
Lan Guan Zhi membalas salam anak kecil tersebut, diikuti dengan Dai Chen. Mo Huai agak ragu-ragu melakukannya, tetapi dia kemudian meniru gerakan Dai Chen dan Lan Guan Zhi.
Hanya Xiao Shuxiang dan Jing Mi yang tidak membalas salam anak tersebut, keduanya yakin mereka pasti akan bertarung habis-habisan lagi.
"Namaku Tianqi Mao, penanggung jawab Kota Embun Bunga. Aku sudah menunggu kedatangan Tuan Muda Lan dan teman-temannya. Mari, kuantar menuju kediamanku."
Pengawal Tianqi Mao memberi jalan pada Lan Guan Zhi dan teman-temannya. Ternyata mereka telah mempersiapkan dua buah kereta, ditarik dengan masing-masing empat ekor kuda.
Lan Guan Zhi berniat melangkah, namun Xiao Shuxiang menghentikan dirinya. "Namamu Tianqi Mao, kan? Kau ini.. Kucing Jantan atau Betina? Dan berapa usiamu?"
Pertanyaan dari Xiao Shuxiang membuat Jing Mi dan Mo Huai kebingungan. Mereka baru tersadar saat mengingat nama dari anak cantik tersebut.
"Aku jantan, usiaku 92 Tahun. Ada pertanyaan lagi, Tuan Muda Xiao?"
!!
Jing Mi tidak menyangka usia Tianqi Mao sudah setua itu, "Berarti dia juga seekor Demonic Beast.."
"Kau kucing jantan, tapi kenapa berpakaian seperti perempuan. Jujur saja, kau terlihat manis dengan pakaian itu karena tubuh anak-anakmu.. Tapi jangan memakainya saat kau tumbuh dewasa nanti.."
Tianqi Mao tersenyum, dia mengatakan pasti Xiao Shuxiang telah bertemu dengan Bian Que. Dia menjelaskan bahwa pakaian tersebut adalah hasil karya miliknya.
".. Sebaiknya kita melanjutkan percakapan ini saat tiba di kediamanku."
Tanpa menurunkan kewaspadaan, Xiao Shuxiang dan Jing Mi mengikuti ajakan Tianqi Mao. Keduanya bersama dengan Mo Huai menaiki salah satu kereta.
Tianqi Mao sendiri menaiki kereta lainnya bersama dengan Lan Guan Zhi dan Dai Chen. Ketiganya membahas sesuatu yang membuat Xiao Shuxiang dan Jing Mi penasaran.
Kota Embun Bunga jauh lebih indah dan penuh dengan warna, mirip seperti kota mainan milik anak perempuan.
Sepanjang jalan, Xiao Shuxiang bisa melihat dari jendela keretanya.. berbagai pedagang mainan dan lukisan-lukisan kucing. Dia juga memperhatikan banyak kultivator yang sedang melakukan transaksi dengan para pedagang.
"Saudara Xiao, di sana ada yang sedang bertarung.." Jing Mi menepuk pundak Xiao Shuxiang.
"Itu hal biasa, Saudara Jing. Kultivator Aliran Hitam dan Putih memang akan selalu bermusuhan, mereka akan berkelahi tak peduli di mana tempatnya.."
Jing Mi mengangguk setuju dengan pendapat Xiao Shuxiang, entah kapan mereka bisa hidup bersama-sama dengan damai.
Jing Mi sudah melihat banyak kultivator berlomba-lomba menjadi yang terkuat. Alasan mereka selalu sama, yakni menciptakan perdamaian dan melindungi orang yang mereka sayangi. Kalaupun ada alasan yang lain, maka pasti itu adalah pembalasan dendam dan keabadian.
".. Padahal aku menjadi kultivator supaya bisa mendapat uang, mencari istri secantik bibi Xiao WeiWei, kemudian membuat banyak anak, dan hidup bahagia di desa. Impianku sangatlah sederhana.."
