XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
463 - Target [Revisi]


__ADS_3

Di Kekaisaran Langit Tengah, tepatnya di Partai Pasak Bumi--Terlihat seorang pria berpakaian merah yang tengah bertarung melawan dua orang pendekar tua. Pria itu menggunakan sebuah topeng rubah untuk menyembunyikan wajahnya, dia tidak lain adalah Gong Zitao.


Murid luar dari Sekte Pagoda Langit itu sangat mencintai Ling Qing Zhu dan dia begitu membenci Xiao Shuxiang sampai ke sum-sum tulangnya.


Caranya bertarung sekarang, nampak seperti dia tengah meluapkan segala kekesalannya pada Wali Pelindung gadis yang begitu dirinya cintai.


Dengan Pedang Pembeku Jiwa di tangannya, Gong Zitao menjadi sulit dikalahkan. Beberapa murid Sekte Pagoda Langit yang bertarung tidak jauh dari tempatnya berada nampak mengerutkan kening.


Mereka penasaran dengan identitas dari sosok bertopeng rubah yang memakai Pedang Pembeku Jiwa. Ini dikarenakan teknik berpedang sosok tersebut mirip dengan teknik berpedang murid Sekte Pagoda Langit.


Gong Zitao jelas dicurigai.


BAAAAM...!!


Ling Qin Qi menggunakan tangan dan lutut kanannya untuk bertumpu pada tanah. Dia terengah-engah dan kemudian memuntahkan darah. Serangan barusan nyaris membuat tubuhnya berantakan andai dia tidak gesit menghindar.


"Kau tidak apa-apa?!" Ling Jian Tou berseru, dia menangkis serangan murid Partai Pedang Tengkorak dan lalu memberinya tendangan yang kuat. Dia kemudian membantu Ling Qin Qi berdiri.


"Aku lengah tadi.." Ling Qin Qi mengusap darah di bibirnya dengan memakai punggung tangan kiri. "Ada dua orang di antara musuh yang teknik berpedangnya seperti milik sekte kita. Apa ini mungkin, Kakak?"


Ling Qin Qi berkata, "Aku sebenarnya tidak ingin berpikiran yang bukan-bukan, tetapi perasaanku sungguh tidak nyaman. Hati dan pikiranku seperti mengatakan hal yang sama, 'Ada pengkhianat di antara saudara-saudara sepergurua kita'."


"Aku juga merasakannya dan tidak salah lagi bahwa teknik berpedang mereka adalah milik sekte kita."


"Tapi siapa mereka berdua? Apa Kakak tahu?"


Ling Jian Tou menggeleng, "Aku tidak punya kecurigaan pada siapa pun di antara para saudara seperguruan. Hanya saja aku menduga bahwa kekacauan yang terjadi sekarang ini dan yang dahulu pernah dialami sekte--memiliki hubungan dengan Xiao Shuxiang."


Ling Jian Tou berkata. "Ini hanya dugaanku, tapi semenjak kedatangan pemuda itu--banyak hal yang telah terjadi. Pertama kalinya sekte kita diserang, lalu muncul kelompok pendekar bernama Scarlet Darah. Partai Pedang Tengkorak memang menjadi momok mengerikan bagi kekaisaran ini, namun semenjak kemunculan Scarlet Darah--partai itu semakin menjadi-jadi. Apalagi yang sekarang, para murid Partai Pedang Tengkorak seakan tidak takut mati. Mereka entah bagaimana bisa mempelajari teknik iblis. Sekuat apa pun kita melawan dan menebas kepala lawan, mereka tetap bisa hidup kembali."


Ling Jian Tou menurunkan pandangan dan berkata, "Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Terdapat perbedaan besar antara pendekar dari sisi kita dan pendekar yang menjadi lawan. Bila ingin berkata jujur, kemungkinan bagi kita untuk menang sangatlah tipis.."


Ling Jian Tou mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Suasana di sekitarnya mencekam dan penuh dengan suara benturan pedang, debaman keras, serta keributan yang tidak pernah ada habisnya.


"Kakak.."


?!


Ling Jian Tou menoleh. Lengan kanannya disentuh oleh gadis berambut putih di sampingnya, Ling Qin Qi terlihat pucat.


!!


Dia tersentak dan segera menyentuh dahi gadis tersebut sambil menanyakan kondisinya. Ling Qin Qi berujar dengan nada suara yang pelan bahwa dirinya baik-baik saja.


".. Kakak, jika kau yakin kemenangan ini tidak bisa kita raih, apa itu berarti kita semua.. Akan mati?" suara Ling Qin Qi bergetar, dia seperti kesulitan bernapas.


"Ling Qin Qi, kau tidak baik-baik saja..! Ada apa denganmu?!"


Pedang Ling Qin Qi tiba-tiba terlepas dari tangannya dan terjatuh begitu saja di tanah. Pandangannya memburam bersamaan dengan keringat dingin yang mengucur di pipinya. Dia nyaris ambruk andai tubuhnya tidak ditahan oleh Ling Jian Tou.


