
TRANG!
Washi, pemuda berambut kuning keemasan sekaligus teman baru Xiao Shuxiang nampak bertarung dengan memakai dua pedang secara sekaligus.
Gerakan berpedangnya liar namun tajam, dia mampu menghadapi tiga lawan, memberi beberapa tebasan pada tubuh mereka dan kembali melesat menyerang lawan lainnya.
TRANG!
!!
Washi melompat mundur ketika dirinya menangkis serangan yang datang namun dengan cepat sesuatu terlempar dan nyaris menghantamnya, beruntung dia segera menghindar.
BAAM!
Sesuatu yang hampir menghantamnya tersebut adalah tubuh manusia berpakaian serba hitam namun tanpa kepala dan dalam kondisi mengenaskan, seakan manusia tersebut baru saja dicabik-cabik hewan buas.
Washi terkejut dengan apa yang dia lihat, dirinya kemudian menolehkan pandangan dan mendapati pertarungan yang membuatnya mual.
Pria yang dilihat Washi hanya menggunakan seruling sebagai senjata, namun itu sudah cukup untuk membuat tubuh lawan terpisah menjadi beberapa bagian.
Tanpa sadar, dia menahan napasnya. Washi memang terbiasa menebas tubuh orang, tetapi tidak pernah dalam setiap pertarungannya dia tersenyum senang, seakan memisahkan tubuh seseorang adalah permainan yang menyenangkan.
"Dia.. Jauh lebih buruk daripada Yuuichi,"
TRAANG!
Taiga yang dekat dengan Washi dapat mendengar suara rekannya tersebut. Dia juga sejak tadi memperhatikan gaya pertarungan pemuda berambut panjang terurai itu sambil menangkis serangan yang datang. Pandangannya seakan tidak bisa lepas dari pemuda yang wajahnya mirip dengan salah satu temannya.
TRAANG!
Xiao Shuxiang tidak sadar sedang diperhatikan. Dia terlalu fokus menebas setiap lawan dan membuat mereka menjadi potongan daging.
Dirinya menggunakan Seruling Giok Putih di tangan kanannya sebagai alat penangkis senjata, sementara tangan kirinya diselimuti Qi dan berfungsi sebagai pedang.
Xiao Shuxiang tidak hanya menusuk dada dan meremas jantung lawan sampai meledak, tetapi dirinya juga menarik tulang lawan dan mematahkannya.
CRAASH!
Semenjak Xiao Shuxiang bergabung dalam pertarungan ini.. Es beku yang mereka pijak berubah menjadi tempat bercecerannya darah, daging, dan sobekan kain milik orang-orang berpakaian serba hitam.
Ketika Xiao Shuxiang sedang bersemangat, maka dapat dipastikan lawannya akan tewas dalam keadaan tidak berbentuk. Bukan menjadi lima sampai enam potongan, namun Xiao Shuxiang membuatnya menjadi potongan terkecil hingga tidak dapat dihitung.
CRAASH!
Yuuichi, pemuda yang penampilannya mirip dengan Xiao Shuxiang di masa lalu terlihat membunuh lawan dengan membelah mereka menjadi tiga bagian. Dia memang lebih sadis daripada teman-temannya yang lain, namun dirinya masih kalah bila ingin bersaing dengan Xiao Shuxiang dalam hal kesadisan.
Saat ini, Yuuichi sudah menghabisi tujuh orang lawannya, tidak seperti Xiao Shuxiang yang baru mengambil tiga nyawa. Memang dalam hal ini, Yuuichi jelas yang lebih unggul--tetapi efek dari pembunuhan yang dilakukan Xiao Shuxiang jauh lebih merusak mental lawannya untuk menyerang.
Tidak hanya mencincang lawan sampai bagian terkecil, Xiao Shuxiang bahkan sengaja melempar potongan daging tersebut ke berbagai arah tanpa peduli daging itu mengenai tubuh orang lain.
Tindakannya membuat lawan kehilangan keberanian untuk bertarung. Mereka jelas tidak akan melakukan pertarungan yang sudah pasti kemenangan mereka berada di bawah angka satu.
"Pemuda itu sudah tidak waras..! Dia mencincang manusia seperti mencincang daging ayam,"
Salah satu pria berpakaian serba hitam menelan ludah, ada ketakutan yang nampak di wajahnya namun tersembunyi oleh sebuah kain penutup. Hanya saja ekspresi itu dapat terlihat jelas pada tatapan matanya.
!
__ADS_1
Hu Li tersentak ketika sesuatu menubruk bahu kanannya, dirinya terkejut saat mengetahui bahwa benda yang menubruknya barusan adalah gumpalan daging berwarna merah kehitaman yang dia yakini adalah organ dalam manusia.
"Tuan Muda Xiao?!"