Jing Mi mulai mengoceh, sesekali Xiao Shuxiang menimpali ucapannya. Mereka berdua benar-benar membuat kereta tersebut ramai.
Mo Huai jadi tahu banyak tentang kehidupan para kultivator, dia senang bisa bertemu dengan orang seperti Jing Mi dan Xiao Shuxiang.
Kebanyakan kultivator terlalu serius, kehidupannya selalu diselimuti dengan ketegangan, pertarungan, dan permusuhan.
".. Baru pertama kali ini aku bertemu pendekar seaneh mereka.." Mo Huai tersenyum canggung saat melihat Xiao Shuxiang dan Jing Mi sedang menggoda pedagang manisan di pinggir jalan.
"Saudara Xiao, akan bagus jika kita punya kota sendiri. Tidak perlu tinggal di Gunung Induk lagi,"
"Hm, kau benar. Setelah misi ini selesai, ayo mencari kota untuk dikuasai."
Jing Mi dan Xiao Shuxiang mendadak tersenyum jahil. Keduanya melirik Mo Huai, mengelus-elus kepala dan punggungnya.
Tindakan keduanya membuat Mo Huai menelan ludah, dia bisa merasakan Kota Awan Dingin sedang diincar seseorang.
__ADS_1
Selama kurang lebih tujuh jam perjalanan, akhirnya Lan Guan Zhi dan teman-temannya sampai di kediaman Tianqi Mao.
Memiliki luas lebih besar dan bangunan yang lebih banyak dari kediaman wali kota Awan Dingin.Mo Huai yang seorang manusia biasa tertidur begitu lelap sampai harus digendong Jing Mi.
Tianqi Mao meminta salah satu pelayannya untuk mengantar Jing Mi ke salah salah satu kamar agar bisa mengistirahatkan Mo Huai di sana.
Tianqi Mao mengajak Lan Guan Zhi, Dai Chen, dan Xiao Shuxiang ke dalam ruangan pribadinya. Tianqi Mao rupanya ingin meminta bantuan Xiao Shuxiang untuk menyembuhkan dirinya.
"Kenapa aku harus membantumu? Apa untungnya bagiku? Jika kau ingin menukarnya dengan informasi Scarlet Bayangan, maka lupakan saja. Kami bisa mencarinya sendiri."
Dai Chen menjelaskan semua hasil pembicaraannya dengan Tianqi Mao saat berada di kereta. Demonic Beast tersebut ingin lepas dari Scarlet Bayangan, dia dapat membantu mereka menuju tempat Duan De.
"Dai Chen, kenapa kau begitu percaya padanya? Dia bisa saja menipu dirimu.." Xiao Shuxiang memperhatikan Tianqi Mao dari atas sampai bawah, wajahnya manis dengan senyum tipis yang tidak pernah hilang.
Tianqi Mao memandangi Xiao Shuxiang dan mengangguk pelan. Tindakannya membuat Xiao Shuxiang menghembuskan napas.
"Jadi masalah itu.. Baiklah, tapi bayaranku mahal."
"Terima kasih, Tuan Muda Xiao."
Xiao Shuxiang mulai memeriksa denyut nadi Tianqi Mao. Pantas saja dia ingin disembuhkan, di dalam tubuhnya terdapat racun dingin yang di tanamkan oleh seseorang dari Scarlet Bayangan, kemungkinan yang melakukannya adalah GrandElder mereka.
Racun dingin ini sebagai bentuk kesetiaan mereka, memiliki efek seperti segel Pendekar Walet Pelindung.
Tianqi Mao tidak dapat bicara banyak, sekali dia mengucapkan perkataan yang salah.. Maka racun dingin tersebut akan langsung menyerang tubuhnya.
"Bagaimana? Kau bisa?" Dai Chen dapat melihat wajah Xiao Shuxiang beberapa kali berubah saat memeriksa tubuh Tianqi Mao.
