah yang tumpah.


Dari atas bukit, A Fei bisa melihat asap membumbung tinggi dari arah tenda. Matanya merah dan air matanya seketika luruh. Memikirkan nasib para pasukannya dan juga saudaranya yang sedang berusaha melawan pasukan musuh.


" Putri, kita harus segera pergi. Saya takut pasukan musuh akan mengejar kita. "


A Fei adalah putri Kekaisaran Jin. Bukan hal baik jika tertangkap oleh pihak musuh. Yang terburuk, Kekaisaran Nan bisa menjadikan A Fei sebagai sandera untuk mengancam Kekaisaran Jin.


Dengan enggan dan perasaan berat, A Fei hanya bisa mengikuti langkah komandan Yan dengan kedua mata yang tidak lepas dari pemandangan kacau perkemahan.


Namun itu tidak berlangsung lama. Pasukan Nan berhasil mengejar. Mereka bertekad untuk menangkap A Fei dan menjadikannya sebagai tawanan penebusan.


" Tuan putri, larilah. Saya akan melawan mereka. Setidaknya itu bisa menghambat mereka. "

__ADS_1


A Fei menolak gagasan nekat Komandan Yan. " Jangan! jumlah mereka terlalu banyak. Kau hanya akan menderita kekalahan. Jangan sia-siakan nyawa mu. "


Sebuah anak panah melesat, hampir mengenai punggung A Fei. Komandan Yan dengan sigap menangkis panah tersebut dengan pedangnya.


" Hati-hati putri! "


Beberapa prajurit Nan berhasil menyusul dan langsung menyerang keduanya.


Meski A Fei mampu melawan mereka, namun dengan banyaknya jumlah pasukan Nan membuat keduanya cukup kelelahan.


" Putri pergilah. Saya akan menghalau mereka. Tolong! tidak ada waktu lagi. "


A Fei ragu-ragu. Namun setelah melihat bagaimana komandan Yan terdesak. Ia memutuskan pergi. Setidaknya dirinya bisa memancing perhatian beberapa pasukan Nan.


Dengan berat hati, A Fei akhirnya mengikuti kata-kata komandan Yan.


" Maafkan aku. Tolong bertahanlah. " Kata A Fei sebelum akhirnya melangkah pergi.


Sesuai dugaan, beberapa prajurit Nan beralih mengejar A Fei. Meski lelah, gadis itu tak bisa berhenti.


' Sial! apakah mereka tidak merasa lelah. Aku bahkan tidak bisa merasakan tungkai kaki ku lagi karena terlalu lelah berlari. ' Gerutu A Fei dalam hati. Ingin sekali ia berteriak dan meminta mereka untuk berhenti sejenak.


Ditengah rasa putus asanya, ia terkejut ketika merasakan tubuhnya melayang secara tiba-tiba.


" Arghhhh! " Teriak A Fei terkejut.


Tangannya yang di tarik paksa membuatnya kini duduk di atas kuda.


" Diamlah! " Tekan seorang pria. Tangannya melingkar posesif di perut A Fei seolah tak membiarkan gadis itu untuk pergi.


A Fei yang awalnya terkejut dan sempat memberontak langsung diam seperti patung es begitu sadar seseorang telah menariknya ke atas kuda .


' Suara ini. ' Batin A Fei.

__ADS_1


Ia yang tercengang seketika menoleh untuk melihat dengan kedua matanya yang melebar melototi pria itu.


" Kau! "


__ADS_2