XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
500 - Raka Daksa II [Revisi]


__ADS_3

BLAAAAAR..!!


Gunung berapi yang sebelumnya meledak kini kembali terkena dampak serangan.


Raka Daksa merasa serangan barusan sudah meledakkan seluruh tubuh Xiao Shuxiang, tetapi justru berikutnya dia malah mendapat serangan yang sama besarnya.


!!


Terlalu banyak debu di tempat ini, apalagi serangan Raka Daksa tadi menciptakan kilatan petir yang jelas dimanfaatkan lawannya untuk memberi serangan balasan.


!!


Xiao Shuxiang sekarang berada pada posisi yang lebih mendominasi dalam menyerang. Dia kini tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh lawannya.


Raka Daksa kembali memprovokasi, "Kenapa kau harus menahan kekuatanmu, Xiao Shuxiang?! Bersikap lemah bukanlah tindakan seorang pendekar!"


"Diamlah! Aku tidak sama sepertimu!"


"Tentu saja. Kau mengkhawatirkan dampak seranganmu melukai para manusia, sementara aku tidak.." Raka Daksa tersenyum, "Kenapa kau harus bermurah hati pada mereka yang jelas-jelas tidak menerimamu, huh?! Itu tindakan yang paling bodoh..!"


Pedang Raka Daksa yang dialiri Tenaga Dalam terayun kuat bersamaan dengan Xiao Shuxiang yang menerimanya hanya memakai sebelah tangan.


!!


Tanah padat yang dipijak oleh kedua orang itu seakan baru saja dihantam petir yang dahsyat. Tanah retak dan lubang besar tercipta. Kekuatan Raka Daksa seperti sebuah gunung yang besar.


"Kau pikir kau bisa menahannya lebih lama, hah?! Kau hanya akan tewas di tanganku..!" Raka Daksa menekan kuat pedangnya, aura hitam keluar dari tubuhnya dan dia benar-benar menggunakan kesempatan ini untuk mengunci pergerakan lawannya.


Xiao Shuxiang menggertakkan giginya, dia merasakan sakit pada seluruh organ dalam tubuhnya bahkan kini setiap tulangnya terasa retak sedikit demi sedikit.


"Sebuah tindakan bodoh bila kau harus menahan kekuatanmu hanya untuk melindungi manusia yang jelas tidak menginginkan keberadaanmu, Xiao Shuxiang..!!" suara Raka Daksa meninggi, dia semakin kuat menekan pedang besarnya dan nampak menyeringai ketika melihat ekspresi lawannya yang sangat kesulitan.


"Hari ini.. Aku akan membalas kematian Adikku..!"


"Hah, sayang sekali kau tidak akan bisa membalasnya. Justru akan kubuat kau mengalami nasib yang sama dengan Adikmu!"


!!


Asap tipis terbentuk di bawah kaki Xiao Shuxiang dan dengan cepat menyerang Raka Daksa seperti sebuah ekor runcing yang menusuk tubuh pendekar itu.


Dia membuat lawannya terpental dan tanpa membuang waktu----dirinya kembali menyerang.


!!


Tidak peduli betapa banyak luka yang diterima asalkan masih bisa bergerak, maka Xiao Shuxiang akan terus maju. Dia bahkan bisa membuat pedang pusaka lawannya menjadi retak dan beberapa serangan berikutnya membuat pusaka tersebut patah.


Raka Daksa begitu marah, urat terbentuk di dahinya. Dia menggeram kuat dan seketika melepaskan banyak tenaga yang membuat udara menghitam. Dia pun bergerak dan melempar serangan kepada lawannya.


!!


Xiao Shuxiang sendiri hanya dapat menahan tiga serangan, itu pun dirinya harus terdorong mundur. Dan pada saat tiga serangan berikutnya----dia begitu kewalahan sampai terkena serangan yang membuatnya terpental jauh.


BLAAAAAR..!!


Tidak ada lagi pita sebagai senjata. Benda itu sudah lama menjadi abu karena tidak kuat menahan Qi milik Xiao Shuxiang dan kini dia menggunakan tangan kosong.


