
Ruangan besar ini diterangi oleh enam buah lentera, namun cahayanya masih amat redup.
Salah satu lentera terdapat di bagian belakang sisi kanan dari kursi Yi Wen. Jadi meski suasana di sekitarnya terkesan redup, dia dapat melihat jelas wajah dari Qian Kun.
"Kau..." Yi Wen berdiri dan lalu sedikit memajukan tubuhnya. Dia memperhatikan wajah sosok di depannya dengan penuh ketelitian.
"... Tidak mungkin," Yi Wen kembali duduk, dia berusaha untuk bersikap tenang walau tatapan matanya jelas memperlihatkan kekesalan.
"Apa-apaan ini.. Bagaimana bisa kau memiliki wajah secantik itu? Siapa kau sebenarnya?" Yi Wen menyilangkan kedua tangannya.
Beberapa waktu lalu, dia jelas mendengar suara Qian Kun yang berat layaknya pria dewasa. Tetapi saat melihat wajah sosok di depannya, dia menjadi tidak yakin apakah baru saja terkena ilusi atau tidak.
"Ini bukan wajahku."
!!
Suara barusan milik wanita, terdengar sangat feminim. Yi Wen tanpa sadar membuka mulut dan menatap aneh ke arah sosok di depannya. Dia pun mulai memikirkan kemungkinan terburuk.
"Qian Kun, apa kau... Bisa berganti-ganti wajah?" suaranya pelan, namun saat mengatakannya----Yi Wen mendengar debaran jantungnya yang tidak biasa.
Bibir sosok itu tertarik membentuk senyuman, mata merahnya nampak berkilat. Dia memiliki kulit wajah yang cerah, lembut, namun terselubungi oleh lapisan salju dan embun beku.
Senyuman tipis sosok itu seolah menjawab pertanyaan dari Yi Wen. Saudara seperguruan Xiao Shuxiang ini merasa telah bertemu makhluk yang mengerikan.
"Terkadang saat sedang bosan, aku menggantinya."
!!
Yi Wen kembali terkejut. Tepat di depan matanya, dia menyaksikan sendiri bagaimana wajah serta suara wanita cantik di depannya berubah. Sekarang terlihat lebih muda seolah baru saja berusia 15 Tahun, padahal sebelumnya----wajah yang dia lihat adalah wanita berusia sekitar 30 Tahun.
"Orang ini.." Yi Wen mengembuskan napas, dia mengatur detakan jantungnya hingga kembali tenang. Dia pun menatap sosok bermata merah di depannya sambil menyembunyikan betapa terguncang dirinya.
"Qian Kun, apa kau makhluk seperti itu..? Sosok yang mampu mengubah wajahnya menjadi siapa pun, 'Makhluk Seribu Wajah'?"
"Kenapa kau menanyakannya?"
"Ehm.. Tidak. Aku hanya bertanya saja, kau tidak harus menjawabnya jika memang tidak mau.." Yi Wen berusaha menyembunyikan kegugupannya, dia sekarang merasa lebih suka bicara jika Qian Kun memakai topengnya kembali.
Sosok di depan Yi Wen dengan suaranya yang dingin mengatakan, dia hanya bisa menggunakan wajah orang yang sudah dia bunuh dengan tangannya sendiri.
Wajah gadis muda yang saat ini dia perlihatkan, merupakan putri seorang saudagar kaya yang dia bunuh beberapa hari lalu.
"Qian Kun.. Lalu bagaimana dengan wajah aslimu? Kau sudah memakai topeng, dan sekarang kau memakainya lagi walau dalam bentuk lain. Apa kau benar-benar setakut itu hingga harus menyembunyikan identitasmu?"
"Hh, takut?" mata Qian Kun kembali berkilat, dia menyeringai sebelum kembali bersuara. "...Yi Wen, aku memperlihatkan padamu sesuatu yang kau butuhkan agar selalu bisa berhati-hati. Aku mungkin saja adalah salah satu dari orang-orang terdekatmu."
!!
"Qian Kun..!" Yi Wen spontan berdiri, dia mulai mengerti dan terlihat terkejut. "Jika sampai kau melakukan sesuatu pada teman-temanku, kau tidak akan pernah kulepaskan."
