XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
66 - Penolong Huan Mei [Revisi]


__ADS_3

Qi Xuan tidak mampu berkata-kata walaupun mulutnya terbuka. Dia begitu syok menyaksikan kejadian di depannya.


Tubuh kultivator Sekte Serigala Iblis perlahan tumbang bersama dengan Huan Mei. Hanya saja, sebuah tangan langsung menangkap Huan Mei sebelum tubuhnya benar-benar menyentuh tanah.


Terlihat pakaian berwarna putih yang sedikit berkibar karena diterpa angin. Qi Xuan tersadar dari keterkejutannya saat melihat bahwa orang yang menangkap Huan Mei adalah seorang anak laki-laki berusia 9 tahun.


"Dia ini..." Qi Xuan ingat dengan anak di depannya, dia adalah Lan Guan Zhi dari Sekte Pedang Langit.


Tangan kanan Lan Guan Zhi memegang sebuah pedang yang begitu mengkilap. Pedang inilah yang dipakainya untuk menebas kepala kultivator Sekte Serigala Iblis. Meski begitu, tidak terlihat darah apa pun pada pedangnya.


Lan Guan Zhi menyarungkan pedangnya, dia lalu menatap Qi Xuan tanpa berucap sepatah kata pun. Ini membuat Qi Xuan yang sedang ditatap menjadi gugup.


"Ehm... te-terima kasih..." Qi Xuan akhirnya bisa mengeluarkan suara, walaupun terdengar gemetar.


Lan Guan Zhi mengangguk sedikit sambil menatap Qi Xuan kembali. Wajahnya tenang dan bahkan terkesan tidak memiliki ekspresi apa pun, ini membuat jantung Qi Xuan berdegub jauh lebih cepat dari biasanya.


Jujur, Qi Xuan baru pertama kali berhadapan dengan anak yang minim bersuara dan terkesan misterius seperti Lan Guan Zhi. Pasalnya, semua anak yang pernah dia temui adalah anak ceria dan suka bicara.


Bahkan di antara saudara seperguruannya, hanya Feng Ying sajalah yang jarang berbicara. Meski begitu, Feng Ying bukanlah anak yang minim ekspresi.


Qi Xuan bisa merasakan waktu berhenti saat berhadapan dengan sosok Lan Guan Zhi. Efek aneh yang dirasakan Qi Xuan membuatnya secara tidak sadar menundukkan kepala.


"Dingin..." Qi Xuan seakan berhadapan dengan gunung es yang dingin.


"Ambil,"


Qi Xuan tersentak saat mendengar Lan Guan Zhi bicara. Meski hanya satu kata, namun ada wibawa dalam kata tersebut.


Qi Xuan mengerti bahwa Lan Guan Zhi memintanya untuk mengambil Huan Mei. Segera, dia pun menggendong anak perempuan tersebut.


Tidak jauh di tempat Qi Xuan dan Lan Guan Zhi berada----kultivator Scarlet Bayangan terlihat berdiri sambil mengintip di balik pohon.


Mereka berempat sebenarnya juga terkejut dengan apa yang mereka saksikan. Tidak ada dari mereka yang bisa menjelaskan kenapa kepala kultivator Sekte Serigala Iblis tiba-tiba terjatuh.


Secara tidak sadar, keempat kultivator Scarlet Bayangan menyentuh leher mereka. Meski keempatnya bukanlah pemula dari hal menebas leher, namun mereka belum pernah melakukan yang seperti Lan Guan Zhi perbuat.


"Sungguh anak yang mengerikan..." Xing Dou merinding.


"Senior, si-siapa anak itu? Aku baru pertama kali melihat teknik pedang yang begitu rapi dan indah..." Lie Kai masih menyentuh lehernya, wajahnya terlihat sedikit pucat.


Xing Dou dengan suara yang pelan mulai menjelaskan tentang Lan Guan Zhi, "Dia adalah anak yang paling berbakat di Sekte Pedang Langit. Di usianya yang masih 9 tahun, dia sudah berada di Tahap Akhir Mortal Foundation. Kudengar, dia akan menjadi Grand Elder Sekte Pedang Langit di masa depan.."


Xing Dou berkata, "Tuan Muda Lan Guan Zhi bahkan lebih hebat dan akan melampaui kakaknya, Patriarch Lan.."


!!


Ada kabar yang beredar bahwa Grand Elder Sekte Pedang Langit telah memilih Lan Guan Zhi sebagai penerusnya. Kabar ini diperkuat dengan pusaka Sekte Pedang Langit yang diberikan kepada Lan Guan Zhi.