Xiao Shuxiang bangun sebelum Raka Daksa melesat maju. Dia meludahkan darah dan dengan cepat menghentakkan kakinya di tanah.


!!


Tanah tiba-tiba terangkat dan berbentuk bagai batu besar. Dengan Teknik Pernapasan Angin--hanya dengan satu pukulan Xiao Shuxiang mampu melesatkan benda besar itu ke arah lawannya.


BAAAAM..!!


Raka Daksa memecah batu itu menjadi kepingan hanya dengan sekali gerakan, dia mencemooh. "Apa sekarang kau mulai putus asa hingga menggunakan trik ini, huh?"


"Hmph, entahlah. Kau bisa menebaknya," Xiao Shuxiang kembali menghentakkan kakinya, tanah terangkat menjadi bongkahan batu besar yang mana secara bertubi-tubi dia pukul ke arah lawannya.

__ADS_1


!!


Raka Daksa menerima serangan cepat itu. Dia menghancurkan setiap batu yang datang sambil terus melesat maju. Beberapa bongkahan bahkan sengaja dia buat untuk kembali lagi kepada Xiao Shuxiang.


!!


Lawannya menerima serangan itu dan memulangkannya kembali. Keduanya begitu sengit bertukar serangan dan benar-benar memiliki nafsu membunuh satu sama lain.


Mereka saling mencari kelemahan lawan dan menyerangnya tanpa ampun. Tidak ada di antara kedua orang itu yang peduli pada rasa sakit di tubuh mereka. Xiao Shuxiang dan Raka Daksa jelas nampak bagai dua monster.


BAAAAM..!!


Raka Daksa awalnya berpikir akan bermain-main untuk membuat Xiao Shuxiang kehabisan banyak Qi, namun tidak disangka pergerakan pemuda itu mulai membuatnya merasa aneh.


!!


Raka Daksa terpental ketika mendadak tidak bisa memprediksi serangan lawannya. Dia terkena tendangan dari kaki kiri Xiao Shuxiang dan itu membuatnya terpental jauh, dia bahkan merasa tulang rusuknya ada yang patah.


Xiao Shuxiang berjalan dengan tatapan mata yang dingin, pakaiannya nampak koyak dan benar-benar tidak terlihat bagus. Dengan sengaja, dia pun menarik kuat pakaiannya hingga tubuh bagian atasnya terlihat.


Tubuh pemuda itu penuh luka, namun dengan cepat tertutup kembali. Pakaian Xiao Shuxiang sebelumnya basah akibat darah dan keringat, juga kotor karena pertarungannya. Sekarang saat dalam kondisi bertelanjang dada----dia merasa lebih mudah bergerak.


"Aku tahu kau bekerja sama dengan Qian Kun. Tapi apa dia pernah memberi tahu padamu bahwa.." Xiao Shuxiang tiba-tiba menghilang dan muncul tepat di depan Raka Daksa dengan sebuah kepalan tangan terayun kuat, ".. Bahwa dibandingkan dengan tangan kanan----seranganku lebih mematikan jika dengan tangan kiri."


!!


Itu hanyalah serangan biasa, tetapi Raka Daksa sulit memprediksinya. Dia pun harus kembali merasakan sakit di punggung dan tulang akibat menghantam tanah.


Pergerakan dan kecepatan serangan Xiao Shuxiang berbeda dari yang sebelumnya. Dia benar-benar nampak seperti mempermainkan Raka Daksa.


Sejak menjalani kehidupannya yang sekarang, Xiao Shuxiang terlihat lebih dominan memakai tangan kanan untuk melakukan berbagai hal----termasuk dalam mengayunkan pedang. Tetapi yang sebenarnya adalah dia merupakan pendekar yang ahli dalam penggunaan tangan kiri.


Fakta ini kemungkinan bukanlah hal besar, tetapi tidak bagi Raka Daksa. Tatapan matanya jelas memperlihatkan ketegangan, perbedaan yang terlihat sepele ini tidak mungkin dapat dia abaikan begitu saja.


"Kau nampak terkejut? Apa Qian Kun tidak memberi tahumu?" suara Xiao Shuxiang dingin, dia mengangkat pelan tangannya, mengalirkan Qi yang besar dan kemudian menyerang Raka Daksa.


