XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
400 - Alur Pertama


__ADS_3

PERHATIAN !


CHAPTER INI MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN DAN HAL YANG TIDAK PANTAS DITIRU!


SAYA BERUSAHA SEBISA MUNGKIN UNTUK TIDAK TERLALU MENDESKRIPSIKANNYA.


DIHARAPKAN BAGI PARA PEMBACA AGAR TIDAK TERLALU MEMBAYANGKAN ATAUPUN MENYELAM TERLALU JAUH DALAM BEBERAPA ADEGAN YANG ADA.


TOLONG BIJAKLAH DALAM MEMBACA, SERTA MENGAMBIL PELAJARAN DARI KARYA INI (jika ada).


BOLEH BENCI, TAPI JANGAN MENGANGGU.


ATAS PERHATIAN DAN DUKUNGANNYA, SAYA UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH. ;)


*


*


*


*


*


CRAAASH..!


"Aku benar-benar sudah lelah..!" ini kesekian kalinya Bocah Pengemis Gila mengeluh, dia sudah membunuh banyak Demonic Beast namun tetap saja jumlah mereka masih terus bertambah.


"Aku tidak mau lagi..! Tidak mau lagi..! Aku ingin istirahat.. Ini melelahkan. Lan'Er Gege~ tolong aku..!"


Xiao Qing Yan dan Hu Li hampir terkena serangan lawan karena mendengar keluhan dari Bocah Pengemis Gila yang jujur saja tidak pernah berhenti.


Keduanya benar-benar gatal ingin mengikat pemuda homo itu dan menceburkannya ke dalam danau.


"Kebaikan apa yang pernah dilakukan Tuan Muda Xiao, hingga di kehidupannya ini dia bertemu dengan makhluk menyimpang itu." Hu Li meninju kepala salah satu anak yang melompat ke arahnya dan lalu memberinya tendangan yang kuat.


Wajah Hu Li memang terlihat seperti pemuda lembut dan ramah, tetapi bila sedang bertarung--dia sama sekali tidak mengampuni lawannya.


Sejak dulu, Hu Li selalu menjadi pengikut Xiao Shuxiang yang setia. Jadi caranya bertarung dengan memisah-misahkan tubuh lawan sudah biasa baginya, dia belajar banyak dari Tuan Mudanya itu.


CRAAASH..!


Xiao Qing Yan juga demikian. Walau nampak seperti anak-anak, nyatanya dia penyerang yang brutal. Dirinya tanpa ragu menebas kaki dan tangan lawan, menusuk perut mereka, lalu memberi sayatan lebar hingga organ perut lawan menyembul keluar.


Melakukan perjalanan bersama kultivator seperti Xiao Shuxiang dan melewati banyak kejadian bersamanya--telah mengasah kemampuan Xiao Qing Yan dalam bertarung.


TRAANG!


Sebenarnya, dalam dunia pendekar--menebas leher lawan adalah tindakan yang baik untuk membuat mereka tewas tanpa merasakan sakit yang lebih lama.


Teknik ini juga digunakan oleh orang seperti Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu. Keduanya sangat menghindari menyiksa musuh-musuh mereka dan lebih memilih mengakhirinya dengan sedikit rasa sakit.


Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu juga penyerang yang sangat hati-hati dalam melakukan tebasan. Setiap tebasan mereka berakhir dengan rapi dan bahkan mampu menghentikan darah dari leher lawan sejenak.


CRAAASH..!


Keduanya merupakan kultivator yang dikagumi, setiap gerakan mereka indah dan terukur, bahkan sulit untuk membuat pakaian keduanya ternoda oleh darah.


!


Lengan kanan Lan Guan Zhi bersentuhan dengan lengan kiri Ling Qing Zhu saat dirinya melompat ke samping. Keduanya mengatur posisi dengan baik tanpa kehilangan kewaspadaan terhadap lawan.


"Nona Ling, apa Anda terluka?"


"Sedikit, tapi aku bisa mengatasinya."


Lan Guan Zhi bertanya dengan suaranya yang terkesan dingin dan Ling Qing Zhu menjawab tidak kalah dinginnya. Mereka berdua saat sedang berdiri bersama benar-benar nampak seperti dua gunung es yang penuh aura kesunyian.


"…"


"…"


Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu tidak saling bicara lagi. Keduanya kembali melesat ke arah lawan dengan gerakan berpedang masing-masing.