Suara tawa kecil terdengar, sosok di depan Yi Wen tersenyum mengerikan. "Tenanglah... Kalau aku yang lebih dulu bertindak, apa kau pikir teman-temanmu masih tetap hidup? Mereka semua jelas akan mati dan dunia... Tidak mungkin sedamai ini. Kau bahkan tidak mampu menghentikanku dengan mudah,"
Qian Kun kembali memakai topengnya, dia meminta agar Yi Wen duduk dan berhenti bersikap layaknya orang yang peduli pada keselamatan orang lain.
Qian Kun bahkan tidak yakin Yi Wen akan sepeduli itu pada teman-temannya sendiri. Gadis di depannya ini merupakan orang yang penuh dengan tipu muslihat.
"... Sekarang mari membahas hal yang lain. Bagaimana dengan pekerjaan yang kuberikan padamu, apa kau sudah menyelesaikannya?"
"Kalau tentang itu, aku belum melakukannya.." Yi Wen bergumam pelan, namun dengan jelas dapat didengar oleh Qian Kun.
"Hmm, jadi sekarang kau tidak mau lagi melakukan tugas ini?"
"Bukan begitu, hanya saja aku sibuk mendekati seseorang. Dia pemuda yang menyebalkan." suasana hati Yi Wen mulai memburuk kala mengingat kejadian yang dialaminya belakangan ini.
Dia sebelumnya telah membuat keputusan untuk mendekati Bocah Pengemis Gila dan membuat pemuda itu jatuh hati padanya. Namun segala cara yang dia lakukan, tidak pernah berhasil.
Jangankan dapat merangkul pemuda itu, berjalan di dekatnya pun Yi Wen dihalangi oleh sebuah tongkat sepanjang satu setengah meter. Bocah Pengemis Gila akan mendorongnya memakai tongkat bambu jika Yi Wen berani melanggar jarak.
"Sialan. Orang itu... Dia sangat keterlaluan. Caranya menatap seakan-akan aku ini adalah sumber penyakit, padahal aku mencoba menolong dia dari perilaku menyimpangnya. Dia mengesalkan.. Sangat mengesalkan!"
Yi Wen bersungut-sungut, dia menarik-narik sedikit rambut depannya setelah beberapa kali dipelintir. Dia seperti sudah melupakan kegugupannya berhadapan dengan sosok di depannya ini.
Qian Kun sendiri nampak tidak peduli dengan kehidupan pribadi Yi Wen, dia hanya berkata agar Yi Wen kembali melakukan tugasnya setelah selesai menggerutu.
"Qian Kun.." Yi Wen kini berwajah serius, "..Kau sekuat ini, kenapa masih membutuhkan mereka? Kau bisa menggemparkan satu benua dengan kekuatanmu yang sekarang, lantas mengapa tidak melakukannya jika kehancuran yang kau inginkan?"
"Yi Wen, apa aku tidak pernah memberi tahu padamu bahwa yang bertugas menghancurkan adalah milik Saudara Xiao-mu?"
"Saudaraku tidak akan mungkin melakukan itu,"
"Karenanya aku ada, untuk membuat Xiao Shuxiang melakukan tugasnya."
!!
Suasana tiba-tiba menjadi tegang antara Yi Wen dengan Qian Kun. Keduanya biar dilihat bagaimanapun, mereka merupakan orang yang penuh dengan tipu muslihat.
Yi Wen selama ini hanya membantu Scarlet Darah dalam melaksanakan beberapa tugas kecil, dia melakukan itu hanya sekadar mengusir kejenuhannya. Alasan yang tentu tidak bisa diterima oleh seseorang seperti Xiao Shuxiang.
Walau Yi Wen membantah menjadi salah satu bagian dari Scarlet Darah, tetap saja dia terlibat dalam tindakan yang dilakukan kelompok itu.
Andai kata Xiao Shuxiang tahu masalah ini dan Yi Wen tidak bisa memberi penjelasan yang masuk akal pada Koki Alkemis itu, dia benar-benar akan berakhir menyedihkan.
Di sisi lain, Qian Kun memang mempunyai kekuatan yang bisa membuat sebuah benua berguncang. Namun tetap saja, ada risiko yang harus dia tanggung sendiri.