!!


Ling Jian Tou terkejut, dia sangat cemas melihat kondisi Ling Qin Qi yang memburuk. Apalagi gadis berambut putih ini kembali memuntahkan darah dengan mata yang berair.

__ADS_1


"Kakak.. Aku.. Takut.."


"Kau jangan menangis..! Tidak akan terjadi apa pun padamu," Ling Jian Tou menyarungkan pedangnya dan lalu mengambil pedang Ling Qin Qi. Dia pun mulai menggendong gadis itu dan membawanya ke tempat yang aman.


Ling Jian Tou melompat dan menapak dengan mudah di sebuah dahan pohon, dia melakukan gerakan yang sama sambil menggendong Ling Qin Qin dan memperingatkan gadis itu untuk tidak tertidur.


"Teruslah bicara, kau jangan sampai tertidur."


"Kakak.."


"Jangan hanya memanggilku, katakan sesuatu. Apa pun! Kau tidak boleh berhenti bicara. Ayo kuatkan dirimu..!"


!!


Sebuah kilatan cahaya melesat dari arah depan Ling Jian Tou, dia pun menghindari lesatan itu dan terkejut saat tahu bahwa cahaya tersebut adalah sebuah serangan.


Pohon tempatnya menapak meledak saat terkena lesatan cahaya itu. Kondisinya seperti baru saja ditimpa petir. Ling Jian Tou menapakkan kakinya di beberapa helaian daun pada pucuk pohon yang lain. Ekspresi wajahnya serius dengan tatapan mata yang mengarah ke depan.


"Qin Qi, kau jangan tidur."


"Aku.. Tidak takut mati Kakak.." suara Ling Qin Qi terdengar pelan, wajahnya benar-benar buruk dan nyaris sepucat mayat hidup. Dia pun melanjutkan ucapannya dengan susah payah.


".. Aku tidak takut mati. Aku.. Hanya takut.. Tempat tinggal kita dikuasai.. Oleh mereka yang jahat. Banyak orang yang hidupnya akan menderita.."


Ling Jian Tou menatap wajah gadis yang ada di gendongannya tanpa menurunkan kewaspadaan sedikit pun. Dia tumbuh besar bersama Ling Qin Qi, jadi tahu benar bagaimana sifat gadis ini.


'Ling Qin Qi tidak pernah berubah'.


Dia baru saja ingin mengatakan itu saat sebuah cahaya kembali melesat, dan kali ini ada cahaya lain yang datang dari arah belakang tubuhnya.


["Saudara Jian Tou..!"]


Sebuah seruan terdengar, Ling Jian Tou menunduk dan melihat seorang pria berpakaian putih bercorak bunga wisteri merah berdiri di bawah pohon tempatnya berada. Dia pun turun sambil meminta Ling Qin Qi untuk bertahan sebisa mungkin.


Pria itu tidak lain merupakan murid Sekte Pagoda Langit, saudara seperguruan Ling Jian Tou dan Ling Qin Qi sendiri.


["Aku melihatmu pergi tadi dan segera menyusul kemari. Ada sesuatu yang harus aku katakan, tapi ada apa dengan Ling Qin Qi?"]


"Dia.. Sepertinya terkena racun. Apa kau tahu tempat di mana kita bisa mengobatinya?"


["Aku tahu. Cepat ikuti aku..!"]


!?


Ling Jian Tou melesat dan mengikuti saudara seperguruannya dari belakang. Ada hal yang memang ingin disampaikan padanya, namun dibandingkan itu.. Ling Qin Qi harus diobati lebih dulu, paling tidak gadis tersebut bisa keluar dari masa kritisnya.


"Jangan tertidur, Qin Qi..! Kau harus bertahan. Kau mendengarku, kan? Tetap buka matamu..!"


Ling Qin Qi mengangguk lemah, dia masih bisa mendengar suara Ling Jian Tou meski bibirnya sudah kelu untuk bicara. Seluruh tubuhnya benar-benar sulit digerakkan, detakan jantungnya memburu dan staminanya telah banyak berkurang.


["Aku diberi tahu oleh pendekar Aliran Hitam yang pernah kita temui. Ini tentang murid Partai Pedang Tengkorak,"]


Murid Sekte Pagoda Langit mulai bicara tanpa melambatkan kecepatannya. Ling Jian Tou yang menggendong Ling Qin Qin melesat berdampingan dengannya.

__ADS_1


"Apa yang dia temukan?"


["Lawan tidak memiliki jantung. Organ dalam itu kemungkinan besar adalah kelemahan mereka. Pendekar itu mengatakan ini adalah teknik iblis, namun kita masih bisa membalik keadaan bila tahu letak jantung mereka dan menghancurkannya"]


!!


Ini adalah informasi yang benar-benar dibutuhkan, Ling Jian Tou merasa melihat harapan setelah mendengar ucapan dari saudara seperguruannya.