Hu Li langsung terpikirkan Tuan Mudanya. Tidak ada orang yang dia ketahui dapat melakukan hal mengerikan semacam ini selain Xiao Shuxiang. Bersama dengan O Zhan yang berada di kepalanya--Hu Li segera melesat ke tempat Tuannya berada.
Di dalam istana Es, semua pertarungan Xiao Shuxiang, Washi, dan teman-temannya diperhatikan oleh seorang gadis yang nampak berusia 17 Tahun.
Dirinya duduk di sebuah singgasana yang terbuat dari Batu Giok Salju, salah satu benda langka yang begitu diburu para kultivator untuk dilebur dan dijadikan senjata.
Gadis muda tersebut memiliki pakaian berwarna putih susu, wajahnya cantik tanpa noda. Dirinya bagai lukisan hidup dari seorang seniman legenda.
Rambut yang terurai panjang berwarna hitam keunguan, tatapan mata polos tanpa dosa berwarna senada dengan rambutnya membuat seorang pun tidak akan percaya bahwa gadis inilah pemimpin dari Shinobu dan para pria berpakaian serba hitam yang dilawan Xiao Shuxiang serta Washi dan yang lainnya, Tomoaki Maeno.
Ratu Es yang begitu meresahkan ini mempunyai kebiasaan merebus anak-anak dalam kondisi hidup untuk dijadikan cairan sebening air yang tidak hanya berguna bagi kecantikannya, tetapi juga membuat umurnya panjang dan kekuatannya meningkat.
Seluruh anak yang Tomoaki Maeno culik tidak semuanya dijadikan obat awet muda, sebagiannya sengaja dibiarkan tetap hidup dan diberi pekerjaan mengukir tentang 'Keabadian' pada sebuah dinding es dengan kuku jari mereka.
Salah satu anak yang mengukir di dinding es tersebut terlihat berusia 10 Tahun, dia memakai pakaian yang sebenarnya akrab di Benua Utara namun asing oleh orang-orang seperti Xiao Shuxiang.
Pakaian tersebut mirip seperti kemeja dan berwarna abu-abu, dia juga memakai celana yang berwarna senada serta memakai sepasang sepatu kulit berwarna cokelat kehitaman.
Tatapan matanya kosong, wajahnya tanpa ekspresi dan berbeda dengan teman-temannya yang terlihat ketakutan, pucat, dan juga seperti menahan diri agar tidak menggigil.
Anak tersebut terus mencakar dinding es yang keras nan dingin tanpa peduli dengan jari-jari tangannya yang mengeluarkan darah. Kondisinya seakan hampir mirip dengan mayat hidup.
Tomoaki Maeno menemukan anak tersebut terperangkap dalam bongkahan es membeku di sebuah kedalaman air yang dingin.
Dia sering menjadikan anak itu sebagai alat untuk menyiksa anak-anak lainnya atau sebagai alat latih tanding bagi para pengawal Bayangan Hitamnya.
Dia menggunakan dinding es transparan sebagai alat pengamatan, perhatiannya selalu tertuju pada pemuda bermata kuning keemasan yang terus bertarung dengan para pengawalnya.
"Aku menginginkan mata itu. Dapatkan untukku,"
Suara Tomoaki Maeno begitu lembut, namun sebaiknya jangan terpengaruh dengan gadis muda ini. Dia dapat menjadi beracun dan akan sangat berbahaya bila sedang marah.
Lima orang pria berpakaian serba hitam muncul dengan posisi berlutut di depan Tomoaki Maeno, mereka segera melaksanakan perintah yang diinginkan oleh pemimpin mereka, yakni mendapatkan mata kuning keemasan milik pemuda yang ternyata adalah Yuuichi.
TRAANG!
Di luar istana, Hu Li memeluk erat Xiao Shuxiang dari belakang sambil meminta Tuannya untuk tidak membantai lagi, O Zhan juga nampak memeluk kaki kanan Xiao Shuxiang dan terus mengeluarkan lolongan kecil.
"Lepaskan, Hu Li. Aku baru saja mulai,"
"Anda sudah banyak membunuh hari ini. Tuan Muda Xiao, ingatlah..! Anda sedang belajar menjadi baik! Aturan Sekte Pedang Langit, ingat sekte itu Tuan Muda..!"
Xiao Shuxiang terus memberontak, dia mengatakan tidak ingin menerapkan Aturan Sekte Pedang Langit sekarang, dirinya masih mau menebas dan meremas jantung lawan sampai Segel Pengekang Jiwa menghentikan dirinya.
".. Jadi lepaskan aku, Hu Li. Bertahun-tahun aku tidak melakukan ini, kau jangan menghentikanku,"
"Tuan Muda Xiao, apa Anda lupa misi kita? Tuan Muda tidak datang kemari untuk melakukan ini, jadi tolong berhentilah,"
"Baiklah, baiklah. Tapi lepaskan pelukanmu, kita bisa-!!"