__ADS_1
Qian Kun tidak bisa nekat, tujuan hidupnya hanyalah mengawasi Xiao Shuxiang dan mengatur jalan hidup putranya itu agar memenuhi takdir yang para makhluk dunianya telah persiapkan.
Xiao Shuxiang adalah alat. Alasan mengapa dia tahu kebenaran dari takdirnya dianggap sebuah kesalahan bagi makhluk seperti Qian Kun.
Sangat mengesalkan ketika hampir saja mereka mencapai tujuan yang telah direncanakan dengan sempurna dan berakhir begitu saja hanya karena Xiao Shuxiang menggunakan 'Jurus Kebangkitan Kembali'.
Keempat Dunia harusnya sudah mereka kuasai lebih dari seratus tahun yang lalu andai Xiao Shuxiang tidak mengeluarkan jurus itu di detik-detik kematiannya.
Qian Kun pun tidak harus menunggu lama dan mencari di mana tempat Xiao Shuxiang bangkit. Jika ingin menumpuk kemarahan, dia benar-benar sangat marah. Apalagi sekarang, Xiao Shuxiang mencoba untuk lepas dari belenggu takdirnya.
Yi Wen mengembuskan napas pelan, dia sudah mendapat ketenangannya kembali walau suasana yang dirinya rasakan masih tegang. "Qian Kun.. Entah apa yang kau rencanakan, tapi kuharap kau tidak membuat masalah pada pernikahan saudaraku."
"Tentu saja. Mencari gara-gara di saat para pendekar dan kultivator kuat berkumpul bukanlah tindakan bijak. Lagipula, membuat senang seekor kelinci sebelum disembelih adalah hal yang menarik."
Suara Qian Kun sekarang terdengar jantan. Dalam hati, Yi Wen meyakinkan diri untuk menandai sosok di depannya sebagai makhluk mengerikan yang harus dia waspadai.
Seperti yang dipikirkan Qian Kun, Yi Wen memang penuh tipu muslihat. Gadis itu tidak pernah peduli pada kekacauan di benua ini.
Tempat kelahirannya saja, yakni Benua Barat berani dia tinggalkan tanpa pernah menoleh ke belakang.
Tugasnya, yang merupakan Pilar Pelindung Benua itu bahkan sama sekali tidak dia pedulikan. Jadi kekacauan yang mungkin nanti timbul, tentu bukan menjadi urusannya.
Tidak penting lagi alasan lain dari Yi Wen, yakni membantu Scarlet Darah demi menguji Xiao Shuxiang yang ditunjuk sebagai Pilar Dunia. Yang jelas, dia hanya ingin menyaksikan bagaimana Saudara Xiao-nya bisa menghadapi ini semua.
'Membuat senang seekor kelinci sebelum disembelih', Qian Kun benar-benar mengambil ungkapan yang menarik. Ini seakan mengandung arti bahwa sosok itu ingin Xiao Shuxiang senang hanya untuk sementara waktu.
*
*
*
Xiao Shuxiang memang tengah menikmati masa-masa tenangnya saat ini. Dia berada di Dunia Elf bersama Kucing Putihnya dan menyaksikan banyak hal bersama.
Ling Qing Zhu dibawa ke salah satu hutan yang ada di Wilayah Tengah, tempat kesukaan para Elf Tumbuhan.
Pepohonan yang dilihat Ling Qing Zhu memiliki ukuran yang lebih besar dari pohon di Dunia Manusia.
Wali Pelindungnya menjelaskan bahwa Elf Tumbuhan tinggal di dalam pohon, mereka membuat lubang yang diatur sedemikian rupa hingga menyerupai jendela dan pintu. Namun ada juga Elf yang membuat rumah dari tumbuhan merambat.
Ling Qing Zhu ingin menyentuh Elf Tumbuhan yang dia lihat dan bertamu di rumah mereka, namun Xiao Shuxiang dan Schönheit menahannya.
Mereka bertiga memang berjalan-jalan, tetapi harus bersembunyi agar tidak dilihat oleh Elf lain. Ini pertama kalinya dalam hidup, Xiao Shuxiang yang seorang kaisar harus bersembunyi dari rakyatnya sendiri.