Pusaka berupa pedang dengan sarungnya yang berwarna kuning emas, merupakan pusaka turun temurun yang diberikan kepada calon GrandElder selanjutnya.


Pusaka itu terlihat berada di pinggang kanan Lan Guan Zhi. Perlu diketahui, Lan Guan Zhi memiliki dua pedang. Pedang pusakanya terus terselip di pinggang kanannya, sementara satu pedang lagi selalu berada di tangannya.


Meski Lan Guan Zhi mendapatkan pusaka Sekte Pedang Langit, namun dia tidak bisa menarik keluar pedang tersebut dari sarungnya.

__ADS_1


Ini dikarenakan pedang pusaka tersebut memiliki semacam segel, dan hanya akan terbuka jika pedang itu sendirilah yang mengakui Lan Guan Zhi sebagai pemiliknya.


Zi Lin memperhatikan Lan Guan Zhi dan juga Qi Xuan dari kejauhan, dia mengemukakan pendapatnya kepada Xing Dou.


"Senior, bagaimana jika kita singkirkan anak itu sebelum menjadi ancaman untuk kita di masa depan?" Zi Lin merasa, Lan Guan Zhi perlu dilenyapkan sebelum tumbuh dewasa. Karena jika dibiarkan, bisa saja Lan Guan Zhi akan menjadi penghalang dari rencana mereka.


Xing Dou mengangguk, "Kau benar. Sekalian kita juga bisa membawa cucu Grand Elder pergi dari sini,"


Zi Lin, Xing Dou, dan kedua junior mereka perlahan mulai menarik pedang. Namun saat mereka akan melesat untuk menyerang Lan Guan Zhi dan Qi Xuan, tiba-tiba seseorang seakan datang dari pepohonan dan mendarat tepat di depan Lan Guan Zhi dan Qi Xuan.


!!


"Itu...?"


"Gawat! Grand Elder Sekte Bunga Lotus Datang!"


Zi Lin, Xing Dou, dan kedua junior mereka terkejut saat mengetahui bahwa orang itu tidak lain adalah Huan Fei, Grand Elder Sekte Bunga Lotus.


"Sekarang bagaimana, Senior? Apa kita harus menyerang?"


"Kau ingin mati?! Sebaiknya kita pulang, tidak ada alasan mengorbankan nyawa hanya demi kepingan emas, Ayo!"


Zi Lin dan kedua juniornya mengangguk setelah mendengarkan ucapan Xing Dou. Mereka berempat kemudian bergerak secepat mungkin sebelum Huan Fei menyadari keberadaan mereka.


Huan Fei sendiri terlalu khawatir dengan keselamatan cucunya, Huan Mei. Apalagi setelah dia mendengar ucapan Qi Xuan dan mengetahui Huan Mei juga ikut menonton pertandingan.


Dalam hati, Huan Fei kesal dan beberapa kali merutuk. Dia merutuki Huan Mei yang begitu nakal dan selalu melanggar perintahnya. Meski demikian, dia tetap takut dan khawatir jika cucunya terluka.


"Mei'Er belum bangun Tetua, tapi dia baik-baik saja..." Qi Xuan menjawab pertanyaan Huan Fei, dia terlihat beberapa kali memanggil-manggil Huan Mei.


Huan Fei merasa lega karena cucunya baik-baik saja. Dia lalu berterima kasih kepada Qi Xuan dan Lan Guan Zhi karena sudah menyelamatkan cucu kesayangannya.


Lan Guan Zhi merasa bahwa Huan Mei sudah tidak berada dalam bahaya. Dia mengangguk sebagai jawaban dari ucapan terima kasih Huan Fei.


Lan Guan Zhi memberi hormat kepada Huan Fei dan kemudian melompat menjauh. Masih banyak kultivator yang membutuhkan bantuannya.


Dia memang tak banyak bicara. Namun gerak tubuh dan tatapannya seakan dimengerti oleh siapa pun.


Saat Lan Guan Zhi sudah tidak terlihat lagi, Qi Xuan mulai menyerahkan Huan Mei kepada Grand Elder Sekte Bunga Lotus. Dia juga mengatakan bahwa bukan dirinya yang menyelamatkan Huan Mei, tetapi Lan Guan Zhi.


Huan Fei tersenyum sambil menepuk pelan pundak Qi Xuan. Dia kemudian berusaha menyadarkan Huan Mei dengan cara mengalirkan Qi miliknya.