CRAAASH..!

__ADS_1


Entah disadari atau tidak, tetapi semakin lama--cara bertarung Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu mulai nampak tidak beraturan dan terkesan terburu-buru.


TRANG!


Gerakan mereka bukan ceroboh, tapi lebih kepada mengincar bagian tubuh lawan selain organ vitalnya.


BAAAM..!


Benar sekali. Semakin lama diperhatikan, Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi mengincar bagian jari tangan serta mata kaki lawan. Serangan itu akan membuat lawan berteriak pilu yang menyayat, bagai nyawa yang ditarik keluar secara perlahan-lahan.


Ini jelas adalah tindakan yang kejam. Apalagi Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu tidak segera membunuh mereka. Andai Xiao Shuxiang ada di sini, maka dia pasti akan sangat terkejut dengan tindakan kedua orang yang sangat dia kenali.


Aaaakh..!!


Lima orang anak berteriak pilu, dua di antara mereka kehilangan sebelah telinganya karena ditebas oleh Lan Guan Zhi. Anak lainnya ada yang mendapat tebasan di hidung, jari-jari tangan, dan mata kaki. Pelakunya tidak lain adalah Ling Qing Zhu.


Sebelum melakukan serangan penghabisan, kedua kultivator yang menawan tersebut melakukan beberapa tebasan di bagian tubuh lawan yang lain seperti membelah dua kaki dan dada lawan.


CRAAAASH..!


Serangan penghabisan diakhiri dengan menebas leher lawan hingga kepalanya terlempar jauh sampai menggelinding di tanah dan berakhir kala membentur batang pepohonan.


!!


"Lan'Er Gege.." Bocah Pengemis Gila menyaksikan bagaimana brutalnya serangan yang dilakukan Lan Guan Zhi. Raut wajahnya memperlihatkan keterkejutan yang amat sangat, dia sampai tak sadar sedang menahan napas.


"Perhatikan Lawanmu Sialan..!" seruan dari salah satu Demonic Beast terdengar bersamaan saat dirinya menyerang Bocah Pengemis Gila dari udara.


CRAAASH..!


Sayangnya belum sempat serangannya mengenai pemuda itu--wajahnya sudah lebih dulu mendapat tusukan dari tongkat bambu Bocah Pengemis Gila.


Ujung tongkat bambu itu tumpul, namun dengan kekuatan Bocah Pengemis Gila--tongkat tersebut mampu menembus tengkorak lawannya.


Suasana yang entah sejak kapan telah gelap hanya sedikit menyembunyikan kengerian dari pertarungan ini. Atau bisa dibilang--kegelapan sama sekali tidak menjadi penghalang bagi mata untuk menyaksikan semuanya.


Qian Kun yang masih berdiri tenang di atas salah satu pohon telah dengan sengaja mengundang banyak serangga bercahaya untuk menjadi penerang bagi para musuhnya.


"Demonic Beast kucing memiliki penglihatan yang tajam di kegelapan. Aku tidak ingin pertarungan ini berat sebelah, rasanya akan sangat membosankan.."


Qian Kun mulai melepaskan topeng rubahnya. Dia memiliki wajah perempuan yang cantik, meski suaranya terdengar begitu jantan. Dalam tiga tarikan napas, wajah Qian Kun berubah menjadi wajah pria tua.


Trang!


Suara pertarungan terdengar seperti musik yang menenangkan bagi Qian Kun. Dia memang suka melihat pertarungan, dan tidak ada yang lebih menyenangkan baginya saat menyaksikan peperangan antar manusia.


Apa yang dirinya saksikan sekarang hanyalah hiburan sederhana sekaligus bagian terkecil dari rencana besarnya.


BAAAAM..!


Serangan Ling Qing Zhu membuat ledakan-ledakan di tanah yang terus melesat hingga membelah tubuh beberapa Demonic Beast. Dia melakukannya tanpa rasa bersalah sama sekali.


Di sisi lain, Lan Guan Zhi juga membuat tubuh lawan terpisah-pisah. Tatapan dan ekspresi wajahnya masih mengandung ketenangan, namun tindakannya yang brutal itu--sudah mirip dengan yang biasa dilakukan Xiao Shuxiang.


Hidup bersama dengan kultivator yang cara membunuhnya tidak pernah benar seperti Sang Bintang Penghancur, kemungkinan telah mempengaruhi gaya bertarung seorang Lan Guan Zhi.


