XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
154 - Bahan Pembuat Pedang Yang Menarik [Revisi]


__ADS_3

Hari-hari dilalui Xiao Shuxiang dengan menyembuhkan Dai Chan serta menempa pedangnya. Dia mengobati Dai Chan selama dua kali sehari yaitu pagi dan malam.


Xiao Shuxiang memberikan lukisan dan juga pakaian yang dibelikan teman-temannya untuk Dai Chan, walaupun yang membayar adalah Dirinya.


"Terima kasih, Kakak Xiao. Ini sangat cantik..!" Dai Chan terlihat senang, dia belum pernah mendapat hadiah dari orang lain selain yang diberikan ayah dan kakaknya.


"Baguslah jika kau suka. Nanti kau bisa memakainya, sekarang ayo siapkan dirimu. Aku akan melakukannya lagi.."


Dai Chan mengangguk, dia menarik napas pelan dan berkata bahwa dirinya siap. Xiao Shuxiang kali ini menyentuh paha kiri Dai Chan.


Dia mengalirkan Qi miliknya dan memeriksa urat-urat halus di dalam tubuh Dai Chan. Xiao Shuxiang mulai memutar satu urat dengan pelan, namun tetap saja Dai Chan menjerit kesakitan.


"Jangan gigit bibirmu..! Kalau sakit, berteriak saja..!" Xiao Shuxiang kembali fokus memperbaiki urat Dai Chan setelah menegur gadis tersebut.


Teriakan mulai terdengar. Rasa sakitnya memang tidak bisa diungkapkan, satu urat saja yang terpelintir rasanya benar-benar sakit. Bagaimana jika semua urat di dalam tubuh seperti itu? Dai Chan bisa menahan tiga uratnya dikembalikan pada tempatnya semula sudah sangat hebat.


"Kau beristirahatlah dulu, simpan tenagamu untuk berteriak lagi nanti. Aku akan segera kembali," Xiao Shuxiang mengusap keringat dikeningnya, dia lalu berjalan keluar dan menuju dapur untuk membuatkan Dai Chan makanan.


Xiao Shuxiang membuat bubur, dia mencampurkan tanaman herbal di dalamnya. Herbal yang dapat memulihkan kondisi tubuh dan membuat perasaan tenang.


Baru pertama kali ini Xiao Shuxiang memasak, dia sudah lama tidak melakukannya. Dirinya tersentak saat Dai Chan malah menangis ketika mencoba bubur buatannya.


"A-aku … teringat ibu.." Dai Chan dengan suara yang pelan dan agak parau mengatakan bahwa rasa masakan Xiao Shuxiang begitu mirip dengan masakan yang pernah dibuat ibunya dulu.


"Hei, jangan menangis.."


"Kakak Xiao, apa kau mau memasakkan makanan untukku lagi..?"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, dia lalu mengusap pelan kepala Dai Chan dan berkata, "Aku tidak hanya akan memasak untuknya, tetapi juga akan mengajarimu memasak. Jadi, kau bisa membuatnya untuk ayah dan kakakmu juga. Sekarang habiskan,"


Xiao Shuxiang kembali menyuapi Dai Chan dengan hati-hati, dia sangat telaten dalam mengurus adik Dai Chen ini.


Selama sebulan penuh, kondisi Dai Chan semakin terlihat membaik. Pedang yang ditempa Xiao Shuxiang juga telah melewati tahap pertama pembentukan, sayangnya saat mulai menempa lagi.. Besi tersebut langsung patah dan berubah menjadi debu.


BAAM!


"Gagal lagi..!" Xiao Shuxiang meninju lantai, wajahnya terlihat kesal.


Dia ditegur oleh pemilik tempat karena tindakan yang dirinya lakukan. "Kau harus sabar menempa pedang, Nak. Gunakan perasaan saat melakukannya.."


"Paman, aku sudah melakukannya. Tapi tetap saja gagal..! Besi ini punya kualitas yang buruk," Xiao Shuxiang mengatakan dia butuh besi kuat dan keras, sesuatu yang dapat menahan Qi miliknya.


Seorang pria berotot yang berusia sekitar 42 tahun mendekati Xiao Shuxiang. "Hei, Nak. Aku punya satu besi yang mungkin saja kau butuhkan, tetapi aku ingin kau berjanji satu hal padaku.."


