
Jing Mi dan teman-temannya tidak mendengar suara pertarungan Xiao Shuxiang. Mereka hanya merasakan angin berhembus cukup kencang disertai dengan perasaan aneh menekan dada mereka.
Tidak ada yang berniat mengintip, ini juga membuat Xiao Shuxiang merasa bahwa Jing Mi dan teman-temannya pantas mendapat kepercayaannya.
Saat Xiao Shuxiang meminta agar mereka membuka mata, Jing Mi dan yang lainnya terkejut melihat dirinya duduk di atas kepala monster tikus.
Yi Wen dan Hou Yong tercengang, tikus besar yang begitu ganas menjadi jinak dan terlihat akrab dengan Xiao Shuxiang.
"A-Apa yang sudah kau perbuat, Saudara Xiao?"
"Bao Yu, dia akan menjadi anggota baru kalian. Namanya Ping Gou," Xiao Shuxiang memperkenalkan tikus berbulu perak sambil tersenyum ramah.
Jing Mi dan Ro Wei saling berpandangan, mereka masih belum mengerti cara Xiao Shuxiang menjinakkan Demonic Beast berusia 2000 tahun tersebut.
Zhi Shu dan Feng Ying tidak terlihat peduli dengan kebingungan teman-temannya, mereka berdua senang kedatangan teman baru. Keduanya langsung memeluk tikus berbulu perak dan berusaha memanjat ke atasnya.
"Hei, aku juga mau naik!" Yi Wen berseru, dia juga mau merasakan duduk di atas Demonic Beast.
Jing Mi mengusap-usap dagunya, dia masih memikirkan cara Xiao Shuxiang menjinakkan monster tikus tersebut, namun Hai Feng langsung menariknya dan ikut mengajaknya untuk berkenalan dengan Ping Gou.
Pekerjaan membangun kediaman serta merapikan wilayah mereka menjadi ringan karena dibantu oleh Ping Gou beserta pasukan tikus kecilnya.
Hanya dalam dua hari, empat buah bangunan sudah berdiri dengan kokoh. Bangunan pertama berlantai dua, ditujukan sebagai tempat tinggal Grand Elder.
Satu bangunan untuk murid perempuan, satunya lagi untuk murid laki-laki, dan bangunan terakhir dijadikan dapur sekaligus tempat eksperimen Xiao Shuxiang.
"Ini adalah tempat sementara, bangunannya tidak boleh terlalu mencolok."
Jing Mi dan Bao Yu mengangguk, mereka terlihat senang bisa membangun rumah dengan tenaga sendiri. Perasaan ini tidak akan pernah mereka lupakan.
Beberapa tikus kecil membantu Ro Wei dan Feng Ying membuat ladang, mereka ingin menanaminya dengan ubi dan kentang.
Saat melihat Xiao Shuxiang membawa balok kayu, Ro Wei bertanya. "Saudara Xiao, apa boleh kami menanam beberapa tanaman herbal?"
"Boleh juga. Sisakan saja sedikit, nanti kuambil beberapa tanaman Patriarch Ketiga untuk ditanam,"
Selain ladang dan bangunan, mereka juga membuat tempat latihan yang disesuaikan dengan lebatnya pohon.
Awalnya Jing Mi dan Bao Yu ingin menebang lebih banyak, namun Xiao Shuxiang melarang karena ingin tempat mereka tetap tersembunyi.
Setelah keempat bangunan benar-benar selesai, Hou Yong dan Yi Wen merasa masih ada yang kurang. Rupanya mereka lupa hal terpenting yang begitu dibutuhkan.
Hou Yong, "Tidak ada sumber air di sini..."
!!
Jing Mi baru sadar saat mendengar ucapan Hou Yong, "Astaga. Aku melupakan hal itu, bahkan selama perbincangan kita di Balai Peristirahatan, aku memang tidak mengungkit permasalahan 'air' ini. Aku minta maaf.."
Xiao Shuxiang, "Tidak perlu minta maaf, sudah kubilang kalian punya aset terpenting. Masalah air, akan segera teratasi.."
Xiao Shuxiang meminta Ping Gou untuk menggali lubang, dia juga mau teman-temannya membantu Ping Gou membuat semacam kolam dan tentu saja dia tidak ingin ada pohon yang di tebang lagi.