Sama seperti dirinya, Xiao Shuxiang juga terpengaruh dengan kondisi lingkungan Aliran Putih dan Netral yang membuat sesuatu di dalam hatinya tergerak. Dia mulai menjadi lebih perasa terhadap manusia, makhluk yang tidak disukainya.


Walau demikian, cara bertarung Xiao Shuxiang masih tetap sama--yakni brutal dan tidak membiarkan lawan mati dengan mudah. Jika bisa membuat lawan merasakan kematian paling menyakitkan, lalu mengapa harus mengambil nyawa mereka dengan cepat?


"Akan menjenuhkan bila kau tewas dengan tubuh yang utuh, jadi hiburlah aku." Xiao Shuxiang tersenyum sambil memutar organ dalam ular besar yang dilawannya, lalu mulai menariknya keluar.


Giginya saling bergemeretakkan saat Xiao Shuxiang dengan semangat melakukannya.


BAAAM..!


Ini sudah lantai ke-68 dari seratus lantai Pagoda dan Xiao Shuxiang masih terus gencar menyerang tubuh She Gu Niang.


Monster ular itu kini hanya memiliki satu ekor saja, ekornya yang lain telah menjadi potongan daging akibat dicakar kuat hingga terjatuh sedikit demi sedikit.


Erangan kesakitan yang menggema dari She Gu Niang membuat aliran darah di tubuh Xiao Shuxiang seakan memanas. Perasaannya menggebu-gebu karena ini adalah sesuatu yang sudah lama dia rindukan.


"Kau membuatku harus merasakan sakit yang amat sangat hanya untuk lepas dari lilitanmu. Sekarang ini bayaran atas semua hutangku!"


Xiao Shuxiang menenggelamkan kepalan tangannya di tubuh monster ular itu dan mengalirkan Qi miliknya. Detik berikutnya, teriakan yang jauh lebih memilukan terdengar.

__ADS_1


Daging di tubuh She Gu Niang seperti diterjang oleh puluhan petir yang saling bertabrakan. Rasa sakitnya semakin bertambah setiap kali tubuhnya menghantam atap pagoda.


BAAAM..!


Gerakan Xiao Shuxiang cepat, dia terus memberi tinjuan dan tendangan pada tubuh ular besar yang dihadapinya sambil terus melesat naik.


Dia kemungkinan tidak menyadari bahwa hari semakin gelap. Xiao Shuxiang hanya fokus untuk bisa sampai ke puncak pagoda yang dirinya yakini--Ling Ya Bing ada di sana.


Sebagai kultivator yang sudah biasa dengan pikiran penjahat, tentu Xiao Shuxiang tahu kegunaan dari bangunan yang tinggi.


Jika dia yang berada di posisi penculik, maka tawanannya pasti akan dirinya gantung di tempat yang paling tinggi dalam keadaan kepala di bawah serta tangan dan kaki terikat.


Dengan cara itu, maka darah akan mengalir ke otak dan posisi ini sangatlah menyiksa bagi tawanan. Xiao Shuxiang tidak mau memikirkannya terlalu jauh karena khawatir penyakit lamanya kambuh.


Sang Bintang Penghancur memang paling tahu tentang pikiran seorang penjahat. Apa yang terjadi pada Ling Ya Bing sekarang sama persis dengan yang dipikirkan Xiao Shuxiang.


Gadis berusia 7 Tahun dengan rambut berwarna putih itu dalam keadaan digantung secara terbalik. Tangannya diikat di belakang punggung, meski matanya sama sekali tidak ditutup.


"Lepaskan aku..! Cepat lepaskan aku..! Berani sekali kau memperlakukanku seperti ini, cepat lepaskan aku!" Ling Ya Bing merasakan kepalanya berat, pandangan matanya sedikit memburam, dan jelas pemandangan di bawahnya nampak mengerikan.


Bangunan yang begitu tinggi, tentu hembusan anginnya akan kencang. Ling Ya Bing tidak takut mati, dirinya hanya takut disiksa sampai mati.


"Lepaskan aku! Jika paman Xiang ada di sini, kalian tidak akan selamat. Dia pasti datang dan menolongku! Tubuh kalian tidak akan dibiarkan utuh, jadi lepaskan aku!"