Kruyuu~
Eins kini tidak berwujud naga, melainkan seekor cerpelai putih dan nampak melingkar di leher Xiao Shuxiang. Dia memang merupakan satu-satunya beast yang dapat berubah wujud menjadi hewan apa pun di dunia ini.
Walau demikian.. Warna, suara saat bicara, dan mata kuning keemasan Eins akan selalu seperti itu. Tidak bisa diubah menjadi warna lain, kecuali jika suatu saat nanti dia melakukan evolusi.
Xiao Shuxiang mengajak Ling Qing Zhu dan Schönheit ke tempat lain, mereka menikmati pemandangan yang ada sambil menjaga jarak dari para Elf Tumbuhan.
Meski wajah Ling Qing Zhu tetap datar, namun tatapan matanya nampak sangat bersemangat. Dia kagum saat melihat jamur liar yang besar, bahkan dia dapat duduk di atasnya.
Xiao Shuxiang mengusap tengkuknya dan tersenyum. Saat pertama kali kemari, responnya mirip dengan Ling Qing Zhu. Hanya saja, Kucing Putihnya tetap penuh wibawa walau mempunyai rasa penasaran yang tinggi dengan berbagai hal di tempat ini.
Schönheit sendiri nampak berkedip, dia tidak tahu harus mengatakan apa pada gadis berambut putih dan bercadar tipis di hadapannya. Beberapa kali dia bahkan dikejutkan dengan tingkah tidak terduga gadis tersebut.
!!
[Ka-kalian.. Tolong hati-hati,"]
Schönheit nyaris jantungan saat menyaksikan bagaimana Xiao Shuxiang mengajak Ling Qing Zhu bersaing untuk keluar dari kepungan akar merambat yang hidup. Tempat di mana dirinya sekarang berada merupakan bagian terlarang di dalam hutan.
Walau Schönheit belum bisa melupakan perlakukan Ling Qing Zhu padanya, namun dia tetap saja khawatir jika sampai gadis itu terluka.
["Kenapa Yang Mulia harus mengajaknya berkencan di tempat seperti ini? Apa tidak ada yang lain? Sesuatu yang lebih indah?"]
Schönheit merasakan kepalanya berdenyut. Perlakuan Xiao Shuxiang pada Ling Qing Zhu mirip seperti ayah yang mengajari putrinya cara bertahan hidup di alam liar, ini jelas berbeda dari bayangannya.
Schönheit harus terus bersama Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu, bahkan saat hari kedua mereka di Dunia Elf. Eins membawa mereka melihat kehidupan para Elf Bulan di Wilayah Timur.
Tidak seperti di Wilayah Tengah yang penuh nuansa hijau alam, di tempat ini suasananya amat sangat berbeda.
Wilayah Timur dipenuhi dengan air. Pepohonan dan rumpur yang dilihat Ling Qing Zhu menghasilkan air. Bahkan sesuatu yang membuatnya kagum adalah rumah para Elf Bulan yang juga terbuat dari air.
Setiap tempat diselimuti oleh embun, namun di wilayah ini.. Embunnya terlihat bagai selimut biru kala tertimpa cahaya matahari pagi. Apalagi warnanya akan semakin indah saat malam menjelang.
Pernah ada satu kejadian di mana Ling Qing Zhu ketahuan oleh dua Elf Bulan. Itu terjadi pada malam keduanya di Dunia ini. Untung saja sebelumnya, Schönheit menggunakan sihir pada Ling Qing Zhu hingga telinga, warna rambut, dan matanya berubah menyerupai para Elf Bulan.
Penampilan Ling Qing Zhu sangat berbeda. Rambutnya berwarna biru gelap dengan mata berwarna merah, terdapat pola bulan sabit di tengah dahinya.
Ling Qing Zhu masih memakai cadar yang tipis berwarna sesuai dengan pakaian biru bercorak bunga teratai miliknya. Aroma manusianya tidak tercium sebab dia mandi dengan air dari Pohon Lindungan Awan.
Schönheit dan Xiao Shuxiang sempat salah tingkah melihat perubahan tidak biasa dari Ling Qing Zhu. Gadis yang sudah cantik sejak awal itu dengan perubahannya yang sekarang bahkan lebih memukau lagi. Eins juga ikut terpesona.