"Bao Yu, kau ikut denganku."
Bao Yu mengangguk, dia lalu mengikuti Xiao Shuxiang dengan menaiki pedang terbang menuju ke tempat kediaman Patriarch Ketiga.
Saat Xiao Shuxiang dan Bao Yu pergi, Hou Yong beserta teman-temannya mulai melakukan tugas mereka.
Tidak seorang pun yang merasa ini melelahkan, malah mereka terlihat sangat senang dan sesekali bermain.
Kolam yang dibuat begitu indah dengan hiasan bebatuan di dasar dan pinggirannya. Xiao Shuxiang dan Bao Yu baru kembali setelah malam hari.
"Bantu aku menanamnya," Xiao Shuxiang meminta Bao Yu untuk memberikan bawaannya kepada Jing Mi dan teman-temannya. Ternyata yang dibawa oleh Bao Yu adalah tanaman berjenis rumput kecil berwarna kuning kemerahan.
Xiao Shuxiang dan Zhi Shu menanamnya di dasar kolam, sementara temannya yang lain menanam rumput tersebut di pinggiran kolam.
Yi Wen bertanya tentang rumput itu, "Rumput apa ini? Aromanya mirip kayu manis,"
__ADS_1
Hou Yong mencium rumput tersebut dan mengangguk, "Kau benar. Aku jadi ingin memakannya."
Xiao Shuxiang, "Sebaiknya jangan dimakan. Kalian akan segera tau kegunaan rumput itu.
"Baiklah, kita hanya perlu menunggu tiga jam lagi.." Xiao Shuxiang mengajak teman-temannya untuk beristirahat, pakaian mereka semua begitu kotor.
Tidak hanya pakaian, tapi tubuh mereka juga sama kotornya. Yi Wen dan Ro Wei mengeluhkan badan mereka yang terasa lengket. Keduanya sangat ingin mandi.
"Aku butuh pakaian baru, saat berada di Sekte Pedang Langit.. Pakaian kita disiapkan semua, tapi kini.." Yi Wen sambil bergulingan di tanah, dia terus menggumamkan banyak hal.
Ro Wei dan Zhi Shu juga tidak pernah memikirkan membeli pakaian baru. Bayaran saat menyelesaikan misi mereka pakai untuk meningkatkan praktik dan sekarang hanya tersisa satu buah spirit stone saja.
Tidak hanya Ro Wei dan Zhi Shu, teman-temannya yang lain juga seperti itu. Bahkan, Jing Mi, Hou Yong, Bao Yu dan Hai Feng sudah tidak mempunyai spirit stone lagi.
Jing Mi, "Apa yang harus kita lakukan?"
"Pedang ini juga bukan milik kita, dan besok harus dikembalikan.." Hou Yong mengusap-usap pedangnya, dia tidak rela mengembalikan pedang di tangannya.
Xiao Shuxiang menghela napas, pakaian teman-temannya adalah seragam lusuh Sekte Kupu-Kupu yang di hari pertama mereka pakai saat datang ke Sekte Pedang Langit.
Xiao Shuxiang, "Besok kita akan belanja,"
"Saudara Xiao.. Uangnya tidak cukup," Yi Wen kembali berguling-gulingan, kali ini Zhi Shu dan Feng Ying mengikutinya.
"Dasar bocah, lihat saja besok. Aku mau mandi dulu," Xiao Shuxiang berjalan mendekati kolam,.
Terlihat kolam tersebut dipenuhi dengan air jernih yang nampak bersinar di bawah rembulan.
Akar rumput kuning yang begitu kecil dan tipis mampu menembus ke dalam tanah dan bergerak begitu cepat ke sumber mata air.
Air tersebut keluar dari ujung-ujung daun pada rumput kuning dan mengisi kolam sampai penuh.
Rumput ini merupakan salah satu tanaman herbal kesukaan Patriarch Ketiga dan Xiao Shuxiang.
Rumput dengan daun-daun setinggi jari telunjuk orang dewasa ini, nyatanya mampu membuat perubahan yang besar. Jing Mi dan teman-temannya tidak perlu repot lagi mencari sumber mata air.
!!