"Hm? Apa yang kau inginkan, Paman?" Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya sambil menatap pria yang memiliki wajah bersih ini.


"Saat pedangmu jadi, kau harus memberinya nama 'Yīng xióng', bagaimana?"


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, dia tidak salah dengar, kan?


Melihat laki-laki yang masih akan tumbuh besar ini, paman penempa menjelaskan bahwa 'Yīng xióng' merupakan nama putranya yang telah tiada.


".. Dia bermimpi ingin menjadi seorang pendekar dan bertualang ke banyak tempat. Aku merasa bahwa suatu hari nanti kau akan bertualang jauh, jadi kuingin kau membawa serta nama putraku.."


"Eemm.. Tapi.." Xiao Shuxiang menggaruk pipinya yang tidak gatal, dia lalu mengangguk pelan dan mengatakan akan memberikan nama 'Yīng xióng' pada pedangnya nanti, walaupun sedikit ragu.


Paman penempa tersenyum, dirinya segera mengambilkan sebuah besi panjang yang berwarna merah kehitaman. Dia berkata bahwa besi tersebut dia temukan dalam mulut seekor Demonic Beast yang telah mati.


Besi ini terlihat tua, ketika Xiao Shuxiang mengalirkan Qi miliknya.. Besi tersebut rupanya menolak aliran Qi Xiao Shuxiang.


"Semua senjata dapat dialiri Qi, yang kualitas terendah akan hancur berkeping-keping.. Namun senjata ini malah menolak menerima aliran Qi milikku..? Hmm, menarik."

__ADS_1


Xiao Shuxiang mulai memasukkan besi tersebut ke dalam tungku pembakaran, dia menambahkan api birunya agar api tungku semakin padat.


Paman penempa memperhatikan Xiao Shuxiang sedikit lebih lama, dia lalu mengambil beberapa pedang dan mulai memolesnya.


Suara besi ditempa mulai terdengar, besi merah kehitaman ini ternyata jauh lebih kuat dari besi biasa.


Ketika Xiao Shuxiang menggunakan tenaga besar, besi tersebut mengeluarkan bunyi yang begitu nyaring. Tetapi ketika Xiao Shuxiang melembutkan tempaannya, tidak ada suara yang terdengar.


"Menarik," Xiao Shuxiang sepertinya menemukan sesuatu yang baru, dirinya langsung bersemangat kembali.


Xiao Shuxiang bahkan hampir lupa mengobati Dai Chan karena terlalu fokus menempa pedang. Segera dia menyimpan peralatannya dan kembali ke tempat Dai Chan tinggal.


Keseharian dengan berlatih menempa pedang, membuat pil, memasak, memakan biji Teratai Giok, dan menyembuhkan Dai Chan terus menghiasi hari-hari Xiao Shuxiang. Sesekali dia pergi berburu dengan murid-murid Sekte Akar Teratai.


Demonic Beast di lembah jauh berbeda dari Demonic Beast yang biasa ditemui Xiao Shuxiang. Disini dia bahkan bisa bertemu dengan Laba-Laba Berekor Kalajengking.


Ukuran yang sebesar sapi dewasa dan begitu berbisa. Kaki-kakinya panjang dan berduri. Selain bisa pada ekornya, laba-laba ini juga mengeluarkan semburan beracun di mulutnya.


Benda apa pun yang terkena semburan tersebut akan meleleh karena panas. Usia Demonic Beast ini setidaknya adalah 100 Tahun.


BAAAM!


Xiao Shuxiang berguling menghindari tusukan ekor laba-laba tersebut. Dia begitu terpukau dengan kegesitan laba-laba ini, setiap serangannya terukur.


"Pertama kalinya aku bertemu Demonic Beast yang begitu kuat padahal usianya baru 100 Tahun, Luar Biasa..!"


"Saudara Xiao! Bukan Saatnya Untuk Kagum..!!" seruan salah satu murid Sekte Akar Teratai menginterupsi pujian-pujian yang Xiao Shuxiang lontarkan.


Dia terlihat kewalahan saat harus menghindari semburan panas laba-laba serta serangan mematikan dari ekornya.


