
Merasa dirinya terancam, Ketua Perompak segera menghindari serangan Xiao Shuxiang. Akibatnya, pedang di kedua tangan anak laki-laki itu menghantam tanah.
Xiao Shuxiang memasukkan kembali pedang Nie Shang di sarungnya dan menyelipkannya di pinggang. Ia lalu mengambil pedangnya yang tadi menebas leher anak buah perompak, dan kembali menyerang ketuanya dengan cepat.
Traang!
Di antara para perompak, hanya ketua mereka yang sudah bisa mengerti situasinya saat ini. Sementara rekannya yang lain masih dalam keadaan mabuk.
Mereka juga berusaha menyerang Xiao Shuxiang, namun yang terjadi malah mereka terkena sayatan di lengan dan tebasan di leher.
Xiao Shuxiang berdecak kesal dan menggerutu. Padahal para perompak ini adalah kultivator namun begitu lemah hanya karena berada dalam pengaruh arak.
"Begitu bangga pada kekuatan kalian hanya akan membawa keburukan."
CRAAASH!
Xiao Shuxiang menebas salah satu rekan perompak tanpa kesulitan berarti. Benar yang di katakannya, para perompak ini terlalu bangga dengan kekuatan mereka.
Di samping itu, mereka juga begitu bangga dengan khasiat Rumput Hantu. Sebab sejauh ini belum pernah ada kultivator yang bisa bangun begitu cepat setelah diberi cairan rumput hantu. Dan karena hal itu jugalah yang membuat kewaspadaan mereka melemah.
Padahal, jika saja mereka tidak mabuk. Tentulah Xiao Shuxiang akan merasa kesulitan, bahkan bisa jadi dia akan kalah.
Ketua perompak mengalirkan Qi pada pedang besarnya. Dia lalu melesat dan menyerang Xiao Shuxiang.
TRAANG!!
Kedua pedang Xiao Shuxiang berbenturan dengan pedang ketua perompak, dengan cepat dia memberi tendangan ke dagu Ketua Perompak dan berjungkir balik ke belakang.
Ketua Perompak meludahkan darah, terlihat satu giginya terlepas karena terkena tendangan.
"KURANG AJAR!!" Ketua Perompak mengeluarkan aura pembunuhnya, segera Xiao Shuxiang mengambil jarak aman agar tidak terkena aura pembunuh tersebut.
"Kau Tidak Akan Bisa Lari, hik!!" Ketua Perompak segera melesat ke arah Xiao Shuxiang sambil sedikit segukan.
"Heh? Siapa yang ingin lari?!" Xiao Shuxiang melesatkan kedua pedang di tangannya sebagai pengalih perhatian, dia lalu mengepalkan tangan kanannya sambil mengumpulkan Qi.
Dia tidak pernah menggunakan Pernapasan Api selama kehidupan pertamanya di karenakan Dantian Api Poenix miliknya. Namun sekarang berbeda, meski saat ini praktik Xiao Shuxiang hanya berada di Forging Qi tingkat 3, nyatanya dia bisa mengeluarkan lima belas persen dari kekuatan aslinya.
Xiao Shuxiang melesat, terlihat seperti sinar merah membara yang langsung menerobos masuk ke dalam aura pembunuh milik Ketua Perompak. Dia melesat dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata manusia.
Baru setelah bunyi debaman keras bersamaan dengan suara retakan terdengar, Xiao Shuxiang bisa terlihat menapakkan kakinya di tanah. Tubuh Ketua Perompak sendiri terlempar cukup jauh dan baru berhenti setelah menghantam dinding rumah penduduk.
Tubuh Ketua Perompak hanya lecet dan masih utuh, namun kepalanya hancur berantakan. Xiao Shuxiang menghembuskan napas, dia melihat kepalan tangannya yang gemetar.
Matanya terlihat berkilat dan sedikit berair, dengan segera dia memejamkan mata sambil menahan rasa gemetar pada tangannya.
"Ini.. Luar biasa..! Sudah lama aku merindukan perasaan ini.." Xiao Shuxiang tersenyum lebar. Sungguh, sensasi ketika melakukan pembunuhan dengan tangan sendiri tanpa bantuan senjata sangat tidak tertahankan!