"Entahlah, aku hanya membawa sedikit tanaman herbal.."
"Tidak masalah, aku kebetulan punya menu makanan istimewa untuk menyambut kalian.." Tianqi Mao memanggil pelayannya.
Tiga orang pelayan memasuki ruangan Tianqi Mao dan menyajikan tiga buah nampan yang atasnya terdapat berbagai macam tumbuhan herbal.
Pandangan Xiao Shuxiang tertuju pada secarik kertas yang ternyata isinya adalah resep menghilangkan Racun Dingin, namun belum lengkap.
Xiao Shuxiang membutuhkan waktu tiga jam untuk melengkapi resep tersebut dan menguji coba pil buatannya.
Butuh lima kali percobaan agar pil tersebut benar-benar berhasil. Tianqi Mao mengucapkan terima kasih saat Xiao Shuxiang bisa membuatnya terbebas dari racun dingin di tubuhnya.
Tianqi Mao mulai menjelaskan keadaan Scarlet Bayangan sekarang dan juga kondisi Duan De.
"Beliau baik-baik saja, tetapi Scarlet Bayangan di luar dari para Pilar, kini hanya tinggal dua orang. Aku berhasil menyembunyikan mereka agar tidak tertangkap.."
Duan De memang dalam keadaan baik, tetapi setiap hari dirinya selalu diminta untuk membuat senjata dari tulang para murid hidup Scarlet Bayangan.
"GrandElder kalian luar biasa, dia mengorbankan murid-muridnya sendiri untuk dijadikan senjata. Ck ck.. Hebat.."
"Benar, tapi dia masih menginginkanmu.."
Xiao Shuxiang bertanya tentang GrandElder Scarlet Bayangan yang begitu menginginkan dirinya, namun Tianqi Mao tidak pernah melihat wajah GrandElder-nya sendiri.
".. Aku hanya pernah mendengar suaranya, tapi aku juga bingung harus menjelaskannya seperti apa. Terkadang suaranya mirip laki-laki dewasa, terkadang wanita paruh baya, dan terkadang anak-anak.."
Xiao Shuxiang mengerutkan dahi, dia mengingat-ingat orang yang pernah dirinya temui di kehidupan pertamanya. Sayangnya petunjuk Tianqi Mao belum bisa mengarahkannya pada jawaban yang dia cari.
Tianqi Mao mengatakan dirinya ingin terbebas dari Scarlet Bayangan, dia akhirnya tahu seperti apa tempat itu. Sayangnya, semua teman-temannya tidak memiliki pemikiran yang sama dengan dirinya.
__ADS_1
".. Mereka menginginkan kekuatan, tidak peduli harga yang harus dibayar. Tapi, aku hanya mau hidup sebagai manusia dan mengurusi kota tercintaku ini.."
"Apa warga kotamu tau kau Seekor Demonic Beast?"
Tianqi Mao tersenyum sambil mengangguk, dia tidak menyembunyikan identitasnya sebagai Demonic Beast. Dan seluruh warga kota termasuk para kultivator yang datang, mengetahui siapa sebenarnya dia.
Pembicaraan mereka ternyata berlangsung sampai pagi, Tianqi Mao meminta pelayannya untuk melayani Xiao Shuxiang dan teman-temannya.
Setelah membersihkan diri dan makan bersama, Tianqi Mao mengajak para tamunya untuk bertemu dengan orang-orang yang mungkin Xiao Shuxiang kenal.
"Tianqi Mao, kenapa kau membuat pakaian yang mengundang emosi seperti itu? Coba lihat pelayan wanitamu, bagian atas mereka begitu sopan, tetapi bagian bawahnya hampir membuat orang melihat isinya. Caramu terlalu kuno, Nak.."
Xiao Shuxiang berjalan di samping Tianqi Mao, sepanjang jalan dia terus mengomeli pakaian pelayan wanita anak kecil tersebut.