Tidak perlu menunggu lama, Huan Mei perlahan-lahan mulai membuka matanya. Huan Fei tersenyum lega karena cucunya sudah sadar, dia lalu memeluk Huan Mei.


Qi Xuan juga merasa lega sekaligus senang karena teman barunya tidak apa-apa. Qi Xuan bersyukur karena Lan Guan Zhi bisa datang tepat waktu, jika tidak.. entah apa yang akan terjadi kepada Huan Mei dan dirinya.


"Kakak Xuan..."


!!


Huan Fei tersentak kaget saat Huan Mei yang berada dalam pelukannya tidak memanggil namanya, dan malah memanggil nama orang lain.


"Mei'Er, ini Kakekmu...! Kenapa bukan nama Kakek yang kau sebut duluan?" Huan Fei memperhatikan wajah Huan Mei dengan tatapan tak percaya.

__ADS_1


Sayangnya Huan Mei malah memasang wajah cemberut saat menatap dirinya.


"Aku mau Kakak Xuan, bukannya Kakek...!"


!!


Bagai petir di siang hari, itu yang dirasakan oleh Huan Fei. Dirinya langsung berpikir bahwa cucunya mungkin belum sadar betul. Namun, seakan suara petir kedua didengarnya, saat Huan Mei langsung melepaskan diri dari pelukannya, dan langsung berlari memeluk Qi Xuan.


"Kakak Xuan!"


"Syukurlah kau baik-baik saja," Qi Xuan mengelus lembut kepala Huan Mei, baguslah temannya kembali ceria seperti sebelumnya.


"Mei'Er..." Huan Fei seperti ingin menangis. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Huan Mei Sang Cucu Kesayangan telah melarikan diri dari pelukannya dan malah memeluk orang lain.


"Mei'Er..? Ini Kakekmu Mei'Er..? Kau Tidak Mau Memeluk Kakek..?" Huan Fei menyentuh-nyentuhkan jarinya ke pundak Huan Mei.


Huan Fei meyakinkan dirinya sendiri bahwa cucunya ini tidak menyadari keberadaannya. Sayangnya, pernyataan Huan Mei membuatnya hampir jantungan.


"Aku tidak mau bersama Kakek, jangan sentuh aku, huh! Aku maunya bersama Kakak Xuan!" Huan Mei membuang muka saat bicara dengan Huan Fei, "Kakak Xuan. Gendong aku,"


"Tapi..."


"Gendong...! Gendong aku, Kakak Xuan...!"


Qi Xuan sendiri tidak tahu apa yang terjadi, namun Huan Mei terus merengek minta digendong. Qi Xuan akhirnya menyerah dan mulai menggendong Huan Mei.


"Ehm..Tetua, sebaiknya kita segera pergi.."


Qi Xuan melihat Huan Fei masih mematung dengan wajah terkejut, mirip seperti orang yang baru saja diputuskan secara sepihak oleh kekasihnya.


"Mei'Er.. Tega sekali kau pada Kakekmu ini.."


Huan Mei tidak peduli dengan gumaman Huan Fei, " Kakak Xuan. Ayo jalan,"


"Baiklah, ayo Tetua." Qi Xuan mengajak Huan Fei, dia lalu berjalan sambil menggendong Huan Mei.


Huan Fei menghela napas dan berusaha menenangkan dirinya, dia tak menyangka cucunya begitu tega memperlakukannya seperti ini.


Sambil berjalan di samping Qi Xuan, Huan Fei terus membujuk cucu kesayangannya agar lebih memilih digendong olehnya daripada Qi Xuan.


"Lihat ini.. Janggut Kakek sudah sangat tebal, kau sangat suka mengelusnya kan? Ayo kemari,"


"Tidak Mau! Aku lebih suka Kakak Xuan, bau Kakak Xuan Enak!"


"Mei'Er, tapi Kakek juga wangi..!"


"Aku tidak mau, bau Kakek seperti orang tua. Bau Kakak Xuan seperti rumput pagi, menenangkan..." Huan Mei memeluk erat Qi Xuan dan terus menggeleng sambil menolak bujukan dari Huan Fei.


Qi Xuan seperti tidak tahu harus mengatakan apa. Dia awalnya berpikir bahwa Grand Elder Sekte Bunga Lotus adalah orang yang memiliki wibawa tinggi.


Tidak Qi Xuan sangka, Grand Elder Sekte Bunga Lotus sedikit mirip dan mungkin sama persis dengan tetuanya, Yang Shu.


***

__ADS_1


__ADS_2