Pertemuan Ling Qing Zhu dengan dua Elf Bulan menggemparkan. Elf yang merupakan dua gadis muda itu nampak tidak bisa mengalihkan perhatian mereka.
Keduanya sempat berpikir telah bertemu dengan sesosok dewi yang agung. Ini karena Ling Qing Zhu mempunyai aura yang berbeda dari Elf Bulan lainnya. Apalagi saat diajak bicara, gadis bercadar tipis itu hanya menggumam pelan dan memperlihatkan tatapan teduh nan dingin miliknya.
Ling Qing Zhu sendiri meski diajak bicara seperti apa pun juga oleh kedua Elf Bulan yang dirinya temui----dia sama sekali tidak mengerti bahasa mereka. Namun ketidaktahuannya itu dengan sempurna tertutupi oleh sifat dan perilakunya yang penuh wibawa.
Ling Qing Zhu bahkan dengan santainya berjalan meninggalkan mereka walau kedua tangannya gatal ingin menyentuh rambut dan mengusap sayap Elf yang dia temui.
__ADS_1
Xiao Shuxiang serta Schönheit yang bersembunyi tidak jauh dari tempat Ling Qing Zhu berjalan nampak mengembuskan napas lega. Beruntung penyamaran gadis itu tidak terbongkar.
Saat kembali ke istana, Ling Qing Zhu meminta Xiao Shuxiang agar dirinya diajari beberapa kata sapaan dengan memakai bahasa para kaum Elf.
Tentu saja Xiao Shuxiang tidak menolak, dia bahkan memberikan sebuah buku tebal pada Ling Qing Zhu. Kucing Putihnya dapat membawa buku itu pulang untuk dipelajari.
Saat hari ketiga mereka di dunia ini, Ling Qing Zhu diajak ke Wilayah Barat----tempat para Elf Cahaya tinggal.
Eins sangat suka membawa Ling Qing Zhu dan Xiao Shuxiang di punggungnya. Saat ini, dia menjadi seekor kuda putih bersayap.
Eins terbang dengan kecepatan sedang, dia nampak menembus awan. Sayap putihnya membentang dan terlihat berkilau saat tertimpa cahaya matahari.
Ketika berada di titik paling tinggi, Ling Qing Zhu menyadari sesuatu.
Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang, dia tanpa ragu menarik tangan Xiao Shuxiang yang duduk di belakangnya dan melingkarkan tangan pemuda itu di pinggangnya.
"Pegangan yang erat." Ling Qing Zhu memerintah dan tindakannya membuat Xiao Shuxiang terkejut.
Belum sempat pemuda itu merespon, Eins mulai menukik turun dengan kecepatan yang luar biasa.
!!
Xiao Shuxiang terdorong kedepan dan spontan mengeratkan pelukannya. "Eins..! Terbang perlahan..!"
"Jangan dengarkan dia."
"Kucing Putih..!?"
Siapa bilang naik kuda dengan pasangan akan romantis? Justru Xiao Shuxiang tersiksa karena beberapa rambut Ling Qing Zhu menghalangi pandangannya.
Dia tidak punya pilihan selain menutup mata dan berusaha meminta Eins agar melambatkan kecepatan terbangnya.
Xiao Shuxiang, "Ini sangat memalukan, bukankah harusnya aku yang di depan. Kucing Putih, kau bisa duduk di belakang dan berpegangan padaku."
"Hmph, mustahil. Nanti kau malah keenakan. Pegangan saja."
"Kucing Putih, aku tidak bisa melihat. Bagaimana jika sampai aku salah pegang?"
"Maka kau akan mati."
!!
Eins semakin mempercepat lajunya, dia bahkan berputar-putar sebelum kembali terbang ke atas.
Ling Qing Zhu mengangguk puas sambil mengembuskan napas, dia suka kecepatan yang memicu adrenalin seperti ini.
Schönheit tidak bisa menyamai kecepatan terbang dari Eins, namun dia masih bisa mengikuti makhluk itu dari belakang. Dirinya tidak habis pikir Eins dapat bertindak tanpa kendali.
!!
Schönheit tersentak, Eins kembali menukik turun. Dia pun mengikuti kuda itu dan berusaha menyusul Kaisarnya.