Dia ingin lagi. Dengan wajah polosnya, dia mulai menoleh ke arah rekan perompak yang tersisa.
Tiba-tiba saja, pupil mata Xiao Shuxiang yang awalnya berwarna cokelat berubah menjadi merah terang.
*
*
*
"Hmm..?"Jing Mi mulai membuka matanya, dia dan Nie Shang mulai menguap sambil mengusap-usap matanya.
"Jam berapa sekarang..?"
"Kita ada di mana..?"
__ADS_1
Jing Mi dan Nie Shang mulai menatap ke sekeliling. Mereka mengingat sedang makan bersama, kemudian pandangan mereka menghitam dan mereka tidak tahu lagi apa yang terjadi.
"Saudara Xiao..?" Jing Mi melihat Xiao Shuxiang yang seperti membakar sesuatu. Hidungnya seketika mencium aroma daging yang terbakar. Dia lalu berjalan menghampiri saudaranya itu.
Nie Shang melihat beberapa kurungan kayu dan ada banyak orang yang pingsan di dalamnya. Dia juga melihat beberapa rumah seperti habis terbakar serta bekas pertarungan.
Nie Shang kemudian mengikuti Jing Mi ke tempat Xiao Shuxiang yang sedang duduk sambil memandangi api di depannya.
"Hm, Saudara Jing, Nie Shang.. kalian sudah bangun? Ayo kemari." Xiao Shuxiang tersenyum tipis dan meminta kedua temannya untuk duduk bersamanya.
Jing Mi sedikit tersentak saat melihat ada bekas darah di mulut Xiao Shuxiang. Raut wajahnya nampak khawatir. "Saudara Xiao, kau berdarah..! Apa yang terjadi padamu?!"
"Saudara Jing, aku baik-baik saja. Dan ini bukan darahku.." Xiao Shuxiang menceritakan kejadian saat Jing Mi dan Nie Shang pingsan. Tentu, ada beberapa hal yang tidak dia katakan secara jelas.
Mendengar cerita Xiao Shuxiang, Jing Mi menarik napas lega. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika saja saudaranya ini tidak bangun.
Jing Mi bersuara pelan, "Jadi, tidak ada Demonic Beast di sini.."
Nie Shang, "Kita ditipu, begitu..?"
Xiao Shuxiang mengangguk, dia sebenarnya penasaran dengan identitas para perompak yang dibunuhnya. Saat menggeledah mayat mereka, dia tidak menemukan benda apa pun yang bisa dijadikan petunjuk.
"Mereka seperti pelayar, tapi bagaimana bisa mereka sampai di desa ini..?" Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya dan berusaha untuk berpikir. Hanya saja, dia merasa tidak perlu mencari tahu hal yang menurutnya tidak penting.
Xiao Shuxiang, "Kalian berdua ayo bantu aku memberikan obat racikan ini kepada mereka yang pingsan."
Jing Mi mengangguk, tetapi kemudian teringat sesuatu. "Saudaraku, lalu di mana mayat perompak itu..? Aku hanya melihat bekas pertarungan dan beberapa bercak darah, namun tidak melihat mayat para perompak yang telah mengikat kita sebelumnya."
"Kau tadi menemaniku melihat mereka, kenapa sekarang bertanya?" Xiao Shuxiang meminumkan obat yang dibuatnya kepada salah seorang anak perempuan.
Jing Mi dan Nie Shang tersentak, mereka berdua tidak percaya bahwa Xiao Shuxiang membakar mayat perompak tersebut.
Wajah Jing Mi memucat, "Saudara Xiao, aku sebenarnya tidak terkejut saat kau mengatakan bertarung seorang diri melawan mereka, karena aku percaya kau bisa. Tapi tidak kusangka, selain membunuh kau juga membakar mayat mereka.."
Sejauh ini, Jing Mi belum pernah bertemu dengan orang yang memiliki tindakan seperti Saudara Xiao-nya.
"Saudaraku.." Jing Mi sulit mencari kata, dia menelan ludah dan firasatnya memang berkata bahwa dirinya benar-benar harus membiasakan diri melihat hal semacam ini.