Xiao Shuxiang protes, dia ingin mandi lebih dulu tanpa diganggu oleh teman-temannya. Hanya saja, protesannya tidak dipedulikan.
"Aku juga mau mandi,"
"JANGAAN!!"
Jing Mi dan Bao Yu langsung berteriak saat Yi Wen hampir melepaskan pakaiannya, raut wajah keduanya terlihat panik.
"Kalian Ini Kenapa?! Kami Juga Mau Mandi!!" Ro Wei berkacak pinggang, dia protes karena Yi Wen tidak diizinkan untuk mandi bersama mereka.
Xiao Shuxiang sama sekali tidak peduli dengan pertengkaran anak-anak perempuan dengan Jing Mi dan Bao Yu. Dirinya hanya bersandar di bibir kolam sambil menikmati di pijat oleh Ping Gou.
Dia memuji Ping Gou karena membuat kolam yang besar, Xiao Shuxiang lalu memintanya untuk masuk ke dalam kolam dan menjadi pembatas agar anak-anak perempuan bisa ikut mandi.
Sepanjang malam, Jing Mi dan teman-temannya terus berendam sambil sesekali mengusap bulu-bulu perak Ping Gou. Rumput kuning selain keunikannya, ternyata memiliki khasiat untuk mewangikan tubuh.
*
*
*
"Baiklah, anak-anak..! Kita sudah sampai,"
Xiao Shuxiang tersenyum sambil menatap bangunan besar di depannya. Ada sebuah papan bertuliskan Cabang Asosiasi Bangau Merak.
Jing Mi dan teman-temannya mengetahui tempat ini, mereka sering kemari untuk membeli pil atau sekedar melihat-lihat pusaka yang ada.
"Saudaraku, uang kita tidak cukup untuk membeli satu barang di dalam sana.." Jing Mi menyentuh pundak Xiao Shuxiang, "Aku tahu sifat orang-orang di dalam bangunan ini hanya ramah pada yang memiliki banyak uang."
__ADS_1
Xiao Shuxiang, "Bukankah kalian terkenal sebagai Delapan Pewaris Pedang? Harusnya mereka akan sopan pada kalian,"
Jing Mi. "Saudara Xiao. Itu dulu, pada akhirnya kita tidak benar-benar mewarisi pedang apa pun,"
Xiao Shuxiang menepuk-nepuk punggung Jing Mi, "Semuanya akan baik-baik saja. Ayo masuk, dan cari pedang kalian..!"
Meski pun bangunan di depan mereka hanyalah salah satu cabang dari Asosiasi Bangau Merak, nyatanya luas dan kelengkapan di dalamnya tidak bisa di pandang sebelah mata.
Bangunan dengan tiga lantai, di mana semakin naik ke lantai atas maka harga dan kualitas barang yang dijual semakin bagus.
Saat Xiao Shuxiang dan teman-temannya masuk ke dalam gedung, nuansa cokelat gelap nan elegan menyambut mereka.
Terdapat puluhan bak kaca yang di dalamnya diisi oleh banyak benda pusaka yang beraneka ragam bentuk. Setiap dinding juga tidak lepas dari barang berharga.
Beberapa pelanggan mengarahkan perhatian mereka kepada Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Di antara kesembilan anak ini, hanya pakaian Xiao Shuxiang yang terlihat bagus.
Xiao Shuxiang menghampiri salah satu pegawai yang nampak berdiri sambil menawarkan berbagai barang pada para pelanggan. "Permisi, Nona cantik? Apa kau tahu tentang kain kualitas terbaik yang dijual di tempat ini?"
?!
Pada awalnya, pegawai asosiasi yang seorang gadis muda tersebut keberatan melayani seorang anak kecil. Namun dia melihat pedang di pinggang Xiao Shuxiang adalah pedang terbang milik Sekte Pedang Langit.
Merasa bahwa Xiao Shuxiang adalah murid yang menyamar, dia pun tersenyum seramah mungkin kepadanya. Dalam hati gadis muda ini mengelus dada, beruntungnya dia tidak sampai menyinggung Xiao Shuxiang.
"Tuan Muda, mari ikut dengan saya.." Pegawai asosiasi mengajak Xiao Shuxiang dan teman-temannya ke area belakang, tempat bak kaca berisi kain-kain pusaka terbaik yang ada di gedung ini.