"Kucing Putih..! Apa ini sebabnya kau tidak pernah mau duduk di belakang?!" Xiao Shuxiang walau dekat dengan Ling Qing Zhu, namun terpaan angin kencang membuatnya spontan mengeraskan suara.
"Mn, tentu saja. Rambutmu akan menghalangi pandanganku."
"Tapi sekarang malah rambutmu yang menghalangi pandanganku?!" Xiao Shuxiang protes, namun dia masih memeluk pinggang Kucing Putihnya seakan terancam jatuh jika pelukannya melonggar.
"Shuxiang, tahan saja sebentar. Kau harusnya bersyukur karena mendapat kehormatan memelukku."
"Apa?!" Xiao Shuxiang nyaris melepaskan pelukannya, namun karena gerakan Eins, dia kembali memeluk Kucing Putihnya. Di saat seperti ini, Ling Qing Zhu malah mengajaknya berdebat.
"Hei, kau tidak salah, kan?! Harusnya kau yang bersyukur karena mendapat kehormatan dipeluk olehku... Xiao Shuxiang."
"Hmph, kau sudah sering memeluk orang lain. Pelukanmu tidak ada rasanya sama sekali."
"Astaga. Apa kau menantangku, Kucing Putih?!"
!!
Ling Qing Zhu tersentak, namun tatapan matanya masih sangat tenang. Dia menarik pelan surai Eins dan kuda itu menggunakan seluruh kekuatannya untuk kembali terbang ke atas. Kali ini bahkan sekumpulan awan menghilang akibat kepakan dari sayapnya.
Bukan hanya Ling Qing Zhu, tetapi Eins juga menyukai terbang sangat cepat. Dia beberapa kali menyerang kumpulan awan dan lagi-lagi menukik turun, kali ini sebelah sayapnya bahkan dia sentuhkan ke air sebelum melewati lingkaran cahaya yang ada di Wilayah Barat.
Schönheit yang jauh di belakang sangat kagum dengan kecepatan Eins, pandangannya seolah hanya menangkap cahaya keemasan yang melintas. Dia pun menjadi bersemangat menyusul mereka.
Para Elf Cahaya mempunyai tempat tinggal yang terbuat dari kumpulan awan, di tempat ini lebih didominasi dengan warna kuning keemasan dan putih, apalagi para Elf di sini memang terkenal dengan kecepatan terbang mereka.
Xiao Shuxiang akhirnya bisa tenang saat Eins kini terbang dengan perlahan. Tangan kanannya mulai terulur untuk menyingkirkan beberapa rambut yang menutup wajahnya.
"Haah.. Kalian berdua sepertinya sangat bersenang-senang tanpa tahu ada yang menderita di sini," Xiao Shuxiang menggerutu, dia menyingkirkan beberapa helaian rambut Ling Qing Zhu yang masuk ke mulutnya.
"... Kucing Putih, lain kali kau jangan menggerai rambutmu saat kita sedang terbang dengan posisi seperti ini. Buatlah kepang atau apa pun, aku benar-benar tersiksa di belakang sini."
"Mn? Itu kesalahanku. Maaf saja,"
"Kau sama sekali tidak terdengar menyesal, jangan bilang kau sengaja melakukannya. Dan oh, lain kali kau duduk di belakang. Aku tidak mau jika kau terus yang memimpin,"
"Mustahil aku melakukannya. Kau akan mendapat lebih banyak keuntungan jika aku yang duduk di belakang."
Ling Qing Zhu tidak pernah rela. Sekarang saja, punggungnya masih terasa hangat akibat berdempetan dengan dada Wali Pelindungnya. Kemungkinan yang sama akan terjadi bila dirinyalah yang duduk di belakang dan dia tidak mau itu.
Xiao Shuxiang tidak sanggup berdebat, dia berusaha mengatur napasnya. Kucing Putihnya benar-benar gadis yang mengagumkan dan sulit ditebak.
__ADS_1
"Hah.. Hah.. Baiklah. Kali ini kau yang menang, aku tidak akan membahasnya lagi.." Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya dan mulai tersenyum samar, "... Tapi saat malam pertama nanti, akan kubalas semuanya..."
***