Ketika memastikan bahwa kondisi warga Desa Teratai Giok baik-baik saja, Jing Mi, Nie Shang, dan Xiao Shuxiang kembali terbang dengan pedang menuju Sekte Pedang Langit.
Terbang merupakan cara paling aman untuk menghindari bahaya dan juga merupakan alternatif tercepat untuk sampai di tempat tujuan. Hanya saja, pengalaman yang didapatkan dari berjalan kaki jauh lebih banyak daripada terbang seperti ini.
Saat tiba di Sekte Pedang Langit, Jing Mi, Nie Shang dan Xiao Shuxiang disambut oleh Hou Yong dan Zhi Shu. Wajah keduanya terlihat tegang dan seperti ingin mengatakan sesuatu.
Zhi Shu, "Saudara Jing... Saudara Xiao..."
Hou Yong, "Saudara Xiao. Akhirnya kau pulang,"
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Ada apa dengan kalian?"
Jing Mi juga keheranan, "Kalian kenapa...?"
Hou Yong, "Laporkan misimu lebih dulu. Kita akan bicara nanti..."
"Ba-baiklah, aku pergi dulu."
Setelah Jing Mi melapor tentang misinya, Hou Yong dan Zhi Shu langsung mengajak mereka pergi ke belakang bangunan Balai Peristirahatan.
"Kalian ini sebenarnya kenapa?" Xiao Shuxiang merasa heran.
Hou Yong, "Kalian akan segera tahu..."
Sampai di belakang bangunan Balai Peristirahatan, ternyata sudah ada Yi Wen, Feng Ying dan Bao Yu yang menunggu. Yi Wen terlihat menggerutu dan terus mengutuk seseorang yang membuatnya sekesal ini.
__ADS_1
Xiao Shuxiang, Jing Mi dan Nie Shang saling berpandangan, ketiganya sama sekali tidak mengerti dengan situasi sekarang.
Tidak berselang lama, Hai Feng datang dan mulai menceritakan keadaannya pada teman-temannya yang lain. Ini ternyata berkaitan dengan pedang yang akan mereka warisi dan juga hukuman yang didapatkan Ro Wei.
Selama Xiao Shuxiang tinggal di Gunung Induk, perkembangan praktik murid Sekte Kupu-Kupu begitu pesat. Dan karena hal inilah mereka diberi larangan untuk tidak meningkatkan praktik dengan cara menyerap Qi secara langsung dari alam.
Yi Wen dan teman-temannya hanya boleh menyerap Qi pada spirit stone yang dibagikan setiap bulannya. Bukan hanya itu, mereka juga mengalami diskriminasi oleh murid-murid sekte luar dan murid-murid Sekte Pedang Langit.
"Saudara Xiao, kau tidak mengetahui ini. Banyak yang sudah berubah, termasuk perlakuan mereka pada kami..." Yi Wen menceritakan, "Aku dan saudara kita yang lain adalah anak yang akrab dengan Balai Hukuman. Bahkan saat ini Ro Wei baru saja menjalani hukuman cambuk di lantai bawah tanah. Yang bisa kukatakan, mereka tidak suka dengan kami."
Hai Feng, "Aku juga pernah mendengar, guru Lan Gaozu sangat menentang kita yang mewarisi kedelapan pedang itu dengan alasan kita bukan bagian dari Sekte Pedang Langit."
Yi Wen mendengus ketika mendengar ucapan Hai Feng, dia juga sering mendengar itu dari murid Sekte Pedang Langit lainnya, "Semuanya karena Lan Gaozu. Sejak awal kuperhatikan, dia bukanlah guru yang baik...!"
"Jadi, di mana Ro Wei sekarang..?" Xiao Shuxiang mulai sedikit mengerti keadaan teman-temannya.
Bao Yu, "Ro Wei menjalani perawatan oleh Nenek Nian."
Segera saja, Xiao Shuxiang pergi untuk melihat kondisi Ro Wei. Jing Mi dan yang lainnya ikut menyusul.
Keadaan Ro Wei benar-benar parah. Di usia yang hampir memasuki 10 tahun, dia harus merasakan lima puluh cambukan dari Balai Hukuman. Kulit punggungnya yang putih kini menjadi merah keunguan.