Satu persatu kain dijelaskan secara detail hingga keunikan dan ketahanannya masing-masing.
Jing Mi dan Hou Yong begitu serius memperhatikan, mereka tertarik dengan kain yang mampu melindungi pemakainya dari serangan kultivator di Forging Qi tingkat 15.
Hanya saja, saat gadis muda menyebutkan harganya, napas Jing Mi dan Hou Yong seperti tertarik naik. Mereka tidak sanggup membelinya.
Setelah mendengarkan penjelasan mengenai kain pusaka di depannya, Xiao Shuxiang bertanya. "Bagaimana transaksi jual-beli di Cabang Asosiasi ini?"
Pegawai asosiasi mengatakan, "Tuan Muda. Kami tidak hanya menjual tetapi juga membeli beraneka macam benda dari pelanggan yang berniat menjualnya. Harga yang kami tawarkan tergantung dari kualitas dan kelangkaan barangnya,"
"Lalu, apa kalian juga membeli pil?"
Pegawai asosiasi tersenyum, " Pil termasuk barang langka dan sangat kami butuhkan. Sejauh ini, anggota asosiasi mencari Alkemis terbaik dan berusaha merekrut mereka, tapi tidak banyak Alkemis di Benua ini,"
Jing Mi dan Hou Yong saling berpandangan kemudian tersenyum lebar, keduanya baru saja mengerti maksud Xiao Shuxiang yang menyebut dirinya aset terbesar perkembangan sekte mereka.
"Nona Cantik, apa aku bisa bertemu penanggung-jawab tempat ini?" Xiao Shuxiang berkata, "Aku ingin menjual sesuatu yang sangat dicari oleh asosiasi kalian. Tapi aku tidak mau mengatakannya lebih jelas karena khawatir jika ada di antara pelangganmu ada yang berniat tidak baik."
"Tapi..."
Hai Feng. "Nona, jangan berpikir terlalu lama. Kami tidak punya banyak waktu. Jika tempat ini tidak mau membelinya karena melihat kami masih anak-anak dengan pakaian lusuh begini, maka kami akan pergi ke tempat lain,"
Hai Feng sebelumnya telah diajari oleh Xiao Shuxiang. Seperti yang dikatakan saudaranya, mereka pasti akan di pandang remeh.
"Tapi Nona Cantik, aku yakin kau akan menangis dan kehilangan pekerjaanmu jika mengabaikan permintaan Saudaraku.." Jing Mi menepuk pundak Xiao Shuxiang, dia tersenyum dengan wajah serius menatap pegawai asosiasi.
"Haah.. Ada-ada saja anak-anak ini.. Baiklah, Tuan Muda. Tolong tunggu sebentar.."
Hai Feng dan teman-temannya mengulum senyum, mereka menunggu sampai gadis tadi kembali.
Jing Mi. "Saudara Xiao, jika Nona itu tidak kembali, bagaimana?"
"Saudara Jing, kalian sudah kuajari aturanku, bukan? Pertama, bersikap baik dan seramah mungkin. Kedua, apabila kebaikan tidak diterima... Baru tekan mereka dengan kekuatan. Kalian masih ingat rencananya?"
"Tentu, Saudaraku. Kami dan pasukan Ping Gou tinggal menunggu perintah saja," Yi Wen memperlihatkan seringai jahatnya, namun seketika wajahnya langsung dibekap oleh Zhi Shu dan Ro Wei.
Keduanya terkejut karena Yi Wen bisa membuat seringai yang menakutkan. Zhi Shu menekan kepala Yi Wen sambil menanyakan roh jahat siapa yang telah masuk ke dalam tubuh saudaranya.
"Siapa pun di dalam, sebutkan namamu?!"
"Zhi Shu, jangan main-main." Xiao Shuxiang tidak mau diusir hanya karena tingkah anak-anak ini, pandangannya langsung menoleh saat mendengar suara seorang gadis yang sudah lama mereka tunggu.
__ADS_1
Gadis ini meminta agar Xiao Shuxiang ikut dengannya, sementara Jing Mi dan yang lainnya tetap diam dan menunggu mereka.
***