Xiao Shuxiang mengalirkan Qi pada pedangnya, dia menggunakan Pernapasan Air untuk melawan laba-laba tersebut.


"Aliran Ke-tujuh.. Ombak Penyerang..!"


Laba-Laba Berekor Kalajengking walau menyemburkan cairan beracun nan panas di mulutnya pada Xiao Shuxiang, dia masih dapat terkena serangan anak tersebut.


Dia langsung terdorong mundur hingga tujuh meter. Untungnya, dia masih dapat mempertahankan keseimbangannya.


Mata Laba-Laba tersebut seketika menjadi terang seperti mengatakan bahwa dirinya begitu marah.


Dengan suara mengerikan dia bergerak cepat menaiki salah satu pohon dan langsung menyemburkan cairan panasnya kembali.


"MENGHINDAR!!" teriak salah satu murid Sekte Akar Teratai, segera dirinya berlari ke tempat yang aman.


Jangkauan serangan cairan panas Laba-Laba ini bisa sampai lima meter, bahkan seorang murid Sekte Akar Teratai tidak dapat menghindari serangan tersebut.


Dia berteriak kesakitan karena kepanasan, bagian punggung hingga kebawah terkena cairan Laba-Laba tersebut, pakaiannya sampai meleleh.


Dirinya hampir kehilangan nyawa andai Xiao Shuxiang tidak segera memasukkan sebuah pil padanya. Dia lalu mengangkat anak tersebut dan melemparkannya ke tempat di mana salah satu temannya berada.


!!


Untungnya murid Sekte Akar Teratai tepat waktu menangkap temannya, dia sebenarnya terkejut saat tiba-tiba Xiao Shuxiang melemparkan temannya.


"Kalian Semua..! Pergi dari tempat ini sekarang..!"


Kiiiiiiik


Laba-Laba Berekor Kalajengking seakan mengatakan, 'Kalian tidak akan pergi hidup-hidup dari sini..! Matilah!' pada Xiao Shuxiang dan murid-murid Sekte Akar Teratai.


Dia langsung melompat dan menyemburkan kembali cairan panasnya. Xiao Shuxiang mengeluarkan satu lagi pedangnya dari Cincin Spasial, mengalirkan Qi dan segera menerjang Laba-Laba Berekor Kalajengking tersebut dari belakang.

__ADS_1


TRAAANG!


BAAAM!


Kulit Laba-Laba ini begitu keras, Xiao Shuxiang hanya dapat memberinya luka goresan saja, namun karena dirinya memakai kekuatan.. Laba-Laba tersebut jatuh menghantam tanah.


Tidak butuh waktu sampai Laba-Laba itu bergerak, Xiao Shuxiang kali ini menggunakan Pernapasan Api dan dengan putaran penuh, dia menciptakan gerakan seperti gulungan ombak.


BAAAM!


Murid-murid Sekte Akar Teratai bisa merasakan angin panas seketika. Untungnya, mereka berada di jarak aman hingga tidak terkena efek serangan Xiao Shuxiang.


Daun-daun pepohonan dan rumput dalam radius tujuh meter langsung mengering, Demonic Beast tersebut terbakar namun ternyata masih bisa bergerak.


Xiao Shuxiang kemudian memberinya tebasan beruntung hingga memotong tubuh Demonic Beast tersebut menjadi duapuluh bagian.


"Hah..! Hah..! Kau Demonic Beast Pintar, padahal usiamu masih muda tetapi kekuatanmu boleh juga." Xiao Shuxiang melihat kedua pedangnya retak, dia lalu menggeleng pelan sambil menghembuskan napas.


"Sudah banyak Pusaka Tingkat Tinggi yang retak seperti ini.. Haaah.. Walau sekarang Xiao Shuxiang termasuk sultan, tetapi menghabiskan banyak Spirit Stone untuk membeli pedang baru tetap membuat dada sesak.. Aku harus membuat pedang itu secepatnya..!"


Xiao Shuxiang menyimpan kembali kedua pedangnya dalam Cincin Spasial, dia memeriksa tubuh Laba-Laba Berekor Kalajengking dan mengambil Demonic Core-nya.


Xiao Shuxiang juga mengambil ekor hewan tersebut untuk digunakan dalam pembuatan pedangnya. Dia tidak lupa mengambil cairan panas dari mulut Demonic Beast ini.