Selain cambukan yang Ro Wei terima hari ini, nyatanya Xiao Shuxiang juga melihat bekas cambukan lain yang seperti sudah ada sejak lama.
Gadis yang berusaha menahan perih dari ramuan milik Nenek Nian ini hampir tidak menyadari kehadiran teman-temannya.
Yi Wen mengepalkan tangannya. Sungguh sangat keterlaluan hukuman yang diberikan kepada Ro Wei. Bukan hanya Yi Wen, tetapi Jing Mi, Zhi Shu, Hou Yong dan yang lainnya juga ikut geram.
Xiao Shuxiang menyentuh punggung Ro Wei dan mencoba memeriksa kondisinya. Seperti yang diduga, luka tersebut berasal dari cambukan khusus yang bekasnya tidak akan menghilang dan sulit disembuhkan dengan Qi atau herbal biasa.
Xiao Shuxiang, "Mereka sangat tidak berbelas kasih padamu..."
Ro Wei sedikit menoleh ke arah Xiao Shuxiang. Meski merasa sakit, dia masih berusaha tersenyum. "Ini... bu-bukan masalah..."
"Kau anak yang kuat, Ro Wei." Xiao Shuxiang mengambil kantong penyimpanan dari balik pakaiannya, dia mengeluarkan sebuah pil berwarna hitam pekat dan meminta gadis itu memakannya.
!!
Jing Mi, Nie Shang dan Hou Yong tersentak kaget. Mereka berharap bahwa pil yang diberikan Xiao Shuxiang bukanlah pil aneh buatannya.
Ro Wei tanpa menaruh rasa curiga, mulai membuka mulutnya ketika Xiao Shuxiang memberinya pil.
Tidak ada aroma apa pun yang keluar dari pil tersebut, namun saat menyentuh lidah.. Dia bisa merasakan ada letupan-letupan kecil di dalam mulutnya. Pil yang diberikan oleh Xiao Shuxiang memiliki rasa pahit dan manis secara bersamaan, rasa yang belum pernah dirasakan Ro Wei sebelumnya.
"Ini.. obat yang.. enak.."
Xiao Shuxiang tersenyum sambil mengusap kepala Ro Wei, "Hm.. tentu. Aku sangat tahu rasa obat itu sangat pahit, karenanya kubuat obat yang memiliki rasa berbeda."
Xiao Shuxiang, "Kau tidurlah. Efek pil yang kubuat itu akan bekerja setelah lima menit. Dan kalian, ayo keluar. Kita harus membiarkan Ro Wei beristirahat."
Saat berada di luar. Nyatanya selain Ro Wei, ternyata teman-teman Xiao Shuxiang juga memiliki bekas cambukan yang sama.
Yi Wen memperlihatkan bekas cambukan pada betisnya kepada Xiao Shuxiang, "Tidak hanya bekas cambukan di betis, tapi di punggungku juga punya bekas yang sama."
Xiao Shuxiang, "Sebenarnya, kalian dihukum gara-gara apa? Tidak mungkin mereka memberikan hukuman seperti ini tanpa alasan yang jelas.."
"Saudaraku, kami selalu mengikuti peraturan sekte dengan baik. Namun beberapa murid selalu menjebak kami, tidak ada yang mau percaya.." Hou Yong berkata, "Salah seorang senior perempuan Sekte Pedang Langit begitu lihai membuatku salah di mata semua orang."
Hou Yong melanjutkan, "Jika kami melawan, maka akan dihukum. Tetapi jika kami pasrah saja, kami akan selalu ditindas..!"
"Dan yang paling mengesalkan adalah, guru Lan Gaozu tidak mau menerima penjelasan. Seakan semua kesalahan merupakan milik kami..!" Jing Mi juga mengatakan pernah mendengar bahwa tidak seharusnya mereka ada di Sekte Pedang Langit.
Bao Yu, "Selama ini guru Lan Gaozu secara terang-terangan meminta kepada patriarch agar kita dipulangkan ke desa.."
__ADS_1
"Bao Yu, jangan memanggilnya 'Guru'. Lan Gaozu bukanlah guru kita..!" Yi Wen merasa hampir meledak, dia sudah terlalu sabar menerima perlakuan tidak adil ini. Padahal, awal mereka datang... semua baik-baik saja.
***