!!


Dia membuat Raka Daksa fokus menahan serangan besar itu dan dengan kesempatan ini----Xiao Shuxiang mampu memberi pukulan yang penuh Qi miliknya.


!?


Raka Daksa terkejut, dia merasa pukulan ini tidak membuatnya kesakitan apalagi sampai terpental seperti yang sebelumnya. Justru tubuhnya merasa hangat dan aliran tenaga masuk melalui kepalan tangan lawan yang ada di punggungnya.


"A.. Apa yang kau lakukan?"


"Kau tidak perlu heran, aku hanya berbaik hati memberimu Qi milik Sang Bintang Penghancur ini.." suara yang begitu lembut namun mengandung niatan tersembunyi, apalagi Xiao Shuxiang memperlihatkan sebuah senyuman tipis yang tidak biasa. ".. Kau sangat suka kekuatan, bukan? Maka ambillah dan mati,"


!!


Proses mengalirkan Qi ke dalam tubuh Raka Daksa berlangsung sangat cepat dan dengan tenaga yang kuat. Awalnya memang terasa hangat, tetapi kemudian rasa itu berganti dengan panas yang tidak tertahankan.


Raka Daksa berteriak keras, dia bahkan spontan merentangkan tangannya dengan wajah mendongak ke atas. Matanya terbelalak, nampak berkilat kemerahan dan urat-urat di leher serta dahinya menegang.


Dia tidak bisa menghindari ini, setiap organ tubuhnya bagai disirami lahar yang panas. Dirinya tidak bisa bergerak termasuk mengeluarkan suara selain teriakan penuh kesakitan.


Kulit tubuh Raka Daksa mulai retak, terlihat sinar kemerahan keluar dari retakan-retakan itu. Mulut dan matanya pun mengeluarkan sinar merah yang merupakan sesuatu tidak baik untuk tubuhnya sendiri.


BLAAAAAAR...!!


Tubuh Raka Daksa meledak akibat tidak mampu menahan Qi milik Xiao Shuxiang. Suaranya sangat besar dan menciptakan gelombang angin yang kuat. Bersamaan dengan kejadian itu----kaki Lan Guan Zhi mulai menapak di tanah.


!!


Pemuda berpita dahi itu menggunakan Qi untuk menyelimuti tubuhnya dari terkena dampak ledakan tersebut. Saat debu mulai agak berkurang, dia pun bisa melihat teman baiknya yang berdiri dan nampak terengah-engah.


Xiao Shuxiang memuntahkan darah, ledakan dari tubuh Raka Daksa juga mengenainya. Tangan kirinya menekan perut dan seperti mencegah sesuatu keluar. Karena suasana yang agak redup----kondisinya tidak terlihat jelas.

__ADS_1


Tetapi Lan Guan Zhi memiliki penglihatan yang cukup tajam. Dia terkejut saat tahu tubuh teman baiknya begitu buruk, dan yang lebih menakutkan, ada robekan besar di perut Xiao Shuxiang.


!!


Lan Guan Zhi segera melesat, dia tepat menahan tubuh teman baiknya sebelum mulai oleng. Tangan kanannya memegang lengan kanan Xiao Shuxiang, dia dapat merasakan tulang pada lengan temannya benar-benar hancur.


"Xiang'Er..!"


?!


Xiao Shuxiang baru merasakan ada seseorang yang menahan tubuhnya untuk tidak jatuh. Dirinya kembali memuntahkan darah dan menekan perutnya----regenerasi tubuhnya saat ini mulai terlihat, walau jujur.. Lukanya terlalu parah untuk bisa sembuh dengan cepat.


"Shuxiang.."


"Kau.. Siapa?" Xiao Shuxiang menatap sosok di sampingnya, penglihatannya buram dan saat ini telinganya sedang berdenging. Warna matanya masih belum kembali normal.


!?


Entah dia sadari atau tidak, tetapi bagi Lan Guan Zhi----ini pertama kalinya dia melihat warna mata teman baiknya yang agak berbeda. Pupil mata yang dia lihat bahkan nampak seperti milik hewan buas.