"Hmph, aku kecewa denganmu yang tidak bisa menghargai karya seni. Xiao Shuxiang, seni itu tajam. Pemikiran yang kau, orang awam tidak akan mengerti, seni yang sulit dimengerti orang lain, misterius, dan hanya ada dalam semestamu. Seni itu sama dengan isi pakaian bawah mereka. Jika terlihat, itu hanyalah dalaman biasa. Namun bila tak terlihat, itulah seni sejati!"
!!
Xiao Shuxiang dan Jing Mi merasa tercerahkan saat mendengar ucapan Tianqi Mao, keduanya mendapat ilmu yang begitu bermanfaat bagi kelangsungan keperjakaan mereka.
"Ayo nikmati bersama, keajaiban dunia ini.." Tianqi Mao memainkan kipasnya sambil tersenyum, diikuti oleh Xiao Shuxiang dan Jing Mi.
Lan Guan Zhi, Dai Chen, dan Mo Huai hanya bisa menghembuskan napas sambil sesekali menggeleng saat melihat tingkah kedua temannya.
Tianqi Mao, Xiao Shuxiang, dan teman-temannya mulai memasuki sebuah ruangan yang di dalamnya ternyata telah menunggu Hu Li dan Siu Yixin.
Xiao Shuxiang sebenarnya terkejut saat melihat Hu Li dan Siu Yixin, tetapi setelah Tianqi Mao memberi penjelasan padanya.. Dia akhirnya mengerti.
Hu Li dan Siu Yixin-lah, anggota Scarlet Bayangan yang bisa Tianqi Mao lindungi.
"Tuan Muda Xiao, maafkan aku karena tidak pernah mencarimu lagi sejak saat itu.."
"Tidak masalah, baguslah kau baik-baik saja." Xiao Shuxiang menepuk pelan pundak Hu Li, dia lalu mendengarkan penjelasan Tianqi Mao kembali.
"Tempat yang akan kalian datangi hanyalah markas Para Pilar Bawah, di sana tidak ada GrandElder. Karena Bian Que sudah tewas dan aku bukan lagi bagian pilar bawah, maka kalian kemungkinan besar akan bertarung dengan delapan pilar. Kalian harus hati-hati.."
Tianqi Mao menyuruh satu pengawal miliknya untuk menjadi penuntun Xiao Shuxiang dan teman-temannya sekaligus kunci mereka pulang.
Tianqi Mao membentuk sebuah segel dengan darahnya. Sebuah titik air terbentuk di udara, berkumpul, lalu memadat hingga menjadi cermin besar.
"Masuklah,"
Xiao Shuxiang yang mencoba duluan, diikuti oleh Lan Guan Zhi, Siu Yixin dan Hu Li. Jing Mi meminta bantuan Tianqi Mao untuk menolong warga Kota Awan Dingin sekaligus memulangkan Mo Huai.
"Baiklah, akan kulakukan.."
"Terima kasih," Jing Mi memberi salam hormatnya, dia mulai akan melangkah memasuki cermin, namun Mo Huai langsung memegang tangannya.
Mo Huai ingin ikut dengan Jing Mi, dia sudah berhutang nyawa pada Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Dirinya sudah memutuskan untuk mengikuti mereka sampai akhir.
".. Tapi kalau aku hanya beban, sebaiknya tidak usah. Aku minta maaf karena sudah meminta terlalu banyak.."
"Saudara Mo, sudah kubilang kau bukan beban. Kita sudah menjadi rekan sepetualangan, jadi ayo pergi. Kami akan melindungimu..!"
Jing Mi menepuk pelan pundak Mo Huai dan mengajaknya berjalan bersama memasuki cermin buatan Tianqi Mao.
Cermin tersebut kembali berubah menjadi air saat Jing Mi dan Mo Huai telah masuk ke dalamnya.
__ADS_1
"Semoga kalian bisa kembali dengan selamat,"
***