[".. Saat ini beberapa kultivator mulai mencari tempat yang mencurigakan di sekitar sini. Pendekar Aliran Hitam itu mengatakan bahwa kemungkinan lokasi dari jantung lawan tidak terlalu jauh. Biar bagaimanapun organ dalam itu termasuk rentan, jadi tidak bisa diletakkan pada sembarang tempat apalagi jauh dari pengawasan pemiliknya."]


"Kalau dia yakin, maka pasti demikian. Yang lebih dekat dengan pengetahuan tentang Teknik Terlarang dan sejenis itu hanyalah mereka yang berasal dari Aliran Hitam. Kita akan membantunya,"


Saudara seperguruan Ling Jian Tou mengangguk. Mereka pun mulai melayang turun saat menemukan lokasi para pendekar yang terluka dirawat.


Saudara seperguruan Ling Jian Tou segera memanggil kultivator senior yang memiliki kemampuan Alkemis. Ling Qin Qi ditidurkan dengan hati-hati pada sebuah meja panjang yang terbuat dari bambu.


Napas Ling Qin Qi lemah, dia berada di kondisi paling buruk sebab tertidur. Bahkan Ling Jian Tou dan saudara seperguruannya terkejut karena tidak menyadari kapan gadis ini menutup mata.


"Ling Qin Qi..?! Qin Qi..?!" Ling Jian Tou menepuk pelan pipi gadis yang terbaring lemah di hadapannya, dia berusaha memanggil Ling Qin Qi dan memintanya bangun.


Dia pun mulai memandang kultivator senior di hadapannya dan spontan memegang lengan kultivator tersebut dengan cukup kuat. Dia meminta tolong agar apa pun yang terjadi, adik seperguruannya harus bisa diselamatkan.


Murid Sekte Pagoda Langit yang bersamanya mengatakan agar Ling Jian Tou tidak perlu khawatir, [".. Ling Qin Qi memiliki semangat hidup yang kuat, dia pasti bisa pulih kembali."]


Di saat Ling Jian Tou ditenangkan oleh saudara seperguruannya--Kultivator senior yang mempunyai bakat Alkemis itu mulai memeriksa kondisi Ling Qin Qi.


Sebenarnya tidak butuh waktu lama untuk tahu racun apa yang bersarang di tubuh gadis tersebut, ini karena sebelumnya ada beberapa pendekar dan kultivator yang mengalami gejala seperti ini.


Ling Qin Qi terkena racun 'Sisik Matahari', sejenis racun yang sebenarnya tidak mematikan apabila tubuh korban tidak terkena sinar matahari. Walau demikian, bukan berarti Ling Qin Qi tidak perlu diobati.


Dia harus tetap mendapat pengobatan. Karena jika tidak, saat malam mulai berganti pagi dan dia terkena cahaya matahari--sesuatu yang buruk pasti akan terjadi.


["Saudaraku, biarkan Ling Qin Qi diobati. Kita harus pergi sekarang. Alur pertempuran ini bisa semakin buruk bila kita tidak bergerak,"]


Ling Jian Tou mengangguk, dia tidak seharusnya bersikap egois dengan lebih mencemaskan Ling Qin Qi daripada yang lainnya. Banyak orang yang butuh bantuan, Ling Qin Qi sendiri pasti juga tidak ingin dianggap beban. Gadis itu jauh lebih mementingkan keselamatan banyak orang dibandingkan nyawanya sendiri.


Ling Jian Tou dan saudara seperguruannya pun mulai bergerak. Mereka berusaha menelusuri setiap tempat yang dicurigai sebagai lokasi dari titik kelemahan musuh. Keduanya membantu para pendekar sambil sesekali menangkis serangan nyasar yang datang.


Di sisi lain, pertarungan sengit yang dilakukan Gong Zitao masih berlangsung. Namun tidak beberapa lama, sosok dengan jubah hitam bertopeng rubah merah muncul tiba-tiba di belakang lawannya.


Hanya satu gerakan, tangan sosok itu menembus dada seorang tetua sekte dan mengejutkan siapa pun termasuk Gong Zitao sendiri.


Erangan kesakitan terdengar dari mulut tetua itu. Secara cepat, kulit tubuhnya berubah hitam dan mengeluarkan aroma bagai daging yang hangus terbakar. Untuk sesaat, napas orang-orang seperti tertahan di tenggorokan mereka.


!!


Jelas ini amat sangat mengejutkan. Lawan Gong Zitao merupakan kultivator yang sudah berada di praktik Grand Master Tingkat Langit. Kultivator yang harusnya tidak bisa dibunuh semudah itu, apalagi hanya dengan satu serangan.


"Qian Kun.."


Bahkan tatapan mata Gong Zitao mengartikan bahwa dia juga tidak menduga ini. Kalau sejak awal sosok di hadapannya turun tangan, maka semua akan selesai.


"Ayo pergi, ini sudah cukup. Saatnya ke Benua Timur."

__ADS_1


!!


***


__ADS_2