"Lan Zhi.. Apa ini kau..?" napas Xiao Shuxiang masih tidak beraturan, tetapi penglihatannya mulai sedikit lebih jelas. Penciumannya pun akhirnya dapat bekerja, dia mencium aroma manis kayu cendana dan langsung memikirkan teman baiknya.


"Maaf karena aku terlambat.. Kau.."


"Aku akan jujur padamu. Aku benar-benar sulit bergerak sekarang. Setiap tulangku patah dan andai perutku tidak cepat kutekan, ususku mungkin sudah mencuat keluar. Rasanya benar-benar sakit.." Xiao Shuxiang menggeram sebelum kembali memuntahkan darah.


!!


Lan Guan Zhi tidak bisa memulihkan teman baiknya secara langsung, tetapi dia membawa Pil Napas Naga. Segera dia mengeluarkan pil tersebut dari dalam Cincin Spasialnya dan memberikannya pada Xiao Shuxiang.


Teman baiknya tidak banyak bertanya, dia memakan pil itu yang benar-benar membantu regenerasi tubuhnya. Napasnya pun mulai agak stabil dan jujur----Xiao Shuxiang merasa kondisi tubuhnya agak mengesankan.


Saat bertarung sengit tadi, dia banyak menerima serangan dan rasa sakitnya bisa dikatakan hampir tidak terasa. Dan dengan kondisi yang sekarang pun--dia masih tidak berteriak keras.


"Aku tidak percaya jika tidak mengalaminya sendiri. Beruntung.. Dia tidak memakai racun,"


"Shuxiang, kau terlalu cepat merasa bersyukur."


?!


Ucapan yang dilontarkan oleh Lan Guan Zhi terdengar aneh. Xiao Shuxiang baru saja ingin bertanya, tetapi mendadak suasana berubah mencekam.


!!


Xiao Shuxiang melihat arah pandangan Lan Guan Zhi. Dia tersentak ketika asap hitam kemerahan mulai berkumpul pada sebuah titik yang tidak jauh dari posisinya sekarang.


Firasatnya semakin buruk saat dengan cepat asap hitam kemerahan itu membentuk sebuah makhluk besar setinggi 20 meter. Bukan lagi--sosok tersebut sudah jelas adalah monster.


Xiao Shuxiang kesulitan menelan ludah, "Aku rasa ini belum berakhir.."


"Biar aku yang menghadapinya, kau istirahat saja."


"Lan'Er, jangan merebut bagian terbaiknya dariku. Kau sendiri terlihat sudah banyak bertarung, wajahmu begitu pucat. Istirahat saja,"


"Tidak. Kau yang harus istirahat.." suara Lan Guan Zhi lembut, dia sudah cukup melihat teman baiknya bertarung mati-matian. Dia tidak ingin kondisi pemuda ini menjadi lebih buruk lagi.


Xiao Shuxiang sendiri tidak mau Lan Guan Zhi mengambil alih pertarungan ini. Pemuda di hadapannya merupakan orang yang tidak ingin dia lihat sampai terluka. Lagipula target lawannya bukanlah Lan Guan Zhi, tetapi dirinya sendiri.


!!


Di saat kedua pemuda itu saling mengkhawatirkan satu sama lain--Raka Daksa sudah berubah total menjadi wujud yang baru.


Tubuhnya besar, penuh dengan otot dan tumbuh empat pasang tanduk pada kedua bahunya. Selain itu, terdapat sepasang tanduk di kepalanya. Dia memiliki tatapan mata tajam berwarna ungu dengan gigi taring bagai hewan buas.


Kulit tubuh Raka Daksa berwarna hitam keunguan dan kuku pada jari-jarinya begitu runcing serta mengandung racun. Asap hitam kemerahan yang menyelimuti dirinya berubah menjadi aura yang kuat dan sejujurnya bisa meledakkan kepala 50 orang kultivator secara sekaligus.


"XIAO.. SHUXIANG..!!"

__ADS_1


Suaranya menggema, langit yang ada pada dua Kekaisaran seketika di penuhi oleh petir yang tidak terhitung jumlahnya.


***


__ADS_2