Setelah mendapatkan yang dia inginkan, Xiao Shuxiang mengeluarkan lima api biru miliknya dan membakar habis bangkai Laba-Laba hingga menjadi debu.


Di tempat lain, Duan De sedang melakukan perjalanan bersama Siu Yixin dan Hu Li. Ketiganya beberapa kali mencari tempat pemberhentian.


Siu Yixin sebenarnya tidak suka jika melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, dia lebih memilih untuk membawa Duan De terbang dan segera melesat cepat menuju ke tempat Tetuanya.


Hanya saja Duan De mengatakan dirinya hanyalah manusia biasa yang sudah berumur tua. Dia tidak sanggup harus terbang bersama Siu Yixin.


"Nak, kalau kau ingin membawa mayatku, maka lakukan seperti yang kau mau. Aku hanyalah Kakek Tua, berjalan jauh saja sudah cukup melelahkan bagiku. Kau masih muda, masih punya semangat juang yang besar.. Tidak seperti diriku ini.."


Kruuuk


"Aku lapar.." Duan De bisa mendengar suara perutnya bersuara minta diisi. Bukan hanya dirinya, tetapi Hu Li dan Siu Yixin juga mendengar suara perutnya.


Siu Yixin mengedutkan bibir atasnya, "♪♩Kau lapar lagi, yo? Perutmu sangat tidak tahu malu, yo! Baru saja diisi, tapi sekarang minta lagi. Padahal kau tidak pernah bertambah tinggi, yo!♬♩"


"Haiih, Nak. Kau benar, sepertinya semua pertumbuhan itu diambil oleh janggutku.. Hahahaha!" Duan De tertawa sambil mengusap-usap janggut panjangnya, dia lalu menepuk pelan bokong Hu Li dan mengajak kedua penculiknya tersebut untuk membelikannya makanan lagi.


Perjalanan ketiganya ternyata memakan waktu sembilan bulan, sangat lama sebab Duan De benar-benar menjadi penghambat serta beban mereka.


Bersama dengan Kakek Janggut Panjang, Siu Yixin dan Hu Li belajar banyak hal tentang kehidupan manusia biasa. Keduanya bahkan seakan lupa bahwa misi mereka adalah menculik Duan De.


Ini dikarenakan Duan De seperti sedang mengajak kedua cucunya mengenal dunia manusia. Umumnya kultivator selalu memakai pedang terbang, hingga banyak hal menarik yang mereka lewatkan.


Siu Yixin dan Hu Li secara tidak sadar mulai berubah. Perjalanan panjang ini juga membuat Siu Yixin bisa sedikit belajar bicara normal, dia juga mulai sering mengajak Duan De bertukar pikiran.


Entah mereka sadar atau tidak, tapi sebuah hubungan mulai terjalin. Walau perjalanan terlihat mulus, namun nyatanya ketiganya beberapa kali terlibat masalah.


Duan De sering meminta mereka bekerja seperti manusia biasa untuk mendapat uang. Satu bulan berikutnya, Siu Yixin dan Hu Li seperti meninggalkan dunia kultivator dan bekerja layaknya manusia pada umumnya.


Tanpa hiasan berlebihan pada wajah dan tubuh, nyatanya Siu Yixin adalah sosok pria yang tampan. Hu Li juga berubah dari yang semula bersikap layaknya perempuan pemalu, menjadi lelaki dengan wajah memikat.


Hu Li juga jadi banyak mengeluarkan pemikirannya pada Duan De, dia merasa nyaman saat bicara pada Kakek Janggut Panjang tersebut.


Dari cerita Hu Li inilah Duan De tahu hubungan anak laki-laki tersebut dengan Xiao Shuxiang. Sebuah kebetulan yang tidak disangka-sangkanya.


***

__ADS_1


Catatan Penulis :


Arigatou Karena Sudah Membaca Cerita Xiao Shuxiang Sampai Sejauh Ini. Untuk Cast Benua Timur, Teman-Teman Bisa Melihatnya Di Akun Instagram @hamtaro_dasha. Semoga Dapat Membantu Imajinasi Teman-Teman..! Oyasuminasai..ヽ(´▽`)/


__ADS_2