Sebuah serangan melesat ke arah Xiao Shuxiang sebelum dirinya menyelesaikan ucapannya. Untung saja Washi segera menangkis serangan yang datang, dia merutuki Xiao Shuxiang dan Hu Li karena bermain peluk-pelukan di waktu yang tidak tepat.
"Aku tidak bermain peluk-pelukan, Hu Li yang melakukannya,"
__ADS_1
"Meski orang di belakangmu itu terlihat manis, tapi aku tahu dia laki-laki. Kalian berdua ini bukan pasangan homo, kan?"
Washi sampai merinding saat membayangkan Xiao Shuxiang dan Hu Li benar-benar adalah pasangan, fakta tersebut jauh lebih mengerikan daripada melihat potongan daging manusia yang berceceran.
Xiao Shuxiang tentu saja protes, masih banyak gadis di dunia ini yang lebih baik dijadikan pasangan daripada lelaki sekelas Hu Li.
"Aku.. Sebenarnya tidak keberatan.."
!!
"Hu Li, kau mau mati?"
Xiao Shuxiang jelas saja terkejut mendengar pengakuan Hu Li. Setelah pelukan temannya terlepas.. Segera dia menarik keras telinga Hu Li dan kemudian menampar bokong laki-laki berambut putih ini, dirinya mengatakan lebih baik perjaka seumur hidup daripada menjadi homo.
"Aku hanya bercanda, Tuan Muda. Ini karena Anda tidak mau mendengarku sejak tadi, makanya kugunakan cara itu. Jadi jangan menyalahkanku,"
Hu Li mengusap pelan bokongnya, tidak disangka Tuan Mudanya menampar cukup keras. Namun dirinya lega sebab Tuannya masih bisa mengendalikan diri dan tidak membuat banyak keributan.
Hu Li dan Xiao Shuxiang kembali menyerang lawan-lawan mereka, O Zhan tidak mau kalah. Meski tubuhnya hanya seukuran kucing kecil, namun pergerakannya lincah dan dirinya dapat menyemburkan api rubah sebagai salah satu alat penyerangan.
TRANG!
Yota dan Taiga juga nampak menghadapi cukup banyak lawan. Keduanya dalam hati berdecak kesal, sebelumnya mereka sudah melawan sepuluh orang, namun entah berapa banyak lagi pengawal Ratu Es yang harus mereka hadapi.
CRAASH!
Yuuichi yang paling terlihat jelas sedang kesulitan, dirinya harus menghadapi enam orang pria berpakaian serba hitam secara sekaligus.
TRANG!
Ini tidaklah mudah, enam orang yang sedang bertarung dengannya jauh lebih kuat dari pria berpakaian serba hitam yang dilawan Xiao Shuxiang, Washi, dan lainnya.
Bagian terburuknya, para pria ini seakan mengincar kedua matanya. Beberapa kali dia mendapat serangan di mata, namun beruntung dirinya masih bisa mengelak.
TRAANG!
Yuuichi menangkis serangan yang datang dengan katana miliknya, dia bukanlah kultivator seperti Xiao Shuxiang yang bisa menggunakan Qi. Dirinya hanya pendekar biasa namun mempunyai teknik berpedang yang tidak bisa dipandang remeh.
Putaran Spiral merupakan teknik berpedang yang menjadi andalan Yuuichi. Gerakannya cepat dan tajam, katana yang begitu mengkilap miliknya sangat sempurna untuk menebas leher lawan sampai ke tulang-tulangnya.
TRAANG!
Selagi menahan serangan lawan, Xiao Shuxiang juga memperhatikan setiap gerakan berpedang Washi termasuk Yuuichi. Dia cukup terkesan dengan teknik berpedang pemuda yang berambut panjang dan diikat tersebut.
Detik berikutnya Xiao Shuxiang melesat dan memperagakan gerakan berpedang yang sama dengan milik Yuuichi namun tetap menggunakan Seruling Giok Putihnya.
CRAASH!
Xiao Shuxiang membunuh tiga orang dengan memberi mereka masing-masing empat tebasan. Bila ingin serius, dirinya dapat meniru setiap teknik berpedang milik lawan ataupun rekan-rekannya.
Bakatnya yang satu ini memang mengerikan karena dirinya hanya perlu beberapa tarikan napas saja sebelum akhirnya dapat memperagakan apa yang dia amati secara tepat bahkan lebih sempurna.
BAAAM!
Salah satu pemuda berpakaian serba hitam menghantam dinding istana milik Tomoaki Maeno sampai menciptakan lubang yang cukup dalam.
***
__ADS_1