"Apa kau tidak bisa diam?" Meili Mao menendang pelan bokong Ling Ya Bing hingga tubuh anak yang tergantung itu bergerak ke depan dan ke belakang.


!!


Walau pandangan Ling Ya Bing memburam, tetapi dia tahu ketinggian ini sangat mengerikan. Jika tali yang mengikat kedua kakinya terputus, maka bisa dipastikan nasibnya akan berakhir seperti apa.


"Paman Xiang..!! Paman..!" bukan nama ayahnya yang dipanggil Ling Ya Bing, tetapi Xiao Shuxiang. Dia memang sudah menganggap Wali Pelindung dari bibi Ling-nya sebagai keluarga.


!!


Ling Ya Bing bisa mendengar suara debaman yang keras dan itu seperti sangat dekat dengannya. Dalam dua tarikan napas, sesuatu melesat ke langit dan kemudian meledak.


Potongan-potongan daging yang kecil menyebar ke segala penjuru dan bagian paling besar menghantam atap pagoda, tepat di depan Meili Mao. Itu adalah kepala monster ular, She Gu Niang.


"Akhirnya yang ditunggu datang.." Meili Mao mengibaskan pelan rambut panjangnya, dia melirik sekilas asap putih tipis di sampingnya dan mengarahkan pandangannya pada sosok pemuda yang baru saja menapak mulus di lantai pagoda.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, dia akhirnya sampai di atap Pagoda Tingkat Seratus. Di depannya, terlihat seorang anak perempuan dengan telinga bagai kucing.


Dia juga melihat sebuah kepulan asap putih tipis dan seorang anak berambut putih yang digantung. Xiao Shuxiang mengenali anak tersebut.


"Ya Bing, apa kau masih hidup?"


?!


"Paman Xiang!" Ling Ya Bing mampu mengenali suara yang didengarnya. Itu adalah suara Wali Pelindung bibinya.


Meski dia tersentak dengan cara bertanya pamannya, namun Ling Ya Bing tetap berseru seakan menjawab bahwa dirinya masih hidup.


Xiao Shuxiang mengeluarkan Yīng xióng dan segera melesat, dia mengayunkan pedangnya hingga menghasilkan lima serangan beruntun yang salah satunya menebas kepala monster ular.


Meili Mao mendengus dan melesat untuk menerima serangan Xiao Shuxiang. Dia menggerakkan sedikit tangan kanannya yang langsung mengeluarkan sebuah Cermin Pemindah.


Serangan Xiao Shuxiang masuk ke dalam cermin itu. Detik berikutnya cermin lain dari Meili Mao muncul dan mengeluarkan serangan yang sama persis dengan miliknya.


!!


Xiao Shuxiang menyadari hal itu dan ikut memunculkan Cermin Pemindah. Dia mengarahkan serangan yang diterimanya pada Meili Mao dan lalu ditingkatkan dengan ayunan dari Yīng xióng kembali.


Xiao Shuxiang dan Meili Mao mulai saling bertukar serangan. Keduanya menggunakan Cermin Pemindah masing-masing dan ini membuat pertarungan mereka berlangsung sengit.


"Paman Xiang..!" Ling Ya Bing berseru. Dia bisa saja terjatuh bila tali yang menggantungnya terkena serangan nyasar dari pertarungan Xiao Shuxiang dengan Meili Mao.


"Paman Xiang! Perhatikan seranganmu, kau dapat membunuhku jika seperti ini..!"


Ling Ya Bing ingin muntah, kepalanya benar-benar terasa berat dan tubuhnya pun merasakan sakit. Dia ingin segera bebas dari ikatannya. Sayang sekali dia berhasil lepas walau dengan cara yang mengejutkan.


!!


Salah satu serangan dari cakaran Meili Mao mengenai tali yang mengikat kaki Ling Ya Bing hingga putus. Anak itu terjatuh dari ketinggian yang luar biasa sambil berteriak memanggil pamannya.


Di sisi lain, perasaan Ling Qing Zhu menjadi tidak enak. Dia seperti mendengar suara, namun terlalu samar dan itu tertutupi oleh suara pertarungan di sekitarnya.

__ADS_1


Dirinya tiba-tiba sangat mengkhawatirkan Ling Ya Bing. Seakan-akan terjadi sesuatu pada keponakannya tersebut. Dia menjadi tidak fokus hingga nyaris terkena serangan andai Lan Guan Zhi tidak segera menolongnya.


***


__ADS_2